NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:196.4k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Malam yang aneh

Hening nya malam ini membuat siapa saja merasa tidak nyaman dan seolah ada sesuatu yang telah terjadi, namun para warga tidak mengetahui tentang hal itu Dan mereka menganggap bahwa mungkin saja hujan akan segera turun sehingga suasana desa begitu berbeda, bahkan para penjaga di pos ronda pun mengalami hal yang sama.

Mereka sudah membuat kopi yang panas namun itu tidak bisa menghangatkan suasana diantara mereka semua, ada perasaan ngeri yang tidak terkira namun mereka masih belum mengetahui itu semua berasal dari apa, terlebih lagi desa mereka selama ini sangat aman dan tidak pernah ada kejadian aneh sama sekali sehingga mereka tidak menyimpan rasa takut.

Namun entah kenapa malam ini terasa begitu berbeda sehingga mereka semua merasakan tubuh ini seolah menolak untuk diajak keluar, tapi untuk pulang ke rumah juga tidak mungkin karena mereka sedang kebagian untuk menjaga pos ronda agar tidak ada maling yang menyatroni rumah para warga di sekitar sini.

Angin malam terus bertiup ke sana kemari menerbangkan dedaunan kering dan bahkan beberapa juga sampai menjatuhkan daun yang masih segar, tidak ada gerimis atau rintik hujan sehingga mereka merasa heran kenapa malam ini terasa begitu dingin sekali, sarung sudah menyelimuti tubuh mereka semua dan kopi panas juga mengepul di depan mata.

Wuuusssh.

Sraaaaak.

Daun kering tertiup angin ke sana kemari membuat mereka yang menatap daun itu seolah merasakan sesuatu yang aneh, namun mereka semua tidak ada yang berani membicarakan tentang hal itu karena lidah ini seolah terkunci dan memutuskan untuk tidak membuka suara tentang keanehan malam ini yang ada di desa mereka.

Amir sejak tadi berusaha menutupi rasa takut tersebut karena dia tidak mau bila terus mendapat cap buruk sebagai pria yang tidak pernah memiliki nyali, dia terus berusaha untuk bermain gaple agar bisa melupakan rasa takut yang mulai timbul di dalam hati mereka, padahal tangan mereka semua sudah merinding karena seperti ada sesuatu yang akan datang.

"Ah malam ini terasa begitu sunyi sekali ya." Joko akhirnya membuka suara dan menatap sekitar dengan pasat.

"Itu karena kau belum memiliki istri sehingga terasa begitu sunyi." Amir menjawab sambil tersenyum.

"Eleh mentang-mentang sekarang kau sudah menikah jadi bisa mengejek aku seperti itu." Joko mencibir Amir.

"Kau kan sudah cukup usia jadi kenapa belum menikah juga?" Amir tertarik melanjutkan obrolan dari pada dia terus terbuai oleh rasa takut ini.

"Kan ya kemarin patah hati dari anak pak lurah desa sebelah, oleh sebab itu sampai sekarang belum ada niat menikah lagi kan." Tamrin tertawa menatap Joko.

"Eh apa aku mau demam ya kok tubuh ini terasa begitu dingin dan tidak nyaman." Ridwan mengusap tengkuk.

"Sebenarnya dari tadi aku juga merasakan hal itu Dan mungkin saja memang karena perubahan cuaca." Joko menjawab dengan cepat.

"Ini kalau siang panas bukan main dan kalau sudah malam begini teratas sangat dingin." sambung Amir.

Ridwan menatap ke sana kemari untuk memastikan terlebih dahulu, mereka adalah orang yang pernah selamat dari incaran para setan sehingga suasana seperti ini terasa begitu familiar dan Ridwan takut bila ternyata nanti ada sesuatu yang akan datang kembali untuk menghantui dia dengan berbagai macam cara.

"Ini tuh suasananya seperti ketika pohon pisang itu masih memiliki setan." Tamrin mendadak saja langsung membahas ke arah sana.

"Ah kau ini malah membahas masalah setan." Ridwan tidak ingin melanjutkan.

"Tapi emang benar sih, aku juga tadi sebenarnya nggak heran karena mendadak padahal suasana seperti ini." Joko sedikit tersenyum.

Ridwan semakin tidak nyaman karena dia memang mengakui tentang hal itu namun masih berusaha untuk menutupi rasa takut yang timbul di dalam hati ini, Amir tahu apa yang sedang di rasakan oleh Ridwan sehingga dia memutuskan untuk ganti topik saja agar tidak semakin larut dalam pembahasan yang menurut mereka akan begitu ngeri.

"Eh kau daripada lama jadi jomblo seperti itu maka aku memiliki pilihan untuk dirimu, Jok." Amir membahas masalah status Joko kembali.

"Siapa yang akan kau jodohkan dengan dia?" Tamrin penasaran juga sambil menyeruput kopi.

"Anak nya Pak Hardi kan ada dua itu yang masih gadis, kau bisa pilih salah satu diantara mereka." Amir tersenyum sambil menaikkan alis.

