NovelToon NovelToon
[DISCONTINUE]If You Hate Me So

[DISCONTINUE]If You Hate Me So

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pena Putri

Hubungan pernikahan mereka penuh kepalsuan. Tak ada yang tau kebenaran dibalik senyum bahagia yang palsu itu. Grisha selalu menjadi budak yang dipaksa menurut seperti hewan peliharaan. Sedangkan Xeno adalah pemegang kendali yang menjalankan semua sandiwara ini. Meskipun disakiti berkali-kali, Grisha tetap mencintai suaminya sedangkan lelaki itu tampak begitu membencinya. Mampukah Grisha bertahan dengan cinta yang tak pernah terbalas? Atau melarikan diri untuk mencari kebebesan?

"Kenapa kau begitu membenciku, Xeno?"

"Ingat ya. Aku menikahimu hanya karena orang tuaku menyukai anak panti kampungan sepertimu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter - 31

"Kau sudah memikirkan ide nya?" Tanya Grisha saat mereka sudah sampai di tempat yang akan menjadi background pemotretan tunggal Kenzie.

"Sudah sih, tapi aku tidak yakin." Jawabnya yang terdengar lesu. Gadis berambut pendek itu memanyunkan bibir dengan tangan yang sibuk mengotak-atik kamera yang terlampir di tangannya. Sibuk mengatur lensa dan lain sebagainya.

Grisha merasa kasihan, namun ia tak bisa membantu apa-apa. Ia belum pernah merasakan bangku kuliah, maka dari itu ia tidak tau menahu urusan mahasiswa.

"Apa tema yang paling kau kuasai? Mungkin itu akan sedikit membantu." Saran Grisha.

"Yang paling ku kuasai ya? Hmm...tidak ada! Aku memotret secara random. Aku mengambil gambar apapun yang terlihat menarik. Hanya itu..." Jawabnya yang tambah membuatnya tak bersemangat.

"Kak Grisha bawa baju apa saja?" Tanya Kenzie seraya melirik tas berwarna hijau disamping Grisha.

Grisha mengambil tasnya itu lalu membukanya, "Aku hanya membawa yang menurutku bagus, bantu pilihkan ya."

Kenzie terbelalak saat melihat pakaian Grisha adalah pakaian bermerk semua. "Huwaaa!!! Ini kan pakaian mahal?!! Kenapa kau bisa mempunyainya? Kau beli sendiri? Atau pinjam? Gilaaa ini kan merk Channel? Astagaaaa" seru gadis berambut pendek itu dengan heboh.

Sedangkan Grisha hanya dapat menyengir kaku. Percayalah Grisha tidak mengerti merk mahal atau sebagainya. Semua pakaian mahal itu ia dapatkan dari Xeno dan mertuanya. Ia hanya asal terima saja meski tak pernah terpakai.

"Ah aku bingung!! Semuanya bagus! Aku ingin memoretmu menggunakan semua pakaian ini!"

"Hehe, pilih saja yang sesuai dengan ide mu."

Tak lama kemudian, suara deru mobil menghampiri mereka. Grisha menoleh dan seketika senyumnya melebar.

"Rayhan! Disini!" Serunya seraya melambai.

Rayhan balas tersenyum lalu keluar dari mobilnya. Lelaki itu tampak berkeringat, membuat kulit lehernya tampak mengkilat.

Kenzie yang menyadari momen aesthetic itu langsung mengambil kameranya dan memotret Rayhan yang berjalan mendekati mereka dengan tas selempang di bahunya.

Cekrek

"Uwooo aku dapat!!" Seru Kenzie senang sekali.

Rayhan dan Grisha kaget, tentu saja. Terutama Rayhan yang sedang berjalan tiba-tiba mendapat kejutan tiba-tiba seperti itu.

"Kau memotretku?" Tanya Rayhan yang dijawab anggukan si gadis berambut pendek.

"Lihatlah! Ini keren sekali padahal kau hanya sedang berjalan. Orang tampan memang menyebalkan!" Keluh Kenzie yang mengundang tawa dua orang dewasa di hadapannya.

"Maaf aku terlambat, ada banyak file yang harus ku urus tadi." Ucap Rayhan seraya membungkukkan badannya. Sifat kakunya kembali kambuh.

Kenzie berdecak dan melambaikan tangannya. "Tidak apa-apa, sesi foto-fotonya belum dimulai kok. Jangan khawatir."

