Pernikahan Aulia di uji melalui suami dan keluarganya. Hidup bahagia yang dia bayangkan kini sirna sejak hadirnya orang ketiga. Bahkan anak kandungnya sendiri pun tak pernah mendapat perhatian dan kasih sayang dari ayahnya. Perhatiannya hanya di tu jukan pada ponakan satu-satunya. Tanpa keluarga sang suami tau jika wanita yang seringkali mereka hina dan rendahkan, bukanlah wanita biasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Astrid?
Braaak...!!!
" Sialan..!! Padahal aku sudah berharap akan bertemu papa Astrid, tapi mengapa dia malah meminta asistennya yang datang" ucap vino kesal begitu tiba di rumahnya
" Lihat saja, cepat atau lambat aku akan membuat Astrid memintaku segera menikahinya" gumamnya merencanakan niat tak baik pada Astrid
Suara ponsel dari sakunya membuatnya sedikit kesal. Dia pun mengeluarkan ponselnya dan melihat nama mbak Vita di layar
" Halo mbak" ucapnya" Vin, mungkin dua hari lagi mbak akan ke sana" ucap Vita
" Ngapain mbak ke sini?"
" Mbak ada urusan penting. Dan juga mbak pengen ngumpul sama teman-teman mbak" jawabnya
" Ya udah kabari aku jika mbak sudah di sini"
" Iya, sekalian mbak tinggal di rumah kamu ya"
" Terserah mbak saja lah. Ya udah aku lagi kerja, udah dulu mbak" ucap vino segera mematikan teleponnya
Sementara di sana. Bu ayu sedikit terkejut mendapat sebuah surat peringatan penunggakan pembayaran dari kampus tempat valdo berkuliah
" Vit, vitaaa..!!" Panggilnya
" Ada apa bu?"
" Coba kamu lihat, ini maksudnya apa sih?" Tanya Bu ayu menyerahkan surat itu pada Vita
Vita segera membuka dan membaca isi surat itu. dia pun sama aku terkejut mengetahui bahwa selama ini valdo tak pernah membayar uang kuliah
" Bu, sepertinya sudah setahun ini valdo belum membayar uang kuliah. memang nya ibu tidak pernah memberinya uang" tanya Vita heran
" Kok bisa? padahal ibu sama vino seringkali memberikan valdo uang untuk membayar kuliah. dan juga sekalian uang jajannya. atau mungkin mereka salah mengirimkan surat, Vita?" Ucap Bu ayu
" Gak mungkin, Bu. Disini ditulis nama valdo kok, dan juga alamatnya bener rumah ibu" jawab vita
" Lalu, mengapa mereka mengatakan jika valdo belum membayar selama setahun ini? coba kamu hubungi valdo dan minta dia segera pulang. ibu ingin mendengar alasannya" pinta Bu ayu cemas
Baru saja vita ingin menghubungi valdo, tiba-tiba dari luar terdengar suara valdo memanggil ibunya
" Bu, ibu.." teriak valdo memasuki rumah dan segera menuju kamar ibunya
" Dari mana saja kamu, valdo?" tanya ibunya
Valdo menatap kertas yang ada di tangan vita, dia pun segera melangkah dan merampas kertas itu
" Lain kali jangan membuka apapun yang bukan milik kalian" ucapkan valdo terlihat kesal
" Valdo, apa maksud surat penagihan utang itu? jujur sama ibu. kemana semua uang yang ibu berikan untuk pembayaran kuliahmu? Dan juga, siapa pria yang datang mencarimu itu. mereka memintamu untuk mengembalikan uang yang kamu pinjam pada mereka. apakah itu betul, valdo?"
" Itu bukan urusan ibu" jawabnya segera berlalu
" Valdo...!! kamu dengan gak sih bu ngomong? kamu jangan kurang ajar ya..!!" ucap Vita mengikuti langkah valdo
" Apaan si, mbak? sebaiknya mbak diam saja karena mbak gak ada hubungannya dengan uang kuliahku"
" Tapi kemana semua uang kuliahmu it?" Tanya Vita terlihat mulai emosi
" Habis..!!! habis aku pakai. Aku anak muda mbak, aku juga butuh uang yang banyak. Bahkan uang yang ibu dan mas vina berikan itu masih kurang" jawabnya
" Kau gunakan apa uang itu?"
" Aku mentraktir semua teman-temanku dan memberikan apapun yang temanku minta. agar mereka bisa yakin bahwa keluargaku adalah keluarga orang kaya..!!! Karena kakakku punya seorang suami yang katanya kaya raya, tapi sampai detik ini pun dia tak pernah memberikan aku uang. Di mana suamimu yang katanya kaya itu mbak? kenapa dia tak pernah datang menemui mbak dan juga alvaro?" Ucap valdo sedikit keras
" Kenapa kamu malah membahas suami, mbak?"
