"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua
"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu
"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen
Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.
Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.
Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBSK 32
"Daddy ngapain disini? Bukannya Daddy pergi ke luar kota, ada urusan bisnis disana. Terus mana Yanshen? Kenapa sendirian?" Cerocos seorang wanita paruh baya tak lain adalah Mommy Lihua, kedua netranya membulat sempurna ketika melihat suaminya yang sedang ada di mall.
Tak berhenti disitu saja, kembali Mommy Lihua dibuat terkejut saat ada anak kecil yang berada dalam gendongan suaminya. Tampak keduanya terlihat akrab layaknya seperti seorang cucu dan kakek. Apalagi saat Ji Chan yang merengek minta digendong dan mengadu pada sang suami karena telah dimarahinya. Seketika raut wajahnya berubah menjadi merah, sebuah kilatan amarah terpancar jelas di raut wajah Mommy Lihua.
Ya saat itu, Mommy Lihua sedang menerima telpon dari teman sosialitanya sambil berjalan. Sesekali dia melirik ke arah rak snack untuk mencari cemilan sebagai teman di rumah saat menonton drama favoritnya. Namun saat dia hendak mengambil snack, tak disangka jika dirinya telah menabrak seorang bocah perempuan hingga terjatuh. Saat itu Mommy Lihua tidak melihat keberadaan bocah itu hingga akhirnya dia baru menyadari ketika bocah perempuan itu menangis.
"Siapa dia Dad? Kenapa Daddy menggendongnya? Ohh ... jadi ini yang kamu bilang dengan urusan bisnis di luar kota, hah?" Kembali Mommy Lihua bertanya dengan rasa penasaran yang begitu tinggi. Sorot matanya menatap tajam ke arah Ji Chan, terlihat jelas kebencian yang mendalam di manik matanya.
Tentu saja hal itu sama sekali tak membuat Ji Chan gentar, yang ada bocah perempuan itu mendelik kan mata pada Mommy Lihua. Ji Chan yang sedari tadi diam memperhatikan perdebatan Opanya dengan nenek sihir di depannya sebelum kemudian dia pun bersua.
"Apa lihat-lihat? Iri ya lihat Ji Chan digendong sama Opa?" sahut Ji Chan sambil mendelik kan matanya pada Mommy Lihua.
Belum selesai keterkejutannya, kembali Mommy Lihua dibuat terkejut dengan panggilan yang disematkan Ji Chan pada suaminya.
"What? Opa ... dia memanggilmu Opa?" Mommy Lihua tersentak kaget saat mendengar Ji Chan memanggil suaminya dengan sebutan Opa.
Mommy Lihua berkerut alis dalam, pikirannya terpecah belah, bingung dengan apa yang dia lihat. Terlebih suaminya masih terdiam membisu belum memberikan jawaban atas pertanyaannya barusan mengenai bocah perempuan itu yang berada dalam gendongannya.
"Daddy! Jawab Mommy, siapa dia? Dan kenapa dia memanggil Daddy dengan sebutan Opa?" pekik Mommy Lihua menyorot tajam pada suaminya, menuntut penjelasan atas apa yang dia lihat sekarang.
"Dia Ji Chan Mom. Ini cucu kita," ucap Daddy Jinhao memperkenalkan Ji Chan pada istrinya.
"What? Cucu ... cucu dari siapa? Oh ... Mommy mengerti, jangan-jangan Daddy punya anak lain selain dari Mommy dan dia sudah memberimu cucu begitu?" tanya Mommy Lihua mencoba menebak apa yang dia lihat saat ini.
Mommy Lihua menggelengkan kepalanya pelan.
"Tega kamu Dad, tega! Seharusnya kamu itu lebih fokus sama putra kita, Yanshen. Lihat dia, sampai sekarang dia belum menikah dan belum memberikan kita cucu. Harusnya kamu itu sadar Dad, ingat umur kamu," lanjut Mommy Lihua sambil menunjuk dengan jari telunjuknya tepat di dada bidang Daddy Jinhao.
