Seorang gadis remaja berhijab dan dengan bercadar 19 tahun , ia bernama Ainin Ghita Syahla Salsabila yang memiliki arti nama perempuan yang dianugerahi mata kebiru-biruan bagai mata air surgawi , yang memiliki rupawan wajah yang cantik seperti namanya . Gadis remaja itu biasa dipanggil dengan nama Salsa. Salsa memiliki akhlak yang mulia dan baik begitu pun IQ berfikir nya sangat lah bagus.
Setelah kepulangan dari kuliahnya ia bertemu seseorang yang membuatnya kagum
Maaf jika ada kesamaan nama itu hanya kebetulan 😊🙏
Penasaran dengan Perjalanan Cinta nya bagaimana. Yuk simak dan baca ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khurrotul Ainy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31.
Selama 23 jam perjalanan Mesir- Indonesia, Salsa dan keluarga akhirnya sampai juga di bandara kota F, sekarang ia sudah turun dari pesawat. Salsa sampai di kota F sekitar jam 2 siang.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga." Ucap Salsa yang sudah turun dari pesawat dan sedang menghentikan langkahnya, ia sedang menunggu mobil jemputan nya.
Salsa celingak-celinguk ke kanan kiri melihat keberadaan Lia, Ia tadi belum sempat bertemu Lia, entahlah apakah Lia sudah langsung pulang kerumahnya atau ia yang tidak lihat Lia.
"Nyari siapa nak?." Tanya sang Umi heran melihat Salsa yang celingak-celinguk.
"Oh enggak Um, tadi Salsa hanya mencari Lia, entah kemana dia, apa dia sudah pulang duluan ya?." Jawab Salsa.
"Mungkin Lia dan keluarga nya sudah pulang duluan nak setelah turun dari pesawat." Ucap Uminya lagi.
"Seperti begitu Umi." Ucap Salsa sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
Tak lama kemudian datanglah 2 mobil, Salsa yang sudah senang karena mobil itu adalah mobil jemputan nya.
Berhenti tepat di depan keluarganya, dan tak lama keluarlah pak Budi dan pak satpam yang mengemudi mobil satunya.
"Assalamualaikum." Ucap pak Budi dan pak satpam tersenyum.
"Waalaikumussalam." Jawabnya serempak.
"Selamat datang kembali Bu, pak." Ucap pak Budi dan bergantian dengan pak satpam.
"Iya pak Budi terimakasih." Ucap Abi Aflaf tersenyum.
"Udah ayo pak satpam segera mengemudi mobil nya, Salsa dah ngantuk nih." Ucap Salsa bernada kesal namun seperti dibuat buat.
"Wah nak Salsa sudah ngantuk saja ya." Ucap pak Budi terkekeh.
"Iya pak Budi, Salsa tadi nggak bisa tidur di pesawatnya." Ucap Salsa.
"Yasudah ayo nak Salsa dan mbak Aiyra, mas Dava, dan anak anak sekalian ikut di mobil yang saya kemudikan." Ajak pak satpam.
"Oke siap." Ucap Salsa dan keponakannya.
Salsa berjalan ke mobilnya, sedangkan Umi, Abi, dan kakak² nya di mobil yang di kemudikan pak Budi.
Dan semua sudah masuk kedalam mobil, dan barang² juga sudah di taruh di bagasi mobil. Pak Budi dan pak satpam segera menjalankan mobilnya menuju rumah.
Sekitar 30 menit, mereka semua sudah sampai di rumah Salsa.
Salsa segera turun dari mobil, dan berjalan ke bagasi mobil untuk mengambil barang-barangnya, dan membawanya ke rumah.
Sudah dapat terlihat didepan pintu, ada bi Nani dengan senyuman manis menyambut mereka.
"Selamat datang kembali nak Salsa." Sapa bi Nani kepada Salsa.
"Assalamualaikum bibi." Ucap Salsa seraya memeluk bi Nani.
"Waalaikumussalam nak Salsa." jawab Bi Nani, tak lama kemudian Salsa melepaskan pelukannya.
"Hmm sudah lama, aku tidak bertemu bibi ya." Ucap Salsa sambil memegang bahu bi Nani.
"Iya nak Salsa, sudah lama bi Nani tidak bertemu juga. Dan sekarang nak Salsa sudah semakin dewasa saja." Ucap Bi Nani tersenyum.
"Salsa masih muda kok bi, umurnya masih 19 tahun." Ucap Salsa sedikit terkekeh kecil.
"Di tambah angka 3 jadi umurnya 22 tahun." Ucap Aiyra yang ikut menyambung ucapan Salsa, ia kesal kepada adiknya yang mau muda terus.
"Ih ikut ikutan aja." Ucap Salsa kesal.
"Ya kan emang umur kamu segitu, mau muda terus." Ucap Aiyra terkekeh kecil dengan tingkah Salsa yang mau muda terus.
"Iya iya, umur Salsa 22 tahun kok bi, yang 19 tahun itu sudah 3 tahun yang lalu." Ucap Salsa sedikit bernada kesal, semua terkekeh kecil.
"Awas awas, permisi kami mau lewat, kami udah capek mau istirahat." Ucap Qiana, Falih, Fawaz, Muthia, dan juga Atha. Ia sudah lelah menunggu Ammah nya dan semua orang untuk masuk, karena ammah nya masih berbincang bincang.
Ke 4 anak kecil itupun segera masuk dan langsung duduk di sofa sambil menyenderkan tubuhnya ke kepala sofa.
"Huh, Alhamdulillah akhirnya sampai rumah juga." Ucap Fawaz yang memejamkan matanya.
Semua orang hanya terdiam melihat mereka yang sudah masuk kedalam rumah, dan duduk di sofa sambil memejamkan matanya.
