NovelToon NovelToon
Kultivator Elemen Abadi

Kultivator Elemen Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Blizzardauthor

Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.

Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:

"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Penerimaan Murid Baru

Tiga bulan telah berlalu sejak insiden berdarah di Hutan Kabut Hitam yang menewaskan Zhao Hu dan pasukannya. Bagi Sekte Langit Abadi, hilangnya seorang murid biasa dan seorang pelayan cacat seperti Ling Yun sama sekali tidak meninggalkan riak yang berarti. Di mata mereka, Zona Terlarang Sembilan Kematian telah menelan ribuan jenius, maka kehilangan dua nyawa rendahan di perbatasan hanyalah angka statistik kecil yang segera dilupakan.

Hari ini, suasana di seluruh area luar Sekte Langit Abadi justru dipenuhi oleh kemegahan yang luar biasa.

Ratusan bendera perak bersulam awan berkibar megah di sepanjang anak tangga batu yang mendaki menuju alun-alun utama sekte. Ribuan pemuda dari berbagai klan bangsawan kota fana berkumpul dengan wajah tegang namun penuh harap. Ini adalah Hari Penerimaan Murid Baru—hari di mana takdir seseorang bisa berubah dalam satu malam jika berhasil menancapkan kaki di sekte kultivasi ini.

Di salah satu sudut alun-alun, Lu Han berdiri dengan pakaian pelayan yang sedikit lebih bersih dari biasanya. Berkat "keberuntungannya" selamat dari amukan Serigala Pemakan Jiwa tiga bulan lalu, statusnya di antara para pelayan sedikit naik, menjadikannya kepala pengawas logistik untuk ujian hari ini.

Meskipun tangannya sibuk mencatat inventaris obat-obatan, sepasang mata Lu Han secara berkala melirik ke arah luar gerbang sekte, menatap sayup-sayup garis kabut hitam Zona Terlarang di kejauhan.

"Tiga bulan... tidak ada kabar sama sekali," batin Lu Han dengan helaan napas pendek yang sarat akan kecemasan. "Apakah keyakinanku waktu itu hanya delusi sesaat akibat trauma? Bagaimana mungkin seorang pelayan dengan meridian hancur bisa bertahan hidup di dalam neraka itu selama tiga bulan?"

Tepat di saat Lu Han tenggelam dalam pikirannya, sebuah suara bariton yang angkuh membuyarkan lamunannya dari atas panggung tinggi alun-alun.

"Tenangkan hati kalian, para peserta ujian! Di dunia kultivasi, bakat adalah fondasi, namun tekad adalah penentu!"

Penatua Mo, yang mengenakan jubah kemegahan logistiknya, berdiri dengan tangan terlipat di belakang punggung. Suaranya yang diperkuat oleh resonansi spiritual ranah Kelahiran Jiwa Tahap Awal menggema memekakkan telinga. Tekanan aura dari Jiwa miliknya yang samar-samar menyebar ke udara sudah cukup untuk membuat lutut ribuan manusia fana dan murid Pendirian Fondasi di bawahnya gemetar ketakutan, memaksa mereka menatap sang penatua dengan penuh rasa takzim dan hormat.

Penatua Mo tersenyum bangga, menikmati tatapan memuja dari manusia-manusia fana di bawahnya. Baginya, sekte ini adalah puncak kekuasaan absolut. Di tempat ini, kata-katanya adalah hukum bagi para pelayan dan murid luar.

Ia sama sekali tidak tahu, dan tidak akan pernah menduga, bahwa di balik takhta kemegahan Sekte Langit Abadi yang ia banggakan, ada rahasia besar yang sengaja dikunci rapat oleh sang Ketua Sekte sendirian. Identitas pelayan cacat bernama Ling Yun yang selama sepuluh tahun ini mereka perlakukan lebih rendah daripada anjing, menyimpan misteri masa lalu yang bisa meruntuhkan seluruh wilayah ini jika terungkap. Namun bagi Penatua Mo dan seluruh penghuni sekte, Ling Yun hanyalah sampah yang telah mati menjadi abu di dalam Zona Terlarang.