Terlihat jelas kekecewaan di raut wajah Mommy Lihua pada suaminya itu, yang begitu tega telah mengkhianatinya. Dia tidak habis pikir kenapa suaminya bisa bertindak seperti itu, padahal selama ini dia telah berusaha menjadi seorang istri dan Ibu yang baik bagi suami dan anaknya. Lalu, dimana letak kesalahannya? Kenapa justru balasannya seperti ini? Sungguh hal ini tidak adil bagi Mommy Lihua yang telah berjuang keras menjadi yang terbaik buat keluarganya, begitulah pikir Mommy Lihua.
Tanpa sadar bahwa apa yang dilakukan Mommy Lihua menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung supermarket mengarah pada drama keluarga itu.
"Diam Mom! Jangan teriak-teriak seperti ini. Daddy malu, banyak yang lihatin begini. Lebih baik kita bicara di luar, jangan disini!" gerutu Daddy Jinhao sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Dan benar saja bahwa saat ini dirinya sedang jadi bahan tontonan oleh para pengunjung di supermarket yang ada di dalam mall itu.
Bagaimana tidak? Suara Mommy Lihua bak seperti petir yang menggelegar membuat semua orang beralih menatap ke arahnya. Sungguh Daddy Jinhao tidak memiliki muka saat ini, banyak pasang mata yang terus memperhatikan dirinya dimaki oleh Mommy Lihua.
"Opa, tutup pakai ini aja biar nggak malu. Biar orang-orang nggak bisa lihat wajah ganteng Opa," celetuk Ji Chan yang langsung mengambil salah satu snack miliknya yang berukuran besar dan meletakkannya tepat di wajah Daddy Jinhao.
"Bagaimana Opa? Sudah nggak malu kan?" tanya Ji Chan polos, memastikan jika Opanya tidak malu karena ulah nenek sihir di hadapannya.
"Heh diam kamu! Jangan panggil suami saya dengan sebutan itu," sentak Mommy Lihua masih tak terima.
"Berisik kali kau nenek sihir! Telinga Ji Chan sakit nih, dari tadi dengar teriakan cetar petir mu," seru Ji Chan sambil menutup kedua telinganya.
"Daddy ... kamu lihat tuh! Anak itu kurang ajar sama Mommy. Dan Mommy yakin pasti Ibunya mendidiknya tidak benar, makanya jadi anak seperti ini," ucap Mommy Lihua dengan emosi yang masih membuncah.
"Tutup mulutmu nenek sihir! Jangan sekali-kali kau menyalahkan Mommy ku. Dia perempuan yang baik dan lemah lembut, tidak seperti kau yang sama persis dengan nenek sihir," sahut Jun Jie yang sedari tadi hanya diam. Namun seketika memberontak saat Mommy nya dihina.
Jelas membuat Jun Jie buka mulut, tidak terima jika Mommy nya yang merawat dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang dihina seperti itu. Baginya Mommy mereka adalah sosok wanita tangguh yang rela membanting tulang demi memenuhi kebutuhan mereka selama ini. Tak ada wanita lain sebaik Mommy nya, ya seperti itulah pemikiran Jun Jie mengenai sang Mommy.
Mommy Lihua yang sedari tadi fokus dengan Daddy Jinhao dan Ji Chan, sampai-sampai Mommy Lihua tidak menyadari keberadaan Jun Jie yang sedang berdiri tepat di samping Daddy Jinhao. Terlebih saat itu Mommy Lihua fokus beradu mulut dengan Ji Chan karena bocah perempuan itu membuatnya darting. Mendengar ada suara bocah laki-laki yang menegurnya, secepat kilat Mommy Lihua mengalihkan pandangannya ke asal sumber suara. Mata Mommy Lihua membulat sempurna saat melihat seseorang yang berdiri di samping suaminya itu.
"Astaga! Ya ... Yanshen ...," seru Mommy Lihua dengan tatapan shock nya. Tanpa sadar mulutnya sedikit menganga melihat putranya yang berubah ukuran.
"Daddy, kenapa anak kita jadi kecil seperti ini?" tanya Mommy sambil menunjuk ke arah Jun Jie dengan tatapan bingung.
"Yanshen, anak Mommy ... apa yang terjadi padamu sayang?"
.
.
.
🥕Bersambung🥕