NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal

"Saya terima nikah dan kawinnya, Aliya Naqiya binti almarhum Iwan Subandi dengan mas kawin uang sebesar 75 juta rupiah dan emas seberat 20 gram, dibayar tunai."

"Bagaimana saksi?"

"SAH!!!"

Gemuruh tepuk tangan terdengar memenuhi seisi ruangan. Aliya, gadis berusaha 22 tahun itu benar-benar tak percaya jika hari ini dia akan menikah dengan lelaki yang sudah dia cintai sejak duduk di bangku kelas 1 SMA.

Siapa yang menyangka, jika lelaki yang selalu dia sebut namanya dalam doa itu, kelak akan benar-benar menjadi suaminya?

Meski, pernikahan mereka dilaksanakan karena dasar perjodohan, namun Aliya tetap merasa senang.

Disampingnya, Ibrahim Asyraf atau yang akrab dipanggil Ibas tetap mempertahankan ekspresi wajahnya yang kaku dan begitu dingin.

Tak sedetik pun dia menoleh menatap wajah perempuan yang kini sudah sah menjadi istrinya itu.

"Cium kening istrimu, Bas!" bisik Nyonya Saraswati, Ibu kandung Ibas.

Seolah tertarik kembali ke dunia nyata, Ibas dengan terpaksa menempelkan bibirnya di dahi Aliya. Keningnya tampak sedikit berkerut. Tak sedikit pun raut bahagia yang tergambar di wajahnya.

"Pengantin laki-lakinya kayak terpaksa gitu, ya?" bisik seorang tamu kepada teman disebelahnya.

"Ya, memang terpaksa. Mereka kan nikah karena perjodohan. Padahal, dengar-dengar si Ibas udah punya pacar, loh."

"Hah? Serius? Terus nasib pacarnya, gimana?"

"Nggak tahu juga. Mungkin udah putus."

"Kasihan ya, ceweknya."

Telapak tangan Ibas mengepal dengan erat diatas pangkuan. Dia berusaha menulikan telinganya. Pasalnya, yang dikatakan orang-orang itu memang benar. Ibas sudah memiliki seorang kekasih yang saat ini masih melanjutkan studinya di luar negeri.

Andai bukan karena Ayah Aliya yang menolong Ayah Ibas dalam kebakaran besar satu tahun yang lalu, mustahi Ibas akan menikah dengan perempuan yang sama sekali tidak ia kenali.

Balas budi konyol ini sudah menjebaknya dalam kehidupan rumit bersama perempuan asing yang bahkan tak ingin Ibas lirik walau hanya sedetik.

"Nak, jangan dengarkan perkataan orang-orang, ya! Dulu, Ibas memang sempat punya pacar. Tapi, mereka sudah lama pisah karena Bunda sama Ayah nggak pernah merestui Ibas sama perempuan itu."

Aliya hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Dia berusaha memaklumi jika hati Ibas belum terbuka untuknya.

Tapi, kelak... semoga saja pria itu bisa mencintainya seperti dia yang sangat mencintai pria itu.

....

"Jangan harap aku bakal jatuh cinta sama kamu."

Seusai pesta, keduanya bermalam di kamar hotel yang sudah disiapkan oleh orangtua Ibas.

Saat hanya tersisa mereka berdua, akhirnya Ibas mau bicara juga. Sayangnya, apa yang pria itu katakan, sama sekali bukan hal yang ingin Aliya dengar.

"Maksud, Mas Ibas... apa?" tanya Aliya dengan suara lembutnya.

Dengan santainya, Ibas mengganti pakaiannya didepan Aliya. Reflek, gadis itu pun berbalik membelakangi Ibas sambil menunggu jawaban dari pria itu.

"Aku dan Nadia sebenarnya nggak pernah putus. Hubungan kami baik-baik aja sampai sekarang."

"Tapi, tadi Bunda bilang..."

"Aku bohong," potong Ibas cepat. "Aku cuma malas ribut aja sama mereka makanya aku bilang kalau aku dan Nadia udah putus."

"Jadi, kalian masih berhubungan?" tanya Aliya dengan suara serak.

"Jelas," angguk Ibas meski tidak dapat dilihat oleh Aliya. "Sebentar lagi, Nadia bakal balik ke Jakarta. Dan, jika hari itu tiba, maka statusmu sebagai istri Ibrahim Asyraf juga otomatis akan berakhir."

"Mas Ibas mau menceraikan aku?" tanya Aliya tak percaya.

