Selena Victoria, siswi SMA 16 tahun yang egois dan kadang menjengkelkan, tapi memiliki hati yang lembut. Hidupnya berubah drastis setelah insiden kopi tumpah ke jaket cowok paling ditakuti di sekolah. Dengan bantuan bestie-nya Rora, juara olimpiade sains dan matematika yang nyentrik, Selena harus menghadapi konsekuensi aksinya dan belajar tentang empati. 😐
baca yuk Novel aku "Noda Kopi di Jaket Abu"!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BOCCI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
misteri foto
Selasa pagi, kelas 1-A lagi tenang-tenangnya ngerjain tugas Biologi. Selena duduk paling belakang bareng Rora dia balik normal lagi dia lupain yg terjadi kemarin malam. Bukannya gambar sel tumbuhan, Selena malah asyik coret-coret di buku tulisnya: "DENAH CABANG PLN MASA DEPAN".
"Sel, fokus dong! Ini kalau mikroskopnya pecah, kita disuruh ganti rugi satu ginjal," bisik Rora panik.
"Sstt, Ror. Gue lagi mikir, kalau gue jadi Dirut PLN nanti, gue mau bikin kabel listrik yang bisa nyetrum orang-orang ngeselin secara otomatis," balas Selena cuek.
Tiba-tiba, Selena teringat jam tangan perak di tangannya. Dia kepikiran ucapan Zeus soal "sinyal darurat". Karena dasarnya Selena itu jahil dan mau ngetes seberapa niat para Thunder geng itu jagain dia, dia menempelkan jarinya ke layar jam.
"Ror, taruhan yuk. Berapa menit mereka sampe sini kalau gue pencet tombol 'Z'?"
"Sel, jangan! Mereka kan kelas 3-A, lagi jam tambahan buat ujian!"
BIP! Selena menekan tombol Z dengan penuh tenaga. Tidak cuma sekali, tapi berkali-kali kayak lagi main game tap-tap.
Hanya dalam waktu 120 detik, ketenangan koridor kelas 1 hancur total.
Suara langkah kaki yang berat dan berirama terdengar dari arah tangga jauh. Guru Biologi Selena, Bu Endang, sampai berhenti bicara. Pintu kelas 1-A mendadak terbuka lebar seolah dihantam badai.
Bukan cuma Zeus yang datang. Tapi Satu Paket Lengkap Thunder geng:
Zeus: Paling depan, wajahnya pucat pasi, tangannya udah ngepal siap nonjok tembok.Leon: Di belakangnya, masih bawa tablet—mungkin lagi nge-track GPS Selena sambil lari.Damon & Nathan: Udah pasang badan di depan pintu kayak bodyguard diskotik, matanya nyari-nyari musuh.Axel: Masih bawa pulpen di telinga, kayaknya dia dipaksa ikut lari pas lagi ngerjain soal Kalkulus.
"MANA YANG BERANI NYENTUH SELENA?!" teriak Zeus. Suaranya menggelegar sampai kaca jendela bergetar.
Satu kelas 1-A nunduk semua. Bu Endang cuma bisa melongo megang penghapus papan tulis.
Selena, dengan wajah tanpa dosa, mengangkat tangan kanannya. "Hai, Kak Zeus! Enggak ada yang nyentuh kok. Cuma mau nanya, kalau pimpinan PLN butuh jam tangan yang bisa deteksi token listrik habis, Kakak bisa buatin nggak?"
Zeus mendengus kasar, dia jalan mendekati meja Selena, mengabaikan semua mata yang menatap mereka. Dia narik kursi di depan Selena dan duduk terbalik.
"Lo... lo manggil kita semua dari lantai 3 cuma buat nanya soal token listrik?" tanya Zeus dengan suara rendah yang berbahaya.
"Hehe, kan katanya darurat, Kak. Masa depan karier gue sebagai Dirut PLN itu darurat!" jawab Selena santai.
Leon menghela napas panjang, dia menyender di pintu kelas sambil geleng-geleng. "Zeus, udah gue bilang, jangan kasih jam itu ke dia. Dia itu bukan aset negara yang butuh proteksi, dia itu troublemaker kelas teri."
"Idih padahal leon yg masang sistem kesehatan gw huh"batin selena.
"Tapi teri yang mahal kan, Yon?" sahut Axel sambil ketawa kecil, mencoba mencairkan suasana.
Damon yang sedari tadi diam tiba-tiba melirik ke arah tas Selena. "Sel, simpen jamnya. Jangan mainin terus. Gue dapet laporan dari anak-anak bawah, Lucas tadi pagi nanyain jadwal olahraga kelas lo. Dia mulai gerak."
Setelah para kakak kelas itu "diusir" halus sama Bu Endang (dengan ancaman lapor Kepsek), Selena kembali duduk. Tapi di bawah meja, dia merasakan ada sesuatu yang aneh.
Ada secarik kertas yang jatuh dari saku jaket Zeus saat dia lari tadi. Selena mengambilnya diam-diam. Isinya bukan surat cinta, tapi sebuah foto lama yang sudah agak pudar.
Di foto itu, ada gambar ibu selena waktu smp.
"Ror... kayaknya cita-cita gue jadi Dirut PLN harus dipending dulu," bisik Selena serius.
"Kenapa lagi?"
"Gue rasa, gue bakal dapet tugas jadi detektif dadakan. Kenapa foto mamah gue ada di dompet Zeus?"
Bersambung......