Terbangun sebagai Zhu Xuan, Kepala Keluarga Klan Kucing Roh Nether yang dingin, seorang pria modern membawa jiwa baru yang hangat dan protektif ke Benua Douluo. Menyadari dirinya memiliki istri yang setia dan empat putri jenius—termasuk si bungsu yang dingin, Zhu Zhuqing—Zhu Xuan bersumpah untuk mengubah nasib tragis keluarga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilema Sang Putri dan Dompet Tanpa Batas Ayah
Zhu Xuan awalnya berencana mencari tanaman obat tingkat Abadi di masa depan untuk memperbaiki Roh Luo Xuanxuan. Ia tahu di dunia Douluo, benda-benda seperti Tulip Qiluo atau Jengger Ayam Ekor Phoenix mampu mengubah takdir seorang Master Roh. Namun, siapa sangka sistem justru memberikan Esensi Darah Qilin Suci secara instan sebagai hadiah investasi.
"Duduklah, Xuanxuan. Mulai sekarang, tidak perlu kaku. Kau adalah muridku, yang berarti kau adalah bagian dari keluarga ini," ucap Zhu Xuan lembut.
Luo Xuanxuan mengangguk patuh, meski hatinya masih bergejolak karena haru. Di belakang mereka, Zhu Yi dan kedua saudaranya berdiri tegak seperti karang, kesetiaan mereka kini telah mengakar mati pada sosok Zhu Xuan.
Lelang berlanjut. Beberapa barang lewat begitu saja tanpa menarik minat Zhu Xuan, hingga barang kelima muncul: Ginseng Darah Sepuluh Ribu Tahun. Harganya dibuka di angka 100.000 koin emas. Karena tidak ada Master Roh sistem penyembuh atau penguat darah yang menawar, suasana menjadi hening.
"100.000 koin emas," ucap Zhu Xuan tenang. Tanpa perlawanan, ginseng langka itu jatuh ke tangannya.
Namun, kejutan sebenarnya muncul di barang ke-20—lot terakhir malam itu. Begitu kain penutup dibuka, cahaya kristal yang menyilaukan memenuhi aula. Itu adalah satu set perhiasan kristal yang terdiri dari enam bagian: kalung, gelang, cincin, dan ikat pinggang.
"Ayah! Itu cantik sekali!" seru Zhu Xin sambil menempelkan wajahnya ke kaca VIP.
"Bolehkan kami memilikinya, Ayah?" tanya Zhuyue dengan mata berbinar-binar.
Annie, sang juru lelang, tersenyum melihat reaksi penonton. "Ini adalah Set Alat Roh Spasial Kristal Langit. Terdiri dari enam perangkat dengan ruang masing-masing 30 meter kubik. Keunggulannya? Jika dipisahkan, setiap perangkat dapat mendeteksi keberadaan perangkat lainnya dalam radius 100 kilometer. Sangat cocok untuk keluarga agar tidak terpisah."
"Harga pembukaan: 6 Juta Koin Emas!"
Aula seketika riuh. Angka enam juta adalah batas yang sangat tinggi. Kamar VIP No. 6 langsung menawar 6,2 juta, disusul No. 9 dengan 6,5 juta. Harga terus merangkak naik hingga menyentuh 7 Juta Koin Emas.
Mendengar angka fantastis itu, Zhuyun yang paling dewasa di antara adik-adiknya mulai merasa cemas. Ia menarik ujung baju Zhu Xuan.
"Ayah... ini terlalu mahal. Sebaiknya tidak usah beli," bisik Zhuyun.
"Iya, Ayah. 7 juta koin emas itu bisa membeli ribuan gaun cantik. Jangan dihabiskan untuk ini," tambah Zhuyue dengan nada khawatir.
Zhu Xuan menatap kedua putrinya dan tertawa renyah. "Mahal? Bagi Ayah, tidak ada yang lebih berharga dibanding keselamatan kalian. Alat ini bisa membantu Ayah menemukan kalian jika terjadi sesuatu. Jadi, 7 juta atau 70 juta sekalipun, Ayah tidak peduli."
"Tapi Ayah..." Zhuyun menelan ludah, "Bagaimana Ayah akan menjelaskan semua pengeluaran gila ini kepada Ibu nanti? Ibu pasti akan marah jika tahu Ayah menghabiskan jutaan emas dalam satu malam."
Zhu Xuan mengusap kepala Zhuyun dengan penuh percaya diri. "Jangan khawatirkan Ibumu. Ayah punya cara sendiri untuk membuatnya tersenyum. Sekarang, perhatikan baik-baik bagaimana Ayah menghentikan permainan ini."
Zhu Xuan menekan panel dan memasukkan angka yang membuat layar aula bergetar.
"10 Juta Koin Emas!"
Suara riuh di aula mendadak hilang, digantikan oleh kesunyian yang mencekam. Di pojok ruangan, sistem Zhu Xuan kembali memberikan notifikasi yang membuatnya semakin bersemangat:
[Ding! Mendeteksi niat Host untuk memberikan perlindungan spasial pada putri-putri Anda!]
[Status: Menunggu penyelesaian transaksi untuk memicu Hadiah Balasan Ganda!]
Zhu Xuan bersandar dengan santai. Ia tidak hanya membeli perhiasan; ia sedang membangun benteng keamanan untuk keluarganya—dan dompetnya justru akan semakin tebal setelah ini.