"Baiklah kalau begitu." Jawab Rayhan lalu mengambil tempat duduk disamping Grisha

Kenzie tiba-tiba turun dari tempat duduknya, "Baiklah, karena semuanya sudah datang ayo kita mulai!!" Serunya bersemangat.

Kedua mata yang sipit terpaksa terbelalak saat mendengar seruan si gadis pendek. Bisa-bisanya disaat ia baru duduk dan gadis itu sudah mau memulainya?

"Apa kau tidak kasihan padaku? Aku baru saja duduk." Keluh Rayhan.

Kenzie mengedikkan bahu acuh, "Suruh siapa terlambat."

Grisha mencoba menahan tawa, terlebih saat melihat ekspresi Rayhan yang sedikit kesal. Rayhan sangat jarang mengekspresikan wajahnya kecuali hanya saat berdua, tapi kini lelaki itu bisa menunjukkannya pada orang lain juga.

"Tapi tadi kau bilang tidak apa-apa."

"Apa? Aku tidak ingat sudah mengatakan itu. Ah, sebaiknya ayo kita cepat mulai. Keburu hujan nih!" Seru gadis itu lalu berlalu begitu saja memasuki gedung yang akan menjadi tempat pemotretan mereka.

Grisha tertawa lalu berdiri, "Kau juga mau langsung pergi Grisha?" Tanya Rayhan dengan matanya yang memelas. Sungguh ia lelah sekali!

"Iya. Bokongku sakit karena terus duduk menunggumu. Jadi cepat dan jangan mengeluh, dasar pak tua." Ujarnya lalu menyusul Kenzie yang sudah masuk lebih dulu.

Meninggalkan Rayhan yang tercengang sendirian. "Apa semua wanita itu sama? Mereka menyebalkan. Hah~" keluhnya sebelum akhirnya menyusul kedua wanita itu.

Rayhan memasuki ruangan dimana ruangan itu akan menjadi ruang ganti dan rias mereka.

"Kak Ray bawa baju yang kusuruh tidak?" Tanya Kenzie yang sibuk mengatur Tripod untuk menyimpan kameranya.

"Euh...ya, aku bawa."

"Baguslah, kau bisa ganti baju duluan karena aku harus merias kak Grisha dulu. Wanita ini sangat aneh, punya wajah cantik tapi gak bisa make up. Kau menghina wajah kentang ku!" Seru Kenzie yang lagi-lagi membuat Grisha tertawa.

"Maaf merepotkan. Sungguh, aku tidak tau cara ber-make up."

"Tidak bisa sama sekali? Lalu yang kau pakai sehari-hari itu apa?"

"Hanya cream pelembab, bedak dan lipbalm." Jawabnya polos.

"Hanya itu?" Tanya Kenzie dengan wajah tercengang. Dan Grisha hanya mengangguk dengan lugu.

"Itu bahkan tidak bisa disebut make up. Tapi kau bisa secantik itu. Tolong berikan aku sedikit kecantikanmu!!"

Grisha tertawa, Kenzie benar-benar lucu. Padahal gadis itu juga cukup cantik, tapi sepertinya ia tidak cukup percaya diri.

Rayhan yang tak mengerti obrolan wanita lebih baik pergi dan segera mengganti pakaian seperti titah Kenzie tadi.

Kenzie memintanya untuk membawa pakaian bernuansa hangat. Ia tidak tau harus bawa apa, jadilah ia membawa sweater rajut. Itu juga termasuk ke dalam nuansa hangat, bukan?

Lelaki itu tak mengerti. Padahal ia bukan tipe orang yang mudah akrab dengan orang yang baru dikenal. Orang-orang selalu menganggapnya tidak menyenangkan karena sifatnya yang selalu formal dan kaku.

Tapi bersama kedua wanita itu, ia bisa menjadi dirinya sendiri. Bahkan mereka tidak mempermasalahkan sifat kaku nya. Itu membuat perasaannya menghangat.

Setelah berlama-lama di dalam ruang ganti, akhirnya lelaki itu keluar juga.

Saat keluar, ia menemukan Kenzie yang tengah memoles riasan pada wajah cantik Grisha.

Ini pertama kalinya ia melihat Grisha memakai riasan meski itu hanyalah riasan sederhana. Grisha sangat cantik. Ah, tidak. Dia super duper cantik!

