Kota X adalah kota tanpa tuhan, tanpa hukum, tanpa belas kasihan. Di jalanan yang penuh mayat, narkoba, prostitusi, dan pengkhianatan, hanya satu hal yang menentukan hidup dan mati: yaitu kekuasaan.
Di antara puluhan geng yang saling memangsa, berdirilah satu nama yang ditakuti semua orang
Reno, pemimpin The Red Serpent, geng paling di takuti dan paling berpengaruh di seluruh Kota X. Dengan kecerdasan, kekejaman, dan anggota yang kompeten Reno menguasai kota melalui darah dan pertarungan.
Namun kekuasaan sebesar itu mengundang musuh-musuh baru dan membuat iri musuh lama yang ingin menjatuhkan Reno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boy Permana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana penghianatan
markas black hound terlihat lima pria berjalan tertatih memasuki pintu gerbang markas setelah kekalahan mereka dari divisi 1 Red Serpent, dan sisa nya lebih memilih tidak kembali ke markas karena takut jika harus melaporkan kegagalan.
mereka berjalan masuk ke ruangan rapat dengan langkah tertatih. Terlihat luka-luka di tubuh mereka dan lebam di wajah.
Di ujung ruangan, Alpha sedang berdiri sambil menghisap cerutu.
“ada apa,” kata Alpha sambil menghembuskan asap
Pria itu menarik napas panjang, suaranya bergetar.
“B–Bos… Rexy tertangkap.”
Ruangan seketika membeku.
Alpha tetap diam.
Ia tidak marah.
Ia bahkan tidak bergerak.
“Tertangkap… atau mati?” tanyanya datar.
“Tertangkap bos,” jawab anak buah itu cepat.
“Saat kami sedang menghajar beberapa anggota Red Serpent, Tiba-tiba ada 7 orang datang membantu, kemampuan mereka sangat hebat boss bahkan rexy sangat mudah di kalahkan salah satu dari mereka yang bernama Iwan.”
Alpha akhirnya menoleh.
Tatapan matanya begitu tenang sampai terasa mengerikan.
“Bagaimana kalian bisa lolos?”
“Mereka hanya fokus membawa Rexy dan membiarkan kami pergi bahkan mereka tidak mengejar kami.”
Alpha menatapnya lama, seperti menilai apakah mereka semua masih layak bernapas.
“Kau tahu apa yang terjadi pada orang yang membawa kabar buruk?” tanyanya pelan.
Pria itu gemetar. “Maaf, Bos kami sudah melakukan yang terbaik yang kami bisa tapi mereka benar-benar kuat, kami bukan lawan mereka”
“Pergi,” potong Alpha.
Anak buah itu terdiam, lalu mereka cepat-cepat berdiri dan berlari keluar. Begitu pintu menutup, suasana di ruangan semakin berat.
Di sana telah berdiri Radit, Vargo, dan Ega.
Tidak ada yang langsung bicara.
Radit memecah keheningan. “Rexy ceroboh.”
Vargo mengangguk tipis. “Dia seharusnya langsung kabur saat melihat Iwan, terlalu percaya diri sudah jelas orang itu adalah monster.”
Ega terlihat gelisah. “Tapi ditangkap hidup-hidup itu masalah besar. pasti Red serpent—”
“—akan membuatnya bicara,” sambung Radit dingin.
Alpha berjalan perlahan menuju meja besar di tengah ruangan. Ia duduk, lalu menyilangkan jari-jarinya.
“Kalian semua menganggap ini kegagalan Rexy,” katanya.
Tak satu pun menyela.
“Padahal ini adalah akibat dari satu masalah lama yang belum kita selesaikan.”
Ia menunjuk jari nya ke arah radit.
Wilayah Red Serpent dan anjing penjaga nya.
“Iwan.”
Nama itu menggema di ruangan.
“Selama dia masih bernapas dan berkeliaran di wilayah mereka,” lanjut Alpha, “setiap serangan kita pasti akan dipatahkan. Setiap infiltrasi akan tercium. Setiap pergerakan akan beresiko.”
Alpha menatap Radit langsung.
“kau apakah sudah siap dengan tugas mu, untuk menyingkirkan nya," tanya alpha kepada radit
Radit tersenyum. “aku akan bergerak bos, akan ku pastikan dia tidak akan menggangu rencana kita lagi, dia memang orang yang merepotkan jika harus melawannya secara langsung, tapi aku sudah punya rencana untuk mengalahkan nya.”
Alpha berdiri, mendekati Radit.
“Radit,” katanya rendah. “Kau orang terkuat ku sekarang, aku memang mengandalkan mu untuk tugas ini.”