...----------------...

Bagian Terdalam Zona Terlarang

Pada saat yang sama, jauh di dalam kegelapan Zona Terlarang Sembilan Kematian, sebuah keajaiban yang menentang hukum alam sedang mencapai titik puncaknya.

Di dalam Gua Pertapaan kuno, keheningan yang telah terjaga selama tiga bulan mendadak pecah oleh seulas suara napas yang konstan. Ling Yun masih duduk bersila di atas batu besar. Namun, penampilannya saat ini telah bertransformasi sepenuhnya.

Jubah pelayannya yang kotor telah digantikan oleh jubah brokat hitam polos bersulam benang perak tipis yang ia ambil dari Cincin Ruang Sembilan Awan. Kulitnya memancarkan pendaran putih giok yang murni tanpa setitik pun kotoran fana, sementara rambut hitam panjangnya terurai lepas, membingkai wajahnya yang kini tampak sangat tegas, tampan, dan dipenuhi aura dominasi yang menindas.

Wusss... bzzzzt...

Di sekeliling tubuhnya, tidak ada lagi riak energi empat warna yang liar dan tidak stabil. Elemen angin, air, tanah, dan api kini mengalir melingkari raganya laksana empat naga mini yang sangat patuh, bergerak dalam harmoni sempurna yang tidak menyisakan riak udara sedikit pun.

Ling Yun perlahan membuka kelopak matanya. Detik itu juga, sepasang pupil matanya yang sedalam samudra memancarkan kilatan energi spiritual yang begitu padat, memaksa udara di dalam ruangan berderit tertekan.

"Tiga bulan meditasi dan berlatih tanpa jeda... Langkah Bayangan Badai dan Tinju Penghancur Bumi akhirnya telah mencapai tahap sukses kecil (Minor Success)," ucap Ling Yun lirih. Meskipun suaranya pelan, getaran energinya membuat dinding-dinding batu gua bergetar halus.

Namun, fokusnya tidak berhenti di situ. Di samping teknik fisik dan pergerakan, lautan memori kuno di jiwanya ternyata juga mengurai satu bab teknik pedang untuknya —Seni Pedang Sembilan Kilatan Api.

Menggunakan pedang besi biasa berkualitas tinggi yang ia temukan di dalam Cincin Ruang Sembilan Awan, Ling Yun sempat menghabiskan beberapa minggu terakhir untuk melatih koordinasi elemen apinya pada sebilah bilah baja. Di dalam benaknya, ia bisa melihat bagaimana pedang tersebut mampu membelah malam menjadi kilatan cahaya berapi yang mematikan. Meskipun ia belum mengujinya pada musuh nyata, pemahaman pedangnya sudah mengakar kuat, siap dieksekusi kapan pun ia menarik bilah senjatanya.

"Kombinasi antara kecepatan angin, daya hancur tanah, dan ketajaman pedang api... Ini sudah lebih dari cukup untuk membalikkan langit wilayah luar," batin Ling Yun dengan kepuasan dingin yang terpancar dari wajahnya.

Ia berdiri perlahan, lalu melirik ke arah bongkahan batu raksasa seberat beberapa ton yang menyegel pintu masuk gua. Tiga bulan lalu, ia membutuhkan energi elemen tanah yang besar hanya untuk menggesernya. Namun sekarang...

Ling Yun tidak mengambil kuda-kuda, juga tidak mengalirkan energi secara berlebihan. Ia hanya melangkah maju satu tindak, membiarkan ujung sepatunya menyentuh lantai gua dengan teknik Langkah Bayangan Badai.

Syuuutt—

Tubuhnya mendadak lenyap dari tempatnya berdiri, meninggalkan bayangan semu yang perlahan memudar di udara. Di detik berikutnya, ia sudah berada tepat di depan batu penyegel tanpa memicu getaran angin sekecil apa pun. Kecepatan ini sudah berada di luar nalar kultivator ranah Pendirian Fondasi biasa.

Ia hanya menyentuhkan jari-jarinya ke permukaan batu raksasa tersebut.