"Ih lucu sekali keponakan ku semua ini, kenapa tingkahnya begitu lucu. Pasti mereka diajari ayahnya, kak Azril dan kak Rahman kan kalau lelah biasanya memejamkan matanya, Hmm mereka ternyata mengikutinya." Batin Salsa tersenyum dibalik cadarnya.
"Ayo masuk, hari sudah semakin panas." Ucap Abi Aflaf sambil melangkah kan kakinya menuju ruang keluarga diikuti oleh Umi yang berada setia berada disamping Abi.
Mereka semua pun masuk kedalam rumah, ia langsung pamit pergi ke kamar nya. Salsa segera meletakkan barang ²nya dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, ia belum sempat sholat dhuhur di pesawat. Waktu kemarin ketika ia sholat di pesawat ia mengambil wudhu dengan cara tayamum, dan sholat dengan keadaan duduk dikursi.
Tadi Salsa ketiduran sampai sudah di kota F. Dan ia hendak melaksanakan nya karena adzan belum berkumandang, ia segera cepat melaksanakan shalat dhuhur. Setelah sudah Salsa selesai membersihkan diri, ia segera melaksanakan shalat dhuhur sebelum adzan berkumandang.
Dan Salsa sudah melaksanakan shalat dhuhur dan ia menunggu adzan berkumandang untuk melaksanakan shalat ashar.
Beberapa menit kemudian adzan ashar pun berkumandang dengan merdu, setelah adzan selesai berkumandang dan sudah ia jawab, Salsa segera melaksanakan shalat ashar.
Setelah sholat ashar, Salsa mengambil Al Qur'an besar yang ada didalam tasnya dan membacanya.
Setelah membaca Al Qur'an, hati Salsa menjadi lebih tenang dan damai.
Salsa membaringkan tubuhnya di kasur dan menyalakan televisi ia sangat bosan. Ia menonton film di televisi nya.
Drrt...Drrt...Drrt..
Ponsel Salsa kembali berdering, Salsa mengalihkan perhatian nya yang tadinya ke televisi ia alihkan ke ponselnya, disana sudah tertera nama sahabatnya yaitu Balqis.
Salsa pun mengangkat panggilan itu.
"Assalamualaikum halo." Ucap Balqis diseberang sana.
"Waalaikumussalam, ada apa Qis?." Tanya Salsa kepada sahabatnya.
"Salsa kamu sudah ada di Indonesia kan?." Tanya Balqis, sebelum Salsa tidak memberitahu Balqis kapan ia pulang.
"Belum aku masih ada di Kairo Qis." Ucap Salsa mengerjai Balqis dengan mengatakan ia masih ada di Kairo.
"Yee, jangan bohong kamu Sa, dosa loh, barusan aku telpon kak Aiyra kamu udah ada di Indonesia." Ucap Balqis kesal.
"Hehe maaf Qis, aku tidak memberitahu mu kalau aku sudah pulang." Ucap Salsa terkekeh.
"Hmm tidak apa apa, yang penting kamu sudah ada di Indonesia, aku mau memberi tahu penting banget." Ucap Balqis dengan nada serius.
"Hmm, mau memberitahu apa?." Tanya Salsa Salsa.
"Jadi gini 3 Minggu lagi AKU MAU MENIKAH." Ucap Balqis dengan nada senang, membuat Salsa membelakkan matanya dan segera duduk dari berbaring nya.
"Aqis beneran mau menikah?." Tanya Salsa tak percaya kepada sahabatnya ini, Balqis tidak memberi tahunya apa apa.
"Iya mau menikah langsung, nggak pakek ta'aruf, dia yang langsung mengajakku menikah." Jawab Balqis dengan nada suara yang gembira.
"Siapa calon mu, aku lupa?." Tanya Salsa lagi kepada Balqis tentang calon suami Balqis.
"Ya siapa lagi kalau bukan Ustadz Hanafi." Jawab Balqis.
"Oh iya sama Ustadz Hanafi ya, ku kira kamu bukan sama dia." Ucap Salsa sedikit terkekeh.
"Oh ya dilakukan dimana pernikahan nya?." Tanya Salsa penasaran.
"Di pesantren, kamu lupa ya Sa?." Tanya Balqis balik.
"Lupa apa?."
"Astaghfirullah maaf Sa, aku lupa memberi tahu mu."
"Jadi gini, Ustadz Hanafi itu anak dari seorang kyai yang bernama Alvin, nah kyai Alvin ini temannya Abi Fattah. Tapi meskipun abinya Ustadz Hanafi kyai ia dari usia 13tahun di pondok kan ke tempat pondok pesantren disini, karena waktu itu kyai Alvin sudah meninggal dunia dan sebelum meninggal dunia kyai Alvin berpesan agar anaknya dipondokkan ditempat Abi Fattah, dan hanyalah tinggal kakak laki lakinya yang sudah menikah bersama Umi nya di pesantren itu dan mengurusnya." Ucap Balqis dengan jelas.
"Oh gitu, jadi kamu nikahnya di ponpesnya Ustadz Hanafi?." Tanya Salsa yang sedikit bingung tadi.
"Iya, jadi 5 hari lagi kamu sama Lia kesini ya sama Lia. Titik nggak pake koma, buat bantuin milih baju." Ucap Balqis kepada Salsa.
"Iya iya, udah kan nggak ada yang mau dibahas lagi, aku tutup lagi capek pengen istirahat." Ucap Salsa.
"Iya nggak ada, yaudah Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam." Jawab Salsa kemudian mematikan panggilan itu, dan kembali berbaring.
...****************...
🦋Oke segini dulu ya🤭.
🦋 Besok dilanjutkan Hehe 🤭🤭.
...****************...
...🦋Selamat membaca🦋....