NovelToon NovelToon
Happiness

Happiness

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Konflik etika / Nikah Kontrak / Trauma masa lalu / Antagonis
Popularitas:205
Nilai: 5
Nama Author: Kim Umai

Hallo besti 🖤, cerita ku ini tentang cewek bernama Syakila Almeera yang memiliki sifat ceria, aktif, ekspresif, lembut, dan penuh cinta bertemu dengan Agha yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Syakila.

mereka berdua di satukan oleh pernikahan paksa, dan banyak drama didalam pernikahan mereka, apakah Agha akan jatuh cinta dengan Syakila yang terus-menerus memperlakukan Agha dengan penuh cinta atau akankah Agha tetap terjebak di lingkaran bernama masa lalu. Maka saksikan dan baca terus cerita happiness ini yah, jangan lupa komen like dan follow untuk info selengkapnya, bay bay besti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Umai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Elder dan Erlan

Tok...Tok...

Suara ketukan pintu terdengar dan kebuka menapakkan Elder yang datang dengan keranjang buah yang isinya buah strawberry, kiwi, semangka dan jeruk Mandarin, yah buah kesukaan Agha. Tak lupa dengan plastik di tangannya yang isinya ada yogurt beragam rasa, roti tawar serta selai coklat, dan beberapa camilan untuk umah dan abah.

"Ya ampun, banyak banget nak Elder."

"Sedikit ini umah, bahkan Erlan seperti mau bangun supermarket saat jenguk Elder sakit dulu dan saat jenguk anak Elder yang baru lahir." Jelas Elder sambil menaruh di atas meja dan mengingat Agha dulu sangat-sangat banyak membawa makanan dan buah.

"Kalian ini, sama aja."

"Saya permisi dulu pak Bu." Ucap perawat Hendrik saat sudah selesai mengganti cairan infus Agha.

"Iya terimakasih yah."

"Sama-sama Bu."

Saat perawat Hendrik keluar dan menutup kembali pintu rawat Agha, maka dimulai lah lagi adu mulut antar Elder dan Agha.

"Lu mau balas dendam sama gua ceritanya, gitu?." Tanya Agha yang melihat tingkah Elder saat ini.

"Iyap, bener banget. Kapan lagi coba, waktu itu lu sakit gua ada operasi di Inggris jadi gak bisa jenguk lu." Jawab enteng Elder.

"Gak gini juga kali El."

"Harus gini, tar besok gua datang lagi bawa masakan Kanaya, lu udah lama gak makan sambal udang dan cumi kan, nanti gua bawakan." Elder ingat kalau Agha sangat suka sambal udang dan cumi buatan istrinya.

"El, awas aja lu banyak bawanya."

"Emm, gak dengar." Ucap Elder sambil menutup telinganya.

"Untung gua lagi sakit, kalau gak habis lu." Ujar Agha geram dengan ledekan Elder.

"Mau apa lu, masih sakit aja sok-sokan mau ngapa-ngapain gua lu."

"Lu kira gua lemah, heh."

"Lah siapa tuh yang kesakitan kepala sampai pingsan."

"Elder!." Ucap Agha kesal dan tanpa sadar meninggikan suaranya.

"Udah-udah kalian ini, kalau gak di berhentikan mungkin ini ruangan bakalan hancur." Ucap umah yang selalu merelai mereka saat bertengkar.

"Iya nih, udah macam bocil kalian dua."

"Erlan yang bocil abah, Elder mah udah besar, udah punya istri dan anak."

"Sombong amat lu." Kesal Agha kalau Elder membahas itu.

"Tentu bos, ada yang di sombong kan. Lah anda, apakah anda ada yang mau di sombong kan?." Ucap Elder yang makin jadi-jadi ucapannya membuat Agha semakin kesal.

"Ada, Minggu ini Erlan bakalan menemui calon istri nya." Bukan Agha yang jawab, tapi umah yang membuat Agha dan Elder terkejut.

"Hah, yang bener umah?." Tanya sama Agha dan Elder.

"Ck, gimana sih lu, orang yang mau nemuin calon istri kan lu, masa lu nya gak tau sih, kocak lu."

"Gimana mau tau, orang gak di kasih tau."

