NovelToon NovelToon
Ibu Untuk Tuan Muda

Ibu Untuk Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: keynan

"Aku membencinya, bayi yang seharusnya melengkapi kebahagiaan kami. Dia yang sudah lama kami nantikan.Tetapi aku sangat membencinya. Tatapan mata itu, Ahh sayangg aku tak sanggup menatapnya."

Ia terus meratapi kepergian sang istri untuk selama lamanya.Ia sangat marah dengan keadaan yang tak memihaknya. Baginya cintanya telah tiada, terkubur bersama jasad istrinya. Meninggalkan kehampaan dalam relung hatinya yang terdalam.

Namun hatinya bergejolak saat sang bayi berhasil mencuri perhatiannya. Tingkahnya lucu dan menggemaskan.

"Ada apa denganku? Aku tak boleh keluar dari zona nyamanku".

♡♡Henry Arjun Syahreza♡♡


Pertemuannya dengan bayi tampan, pipi gembul dan mata bulat. Mengubah segala kehidupan pahitnya. Seolah memberikan cahaya dalam kegelapan, menghilangkan setiap rasa pahit itu. Menggantikanya dengan manisnya kehidupan.

"Sayangg tak kan kubiarkan kau tenggelam dalam kesedihan. Baby El aku yang akan terus berada disampingmu. Menggenggam erat tanganmu. Kita akan melewati kepahitan ini bersama."

♡♡Adellia Jasmine♡♡

Jangan lupa subscribe
like
komen
vote
rate bintang 5

ig @keynan7127

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon keynan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balkon kamar

Terima kasih yang masih setia menantikan baby El, dan semua dukungan yang telah diberikan.

Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote nya, supaya up nya lebih semangat lagi.

Happy Reading

💐💐💐💐💐💐💐

"Jangan tanyakan mengapa sikap orang lain berubah, tetapi tanyakan pada dirimu sendiri. Apa yang telah kamu lakukan pada orang itu".

"Ehmmmm." Adel berdehem. Kedua nenek yang masih cekikikan akhirnya terdiam.

"Bagaimana ini Mel?" bisik Ama.

"Sudahlah Ama, ini kan kesalahan mereka, siapa suruh tidur di sembarang tempat," ucap Nyonya Amel.

"Apa sudah selesai tertawa?" tanya Adel kesal.

"Ya sudah selesai," jawab Ama. Nyonya Amel menyikut Ama.

"Ini peringatan, karena kamu lalai," ucap Nyonya Amel.

"Salahkan kalian sendiri, tidur sembarangan, jadi kita iseng," lanjutnya.

"Maaf Nyah," sahut Rena yang baru nongol.

"Isengnya kelewatan, kalau ada yang penyakit jantung pasti lewat," ucap Adel. Dia mendekati El, sepertinya bayi itu mulai mengantuk.

"Tapi kan disini gak ada," sanggah Ama.

"Ya jangan sampai ada, kalau ada, saya akan jadi seorang pembunuh. Jadi penyebab orang itu bablas," ucap Adel sewot.

"Ya ya ya, kau nina bobo in saja El, dia sudah mengantuk," ucap Ama. Kedua nenek itu kembali ke kamar mereka masing-masing. Ternyata tertawa bisa membuat orang lelah.

Rena membantu Adel membereskan tempat tidur, dan mainan El yang berserak. El masih ngedot bersama Adel.

Malam ini Adel tak bisa tidur, dia menyesal karena tadi ketiduran. Setelah El pulas, dia beranjak ke balkon kamar, dengan coklat panas di tangannya.

Di balkon kamar sebelah, Henry sedang mengamati Adel. Terdengar Adel tertawa sendiri, dia terkikik dengan gawainya.

Terlintas di pikirannya, untuk mengerjai balik Adel. Dia mengambil selimut dikamarnya. Dan melompat ketempat Adel, posisi Adel membelakanginya, jadi tidak tahu jika ada Henry disana. Henry menepuk bahu Adel pelan, tetapi Adel hanya menepisnya.

