NovelToon NovelToon
Twin Gus: A Love Story

Twin Gus: A Love Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Hantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fega Meilyana

"Aku yang akan menikahi Zaskia, Abi."
"Apa kamu yakin?"
"Yakin Abi. Hanya Zaskia yang Aryan mau dan Zaskia cuma butuh aku saat ini."
***
"Gus itu terlalu galak!"
"Bukan saya yang galak, tapi kamu yang bebal dan sulit di atur!"

Kisah cinta dua Gus Kembar.
Zaskia diguna-guna oleh seorang laki-laki yang menggilainya, sihir itu akan musnah jika Zaskia menikah dan berhubungan dengan suaminya. Aryan yang menikahi Zaskia meski ia tau bahwa Zaskia tidak mencintai dirinya melainkan sahabatnya-Kafa. Lantaran Kafa mundur bak pengecut.

Sedangkan Kisah Gus Arshaf, yang sudah menyerah dengan sikap nakal santriwatinya, bernama Zayna. Juga tentang Zayna yang sudah kebal dengan kegalakan dan semua hukuman dari Gus-nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fega Meilyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum Siap Hamil

"Serius harus pakai baju ini?" Aryan melirik tak habis pikir.

Ia lalu menoleh ke arah jam. Waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Sangat tidak mungkin bagi Aryan mendatangi kamar Zaid di jam-jam seperti ini, terlebih dengan kondisi rambutnya yang masih basah. Bisa-bisa pikiran laki-laki yang bahkan belum genap tujuh belas tahun itu malah tercemar.

Pada akhirnya, Aryan tidak punya pilihan lain selain memakai baju milik istrinya.

Dengan helaan napas berat, Aryan mengambil baju tersebut dan bersiap memakainya.

“Astaghfirullah… baju apaan ini?” Aryan kaget saat membuka lipatan pakaian yang ternyata adalah daster ukuran XXL bergambar princess.

“Kia.”

“Iya, Kak?”

“Ini serius kamu nyuruh kakak pakai jubah beginian?”

“Jubah apaan? Itu daster namanya.” Zaskia terdengar membela diri dari balik kamar mandi. “Pakai aja dulu sementara. Nanti pas subuh Kia ambilin baju Kakak di kamar Zaid.”

Aryan meringis. Hancur sudah harga dirinya sebagai pria macho, cool, dan kalem.

Entah sudah berapa kali Aryan menghela napas seolah sedang tertimpa musibah besar. Ia terus menatap pantulan dirinya di cermin dengan ekspresi frustrasi.

Bagaimana mungkin tubuh tinggi dengan bentuk badan proporsional itu dibalut daster bergambar princess?

Memang benar yang dikatakan Zaskia, ukurannya masih cukup longgar ketika dipakai Aryan. Namun kenapa harus daster?

Panjang baju itu bahkan hanya sampai lutut. Betis Aryan yang dipenuhi bulu halus terekspos jelas. Belum lagi ia sama sekali belum memakai celana dalam. Kalau saja daster itu tersingkap sedikit, habislah harga dirinya.

Sementara itu, Zaskia belum juga keluar dari kamar mandi. Entah apa yang gadis itu lakukan di sana. Mungkin ia masih malu setelah kejadian tadi—kejadian yang membuat Aryan kembali melihat tubuh polos istrinya.

“Kia.”

“Iya, Kak?”

“Kamu ngapain sih di dalem?”

“Mandi.”

“Udah hampir dua puluh menit.”

“Biasanya juga setengah jam.”

Aryan tertegun. “Serius?”

“Iya.”

Aryan mengusap tengkuknya pelan sebelum berkata hati-hati, “Maaf ya?”

“Apa sih?”

“Masih sakit, kan?”

“Udah, ih! Enggak usah dibahas!”

Keduanya berbicara dari dimensi berbeda—Aryan di kamar, Zaskia di balik pintu kamar mandi yang tertutup rapat.

“Kakak enggak usah nungguin Kia. Tidur aja duluan.”

“Kakak mau ngobrol.”

“Ya ini juga lagi ngobrol.”

“Sambil lihat kamu.”

Zaskia diam.

Padahal sebenarnya ia sudah selesai sejak tadi. Tubuhnya kini dibalut piyama lengan panjang bergambar Hello Kitty. Ia duduk di atas kloset sambil mengusap rambut menggunakan handuk.

Karena tak mendapat jawaban, Aryan bangkit dari tepi ranjang lalu berjalan mendekati kamar mandi.

“Kia.”

Zaskia langsung menegakkan badan saat mendengar suara Aryan dari dekat.

