Kerajaan Danemor menjadi sebuah kerajaan yang kuat setelah Raja Adolf I telah naik takhta menggantikan raja sebelumnya, namun dibalik kuatnya kerajaan itu, menyimpan sisi kelam yang sangat mengerikan, Raja yang sangat keji terhadap musuh dan rakyatnya sendiri, pertumpahan darah sangat lumrah terjadi di kerajaan Danemor.
Kelahiran seorang anak laki laki menjadi harapan untuk semua orang untuk menggulingkan takhta Raja Adolf I, mampukah anak harapan itu mampu melakukannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sergey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Era baru
Sampai di istana, seluruh prajurit sangat terkejut dengan sosok yang berpakaian hitam dengan jas dan dasi hitam yang menawan, dikombinasikan dengan celana hitam mengkilap ditambah sabuk berada di perut, sosok itu menjelma menjadi seorang yang sangat kharismatik, Adolf dengan tenang melangkah masuk kedalam istana, para pelayan wanita yang melihat penampilan Adolf tersipu malu dengan wajah merona, Eva mendengar keramaian dan keributan dari seisi istana segera keluar dari kamar nya, ia bertanya pada salah satu penjaga.
"Ada apa dengan suara keributan ini?."
"Putri, sebaiknya anda sendiri menemui baginda raja di aula istana, anda akan tahu sendiri apa yang menyebabkan istana ini ramai."
Eva mengangguk dan bergegas ke aula istana, sesampainya, Eva tertegun sejenak, dengan langkah perlahan ia mendekati sosok itu, peka dengan kedatangan tunangannya itu, Adolf buru buru melangkah menuju Eva, dengan jarak yang semakin dekat, Eva langsung memeluk Adolf.
"Anda sangat tampan sekali yang mulia, aku baru pertama kali melihat pakaian yang sangat menawan sekali."
"Ternyata kamu menyukai pakaian ku, syukurlah."
"Bahkan tanpa pakaian ini, aku selalu mencintaimu yang mulia."
"Sang permaisuri sangat manis ketika berbicara."
Eva tersipu malu, ia melepas pelukannya dan berjalan mundur ke pinggir aula, Adolf batuk kecil untuk menghilangkan canggung seluruh orang, ia menatap seluruh orang yang ada di aula, mulutnya perlahan terbuka.
"Aku telah mengeluarkan perintah pada salah satu perusahaan pakaian untuk memproduksi pakaian untuk prajurit, meski bukan lagi menggunakan zirah, dengan perkembangan teknologi persenjataan, kekuatan industri dan ilmu pengetahuan, mulai sekarang, aku raja Kerajaan Danemor menyatakan bahwa kerajaan kita telah memasuki zaman pencerahan." ucap Adolf dengan lantang.
"Kita tidak lagi mengikuti budaya lama, kebiasaan buruk yang telah menjamur di seluruh negeri, harus segera diberantas, kita melangkah menuju hal yang baru, sesuatu kebiasaan yang baik untuk kita semua, yang pasti adalah kesejahteraan seluruh rakyat Danemor."
"Yang pertama, aku tegaskan kembali, tidak ada lagi bangsawan yang memiliki tanah, semua tanah kerajaan Danemor adalah milik kerajaan, semua prajurit, sepenuhnya milik kerajaan, dan status bangsawan hanyalah simbolik bukan yang memegang kendali tertentu, yang kedua, inovasi, pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk era kita yang baru, mulai hari ini, seluruh anak anak Danemor, baik kaya maupun sederhana, wajib menempuh pendidikan selama 9 tahun, aku akan membentuk ulang kementerian yang bertugas menangani pendidikan, yang ketiga, sampaikan kepada seluruh orang rakyat maupun pejabat, untuk terus menjaga kebersihan, jika kedapatan perilaku kotor, hukuman berat akan menanti, yang ke empat, untuk mengawasi pejabat menjalankan tugas semestinya, aku membentuk petugas sensor, dan setiap pejabat wajib melapor kegiatan apa yang mereka lakukan dan dampak untuk rakyat, laporan wajib datang sekurangnya tiba 3 hari, untuk daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, akan mendapat toleransi keterlambatan, tetapi tidak lebih dari 5 hari, sebagai ganti nya, survey penduduk akan dilakukan secara besar untuk menilai kinerja pejabat pengelola daerah, yang kelima, intervensi kepercayaan, sampaikan kepada semua orang mengenai kebenaran yang mutlak, bahwa hanya ada satu Tuhan saja yang ada di dunia ini, aku sudah muak melihat orang yang berdebat dewa atau dewi mana yang kuat, saya tegaskan, tidak ada yang namanya dewa dewi, hanya ada 1 Tuhan yang mengawasi, memberi anugerah kepada seluruh makhluk nya."