Radit mengangkat kepalanya. “Kalau aku bertarung dengan Iwan, itu bukan pertarungan biasa, aku ragu bisa mengalahkan orang itu jika bergerak tanpa rencana.”
“Aku tahu,” balas Alpha. “Itulah sebabnya hanya kau yang kupercaya. biarkan saja rexy tertangkap anggap saja itu pengorbanan saat Red Serpent jatuh kita bisa mengambil nya kembali.”
Radit hanya tersenyum tipis.
Alpha kemudian beralih ke Vargo.
“Vargo, cepat atau lambat Red Serpent pasti akan menyerang kita, aku ragu rexy akan tutup mulut. kau cepat siapkan senjata yang banyak dan persenjatai semua pasukan kita.”
Vargo langsung paham. “Akan ku pastikan bos dalam waktu 2 hari semua senjata kita akan datang.
Kalau Red Serpent menyerang, pasti kita sudah siap dengan senjata lengkap.”
“Kalau bisa lebih di Percepat,” tegas Alpha. “Aku ingin persenjataan penuh sebelum dua hari, Reno pasti tidak akan menunggu lama jika sudah tahu letak markas kita.”
Aku usahakan bos." jawab vargo
Terakhir, Alpha memandang Ega.
“Tugas untuk mu ega.” katanya datar.
Ega menunduk. “iya Bos.”
“Satukan semua geng yang sudah bergabung dengan kita,” ucap Alpha. “Ambil alih sistem pertahanan. Jalan utama, gang kecil, flyover dan semuanya.”
Ega mengepalkan tangan. “akan ku lakukan semua yang kau perintahkan bos”
“Aku akan berusaha sebaik mungkin jika Red Serpent memasuki wilayah kita, Mereka tidak akan keluar hidup-hidup,”
Alpha kembali duduk. Tangannya mengetuk meja pelan, ritmis, seperti hitungan mundur.
“Rexy hanyalah pion,” katanya. “Kalau dia bicara… ya sudah.”
Ia tersenyum kecil.
“Yang penting… sebelum Reno bergerak penuh,
kita harus lebih dulu merobek salah satu sayapnya.”
Radit berbalik menuju pintu. “Aku akan mulai berburu malam ini juga.”
Vargo membuka ponselnya, dan mengirimkan pesan kepada anak buahnya untuk mulai mempersiapkan senjata sekarang juga.
Ega menarik napas dalam lalu meminta ijin keluar untuk mengumpulkan semua orang.
setelah keluar dari ruangan itu, Ega menghampiri anggota River kids dan mengumpulkan mereka.
"dengar semuanya, tadi ada laporan rexy tertangkap, dan aku di perintah untuk mengumpulkan semua orang untuk berjaga dan bertahan, alpha khawatir akan di serang,"
"lalu apa rencana mu bang.?" tanya salah satu anggota nya.
rencana kita" sambung Ega." kita akan membantu Red Serpent untuk mengalahkan alpha."
"maksudnya gimana" tanya mereka
"aku akan diam-diam menemui Reno atau petinggi Red Serpent, kita akan membicarakan mereka masuk ke sini, kita akan bocorkan semua titik pertahanan dan kita sabotase senjata black hound, aku sudah muak dengan alpha dari awal pun kita terpaksa untuk bergabung bukan?" dan ini kesempatan kita untuk lepas dari jeratan Alpha." ucap Ega kepada anggotanya.
"kami akan mendukung rencana mu bang" Jawab para anggota Red Serpent.
"baik sekarang kita kumpulkan semua orang dan jalankan saja apa yang Alpha perintahkan, nanti akan ku infokan lagi jika kita sudah akan memulai rencana kita," lanjut Ega" dan sekarang kita bubar dan kumpulkan semuanya besok pagi agar tidak ada yang curiga dengan pergerakan kita."
"siap bang Ega." seru para anggota river kids.
sementara itu di sisih lain markas black hound Radit mulai bergerak, dia memerintahkan anak buah nya untuk berpencar ke seluruh wilayah Kota mencari Iwan, pergerakan hanya setiap team hanya dua orang agar tidak mencolok.
"kalian semua berpencar, kalian bergerak menggunakan sepeda motor, setiap team dua orang, jika kalian melihat target kita, segera hubungi aku. lalu kita bergerak bersama-sama untuk menghabisi nya, sekuat apapun dia jika kita keroyok tidak mungkin dia sanggup melawan jumlah kita."
"siap, ayo bergerak.!!" seru anak buah Radit
apakah Radit akan berhasil menghabisi kapten divisi 1 The Red Serpent ?
atau malah Iwan kembali mengalahkan salah satu kapten black hound ?
tunggu jawaban nya di episode selanjutnya ...