“Kakak ngapain nyusul Kia?” protesnya gugup.

Aryan bersandar di tembok samping pintu kamar mandi sambil melipat kedua tangan di dada.

“Buruan keluar.”

“Mau ngapain sih memangnya? Kia masih lama.”

“Ayolah, Sayang.”

Zaskia langsung merinding. “Enggak! Mau ngobrolin apa dulu?”

“Banyak.”

“Salah satunya?”

“Apa aja.”

“Kak… ya ampun.” Zaskia memijat dahinya frustasi. “Kia masih cabut bulu ketek. Keluarnya nanti pas adzan subuh.”

Aryan terkekeh pelan. “Kakak udah lihat semuanya, Kia. Ketek kamu bersih, enggak ada bulunya.”

Zaskia langsung tersentak malu. Wajahnya memerah hingga ke telinga. Ia spontan menggigit ujung handuk yang tadi dipakai mengeringkan rambut.

Bisa-bisanya ia bicara begitu, padahal di depan Aryan tadi ia sudah memperlihatkan semuanya.

“Kia?”

“Kakak tidur duluan sana!”

“Enggak mau kalau enggak ada kamu,” sahut Aryan manja hanya untuk menggoda istrinya.

“Ih, Kakak kok alay sih?”

“Bukan alay, tapi butuh dibelai.”

“Astaghfirullah, Kak!” Zaskia langsung mengomel panjang. “Ingat ya! Kia enggak mau ngelakuin itu lagi. Kia takut hamil. Kia belum siap. Kia mau kuliah dulu sampai lulus dan ngejar cita-cita Kia jadi reporter. Jadi Kakak enggak boleh minta yang aneh-aneh dulu!”

Aryan tersenyum geli mendengar istrinya seperti sedang demo. “Terus kalau mimpi buruk kamu belum hilang gimana?”

Kalimat itu langsung membuat Zaskia mati kutu. “Ya… ya udah.”

“Apanya yang udah?”

“Tau ah!”

Aryan tertawa jahil di balik pintu..“Oh iya, Kia. Tadi pas Kakak mandi di sana ada—”

“KAK ARYAN!!”.Zaskia langsung membuka pintu kamar mandi dengan panik. Ia teringat penampakan menyeramkan yang pernah dialaminya.

Melihat Zaskia keluar sambil meringis takut, Aryan malah makin tertawa.

“Jahat banget!” Zaskia memukul Aryan menggunakan handuk.

“Apa sih? Kakak belum selesai ngomong.” Aryan masih tertawa kecil. “Pas mandi tadi Kakak nemuin diri Kakak sendiri di cermin.”

“Ihhh!” Zaskia kembali menyabetnya kesal.

Aryan tertawa gemas. Namun di tengah momen itu, Zaskia baru sadar sesuatu.

“Kak…”

“Hm?”

Kini gantian Zaskia yang menahan tawa.

Aryan mengernyit bingung. “Kenapa?”

Dan detik berikutnya, tawa Zaskia langsung pecah. “Imut banget!”

Aryan spontan melihat dirinya sendiri.

Barulah ia sadar. Ia sedang memakai daster princess.

Aryan menghela napas panjang sambil mengusap tengkuknya salah tingkah.

“Kia… udah.”

Namun Zaskia malah makin ngakak. “Cowok sedingin ini berantem sama daster princess. Hahaha!”

Aryan benar-benar ingin menghilang saat itu juga. “Kia, please berhenti. Kakak malu.”

Zaskia sampai berjongkok sambil memegangi perut karena terlalu banyak tertawa.

Tak tahan lagi, Aryan menghampiri gadis itu. Ia menarik kedua tangan Zaskia agar berdiri.

Namun Zaskia masih sibuk tertawa tanpa menggubrisnya.

Aryan menarik napas panjang, lalu menatap wajah Zaskia yang sejajar dengan dadanya.

Tanpa aba-aba, ia menundukkan kepala dan langsung membungkam tawa gadis itu dengan kecupan singkat di bibirnya.

Zaskia langsung membeku. Matanya membelalak sempurna.

Handuk di tangannya jatuh begitu saja ke lantai.

Kedua tangan Aryan berpindah menangkup rahang Zaskia, memperdalam kecupan itu beberapa detik sebelum akhirnya perlahan melepaskannya.

“Kakak udah minta kamu berhenti, kan?” bisik Aryan pelan dengan napas sedikit memburu. “Jadi ini bukan salah Kakak.”

Zaskia buru-buru mengatupkan bibirnya. Wajahnya merah padam. Matanya bergerak gelisah, tak tahu harus menatap ke mana.