"Ets, enak aja gak dikasih tau, umah udah masih tau yah. Bahkan Minggu semalam kamu disuruh temukan calon istri kamu gak mau, alasannya ke Jepang lah ada urusan lah." Ujar umah yang tidak mau disalahkan oleh Agha.

"Itu emang bener umah, bukan alasan."

"Jadi Minggu ini harus mau, kalau alasan lagi umah sama abah bakalan hari itu juga nikahkan kamu sama Syakila."

"Erlan gak mau umah." Tolak Agha mentah-mentah.

"Widih, bentar lagi sahabat gua gak jomblo dong, cantik juga tuh namanya umah, anak mana umah?." Ucap Elder yang mulai penasaran.

"Bener tuh nak Elder, mau wajah dan sifatnya sama cantiknya dengan namanya, dan Syakila anak kiyai Hasan pemilik pesantren Nurul Huda nak Elder."

"Wow, anak kiyai dong. Bagus tuh umah, biar gak ngenes banget nih si Elder."

"Udah deh, lu mendingan balik keruangan lu, kasihan noh kerjaan Rasya makin nambah karena kerjaan lu gak jelas gini." Usir Agha yang makin kesal melihat sifat Elder yang semangat membahas perjodohan gila ini.

"Enak aja lu bilang kerjaan gua gak jelas, gini-gini gua sempatin jenguk lu yah, asem emang."

"Gak mau gua di jenguk lu."

"Kok nyesek yah umah." Ucap Elder sambil memegang dadanya dengan ekspresi yang tersakiti.

"Maafin Erlan ya nak Elder, kamu tau kan sifat Erlan gimana."

"Tenang umah, sebenarnya Elder udah kuat dan tahan banting sama sifat anak umah satu ini."

"Bacot, drama lu."

"Enak aja lu."

"Erlan yang sopan kalau ngomong, gak boleh gitu. Nak Elder udah berniat baik jenguk kamu loh, jangan gitu dong sifatnya dek, kasihan nak Elder." Abah bakalan jadi singa jika anak-anak nya tidak sopan dalam perkataan ataupun sifat, abah menjunjung tinggi adap harus lebih tinggi daripada ilmu.

"Tuh dengerin bro." Ujar Elder sambil memeluk disamping tubuh abah karena merasa di bela.

"Iya abah, lu enak banget lu peluk-peluk abah gua."

"Abah gua juga kali, wlek." Ucap Elder sambil mengejek Agha.

"Dih ngaku-ngaku lu, lu itu anaknya om Hartono."

"Om om, tau Daddy kena amuk lu." Ujar Elder.

Emang mereka dipaksa memanggil para orang tua Elder dan Agha dengan sebutan yang sama dengan panggilan anak mereka, kadang Agha yang gak mau manggil karena mengingat paksaan opa Arthur untuk bekerjasama dengan cucunya ini dan bersahabat dengan anaknya om Hartono sahabatnya abah.

"Udah deh, gedeg gua sama lu."

"Ck, gua aduin lu Erlan."

"Berani lu?." Ujar Agha dengan tatapan matanya tajam dan ekspresi wajah datar.

"Hehehe gak sih, yang ada gua yang kena amuk balik. Heran gua, yang anak kandung mereka gua atau lu sih."

"Ya lu lah kocak, pakai nanya lagi."

"Habisnya kalau apa-apa lu terus yang di bela dan di prioritaskan, berasa anak tiri gua. Lihat aja, paling besok pagi sampai di sini tuh Daddy sama mommy, dengar anak kesayangannya sakit." Ucap kesal Elder dan malah di bela Abah dan umah.

"Gak gitu nak Elder, Abah sama umah juga menganggap kamu anak kandung kami juga."

"Dah mulai dramanya anak Hartono." Gumam Agha tanpa suara, kalau terdengar bisa-bisa ada ceramah dadakan dari Abah dan umah.

"Emang Abah umah yang terbaik." Ujar Elder sambil memeluk Abah dan dibalas pelukan dengan Abah.

"Yasudah, Elder balik kerja lagi yah abah umah." Pamitnya karena mendapat pesan dari Rasya kalau ada yang harus di tandatangani.

"Makasih yah udah mau jenguk Erlan."

"Aman itu umah, sehat-sehat lu, biar bisa kita tanding basket lagi."