"Rena, diamlah! Nanti keburu diambil orang," teriak Adel. Tanpa mengalihkan pandangannya dari gadget nya.

Dasar wanita gila, tidak peka. Niat ngerjain malah di kerjain wanita gila.

Saat ini Adel tengah berburu diskon di toko oline, jadilah dia fokus pada gawainya. Mana yang kiranya diskon besar, kalau perlu Rp 0. ( Saya banget, maunya harga paling murah, tapi kualitas bagus, Ckckckck).

Henry meniup telinga Adel, lagi lagi dia kena gaplok. ( Syukurrr, said author) "Jangan gangguin Ren, kalau dapet ku bagi satu, beli satu gratis satu nih," gumam Adel.

Henry penasaran dengan apa yang Adel lihat, di mendongakkan kepalanya lewat belakang Adel. "Aaaaaaaa, hantuuu, maliiiing..." Adel memukuli Henry, untunglah selimutnya tebal. Meskipun Adel menggunakan tenaganya, Henry tak begitu terasa sakit.

"Dasaarrr mesuuummm, ada maaaliiiinggg.." teriak Adel. Henry segera bangun, dia membekap mulut Adel.

"Aaaaaa siaaammmmm mmmmm.." Henry berhasil membekap mulut Adel. Adel menyikut perut Henry, dan mengigit tangannya.

"Dasar wanita gila, berani sekali kamu." Henry memegangi perutnya. Wanita ini menggunakan tenaga dalam, jadilah Henry merasa kesakitan.

"Lohhh, Tu-tuan Henry?" Adel mengernyit.

"Kenapa Tuan ada disini?" tanya Adel.

"Harusnya saya yang nanya, kenapa kamu malam malam cekikikan kaya hantu disini?" Henry dengan wajah datar.

"Ini kan balkon kamar saya, maksud saya El," sanggah Adel.

"Tapi tertawamu mengganggu ku," ucap Henry. Dia masuk ke kamar El.

"Tuan ngapain masuk? Mau maling ya?" Adel menghadang Henry.

"Mana ada maling dirumah sendiri?" Henry memutar bola matanya malas.

"Ya bisa jadi kan..." Adel tak dapat melanjutkan kalimatnya.

"Sudah sana, saya mau kekamar saya." Henry menabrak bahu Adel.

Henry terus berjalan kearah pintu, sesekali dia melirik El yang tertidur pulas. Ingin sekali rasanya Henry memberinya kecupan.

"Tuan tunggu," ucap Adel.

Henry yang hendak memutar gagang pintu berbalik badan. "Ada apa lagi hah?" tanya Henry sedikit kesal.

Adel berjalan terburu buru, sehingga terjatuh dan menabrak tubuh kekar Henry. (Cie kaya sinetron yang ujungnya bersambung, berpelukan sampai episode besoknya. Hahahahaa)

Henry pun reflek menangkap tubuh Adel, ini kedua kalinya mereka seperti berpelukan. Eh, pelukan tanpa sengaja.

"Ma-maaf Tuan." Adel sangat gugup, dia juga takut.

"Jadi kamu menghentikan saya cuma ingin ini?" ucap Henry menyeringai. Dia menunjuk posisi Adel saat ini.

"Ehhh anu Tuan, maksud saya itu." Adel tergagap.

"Bilang saja kalau mau peluk saya, banyak alasan," ucap Henry dengan sombongnya.

"Mana ada, saya tak sengaja, kena itu." Adel menunjuk mainan El dibawah karpet.

"Sudah kamu ngaku saja, dasar wanita gila." Henry melanjutkan niatnya.

"Cih, manusia kutub, dia pasti kegeeran." gerutu Adel. Dia merutuki kebodohannya yang tak hati hati.

Adel kembali kebalkon, setelah mengunci pintu kamar El. "Hah, dasar manusia kutub, datang tak diundang bikin orang kesel." Adel masih saja menggerutu.

