Tentang kebencian terhadap keluarga sendiri,Andra Gunawan.Tuan muda kaya raya yang penggangguran bertekat untuk menjadi penghancur keharmonisan keluarga nya sendiri.
Pelangi gadis pemilik senyum manis yang hidup nya porak poranda setelah bertemu Andra.
Dua kepribadian yang bertolak belakang,mampukah mereka menjalin kedua sisi tali yang berseberangan menjadi satu????
Hello Plend!
Mohon kritik dan saran yang membangun.
Terimakasih.😇😇😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.Saingan
Sebulan berlalu
Kini dagangan kue-kue dan aneka gorengan Pelangi dan Martha semakin banyak jenis nya.
Walau untung tipis,namun putaran omset nya lumayan,membuat kedua gadis itu semakin semangat.
Meski sempat sedikit terkendala dengan suasana hati Martha yang berubah-ubah,namun itu tidak mempengaruhi antusias mereka dalam berjualan kue di pasar tradisional.
Mungkin ada tangan yang tak kasat mata yang mengendalikan nasib kedua nya didalam mencari pekerjaan.Hingga saat ini surat lamaran yang sudah di edarkan Martha,tidak membuah kan hasil.
Sudah satu bulan,namun belum ada panggilan interviu yang mereka terima.
Sehingga fokus mereka kini tertuju pada jualan kue mereka.
"Ini aku punya 789,790,791....830 ribu Pel."
Martha menyerah kan hasil omset yang di hitung nya.
"Di Ibu ada sekitar 1208 ribu"
Ibu panti juga melaporkan hasil perhitungan nya.
"Di aku ada 689 ribu,jadi mari kita total dulu secara keseluruhan semua omset kita selama sebulan.830+1208+689 ditotal jadi 2727 ribu.
Kita menggunakan tepung tapioka sebanyak 15 kg,dengan harga 10.000 per kg nya,total nya 150.000.
Ditambah terigu 35 kg,dengan harga 12000 per kg nya,total nya 420.000.
Gula putih sebanyak 10 kg,dengan harga 18000 per kg nya,total nya 180.000
Gula merah 10 kg,dengan harga 22000 per kg nya,total nya jadi 220.000
Untuk biaya tak terduga di tambah kelap parut adalah 412.000,jika kita total semua maka jumlah modal kita adalah 1.382.000,keuntungan kita adalah RP.1.345.000"
Pelangi menyebut kan keuntungan dagan mereka dalam membuat kue dan gorengan.
Mendengar angka yang di dapat lumayan besar untuk sekelas jajanan pasar,Ibu dan Martha sangat bahagia.
"Puji syukur Tuhan"ucap mereka dengan bahagia.
"Gak nyangka Pel,idemu untuk tidak diam membuat kita mengenal cara baru untuk mendapat kan uang"
Martha dengan mata nya yang berbinar-binar begitu semangat memuji Pelangi,seperti nya dia sudah lupa dengan ketidak nyamanan hati nya ketika Pelangi dan Andra sangat dekat.
"Ini juga berkat kamu,kalau kamu gak dukung,aku juga gak bisa"
Pelangi tidak ingin menerima pujian untuk dirinya seorang,dia paham bahwa ini berkat kerja keras mereka bersama.
Uhuk uhuk
Suara batuk yang dibuat-buat terdengar dari arah pintu,yang mengganggu momen bahagia mereka.
Di pintu kamar Pelangi dan Martha,berdiri Andra dengan tampang jaim nya.
Ditangan nya ada sekantong keresek hitam yang entah apa isi nya.
"Oh..hanya kalian berdua ya,jika bukan karna wajah tuan muda ini,apa menurut kalian dagangan kalia akan laku?"
Sindir nya dengan penuh aura masam.Dia meresa sangat dirugikan,kenapa nama nya tidak di ikut sertakan dalam perjuangan menjual kue itu.
"Oh tuan muda yang terhormat,terimakasih atas bantuan wajah anda." perkataan Pelangi membuat Andra seperti meninju kapas.
Kedua gadis itu hanya memandang nya dengan mengejek.
Hem...
Dia buang muka dan kemudian melangkah kan kaki nya masuk,lalu duduk di sebelah Ibu panti.
"Apa Ibu juga berfikir seperti mereka?" bahkan nada bicara nya seperti nada bicara anak kecil yang sedang merengek.
Hahaha
Ibu panti hanya menggeleng seraya tertawa pelan.