Rayhan bahkan tidak berkedip sama sekali.

"Ah, Ray! Tunggu sebentar lagi ya. Aku tinggal merias rambutku." Seru Grisha yang tak enak karena proses dandannya memakan waktu lebih lama.

Seruan Grisha memecahkan lamunannya yang berkelana entah kemana. Lelaki itu seketika salah tingkah dan wajahnya merona.

"Ah, tidak apa-apa. Aku akan menunggu."

"Sudah selesai kok! Tinggal menata rambutnya saja." Sahut Kenzie lalu beralih ke belakang Grisha untuk menata rambutnya.

Saat Kenzie berpindah, barulah ia dapat melihat wajah Grisha secara utuh. Dan untuk yang kesekian kalinya, wajah lelaki itu memerah. Kali ini disertai degup jantungnya yang tiba-tiba berpacu lebih cepat.

Grisha benar-benar cantik.

"Sudah selesai!" Seru Kenzie dengan semangat. Gadis itu merasa bangga pada diri sendiri karena telah menciptakan dewi anggun dihadapannya.

"Ah, terima kasih Kenzie." Sahut Grisha lalu mengambil cermin kecil untuk melihat hasilnya.

"Tidak buruk," komentarnya.

Kenzie tersenyum bangga, "Tentu saja! Aku memang hebat!"

Lalu Kenzie melirik ke arah jam dan seketika gadis itu terkesiap kaget.

"Ah!! Ini waktunya sesi foto Kak Rayhan!"

Rayhan yang terkejut namanya dipanggil reflek menunjuk dirinya sendiri. "Aku?"

"Ya, aku punya ide yang bagus untuk mu. Ayo cepat! Sebelum momen itu hilang!"

Kenzie segera menyambar kameranya dan menyeret Rayhan. Grisha mengikuti dibelakang seraya menahan tawa.

Kenzie yang energik, dan Rayhan yang pendiam. Mereka sangat cocok. Ah, mungkin saja tidak.

Kenzie berhenti saat menemukan sebuah jendela. Gadis itu tiba-tiba menyuruh Rayhan untuk berjongkok dengan mendorong kedua bahunya kebawah.

"Ada apa?!" Tanya Rayhan sedikit sebal.

"Kita akan memotret disini." Sahutnya seraya memfokuskan lensa kameranya.

"Disini? Tapi kenapa?"tanya nya bingung.

"Disini bagus. Ada bayangan matahari terbenamnya." Sahut Kenzie yang mulai memfokuskan lensa kameranya.

Gadis itu terkesiap, Rayhan tampan sekali. Terlebih saat cahaya itu menerpa wajahnya yang rupawan.

"Bisakah kau agak menyamping? Aku rasa itu pose yang bagus." Titahnya dan Rayhan pun mencoba mengikuti.

"Begini?"

"Ya! Tahan!"

Rayhan mulai berpose. Dengan mata yang tak berhenti takjub, Kenzie pun berhasil memotretnya.

"Kereeeennnnnn!!" Serunya antusias. Gadis itu terpekik senang kala hasil jepretannya melampaui ekspetasinya.

"Coba lihat." Ujar Grisha dan ia pun sependapat. Ray terlihat sepetri pria yang kalem.

"Uhmm...aku beri tema foto ini adalah Senja!" Serunya, gadis itu masih dilanda senang.

"Hanya itu?" Tanya Rayhan yang dijawab anggukan antusias si gadis photograhper.

"Sekarang giliran Kak Grisha!" Serunya seraya mendongak, menatap Grisha yang tampak kaget.

"Eh, aku? Apa sesi foto Rayhan sudah selesai?"

"Hmm, karena kalian sempurna. Kemungkinan kita tidak akan berlama-lama, hehe." Kenzie menyengir, menampilkam deretan giginya yang putih.

"Baiklah kalau begitu, kita akan mengambil foto dimana?"

Kenzie berjalan lebih dulu dengan mata yang fokus pada kameranya.

"Kita akan foto di ruang make up. Ayo!" Ujarnya. Grisha segera mengikuti dari belakang diikuti Rayhan disebelahnya.

Grisha menyenggol lengan Rayhan hingga lelaki itu menoleh padanya.

"Tadi itu kau keren sekali." Puji Grisha yang mana membuat Rayhan salah tingkah. Lelaki itu memalingkan wajah untuk menyembunyikan wajahnya yang merona.