"Heiii wanita gila, kembalikan selimutku," teriak Henry. Dia sudah ada dibalkon jugam

"Siapa suruh ditinggalin, ambil kalau mau." Adel melempar selimut itu menjauh.

"Wanita gila, menyebalkan, awas kamu ya," umpat Henry. Dia masuk ke kamarnya, mengambil selimut baru dari lemarinya. Tak lupa mengunci pintu balkon kamarnya.

"Ihh tukang marah marah, dia yang salah, malah nyalahin orang," gerutu Adel. Dia mengambil ponselnya.

"Tuhh kan kehabisan, semua ini karena manusia kutub itu, besok harus minta ganti rugi." Adel mengomel sendiri.

Karena sudah larut malam, Adel pun kembali ke kamarnya. Membawa coklat yang sudah dingin, terlalu lama dibiarkan kena angin malam.

Adel naik keatas ranjang, setelah membersihkan diri dikamar mandi. Dia membelai lembut wajah El. Bayi tampan yang selalu mengisi hari harinya. Menghibur Adel saat dia tak bersemangat.

"El sayang, kamu jadilah anak cerdas, pintar dan berwibawa, jangan seperti daddy kamu itu. Menyebalkan, seenaknya sendiri, pantas saja Nyonya Amel memanggilnya bodoh." Adel terkikik.

"El, terima kasih, karena kamu hadir dalam hidupku, aku merasa sangat bahagia, bisa memberimu kasih sayang seorang ibu. Walaupun nanti kita berpisah, setidaknya sekarang aku akan menciptakan kenangan indah bersamamu." Adel mengusap air matanya.

Adel selalu merasa sedih jika teringat perjanjian itu, ingin rasanya Adel berada disamping El selamanya. Tetapi apa haknya, dia hanya donor ASI. Pengasuh El, yang kapanpun bisa digantikan orang lain.

Adel tak dapat membayangkan, jika waktunya tiba, dia dan El akan berpisah. Ntah seperti apa rasanya, dia akan merasakan kehilangan lagi.

"Aku akan tetap menyayangimu El, walaupun aku tak lagi jadi pengasuhmu. Walapun nanti kita akan berpisah, aku janji kita akan sering bertemu." Adel mengecupi wajah El.

"Heeeuhhhhh..." merasa terusik, El menggeliat, dia mengubah posisi tidurnya. El memeluk erat lengan Adel, membuat air mata Adel semakin deras.

Begitu sakit rasanya, ketika kita harus terpisah dari apa yang kita sayangi. Maka sayangilah apa yang kita miliki, selagi masih ada waktu.

TBC

Terima Kasih

1
tina0892 agustina
Luar biasa
Muhardi
mantan nya byk
Anonymous
lanjut Thor dan selalu semangat
Key: thanks ka
total 1 replies
Cherry🍒
untung gak ngajak Intel haha Bejo mah beda
Cherry🍒
yaawoh aku ngakak
Cherry🍒
oooh mengapaaaaaa baru eps 1 mata udah banjir 😭
Anonymous
Weh weh apa ni
Wiwuk Putri
Edo kah Mr x itu
Wiwuk Putri
judul nya El Mandi lumpur isinya sama spt Bab sblm nya
Nurmalina Gn
kak Rey ini kan Thor....
Nurmalina Gn
siapa dia Thor......
Nurmalina Gn
auto nangis 😭😭😭😭
Nurmalina Gn
terimakasih Edo mau jadi orang baik....semoga kamu bahagia
Nurmalina Gn
Irawan bukan nya orang kepercayaan eyang wira
Zaskia Gusril
keren
Nurmalina Gn
ini lah sumber dendam nya edo
Nurmalina Gn
hihihi... ngeri banget nama nya
Nurmalina Gn
Arga semoga nanti nya kau tak patah hati
Nurmalina Gn
haaaah Cemen banget si henry
Nurmalina Gn
benar benar terbawa suasana baca novel ni di awal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!