“Mau lanjut tidur atau sholat?” tanya Aryan santai seolah tidak terjadi apa-apa.

Setelah memberi jarak, Aryan memungut handuk yang terjatuh lalu berdiri di belakang Zaskia. Dengan lembut ia mulai mengeringkan rambut istrinya.

Perasaan Zaskia kembali kikuk.

Padahal tadi ia sudah mulai merasa santai dengan Aryan. Namun tindakan pria itu kembali membuat jantungnya kacau.

“Memangnya enggak apa-apa sholat pakai baju itu?” tanya Zaskia sambil melirik daster yang dipakai Aryan.

“Nanti ditutup sarung.”

“Tapi Kia gak punya sarung cowok.”

“Terus?”

“Kia cuma punya sarung mukena. Mau pakai?”

Aryan langsung memejamkan mata pasrah..Pakai daster princess saja sudah cukup memalukan. Sekarang ditambah sarung mukena?

“Ya udah, besok aja kalau gitu.”

“Apanya?”

“Sholatnya.”

“Tapi kalau tidur lagi juga nanggung, Kak. Udah jam empat.”

"Terus enaknya ngapain?"

Zaskia terkesiap. "Baca Quran."

Jawaban itu pasti tidak akan membuat Aryan berpikir jauh.

"Habis baca Quran?"

Zaskia tak menduga dengan pertanyaan tersebut. Ia pikir ucapannya tadi sudah cukup membuat Aryan mengerti kalau dia tidak mau kembali mengulang kegiatan panas seperti sebelumnya.

"Masih mimpi buruk gak?" Tanya Aryan ketika Zaskia tak menjawab pertanyaannya tadi.

Zaskia menggeleng, "Alhamdulillah udah enggak"

"Syukur lah."

"Iya."

Aryan tiba-tiba memeluknya dari belakang tubuhnya yang tinggi jadi membungkuk ketika ia meletakkan dagunya di bahu Zaskia. Hal tersebut membuat darah berdesir memompa jantungnya lebih kuat.

"Masih sakit?" Tanyanya suara pelan.

Zaskia menggeleng samar.

"Maaf ya."

“Enggak apa-apa, Kak. Jangan minta maaf terus. Kakak gak salah.”

Aryan memejamkan mata sejenak sebelum akhirnya berbisik pelan, “Kakak sayang kamu.”

Zaskia terdiam.

Hatinya kembali terasa bersalah.

Bagaimana ia harus menjawab sementara bayang-bayang Kafa masih tertinggal di dalam hatinya?

Namun Aryan seolah mengerti isi pikirannya.

“Enggak usah dijawab.” Aryan tersenyum tipis meski dadanya terasa nyeri. “Kakak bakal sabar nunggu kamu.”

Zaskia menunduk pelan..“Maaf ya, Kak.”

“It’s okay. Kakak gak akan maksa. Pelan-pelan aja.”

Zaskia menghela napas perlahan.

Ia benar-benar tidak pernah menyangka laki-laki dingin yang selama ini dikenalnya kini telah menjadi suaminya. Bahkan mereka sudah melakukan hal yang dulu tak pernah terbayang sedikit pun.

Dan sekarang, perlahan-lahan, Zaskia harus belajar membuka hatinya untuk Aryan.

***

Pagi pun tiba. Cahaya mentari menyelinap masuk melalui jendela rumah, mengusir dinginnya malam yang tadi terasa panjang bagi Aryan dan Zaskia.

Di meja makan, seluruh keluarga Zhafran sudah berkumpul seperti biasa. Namun pagi itu suasananya terasa berbeda.

Aryan dan Zaskia tampak sama-sama canggung.

Terlebih lagi, keduanya kini menjadi pusat perhatian.

"Semalam gimana, Kia? Masih mimpi buruk?" Tanya Zhafran. Laki-laki baruh paya itu tidak tau jika syarat hilangnya sihir adalah dengan berhubungan suami istri.

Pipi Zaskia seketika memanas.

“Alhamdulillah udah enggak, Yah,” jawabnya pelan sambil berusaha terlihat tenang, meski jantungnya berdetak tidak karuan.

“Alhamdulillah.” Ayesha tersenyum lega. “Berarti benar kata Ustadz Mansyur, Mas.”

Tatapan wanita itu penuh rasa syukur mengarah pada Zaskia.

“Alhamdulillah, Sayang. Semoga jin yang ganggu kamu benar-benar udah pergi ya, Kia.”

“Aamiin,” sahut semua orang serempak.