"Of course," jawab Ibas seraya berdiri di hadapan Aliya. Sekarang, dia sudah mengenakan piyama lengan panjang berwarna navy.

"Posisi Nyonya Ibrahim Asyraf sedari dulu memang hanya milik Nadia. Kamu aja yang terlalu lancang dengan menduduki singgasana yang bukan milik kamu."

Degh!

Jantung Aliya langsung berdenyut perih. Kata-kata Ibas bagai petir yang menghancurkan seluruh impiannya.

Dia pikir, hidup dengan pria yang dia cintai, akan menjadi bahagia. Namun, baru hari pertama, pria itu sudah mengungkit soal perceraian.

"Apa Mas Ibas nggak pengen kasih aku kesempatan?" tanya Aliya dengan mata berkaca-kaca. "Aku akan berusaha bikin Mas Ibas jatuh cinta sama aku. Aku..."

"Satu-satunya perempuan yang aku cintai cuma Nadia. Jadi, nggak usah berkhayal kalau aku bakal jatuh cinta sama cewek kampung kayak kamu."

Ibas mendengkus kesal. "Andai bukan permintaan dari Bapak kamu yang sekarat waktu itu, mana mungkin Ayah dan Bunda tega maksa aku buat nikahin kamu. Kamu sadar sama penampilan kamu, kan?Kamu itu jelek, dekil, kampungan! Kamu sama sekali nggak pantes bersanding sama aku," lanjutnya memberi hinaan agar Aliya merasa sakit hati.

Padahal, Ibas sendiri merasa tidak enak memperlakukan Aliya seperti itu. Namun, ini satu-satunya jalan yang bisa dia lakukan agar Aliya tidak jadi jatuh cinta kepadanya.

"Tapi, aku ingin tetap berusaha, Mas. Aku percaya, aku pasti bisa bikin Mas Ibas jadi jatuh cinta sama aku."

"Ck, keras kepala!" decak Ibas tak suka. "Jangan kira, aku nggak tahu apa niat kamu yang sebenarnya. Kamu itu cuma ngincer uang keluarga ku aja, kan?"

Reflek, Aliya menggeleng. Namun, Ibas hanya ingin mempercayai apa yang menurutnya harus dipercayai.

"Kamu tenang aja! Aku pasti bakal kasih kamu kompensasi yang besar pas kita cerai nanti. Seratus juta, harusnya cukup, kan?"

Aliya kehabisan kata-kata. Ternyata, Ibas menilainya sebagai perempuan matre.

"Simpan aja uang Mas Ibas. Aku nggak butuh," desis Aliya dengan mata merah akibat berusaha menahan tangis yang hampir tumpah.

Aliya menyambar piyama tidur diatas kasur kemudian berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian dan menghapus riasan.

Sekembalinya dia dari kamar mandi, gadis itu cukup terkejut saat melihat Ibas yang tiba-tiba melemparkan sebuah bantal dan selimut ke lantai.

"Kamu tidur di bawah!! Aku nggak terbiasa tidur sama perempuan kampung kayak kamu."

"Tapi, Mas..."

"Ku bilang, tidur di bawah!" titah Ibas dengan nada tegas.

Aliya pun terpaksa harus mengalah meski hatinya terasa begitu perih.

Dia mengambil selimut dan bantal itu kemudian tidur di lantai dengan air mata yang mengalir deras meski tanpa suara.

"Ya Allah... Lembutkanlah hati suamiku! Buatlah dia bisa mencintai Hamba seperti Hamba mencintai dirinya."

Dalam hening yang memilukan, Aliya memejamkan mata sambil memanjatkan doa itu dalam hatinya.

"Eh, kamu kalau tidur, ngorok, nggak?" colek Ibas yang berbaring diatas tempat tidur. Sementara, Aliya meringkuk sendirian di lantai.

"Nggak kok, Mas," jawab Aliya dengan suara serak.

"Awas aja kalau kamu sampai ngorok! Aku bakal lempar kamu keluar kamar," ancam Ibas.

Aliya hanya mengangguk lemah. Air mata yang kembali menetes lekas dia usap dengan cepat.

"Jangan sedih, Aliya!!! Masih banyak waktu untuk membuatnya luluh," gumam Aliya dalam hati.