KREK... BOOOMMMM!

Batu penyegel seberat ribuan pon itu tidak terdorong jatuh, melainkan langsung hancur lebur menjadi butiran debu halus dalam satu kedipan mata, hancur dari dalam akibat kepadatan molekul spiritual yang Ling Yun suntikkan melalui aplikasi Tinju Penghancur Bumi.

Sinar matahari luar yang telah lama tidak ia lihat menerobos masuk menembus tirai air terjun kelabu, menerangi wajah tegarnya. Ling Yun melangkah keluar dari ceruk tebing, berdiri di atas bebatuan basah sembari menatap ke arah luar Zona Terlarang—tepat ke arah puncak gunung tempat Sekte Langit Abadi berdiri dengan angkuh.

"Hari ini adalah hari penerimaan murid baru... Waktu yang sangat sempurna," Ucap Ling Yun sembari menyunggingkan senyuman sinis yang teramat dingin.

Aura seorang pelayan cacat yang tertindas telah mati tiga bulan lalu. Yang berdiri di sini sekarang adalah seorang kultivator tangguh di ranah Half-Step Golden Core yang siap mengguncang langit.

"Sekte Langit Abadi... kalian telah menikmati sepuluh tahun masa kesombongan dengan menginjak-injak keberadaan ku sebagai sampah fana. Hari ini, aku akan datang ke alun-alun kalian, bukan sebagai pelayan yang memohon belas kasihan, melainkan sebagai sosok yang akan membuktikan kepada kalian semua bahwa singa yang terluka telah bangkit kembali. Mari kita lihat, seberapa keras lutut para tetua dan kejeniusan murid kalian akan bergetar saat melihat apa yang merangkak keluar dari lubang kematian ini!"

Wusss!

Dalam satu kedipan mata, sosok berbaju hitam itu lenyap dari atas tebing, melesat laksana badai tak kasatmata menembus kabut hitam, menuju langsung ke arah perbatasan sekte.

>>>>> Bersambung

~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga senantiasa sehat selalu untuk saudara-saudara ku.

1
Dewa Malaikat
👍
Ta Ma
Menyala thorrr lanjutkan lagiii
Ta Ma
habisi semuanya🤬🤬
Dark knight
Apakah bakal jadi heroin nya ini
Adhittma: Tunggu saja di bab2 berikut nya kak🤭🤭
total 2 replies
Dark knight
Gas lagi thorr
Adhittma: yoiiii🔥
total 1 replies
korek ngok
Puas anjayy, makan tuh karma orang tua wkwk
Adhittma: udh tua bukannya tobat, malah banyak tingkah yaa🤣
total 1 replies
Ren Sa
Lanjutkan thorr
Adhittma: aman ae kak🙏🙏
total 1 replies
Ren Sa
Pertama thorrr🔥
Adhittma: Dapetttt petir nih kak⚡🤭
total 1 replies
Dewa Malaikat
lanjjjuuut gaskennn thor, 10 bab sekaligus
Adhittma: Siappp kak, tapi skrang mh 3 bab dlu ae perhari ya wkwk🤭
total 1 replies
Somebody
next thorrr
Adhittma: sabar ya kak🙏🙏
total 1 replies
Somebody
Langsung saja tanpa perlu pikir panjang 😏
Dark knight
Mantap thorrr lanjutkan terus 🤗
Adhittma: Sabar ya kak, lagi review🙏
total 1 replies
Dark knight
wkwk kena mental nggk tuh
Dark knight
Bantai2 gass⚡⚡
Adhittma: Yoiiii🔥
total 1 replies
Dark knight
bantai semuanya 🔥🔥🔥
Adhittma: Ling Yun sedang memasak🔥🔥🔥
total 1 replies
Dark knight
Kerennn
korek ngok
Bagus, Lanjut lagi thorr🙌🏼🙌🏼🙌🏼
Adhittma: aman ajaa🙏
total 1 replies
korek ngok
Up up
korek ngok
lanjutkan thorrr 🙌🏼🙌🏼🙌🏼
korek ngok
up up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!