" Makanya, mbak juga gak usah ikut campur tentang perkuliahanku..!!! itu bukan urusan mbak" jawabnya segara masuk ke dalam kamar dan menutup pintu dengan sedikit membanting nya
Mendengar pertikaian kedua anaknya, Bu ayu menghampiri vita
" Sudahlah, mungkin memang dia sedang membutuhkan uang. nanti saja setelah pikirnya lebih tenang ibu akan berbicara padanya" ucap bu ayu kembali masuk ke kamarnya
******
Felix mengajak aulia untuk makan malam di rumahnya. Aulia pun tidak keberatan dan menyanggupi undangan makan malam itu Dengan penampilan yang sangat cantik, Aulia pun segera berangkat ke sana. Felix menyambutnya dengan senyuman sangat bahagia karena ini pertama kalinya aulia mengunjungi rumah mereka
" Cantik sekali kamu" bisik Felix begitu menghampiri Aulia
" Terima kasih" jawabnya tersenyum
" Ya sudah, ayo kita masuk. Mama udah menunggu kita di dalam" ucap Felix merangkul aulia masuk ke dalam rumah
Di dalam ruang makan, nyonya tami sudah menunggu mereka. begitu melihat kehadiran aulia, nyonya tami segera bangkit dan menghampiri seraya memeluk Aulia
" Terima kasih karena sudah menyempatkan diri untuk makan malam di rumah kami ya, sayang" ucap Nyonya Tami
" Iya Tante, terima kasih juga karena sudah mengundang saya untuk makan malam. dan maaf karena baru kali ini saya memenuhi undangan makan malam tante dan keluarga" jawabnya tersenyum
" Iya, tidak apa-apa. tante juga tahu kok dulu mungkin kamu masih butuh pertimbangan untuk bertemu dengan keluarga Felix"
" Ya sudah kalau begitu, kita makan aja sekarang. maaf karena kami hanya bisa menyediakan ini" ucapnya merangkul Aulia hingga ke meja makan
Mereka sedang menikmati makan malam. tak jauh dari sana, beberapa asisten rumah tangga Nyonya Tami sedang berkumpul. melihat hal itu, asti pun sedikit heran dan segera saja menghampiri mereka semua
" Ada apa? yang kalian lihat?" tanyanya
" Sepertinya wanita itu calon istri tuan Felix" ucap seorang dari mereka
" Benarkah?" Ucapnya ikut penasaran
" Aku penasaran dengan wajah tunangan tuan Felix. Aku ingin lihat wanita seperti apa yang menjadi tipe Tuan Felix" ucapnya lagi
" Yang jelas dia cantik dan juga anak dari pengusaha kaya raya" jawab mereka
" Cih, secantik apa wanita itu? mungkin jika dibandingkan denganku, aku jauh lebih cantik darinya" bathin Asti
" Kamu mau ke mana, Asti?" tanya Mbok begitu melihat Asti melangkah pergi
" Aku mau ke kamar. kenapa memangnya?"
" Kamu gak penasaran dengan wajah calon istri tuan Felix?" tanya ucap Mbok dan tapi Asti tidak menghiraukannya dan tetap melangkah ke kamar
Setelah mereka makan malam dan berbincang sejenak, akhirnya Aulia pun pamit. Felix mengantarnya hingga Aulia ke depan
" Terima kasih untuk makan malamnya hari ini, Felix" ucap Aulia begitu masuk ke dalam mobil
" Baiklah, kamu hati-hati di jalan dan jangan lupa menghubungiku begitu tiba di rumah" ucap Felix
" Baiklah, kalau begitu aku pamit ya" ucap Aulia dan meminta sopirnya untuk melaju
Baru saja mobilnya ingin melaju, Aulia pun meminta sopirnya untuk menghentikan mobil begitu melihat beberapa wanita keluar dari dalam rumah felix. dia nampak sangat mengenal seorang wanita yang baru saja keluar dari rumah Felix bersama beberapa orang yang terlihat seperti asisten rumah tangga
" Pak tunggu, jangan jalan dulu" ucapnya memperhatikan wanita itu dari dalam mobil tanpa menurunkan kaca mobilnya
" Wanita itu? Astrid?" gumam Aulia
" Bukan kah itu Astrid, wanita yang merusak Rumah tanggaku bersama Mas Vino? atau apa aku salah mengenalnya?" gumam Aulia masih memperhatikan wanita itu
" Tidak, aku yakin dia benar-benar wanita itu. hah, ternyata dia sangat hebat dalam bersandiwara" gumam Aulia tersenyum
" Apa Mas Vino sudah tahu jika dia bekerja di rumah Felix? Aku ingin tahu reaksi mereka ketika mereka tahu bahwa wanita yang selama ini mereka sanjung dan mereka pilih untuk menggantikanku hanyalah seorang asisten rumah tangga? hahaha..." tawa Aulia menggema di dalam mobil
" Jalan sekarang, pak" pinta Aulia meninggalkan rumah felix
" Hahahahha.... Astagaaa..!! Mas vino, mas vino.. aku pikir kamu pintar, ternyata kamu bisa juga tertipu oleh wanita itu" ucap Aulia tertawa bahagia di dalam mobilnya membuat sopirnya sedikit terkejut
" Bahkan kamu dan keluargamu percaya bahwa wanita itu adalah Putri ayahku, hahaha... lucu sekali" ucapnya lagi
" Kamu meninggalkanku yang merupakan Putri asli ayahku demi seorang wanita penipu. Dasar bodoh kamu Mas Vino, akan kupastikan kamu akan menyesal seumur hidup karena telah menyia-nyiakanku dan juga anak kita, hahaha...." Ucap Aulia sembari tertawa bahagia di dalam mobil