1
RaDja
terima kasih
Kar Genjreng
mantan mertua sangat bijak mana orang tua yang tega anak perempuan di sakiti oleh laki laki yang menamakan suami,,,maka walupun hanya anak menantu ada ko mertua yang baik.jadi mau menang sendiri untuk melepas wanita yang pernah menjadi menantu,,,karena memang baik si
Ilfa Yarni
kemana Alta pergi ya semoga kedepannya km bahagia ya alya
Ilfa Yarni
bagus
mariammarife
pergilah Aliya carilah kebahagiaan mu sendiri
Aidil Kenzie Zie
Jalang tetiak jalang
pelacur teriak pelacur
Kar Genjreng
jadi mau kejar Aliya sampai ke ujung Dunia Bas. nah coba sadar dari bulan bulan yang lalu sebelum memberi talak malah selalu memanas manasin dengan nadia coba lihat beruntung orang tua Lo masih ada Semua,,,dan coba orang tua mu ga mau punya menantu tukang tipu alias ngibul. yang hanya menginginkan uangnya Ibas saja,,,jangan jangan sengaja ayah pindahin Ibas kerja di luar kota ,,,sedangkan Aliya masih di rumah orang tua Ibas

👍
Ilfa Yarni
dbagualah km cepat sadar berarti kmrn2 km salah orang mengira pacar osetama km nadia tp ternyata naqiya atau alya ya udah km hrs semangat kejar alya lg
Ilfa Yarni
mah lo iBas ternyata aliya perempuan yg km cinta knp ingatan lama banget kembalinya
Kar Genjreng
kejang Lo basss!!! ternyata Ibas pernah kecelakaan dan ketika SMA justru naksir nya Aliya tetapi ga tau nya salah ejaan huruf
mariammarife
lebih baik kalian cerei aku lebih setuju Aliya sama Aufar
Kar Genjreng
nadia juga takut kehilangan ATM berjalan' nya ,,,,kan itu cita cita Nadia bersedia jadi kekasihmu bas ,,,bahkan rela kencan buta perempuan ,L**<***** nat itu baru calon istri idaman Ibas berkelas orang kota ga taunya kotak kotak otaknya ,,,,mana ada calon menantu memaki calonertua h
Ilfa Yarni
perempuan seperti itu yg ibad cinta lihat apa yg dia lakukan pd orang tuamu kolabs kam
Kar Genjreng
jadi Aufar tau siapa Aliya yang telah menolong Ibas,,,Ibas pernah. Oneng kah ahemm ya 😁 kasian Aliya sekarang pergi jauh biar Ibas sadar sesadar nya,,,, sekarang baru rasa tu kekasihl Lo yang mulutnya jahat juga yang berpura pura naik manis tetapi manis ya gula biang jadi semu pait,,,dan bila sampai Mama mu tau Aliya kabur dan membawa luka tak berdarah alamat. menjadi anak yang di buang oleh orang tua Lo bas
Ilfa Yarni
semakin penasaran dgn ceritanya lanjut thor
Kar Genjreng
Aufar kenal Aliya berarti teman nya juga kah ketika SMA kayanya di masa lalu sudah menaruh hati terhadap gadis cantik Aliya cuma belum ada kesempatan mungkin ya,,,,semoga Aufar berbeda dari yang lain,, suka menghina dan membully
dan bukan grup penggemar kelompok bnyinyir 🥺
Ilfa Yarni
kokaufar kaget iBas sebut nama aliya siapa aufar
Kar Genjreng
Afar ahhh pria yang baik ya beda sama yang lain suka ngebully dan suka menghina orang kampung,,,,justru orang kota malah kampungan Ibas nyawamu di ujung jari Aliya ya Lo juga harus maklum dengan teman Lo bas,,,, karena mereka kan didikan lo semua kan bermuka dari lo
coba dari awal Lo sikapnya biasa saja bila ga suka ha usah menghina atau berbuat
jahat ya sekarang Lo bermasud baik tetapi
sahabat lonsudah menghinanya,,,orang kota katanya sopan santun lah ini brandal cewek. sundel bolong lebih kampungan
matre dan . menjijikan Nadia tukang velap celup mirip teh sarinande,,,preeeettt,,🥺
Kar Genjreng
Benar Al siapa lagi yang akan melindungi mu kalau bukan kamu sendiri. ada juga bencis berani pada di mulut saja tanpa cari tau kebenaran nya ,,,justru orang kampung lebih berharga di banding yang menganggap baik dan suci orang yang luar negri,,,,justru lebih mata duitan tapi
ya sudah Al biarin saja mulut bencis akan berkata apa ,,,😭
mariammarife
tunjukkan taring mu Aliya bahwa kau bukan wanita lemah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!