"K-kau terlalu berlebihan..."

Grisha menunduk, mencoba mencari wajah Rayhan. "Kau malu? Payah.." ejeknya dan seketika tertawa.

Diam-diam Rayhan melirik dari ekor matanya. Grisha terlihat sangat anggun saat sedang tersenyum. Manis sekali...

Mereka kembali memasuki ruang rias. Kenzie menyalakan lampu rias dan menyuruh Grisha berdiri disana.

"Kenapa harus disini?" Tanys Grisha kebingungan.

"Ini konsepku. Konsepku adalah bidadari yang bercahaya, hehe!" Ujarnya.

"Apa???"

"Bercanda! Konsepku adalah Putri anggun yang berseri. Dia bersinar diluar, namun terlihat sedih didalam. Itu cocok sekali dengan pesonamu!"

Deg

Grisha tersenyum kikuk. Ujaran Kenzie seakan mengungkapkan kebenarannya. Grisha memang tampak ceria dan baik-baik saja. Namun saat tak ada yang melihat, dia selalu memasang wajah sedih.

Grisha memilih untuk tersenyum dan seperti biasa, bersikap seolah baik-baik saja. "Aku harus bergaya seperti apa?"

"Terserah. Turuti saja instingmu, hehe." Nyatanya Kenzie tidak membantu sama sekali.

Grisha mencebikkan bibir lalu memilih untuk mencari pose. "Begini?"

"Melirik kesini sedikit--aah! Tahan!"

Cekrek

"Aaaahh cantik sekali!!" Lagi-lagi Kenzie berseru gemas. Memotret orang yang memiliki wajah rupawan ternyata menyenangkan.

"Mana coba kulihat." Grisha berlari kecil menghampiri Kenzie karena penasaran dengan hasilnya. "Wahh, lumayan bagus."

"Akan kusimpan!" Seru Kenzie.

"Ahh, akan sayang sekali kalau ini akan berakhir. Kita foto-fotoan sajalah! Cepat-cepat kalian berpose, aku akan memotretnya."

Kenzie menyuruh Rayhan dan Grisha untuk berdiri berendengan. Mereka terlihat canggung namun sepertinya hanya Rayhan yang merasa seperti itu. Karena nyatanya Grisha baik-baik saja saat menjadi objek foto gadis itu.

Kenzie memang terniat. Gadis itu memotret dengan berbagai angle dengan posisi tubuhnya yang absurd. Kadang rebahan, jongkok, tengkurap, bahkan menempel di dinding. Mungkin suatu saat nanti gadis itu bisa menjadi photographer terkenal.

Mereka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang hingga tak terasa hari sudah berangsur malam.

.....

"Tuh kan jadi keburu hujan." Keluh Rayhan dengan bibir yang cemberut.

Lelaki itu mengulurkan tangannya untuk menyentuh rintik hujan yang semakin deras.

"Hehe maaf. Habisnya aku terlalu bersemangat. Kalian keren-keren jadi aku tak bisa berhenti memotret." Sahut Kenzie yang merasa bersalah.

"Kau memang selalu bersemangat. Lain kali tenangkan dirimu." Cibir Rayhan.

"Ya maaf Bang. Kau sensian sekali sih. Kak Grisha saja tidak masalah, huh." Cibir baliknya.

"Jangan khawatir. Aku bawa payung!" Seru Grisha seraya menunjukkan payungnya.

"Apaan? Cuman satu?" Kenzie memanyunkan bibirnya.

"Percuma, hujannya semakin deras." Ujar Rayhan.

Grisha mengulurkan tangannya, menyentuh rinai hujan yang membasahi tangannya.

"Kau benar..."

Kenzie yang melihat sesuatu yang menarik baginya, langsung menyiapkan kamera dan lagi-lagi memotret Grisha yang tengah menikmati hujan.

"Eh? Kau memotretku?"

"Kau harus berhenti memotret orang secara tiba-tiba." Ray ikut-ikutan.

"Habisnya aku tak bisa menahan diri. Kenapa saat kalian melalukan hal tak penting pun kalian masih tetap terlihat mempesona! Ini tak adiillll!" Rengeknya.

"Kau ini, ada-ada saja." Kekeh Grisha. Namun detik berikutnya tubuh gadis itu menggigil. Ia lupa membawa jaket.

Rayhan yang melihat itu langsung melepaskan mantel yang dipakainya dan memakaikannya pada pundak Grisha.