Kecuali Aryan dan Zaskia.

Keduanya justru sibuk dengan pikiran masing-masing, mengingat kejadian semalam yang masih terasa begitu nyata.

Zaid yang duduk di samping Aryan tiba-tiba menyikut pelan lengan abang iparnya itu.

“Bang Aryan,” bisiknya.

“Hm?”

“Tidurnya enggak ditendang Kak Kia, kan? Kak Kia kalau tidur suka gerasak-gerusuk.”

Aryan langsung tersedak air minumnya sendiri.

“Enggak kok,” jawabnya cepat sambil berusaha terlihat biasa.

"Tapi kok mata bang Aryan kaya cape banget, kaya... gak tidur semalaman." Zaid menyipitkan mata curiga.

“Kurang tidur.”

“Loh? Bukannya semalam Bang Aryan sama Kak Kia masuk kamar cepet?” Zaid tampak berpikir keras. “Ohh… jangan-jangan…”

Aryan langsung waswas.

Jangan sampai anak ini berpikir terlalu jauh.

“Jangan-jangan Bang Aryan disuruh tidur di sofa ya makanya kurang tidur?"

Helaan napas lega keluar dari rongga mulut Aryan. Ia pikir, Zaid berpikir sejauh itu. Ternyata tidak, syukurlah pikiran remaja ini masih suci.

"I-iya. Gapapa, mungkin Kia belum terbiasa aja."

“Oalah.” Zaid mengangguk paham. “Sabar ya bang. Kak Kia emang galak.”

“ZAID!” Zaskia langsung melotot.

Zaid nyengir jahil.

Belum sempat keributan kecil itu berlanjut, suara Zhafran terdengar memanggil. “Aryan.”

“Iya, Yah?”

“Nanti selesai makan bisa bicara sebentar sama Ayah di luar?”

Aryan langsung menegang tanpa sebab. “Bisa, Yah.”

Tak lama setelah selesai sarapan, Zhafran lebih dulu berjalan keluar rumah. Aryan pun menyusul di belakangnya.

Pemandangan itu membuat Zaid dan Zaskia saling pandang penasaran.

“Ayah mau ngomongin apa ya, Bun?” tanya Zaid sambil melirik ke arah luar.

Ayesha santai menyendok makanan ke piringnya. “Obrolan orang dewasa. Kamu masih kecil, jangan kepo.”

“Aku udah dewasa loh, Bun.”

“Mana ada dewasa,” sahut Zaskia cepat. “Punya KTP aja belum. Kencing aja belom lurus."

"Astaghfirullah Kak! Jangan mulai lagi."

"Siapa yang mulai? Kakak cuma meluruskan."

"Heh! Benar-benar nih cewe, beruntung bang Aryan mau nikahin cewe galak kaya kakak!"

"Yang penting udah laku weee... Emang kamu, ketemu Azel aja kemaren malah diem-diem ngelirik. Tuh bun, Zaid gak bisa jaga pandangan."

Wajah Zaid langsung merah padam. “Kak Zaskia!”

“Tuh kan, salting.”

“Ih enggak! Apaan sih!”

Ayesha hanya bisa menggeleng-geleng kepala melihat tingkah kedua anaknya.

Di teras rumah, udara pagi masih terasa sejuk. Embusan angin pelan menggerakkan daun-daun tanaman yang berjajar rapi di halaman. Di sana, Zhafran berdiri sambil melipat kedua tangan di depan dada, sementara Aryan tampak duduk dengan gelisah di kursi kayu.

"Ayah mau nanya, tolong jawab jujur, ya. Enggak usah malu. Status kita sekarang sama-sama seorang suami."

Aryan mengangguk pelan, meski dadanya mendadak terasa tidak nyaman.

"Tadi malam... apa kamu sudah menyentuh Zaskia?"

Jantung Aryan langsung berdegup keras begitu pertanyaan itu masuk ke indera pendengarannya. Rahangnya menegang. Dengan kepala tertunduk, ia akhirnya mengangguk pelan.

"Awalnya saya gak pernah kepikiran buat nyentuh Kia malam itu juga setelah kami menikah. Tapi ucapan Ustadz Mansyur tadi malam bikin saya kepikiran terus, Yah." Aryan menjelaskan dengan suara pelan.

Zhafran mengernyit samar. "Memangnya Ustadz Mansyur bilang apa?"

"Beliau bilang... jin yang ngikutin Kia bakal pergi kalau kami sudah melakukan hubungan suami istri."

"Oh..." Zhafran mengangguk paham. "Pantesan."