"Ah gila apa kalau aku harus memilih salah satu diantara mereka, Arumi jelas jauh lebih cantik dan bahkan Dia memiliki hati yang baik." Joko langsung menjawab dengan sewot.

"Tapi emang benar ya anak pak Hardi itu memiliki perbedaan yang sangat mencolok." Tamrin juga setuju dengan hal itu.

"Maksud ku tu, tidak masalah berwajah buruk karena nanti bisa melakukan perawatan atau segala macam. ini Anisa itu juga memiliki sifat yang buruk!" Joko kembali melanjutkan ucapan.

"Kesan nya jadi kita ingin menghujat saja." sambung Amir kembali.

"Iya, kadang aku menegur dia tapi tidak dia jawab dan langsung membuang muka seolah memiliki paras yang sangat cantik saja!" kesal Joko.

Wuuussssh.

Wuuussssh.

Joko agak kaget ketika dia baru selesai berbicara dan punggung dia terasa begitu dingin sekali tertiup oleh angin malam, tapi dia tidak peduli dengan hal itu karena menurut mereka pembahasan sedang serius tentang masalah Anisa, sebagai tetangga mereka memang sudah mengenal siapa gadis itu dan terkadang mereka juga agak kesal dengan tabiat buruk Anisa.

"Masih gadis tapi badan dia besar seperti itu dan seolah memang tidak melakukan perawatan." ujar Ridwan.

"Bahkan dengan janda keluaran sekarang saja dia pasti kalah saing." celetuk Joko.

"Oh kau jangan salah karena janda sekarang memang sangat menggoda! bumi gonjang ganjing, janda sekarang tiada tanding." gurau Amir.

Tamrin dan Joko langsung tertawa karena menurut mereka memang benar bahwa janda sekarang memang memiliki spek yang tidak biasa, namun itu hanya bagian luar saja dan mereka tidak mengenali pada bagian dalam sehingga tidak bisa mengenal juga bagaimana sifat atau bahkan tabiat buruk para manusia lain.

"Udah lah, nanti ke sana malah kita jadi membully anak orang." Ridwan menghentikan percakapan mereka.

"Tapi Anisa memang amit-amit sekali dia, sudah buruk muka tambah pula dengan buruk sikap." Joko geleng-geleng kepala dibuat nya.

"Jangan terlalu benci nanti malah kau jatuh cinta pula dengan dia." ejek Tamrin.

"Cuiih, demi Allah aku tidak akan Sudi." kesal Joko.

Joko terlihat begitu kesal karena dia memang tidak menyukai Anisa itu, bukan hanya karena paras saja tapi kelakuan buruk Anisa ketika bertemu dengan orang lain yang sama sekali tidak pernah membuat kesalahan kepada dirinya, coba pikiran Anisa selalu mengatakan bahwa orang-orang yang bertemu dia akan mengatai dirinya adalah gadis yang jelek, jadi pikiran buruk itu terus saja ada di dalam hati gadis itu.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Yeyet Rohaeti
jangan ada yg musnah lagi member ny mba pur thor, dah takut saya,kirain xiela mau di biarkan musnah 😄
Anonim
Mbak othor.. kenapa ya dewa iblis jarang ada di cerita?? Tolong dong sering libatkan dewa iblis di cerita
Kristiana Subekti
😱😱😱dewa iblis hebaaat👏👏👏👏
Anonim
Gila ya Anisa
Raffaza Direzky87
purnama pusing mikirin naksu/xueka gimana cara hadapi, ini malah dewa iblis seorang diri bisa mengalahkan naksu tersebut
Nana zweety
semoga xafier berhasil mengalahkan naksu itu... jangan di buat musnah ya thor xafiernya...
Nurr Tika
semangat dewa iblis semoga berhasil
Nureliya Yajid
Terbaik lanjut
Nurr Tika
lanjut
Erik Erik
di tunggu kelanjutannya kak
Erik Erik
setuju arya dengan nefertari biar gak kesepian lagi. Ngomong juga sama ceplas ceplos
Betri Betmawati
bawa aja fir kelembah biar Ditanya dulu SMA purnama
vania larasati
lanjut kak
Ayuk Witanto
bukanya kelemahan naksu ada pada leher sebelah kanan
Mamake Nayla
horeeeee...vir menang...🤭🤭🤭 bisa menyombong kan diri ini🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yanti ikhsan
hebatlah Xavier gercep bgt,,gak kayak purnama tiap ada masalah kelamaan mikir Mulu trus emosi tanpa ada kerja nyata keseringan member yg ngalahin musuh..
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
semoga aja bisa kalah
K & T K & T
eh bentar dulu..bukannya kelemahan dia di leher ya kata si siapa itu yg di danau,🤔 makanya kmren pas xafier mau nyerang ke dadanya naksu langsung di halangi sm si cewek danau 🤨
Aditya hp/ bunda Lia: iya bener semoga ajah beneran kalah si naksu atau bantuan segera datang jangan sampe dewa iblis dibikin musnah yah Thor
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
setuju thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!