Menceritakan tentang perjalanan empat sekawan para pria yang kaya raya, dan Cindy sari yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah karaoke
Semua kisah berawal dari Cindy yang akhirnya di nikahi oleh Aditya Pratama salah satu anggota empat sekawan CEO yang kaya raya dan baru pertama kalinya jatuh cinta
Tetapi karena perbedaan status keluarga Adit tidak menyetujui pernikahan tersebut, mereka pun menggunakan cara kotor untuk memisahkan Adit dan Cindy. Rencana mereka pun berhasil, Adit meninggalkan Cindy yang ternyata saat itu sedang berbadan dua
Cindy meninggal dunia saat melahirkan anaknya yang bernama Zahra Pratama
Bagaimana kah nasib buah hati mereka berdua ?
Apakah Zahra bisa membantu Adit bangkit dari keterpurukannya saat mengetahui semua kebenarannya ?
Lanjut di baca ya ada seribu kesedihan di dalam nya..
baru belajar maaf kalo masih banyak typo..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Sial Mita
Detik demi detik terus berjalan tanpa terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat, dan kini sudah hampir 2 bulan dari hari pernikahan Adit dan Cindy, Adit selalu membawa Cindy kemanapun dia berada. Baik itu ke kantor atau pun sedang pertemuan diluar kantor, bahkan bila dia sedang berkumpul bersama teman-temannya ke karaoke xx
Mita dan Rangga semakin dekat hampir setiap malam Rangga datang ke karaoke xx, bahkan Rangga sudah membelikan Mita sebuah apartemen yang memiliki satu kamar, saat Mita bilang ingin pindah mencari apartemen baru yang kamar satu, tetapi tidak pernah sekalipun Rangga mengajak Mita untuk berhubungan intim
Rangga juga sudah menceritakan kepada Mita tentang papanya yang sudah menjodohkan dia dengan anak salah satu rekannya yang sedang kuliah di luar negeri, itu juga salah satu alasannya Rangga tidak mau menyentuh Mita, karena Rangga mencintai Mita tetapi dia tidak mungkin menikahinya
Siang itu Mita keluar dari apartemennya untuk mencari makan siang, sebelum makan siang Mita berniat mampir di salah satu mini market untuk membeli segala kebutuhannya yang sudah habis, ketika Mita akan masuk ke dalam mini market itu Mita berpapasan dengan seorang wanita yang bernama Sinta, wanita yang paling dia benci saat ini wanita itu adalah mama kandungnya sendiri
" Dasar anak tidak tau malu " sinis
Mita pun tidak menggubris ucapan tersebut sesungguhnya dia hanya tak ingin membuat masalah, dan akhirnya Mita pun memutuskan untuk tetap melangkahkan kakinya ke dalam mini market tersebut
" Kamu punya telinga kan ? kamu dengar kan omongan saya..!! " Mama Sinta sedikit menaikkan volume suaranya
Mama Sinta merasa sedikit jengkel karena ucapannya di anggap seperti angin lalu oleh Mita, Mita membalikkan tubuhnya dan kini dia sudah berdiri tepat di hadapan mama Sinta. Entah mengapa Mita merasa tak bisa lagi untuk menahan diri
" Kamu mau apa ? " jawab Mita dengan sinis dan menunjukkan wajah tak bersahabat
" Kamu jangan tidak sopan sama orang tua, kamu ga ingat saya yang sudah mengandung dan melahirkan kamu, saya juga yang sudah menyekolahkan kamu sampe lulus SMA..!! "
" Apa yang saya kasih selama ini masih kurang ? sebut aja kamu mau berapa ? "
" Cih... Saya ga sudi terima uang kamu " jawab mama Sinta sambil membuang muka
" Selama ini kemana aja ? baru sekarang kamu bilang gitu " ucap Mita dengan entengnya
Mita mulai melangkahkan kakinya meninggalkan mamanya, dia membatalkan niatnya untuk masuk ke dalam mini market tersebut, dan hendak kembali ke dalam mobilnya untuk meninggalkan tempat itu
" Kamu dengar ya saya menyesal pernah melahirkan anak seperti kamu dasar PEREMPUAN MURAHAN..!! "
" Bahkan ayah tiri kamu sendiri aja pun sampe kamu goda, apa kamu sudah kekurangan lelaki..? "
Mita yang sudah membuka pintu mobilnya pun menghentikan langkahnya untuk masuk ke dalam mobilnya, tanpa menoleh dia pun mengucapkan sesuatu ungkapan dari rasa kekecewaannya
