📌Season kedua dari THE QUEEN OF MAFIA
📌Disarankan membaca THE QUEEN OF MAFIA terlebih dahulu.
Mengisahkan tentang seorang gadis yang ditinggal oleh kekasih masa kecilnya, semenjak itu ia berubah menjadi datar dan dingin, ia juga mewarisi mafia yang didirikan oleh Momynya, ia biasa disebut sebagai Queen ke-dua.
Gadis tersebut adalah putri semata wayang dari Azkadina Anderson dan Arion Adhitama Robertson.
Ia melewati hari harinya selalu bersama dengan sepupu dan teman yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri, hingga mereka memutuskan untuk tinggal dalam satu mansion, tanpa disangka mereka bertemu dengan orang yang selama ini mereka cari dan tunggu tunggu.
Apakah dia akan bertemu dengan pujaan hatinya?
Penasaran? Simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
"Anak anak, hari ini kita kedatangan mahasiswa baru pindahan dari negara F," ucap sang Dosen "sekarang perkenalkan nama kalian." Surun Dosen pada Aqila dkk
"Kenalin nama gw Aqila, gw anak leader mafia King Tiger." Ucap Aqila dengan gaya sombongnya
"Gw Sintiya, bokap gw pengusaha terkenal, jangan macem macem." Ucap Sintiya
"Gw Dinda, bokap gw pengacara, kalo lu pada macem macem ama gw, gw bakal penjarain lu pada." Ucap Dinda sok sokan
"UCHHHH TAKUT" Ucap para Mahasiswa menahan tawanya, yang membuat Aqila dkk kesal
"Muka udah kaya tembok, dicat lima lapis biar nggak bocor." Ejek salah satu mahasiswa
"Baju udah kaya kurang bahan, sini gw bikinin baju, nyokap gw disigner baju." Imbuh salah satu mahasiswa
"Rambut udah kayak pelangi." Ejek Jovian
"Gigi dipagerin, udah kayak pekarangan rumah." Ejek Adrian
"Lipstik udah kayak jalan tol, panjang bener." Imbuh Marvin mengejek
Sontak semua Mahasiwa tertawa terbahak bahak
"Hahahaha hahahhaha, cabe dipasar lebih berkualitas." Ucap serempak Mahasiswa mengejek Aqila dkk
Aqila dkk yang sudah dibuat malu hanya bisa menahannya tanpa ingin membalasnya
"Yang duduk disebelah cewek datar itu ganteng banget, pasti kaya, gw harus bisa dapetin dia." Batin Aqila memandang Marvin
"Gantengnya." Batin Sintiya terpesona pada ketampanan Adrian
"Pangeran, pasti tajir." Batin Dinda memandang Jovian
Marvin dkk yang sadar ditatap oleh Aqila dkk hanya mengacuhkannya tanpa berniat membalas tatapannya, karna melihat saja sudah jijik apa lagi menatap dalam
"Sudah sudah, silahkan kalian pilih tempat duduk yang kosong, saya permisi, karana ada rapat mendakak." Pamit Dosen
"Yeeeeeey Free." Sorak Mahasiswa dikelas dengan senang
Aqila dkk berjalan mendekati meja Marvin dkk yang dimana sudah ada Alena dkk
"Eh lu cewek murahan, minggir sono, kita mau duduk disamping cowok kita." Usir Aqila pada Alena dkk dengan bergelayut dilengan Marvin, namun Alena dkk hanya mengabaikannya dan tak bergeming dari bangkunya
"Yang murahan itu elo." Marah Adrian karna tak terima Alena dkk disebut murahan
"Siapa juga yang cowok lu!?" Marah Marvin menghempaskan tangan Aqila dari lengannya
"Dia marah." Batin Alena melihat Marvin marah
"Denger ya, sampai kapan pun, kita nggak bakal mau deket sama cabe," tegas Jovian "jangan pernah ganggu atau ngata ngatain cewek kita, kalau kalain masih mau hidup." Ancam Jovian
"Heh lu, pasti ini semua gara gara lu!" Marah Aqila pada Alena yang sedari tadi diam, menahan emosinya
"Dasar cewek murahan." Imbuhnya mengejek Alena. Alena yang sudah tak bisa menahan emosinya pun akhirnya meledak
BRAK
Ia menggebrak mejanya dengan keras
Seluruh Mahasiswa yang ada dikelas dibuat kaget olehnya, semua Mahasiswa juga menatap iba pada nasib Aqila dkk selanjutnya
"Siapa yang murahan!?" Bentak Alena
"Lu lah siapa lagi." Jawab Aqila, yang meskipun sebenarnya ia takut, namun ia mencoba memberanikan dirinya
PLAK
PLAK
BUGH
BUGH
Alena menampar mulut Aqila dan melontarkan dua bogeman tepat diulu hati Aqila yang membuantnya langsung jatug tersungkur dengan bibir berdarah dan memegangi perutnya
"AQILA" Teriak Dinda dan Sintiya berbarengan melihat Aqila jatuh tersungkur dibawah Alena
Lalu Alena berjongkok mencekeram dagu Aqila dan membisikkan sesuatu
"Jangan pernah ganggu ketenangan gw, atau nyawa lu taruhannya." Bisik Alena lalu menghempaskan dagu Aqila kasar
"Bawa temen lu keluar dari sini, atau lu berdua kita yang beresin." Suruh Berlian
"Awas kalian semua." Ancam Dinda pada Alena dkk dengan membawa Aqila keluar menuju UKS
"Silahkan." Jawab Valen
"Kenapa nggak lu bunuh aja sih tadi, gerem gw." Protes Berlian
"Main main." Jawab Alena santai kembali duduk dibangkunya
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