"Eh?" Grisha kebingungan.

"Pakailah. Tubuhmu menggigil kedinginan. Pakai saja."

"Tapi bagaimana dengan mu?"

"Aku masih pakai sweater bekas pemotretan tadi. Jadi tak masalah."

"Baiklah kalau begitu. Terima kasih." Grisha memberikan senyum terbaiknya, yang mana langsung membuat Ray salah tingkah.

"EKHM! JANGAN JADIKAN AKU OBAT NYAMUK!" Pekik Kenzie yang membuat kedua orang dewasa itu tertawa.

"Aku juga kedinginan. Kenapa kau tak memberikan sesuatu padaku?" Celetuk Kenzie dengan ketus.

"Untuk apa? Kau sudah pakai hoodie tebal begitu. Nanti tubuh kecilmu semakin tak kelihatan kalau pakai baju tebal-tebal." Sahut Rayhan.

"Sialan! Aku tidak mau tau! Kau harus mentraktir kami makan!"

"Hah? Kenapa harus aku?"

"Gampang saja, kau lelaki satu-satunya disini. Dan kau menyebalkan. Jadi terima saja nasibmu." Ketusnya. Kenzie menarik tangan Grisha dan ikut masuk kedalam payungnya.

"Ayo Kak Grisha, kita pergi ke rumah makan disana. Biar lelaki sipit tak berguna itu yang membayarnya." Lalu pergi dengan Grisha menggunakan payung.

"Hey!! Aku ditinggal? Kalau aku kehujanan bagaimana?"

"Bukan urusanku!!" Sahut Kenzie dari kejauhan yang mana membuat tawa Grisha meledak.

"Haishh. Wanita memang mengerikan!" Keluhnya lalu berlari dengan tangan yang digunakan sebagai payung untuk menyusul mereka.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata sejak tadi tengah memerhatikan mereka. Ditangannya terdapat foto yang menampilkan momen saat Rayhan memakaikan mantelnya pada pundak Grisha.

Sosok itu menyeringai, "Aku yakin dia akan senang dengan foto ini."

Ps: Hallo pembaca semua, saya selaku Author dari novel ini akan memberitahukan bahwa mulai tanggal 1 November ini, novel If You Hate Me So akan diupdate dua kali sehari.

Yang pertama pukul 00.00 WIB (Agar bisa dibaca pas bangun tidur dan pas waktu istirahat)

Dan yang kedua akan di update pukul 18.00 WIB (Agar bisa dibaca sehabis melakukan aktivitas dan sebelum tidur)

Sekian, Terima Kasih.

Salam hangat, Blue Comet

1
Cacha_Bee🐝
bagus
Cacha_Bee🐝
masi nunggu
ni thor,dr 2021 smpe skrg.ternyta ga update2 juga pdhl udh berharap suatu saat novel ini dilanjutkan 😭😭🙏🙏
Galuh Indra Haryanti
karakter jessie itu artis thailand min... bukan bule
kavena ayunda
jahat bgt di kasih nama kambing hitam goblok sakit bgt bacanya q
bundaoskaa
typo nama
Awan
Hay author bisa follback gue ada tawaran menarik buat lu
Su Sin
episode ini haru thor
Su Sin
jurig kebon 🤣🤣🤣
dhapz H
xeno nya aja yg berpikiran jahat
dhapz H
xeno klo tau kaki grisha patah kok tdk di bawa ke mh skt
dhapz H
pergi dan tinggalkan xeno jls dia membencimu
dhapz H
jangan senang dulu
dhapz H
kasian grisha hrs berjuang sendiri
dhapz H
siapa yg bener" mencintai
dhapz H
klo hanya cinta sebelah kenapa hrs ada pernikahan
Mitsuka_chan
hueee sedih bgt ini novel kaga di lanjut :(( xeno baik" ya jgn nakal lagi lu

love u pokoknya
en_en
aku juga berharap suatu saat nanti cerita ini akan dilanjutkan. tiwas bacut seneng critane
Abi Mancung
amit"Thor ko dibuat lelakinya GX punya otak buat berfikir,terlalu.!kaya binatang punya otak GX pnya pikiran
Novie Achadini
jurig kebon😀😀😀ada2 aja author nya humoris
Selvi Tyas
kita bisa bertahan apa bila yg kita pertahankan jg bisa untk dipertahankan🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!