"Tentu saja semua karna mu,bagaimana mungkin kue jadul itu bisa laku keras,jika bukan karna mu"
Andra sangat senang mendengar pujian Ibu panti pada nya.Dia bahkan memberikan senyum mengejek pada kedua gadis itu,yang sudah kesal karna merek merasa Andra mencuri Ibu mereka.
Ibu panti hanya menggeleng-geleng kan kepala nya melihat sifat tengil Andra.
"Baiklah-baiklah jangan memulai pertengkaran,mari kita bagi hasil saja dulu"
Usul Ibu panti bijak.
"Tunggu dulu,jangan pikirkan pembagian yang tidak seberapa itu.Lihat aku bawa apa ini?"
Andra akhir nya ingat tujuan nya datang sambil membawa-bawa kantong keresek.
Dia menuang isi nya ke meja dan menperlihat kan nya pada mereka semua.
Mata mereka sontak terbelalak lebar melihat kue-kue dan gorengan yang bentuk,warna dan kemasan yang sama persis dengan milik mereka.
"I ini ini.."Martha bahkan tidak mampu berkata-kata.
"Ini aku temukan pagi ini,tadi nya aku hanya lewat karna kita tidak jualan dua hari ini.Namun tiba-tiba aku di datangi oleh para ibu-ibu langganan kita dan marah-marah.Ketika aku bertanya ada apa,mereka hanya mengatakan kalau kita menjual kue basi,banyak sari gula dan gorengan yang bermalam.
Aku ingin membantah,tapi mereka lebih dulu pergi.Jadi aku hanya bisa mencari tau dan menemukan ini."
Jelas nya panjang lebar.
"Boleh Ibu beri saran??" Ibu panti angkat bicara.
"Boleh dong bu,kan Ibu,Ibu nya kita"
Andra langsung merangkul tangan Ibu panti serta mengayun-ayun kan nya.
Pelangi dan Martha sontak merinding,melihat pria arogan,narsis dan tengil ini berpura-pura manja kepada Ibu mereka.
"Kamu selalu tau cara menyenangkan Ibu ya."gurau Ibu panti menanggapi tingkah manja Andra.
"Hanya pada Ibu,ini rahasia kita berdua" bisik nya yang sejujur nya sangat dapat didengar oleh kedua gadis di seberang nya.
"Lalu kamu menganggap kami apa?" ketus Martha.
"Tembok" singkat,padat dan jelas.
"Kamu kamu"
Wleee
Andra malah menjulurkan lidah nya mengejek Martha,hal itu membuat Martha semakin kesal.
"Oke berhenti kalian,Bu apa pendapat Ibu"
Pelangi menghentikan tingkah kedua orang ini,sebelum semakin menjadi-jadi.
"Karna ini tentang makanan dan juga laris manis,pasti akan ada peniru nya.Apalagi jajanan seperti ini sudah ada sejak lama.Saran Ibu hanya satu,tetap pertahan kan rasa dan kualitas nya.Meski akan banyak persaingan untuk dagangan serupa,tapi jika kita tetap mempertahan kan kualitas kita,maka Ibu rasa pelanggan kita akan tetap bertahan pada kita." jelas Ibu panti dengan bijak.
"Tapi kan mereka sudah terlanjur tertipu bu,inu bukti nya" Andra langsung membantah ucapan Ibu panti mengenai pelanggan yang setia.
"Kan masih ada kamu,dengan wajah tampan mu,kamu tinggal tanyakan,apakah mereka membeli dari pria tampan seperti mu" goda Ibu panti.
Hahahah
Andra sontak tertawa terbahak-bahak,dia sangat senang dengan kata-kata Ibu panti yang memuji nya.
Sungguh sudah dua puluh tahun berlalu sejak ada seorang Ibu yang memuji nya.Kini dia mendapat kan nya kembali di tempat ini.
Dia jadi tidak tega karna sudah melibat kan Ibu baik ini kedalam masalah keluarga nya.
'Aku tidak akan pernah meminta maaf bu,tapi aku bisa berjanji,aku akan melindungi kalian' batin nya.
Lalu memelum Ibu panti dengan erat.
"Apakah pria ini tidak malu merebut Ibu kita" kesal Martha.
Pelangi hanya diam,sembari menatap Andra.
Dia melihat ada jejak kesepian dan keinginan di mata Andra,dia juga ingat pernah melihat nya di mata sang mantan pacar.
Ah..
Mengingat Wily,kembali membuat hati Pelangi mendung.
Boleh kah dia bertanya,apa kabar mantan???
Tapi siapa yang bisa memberikan dia jawaban yang memuas kan??
'Kak Wil..' bisik nya lirih.