" Kamu salah saya yang menyesal lahir dari perempuan seperti kamu, perempuan yang lebih mempercayai ucapan orang yang baru dia kenal dari pada ucapan darah dagingnya sendiri "
"Oh ya kamu juga seharusnya sadar seandainya kamu ga nikah dengan laki-laki seperti itu, saya tidak akan menjadi perempuan murahan seperti sekarang "
Lalu Mita memutuskan untuk masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari tempat itu, mama Sinta hanya bisa terdiam mendengar ucapan terakhir dari Mita, di dalam hati kecilnya dia benar-benar ingin mengejar dan memeluk anaknya itu tetapi sudah terlambat Mita sudah melajukan mobilnya dan pergi menjauh
Mita memutuskan untuk kembali ke dalam apartemennya tanpa membeli apapun untuk makan siangnya, dia memilih untuk langsung ke kamar mandi lalu Mita berteriak sekuatnya untuk melepaskan semua beban yang ada di dadanya, dan Mita pun menangis hebat di bawah guyuran shower yang mengalir
Cukup lama Mita menangis meratapi semua yang terjadi pada dirinya, setelah merasa lebih tenang Mita pun keluar dari dalam kamar mandi dan mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu meraih ponselnya
" Sayang kamu dimana ? udah makan siang belum ? " sebuah pesan masuk di ponsel Mita dan ternyata pesan itu dari Rangga
" aku di apartemen, belum nanti aja lagi kurang nafsu makan "
" nanti kamu sakit loch "
" Sayang aku sekarang benar-benar lagi sedih aku butuh kamu "
" Sayang nanti malam kamu datang ga ? aku lagi butuh sebuah pelukan "
Rangga merasa sedikit aneh dengan pesan yang di kirim oleh Mita, karena seharusnya Mita sudah tau keberadaan Rangga pada saat itu, dia pun memutuskan untuk langsung menghubungi Mita
" Halo " Mita hanya diam seribu bahasa
" Kamu kenapa sayang ? " Rangga sedikit khawatir karena Mita tidak biasanya seperti itu, Mita tetap terdiam
" Sayang jangan diam aja, jawab kamu kenapa ? "
" Ga kok aku ga apa " jawab Mita dengan suara khas orang baru selesai menangis
" Kamu habis nangis ya ? kalo kamu ada masalah cerita ke aku "
" aku cuma butuh pelukan kamu saat ini "
Mendengar ucapan dari Mita ada perasaan kecewa terbesit di dalam lubuk hati Rangga pada saat itu, dia menyalakan dirinya sendiri yang menjadi tak berguna saat di butuhkan
" Maaf sayang sekarang aku lagi ga bisa temuin kamu, aku lagi di rumah papa kan kamu udah tau masalah aku "
" Oh.. Ya maaf aku lupa hari ini pertemuan keluarga kalian ya " tanpa terasa air mata terjatuh dari pelupuk matanya
" Maaf ya " lirih
" Ya udah aku tutup dulu ya teleponnya, nanti ga enak sama keluarga kamu "
" Ya udah sayang kamu istirahat ya, nanti selesai acara aku langsung hubungin kamu "
" Iya.. Bye.. " Mita pun memutuskan sambungan teleponnya
Rangga yang sedang berada di dalam kamarnya untuk menghubungi Mita benar-benar merasa bersalah pada dirinya sendiri, yang ada di pikirannya saat itu adalah Mita menangis karena dirinya
Sedangkan Mita yang sedang merasakan sakit di dalam hatinya karena perkataan dari ibu kandungnya, entah mengapa rasa sakit di dalam hatinya itu semakin bertambah mengingat Rangga sedang melakukan apa pada saat itu
Mita pun memilih untuk tidur setelah mengompres matanya dengan es dia merasa itu adalah pilihan terbaik pada saat itu, dia pun terbangun saat sudah hampir pukul enam sore, Mita memeriksa ponselnya dan tak ada satupun pesan dari Rangga, tetapi ada sebuah pesan dari om Bima
" Sayang om lagi di sini, kamu kerja kan nanti malam ? om mau datang ya "
" Ya sayang aku kerja, aku tunggu ya "
Mita memutuskan untuk langsung membersihkan dirinya dan bersiap-siap untuk bekerja pada malam itu, dia ingin melupakan sejenak semua masalah yang sedang menghampiri dirinya
" Ini sepertinya hari sial gw, di hari ini gw ketemu dia ( mama Sinta ) dan hari ini juga adalah hari lelaki yang gw suka akan bertunangan "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 😊
ciyeee yng bentar brp bln lagi nyusul jd papa