"Hmm, thanks ya."

"Ok, tunggu masakan Kanaya yah, besok gua bawakan."

"Hmm, makasih juga udah mau repot-repot."

"Aela, kek sama siapa aja lu. Yaudah gua pamit, assalamualaikum umah abah."

"Wa'alaikumsalam, hati-hati."

"Sip umah abah."

Setelah Elder pamit, beberapa menit kemudian mbak Aqila datang dengan mas Andra, tak lupa dengan Aya dan Hamzah. Kedua bocil itu lari menghampiri Agha setelah salaman dengan kakek neneknya.

"Assalamualaikum semua." Ucap teh Syifa di belakangnya diikuti mas Andra, Aya dan Hamzah.

"Wa'alaikumsalam." Ucap kompak abah, umah dan Agha.

"Gak jumpa nak Elder di depan teh, mas?." tanya umah.

"Jumpa tadi di koridor umah, sempat ngobrol ringan juga." Jelas mas Andra dan di lanjut obrolan mereka kecuali Agha, Aya dan Hamzah, mereka bertiga punya dunia sendiri.

"Assalamualaikum om." Ucap dua bocil ini kompak sambil duduk di brankar Agha.

"Wa'alaikumsalam, gimana sekolahnya tadi?."

"Kalau mbak seru om, banyak di kasih pr dan di les juga seru udah pelajari materi baru."

Agha udah gak heran dengan sifat keponakannya satu ini, disaat orang lain malas mengerjakan pr ataupun di kasih banyak pr, Aya malah sangat senang jika pr-nya banyak.

"Wih seru dong, terus mbak udah paham materinya?."

"Ada yang belum sih om, mau tanya sama om tapi om nya sakit."

"Soal apa?."

"Ini materi bahasa Inggris tapi bagian matematika om."

"Ooh, gampang itu, ini bawa gak bukunya?."

"Bawa om." Ucap Aya sambil mengeluarkan buku dalam tasnya.

"Kalau adik gimana sekolahnya?."

"Selu om, tadi main blok kayu di susun sepelti fazzel om." Jawab Hamzah yang masih belum bisa bilang huruf 'r.' Mungkin karena usianya masih 2 tahun, terkadang pertumbuhan anak kan berbeda-beda.

Untuk dirinya, teh Syifa dan Aya saat di umur 2 tahun udah bicara lancar tanpa celat atau tidak bisa bilang huruf 'r.' Jadi lebih mudah untuk membaca dan memahami materi, saat ini umur Aya udah 6 tahun dan udah masuk sekolah dasar. Jangan di tanya sekolah dimana, tentu saja sekolah internasional mengingat latar belakang keluarga Agha.

Keinginan Agha dimasa depan, ingin memberikan anak perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata untuk Hamzah. Sementara Aya akan melanjutkan usaha boutique dan toko cake milik mbak Aqila dari umah, ibarat usaha turun temurun. Soal mas Andra hanya ingin yang terbaik saja untuk anak-anak, dan dirinya juga tidak menginginkan anaknya mengikuti jejaknya sebagai tentara.

"Wah seru dong, terus tadi siang tidur gak?."

"Tidul om, habis itu makan camilan cake buatan Bu gulu."

"Cake nya lezat gak?."

"Lezat banget om, nanti deh adik minta Bu gulu ajali buat cake, bial adik bisa buat om juga."

"Wah, kalau gitu adik bersaing dengan bunda dong."

"Ups, gak dong. Cake buatan bunda dan nenek yang paling lezat."

"Hahaha bisa aja kamu ini." Ujar Agha sambil mengacak rambut Hamzah gemas.

Kemudian dilanjut dengan Agha yang membantu Aya mengerjakan pr dan Hamzah yang tertawa riang dengan candaan kakeknya, serta di lanjut dengan memakan buah dan camilan yang di bawa Elder tadi dan mbak Aqila dan mas Andra.

1
Desi Ramadhani
dikira uang bisa menggantikan nyawa hilang, gila sih
Desi Ramadhani
ceritanya bangus thor, semangat terus buat karyanya👍💕
Kim Umai
makasih juga sudah mampir☺️
Renjana Senja
aku mampir Thor. jangan lupa mampir di karya aku ya. makasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!