Aryan diam, sementara rasa canggung mulai menguasai dirinya lagi.

Zhafran kemudian berdeham pelan sebelum kembali bicara, kali ini dengan nada lebih hati-hati. "Terus... kamu keluarnya di mana?"

Aryan spontan mengangkat wajahnya dengan bingung. "Maksudnya, Yah?"

"Aduh..." Zhafran mengusap tengkuknya sendiri, tampak salah tingkah. "Gimana jelasinnya, ya."

Aryan semakin bingung menatap ayah mertuanya.

"Cairan kamu masuk ke dalam badan Kia enggak?"

Mata Aryan langsung melebar tipis. Dadanya seperti dihantam sesuatu.

"Kamu buangnya di luar, kan?" lanjut Zhafran.

Aryan menelan ludah berat. "Memangnya kenapa, Yah?"

"Takutnya jadi, Yan." Zhafran menghela napas pelan. "Ayah sih gak masalah kalau kalian punya anak cepat. Tapi pertanyaannya... kalian udah siap belum?"

Aryan terdiam.

Ucapan itu membuat pikirannya langsung kembali ke kejadian semalam. Ia bahkan tidak sempat berpikir sejauh itu. Semuanya terjadi begitu saja, dan saat cairan itu keluar, ia benar-benar berada di dalam Zaskia.

Wajah Aryan perlahan memucat.

"Astaghfirullah..." batinnya panik. "Gue gak kepikiran sampai situ."

Zhafran yang melihat perubahan ekspresi Aryan langsung menyipitkan mata curiga.

"Yan..."

Aryan reflek menegakkan punggungnya.

"Kamu jangan bilang kalau—"

Aryan buru-buru membuang muka sambil mengusap wajah kasar.

"Ya Allah..." desahnya frustrasi.

Zhafran langsung memijat pelipisnya sendiri. "Aryan..."

"Saya lupa, Yah."

"Lupa gimana maksudnya?!"

Aryan menunduk makin dalam. Malunya luar biasa. "Saya enggak kepikiran sama sekali."

Zhafran menghela napas panjang sambil menatap langit-langit teras rumah. Antara ingin marah dan ingin tertawa melihat kepolosan menantunya.

"Kalian ini..." gumamnya pelan.

Aryan masih menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Harga dirinya benar-benar runtuh pagi ini.

"Kalau Kia sampai hamil gimana?" tanyanya lirih penuh penyesalan.

"Nah, itu dia."

Aryan mengacak rambutnya frustasi. Semalam Zaskia bahkan berkali-kali bilang belum siap punya anak karena masih ingin kuliah dan mengejar cita-citanya menjadi reporter.

Kalau sampai benar terjadi... "Bisa dibunuh gue sama Kia."

1
Syti Sarah
Masya Allah bucin bnget sih Aryan 🥰🥰
Ayu Oktaviana
jodohnya kafa msih unyu unyu😁😁😁😂😂😂
syora
dara nih kyak si onty zura 🤣🤣🤣🤣
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wah jodoh nya kafa masih sd
Syti Sarah
kocak juga nih anak nya Azzam 😂😂
Shabrina Darsih
blm Tau aja kia. uda nikah pasti hbs tuh sm aryan
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya nggak papa lah wong yang hamilin kan suami sendiri
nan luxiao
suka banget, dari cerita athar cila, abidzar zuya, azzam aira, sama yang ini selalu seruu banget
Syti Sarah
waah,mmang ya umma zuya absurd nya gak ada lawan.msa anak sndiri di bilang hamil 😂😂
anakkeren
best ,❤️
Anak manis
cakep buat authornya 🥰
just a grandma
seruuu
cutegirl
pokoknya aku sllu menunggu cerita dri author ini
cutegirl
ada ada aja😂
Ayu Oktaviana
selamat untuk kia dan aryan😍😍.. kita tinggal tunggu arshaf nih
Fegajon: kurang lebih begitu 😛
total 3 replies
Syti Sarah
Masya Allah,lengkap sudh kbhgian pasangan ini.slmat ya kia Aryan 🥰🥰
Syti Sarah
ciie yg udh di blas cinta nya sama istri 🥰
Syti Sarah
prsis kyak Abi nya ya aryan ini.tpi klau udh sah,bda bnget sifat nya sama istri nya .jdi syang ,bucin bnget sama istri nya .eeeh,udh mulai brani ya kia😁😁
Syti Sarah: iya btul bnget kak 😊
total 4 replies
Syti Sarah
ciie yg msak untuk pak suami 🤭🤭
Nifatul Masruro Hikari Masaru
udah terlambat kali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!