Seluruh orang di aula sangat terkejut dengan pernyataan Adolf, pernyataan pertama dan keempat masih bisa mereka cerna dengan baik, namun pernyataan yang terakhir membuat mereka terpukau, Jhon segera mengeluarkan pendapatnya.
"Yang mulia, pernyataan anda dari pertama sampai ke empat, semua rakyat telah menjalankan perintah anda dengan baik, namun yang kelima, ini tidak lah mudah, doktrin penyebaran ajaran dari uskup suci telah mengakar kuat, tentu dengan menyatakan tidak adanya dewa dewi akan menimbulkan kehebohan hebat di seluruh penjuru negeri, tentu stabilitas negara akan kacau." ucap Jhon.
"Kita bentuk komite kepercayaan yang baru sebagai solusi, dimana ideologi Danemor dan kepercayaan spiritual tegak bersatu melengkapi satu sama lain, tentu proses nya tidak cepat, dengan perlahan tapi pasti, hasil akan terlihat dengan jelas, pernahkan kalian semua benar benar percaya bahwa dewa dewi yang selama ini diajarkan oleh uskup dari negara tetangga ini ada?." tanya Adolf
Banyak dari mereka yang menggelengkan kepala, adapula yang ragu ragu, bahkan tak sedikit yang percaya dengan ajaran uskup, Adolf pun menatap yang percaya dengan ajaran uskup.
"Aku mendengar banyak dari rakyat kita saling membunuh hanya karena marah dewa nya diolok olok, marah karena dewi nya dibilang lemah dan sebagainya, atau kah mereka sebenarnya tidak ada, dan ajaran ini hanyalah mainan politik untuk mengontrol rakyat untuk tetap patuh, jika jahat mereka mengutuk, jika baik mereka berkata dia akan memberi rahmat, mendapat pengikut, uang donasi amal untuk berpesta ria dan menyerang negara lain, benar begitu?."
Pertanyaan Adolf membuat orang yang percaya ragu dengan apa yang mereka percayai sebelumnya, Adolf pun melanjutkan.
"Sifat fanatisme pada sesuatu yang tidak ada, hanya akan melahirkan kebodohan terstruktur, ajaran uskup hanya untuk patuh, jika melenceng, bahkan beropini dengan logika matang, akan dianggap seseorang yang sesat dan membahayakan, ya benar, bahaya untuk kepentingan mereka, bukan untuk rakyat, pikirkan kembali, jika benar dewa dewi itu ada, untuk apa emas, perhiasan? Bukankah mereka tinggal menciptakannya? Jika tidak mampu, artinya mereka bukanlah ilahi, selama ini kalian telah ditipu oleh orang yang kalian anggap suci selama ini, betapa bodohnya..." ucap Adolf dengan sinis.
Semua orang terdiam dengan pernyataan Adolf, apa yang mereka dengar, itu adalah fakta yang terjadi di kenyataan, Jhon langsung membungkuk dan berteriak.
"ERA BARU TELAH DIMULAI, DANEMOR MENUJU KEJAYAAN!!!." Teriak Jhon dengan lantang.
Seluruh orang mengikuti Jhon dan berteriak dengan lantang.
"DANEMOR MENUJU KEJAYAAN!!!." Teriak seluruh orang.
Adolf mengangkat tangannya, dan seluruh orang diam dan tenang kembali.
"Misi untuk mencegah ajaran sesat ini, pertama, seluruh penjuru perbatasan menutup akses untuk orang asing, hanya akses pedagang makanan asing yang boleh memasuki kerajaan, pengecekan ketat dijalankan, kedua, tangkap orang yang menyebarkan paham ajaran sesat, eksekusi umum dijalankan, kerajaan akan menyelamatkan orang yang masih bisa diselamatkan, dan akan mengeksekusi nagi yang sudah tak bisa ditolong, Kalian para staf kementrian sosial, harus mampu menyebarkan paham ajaran yang baru, untuk informasi ini, tunggu dari arahan ku selanjutnya, kementrian pendidikan bekerja sama dengan kementrian sosial, hasil akan dilihat setahun kemudian, jika lebih cepat dari estimasi perkiraan, kalian akan mendapat penghargaan dan bonus akan menanti kalian, apabila gagal dari projek ini, konsekuensi serius akan kalian dapatkan, menteri perekonomian, tingkatkan industri untuk membuka lapangan pekerjaan untuk rakyat, saya sangat senang apabila kalian saling bekerja sama untuk projek ini, semakin cepat semakin baik hasilnya."
"Kami siap melaksanakan perintah anda yang mulia!!." ucap seluruh pejabat.
"Baiklah kalian boleh membubarkan diri, Jhon dan Eva tetap disini."
Seluruh orang keluar dari aula, kecuali mereka bertiga yang berada di aula...