NovelToon NovelToon
Beyond The Castle Walls

Beyond The Castle Walls

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Kerajaan
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Terperangkap dalam sangkar emas Aethelgard, Putri Aurelia mendambakan dunia di balik dinding istana yang megah. Beruntung, ada Lucas, seorang pemuda logistik istana yang tampak biasa namun menjadi satu-satunya orang yang berani membuka jalan bagi sang putri untuk menggapai kebebasan yang ia impikan. Namun, perjalanan mereka tak semudah yang dibayangkan. Reruntuhan dunia luar menyimpan kejutan dan bahaya tak terduga. Bersama Lucas, Aurelia harus mengungkap misteri yang telah lama terkubur di Aethelgard. Salah satunya adalah rahasia di balik kematian ibunda tercinta yang ternyata menyisakan plot twist mengejutkan. Akankah ia berhasil menemukan kebenaran yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manisan di Balik Semak Mawar

Matahari sore menggantung rendah di cakrawala Kerajaan Aethelgard, memancarkan warna jingga yang menyentuh puncak-puncak menara istana yang megah. Namun, bagi Princess Aurelia yang baru berusia sepuluh tahun, kemegahan itu terasa seperti penjara kaca yang beku.

Aurelia duduk bersimpuh di balik semak mawar di taman belakang istana. Gaun sutranya yang berwarna biru pucat terkena noda tanah, namun ia tidak peduli. Air mata membasahi pipinya yang kemerahan. Baru saja, di aula besar, ia mencoba menunjukkan lukisan bunga matahari yang ia buat seharian penuh kepada ayahnya, Raja Valerius. Namun, sang Raja bahkan tidak menoleh.

"Bawa kembali ke kamarmu, Aurelia. Aku sedang sibuk dengan urusan Kerajaan," ucap sang Raja dengan suara sedingin es tanpa sekalipun menatap mata dan tanpa melihat ke arah lukisan putrinya.

Aurelia pergi dengan air mata yang menggenang dan berlari ke arah taman belakang Istana.

Aurelia terisak pelan, menyembunyikan wajah di balik lututnya. Ia merasa menjadi bayangan di rumah/istananya sendiri.

"Hei, kalau kamu menangis terus, mawar-mawar itu akan ikut layu, lho."

Aurelia tersentak. Ia mengangkat wajahnya dan melihat seorang bocah laki-laki berdiri tidak jauh darinya. Bocah itu mengenakan kemeja linen kasar yang lengannya digulung hingga siku, wajahnya sedikit terkena debu, namun matanya bersinar ramah. Dia adalah Lucas, bocah lelaki berusia dua belas tahun yang merupakan anak dari kepala penyedia logistik kerajaan.

"Siapa kamu? Berani-beraninya masuk ke taman pribadi Putri," Aurelia mencoba menghapus air matanya, berusaha menjaga martabatnya meski suaranya serak.

Lucas tidak terlihat takut. Ia justru mendekat dan duduk bersila di atas rumput, beberapa langkah dari Aurelia. "Aku Lucas. Ayahku sedang menurunkan peti-peti kain sutra di gudang belakang. Aku bosan menunggu, jadi aku jalan-jalan ke sini."

Lucas merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sesuatu yang dibungkus kertas minyak. "Ini, mau? Ini manisan apel dari pasar rakyat di luar gerbang. Rasanya jauh lebih enak daripada kue-kue istana yang terlalu manis itu."

Aurelia ragu sejenak, melihat bungkusan itu lalu menatap Lucas. "Kamu tahu aku ini siapa?"

"Tentu saja. Kamu Princess Aurelia," jawab Lucas santai sambil mengunyah manisannya. "Tapi di sini, kamu cuma anak kecil yang sedang sedih. Dan anak kecil yang sedih butuh gula agar bisa tersenyum lagi."

Entah mengapa, pertahanan Aurelia runtuh. Ia mengambil manisan itu dan menggigitnya kecil. Rasa manis dan asam yang segar memenuhi mulutnya. Untuk pertama kalinya hari itu, rasa sesak di dadanya sedikit berkurang.

"Ayahku... dia tidak menyukaiku," bisik Aurelia beberapa saat kemudian dengan suara yang pelan, sebuah rahasia yang tidak pernah ia ceritakan pada siapa pun.

Lucas menatap langit senja, lalu menatap Aurelia dengan serius. "Mungkin dia hanya belum tahu betapa hebatnya kamu. Jangan khawatir, Putri. Selama ayahku masih mengantar logistik ke sini, aku akan sering datang. Aku akan membawakanmu cerita dari luar gerbang, supaya kamu tidak merasa sendirian lagi di istana besar ini."

Di balik semak mawar itu, sebuah janji tak tertulis terbentuk. Aurelia tidak tahu bahwa bocah laki-laki di hadapannya inilah yang kelak akan menjadi satu-satunya orang yang selalu setia menemaninya hingga membuat langkah besar dalam hidupnya, jauh sebelum ia mengenal sosok Pangeran Theo dari Kerajaan Valeront yang akan mengusik ketenangannya di masa depan.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!