NovelToon NovelToon
Benih Tuan Presdir

Benih Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Penyesalan Suami / Percintaan Konglomerat / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:292.4k
Nilai: 5
Nama Author: Byiaaps

Keenan dan Jihan yang baru saja menikah siri setelah 5 tahun berpacaran, terpaksa berpisah kala Keenan harus menerima perjodohan dengan anak relasi bisnis ayahnya.

Kepergian Jihan seorang diri dalam keadaan hamil, membuat Keenan terus mencarinya.

Hingga 5 tahun berlalu, tak sengaja Keenan bertemu dengan seorang bocah tampan, yang mengikuti casting bintang iklan produk perusahaan farmasi yang dipimpinnya.

Apakah anak itu adalah anak yang dikandung Jihan? Bagaimana kelanjutan cerita Keenan dan Jihan? Akankah Keenan menceraikan istri yang tak dicintainya?

Baca selengkapnya di sini ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Siapa sangka, produk yang Keenan luncurkan mendapatkan lebih banyak atensi dari para dokter dan pemilik rumah sakit. Beberapa di antara mereka lebih memilih mau menguji coba produk buatan Keenan dan Yoga itu, ketimbang mencoba produk serupa dari Basuki Farma yang dirilis sedikit lebih lambat. Produk Keenan memang lebih dulu dirilis, meski baru ada beberapa sampel saja dan belum diproduksi dalam jumlah banyak.

Terutama klien yang Keenan cari saat dulu masih memimpin perusahaan ayahnya, mereka lebih nyaman bekerja sama dengan Keenan, karena sudah mulai kecewa dengan kualitas produksi Basuki Farma semenjak dipimpin oleh Rio. Benar apa yang Keenan pikirkan selama ini, bahwa Rio hanya bisa memimpin pabrik, bukan berarti ia bisa memimpin perusahaan, itu pun karena selama ini, Keenan yang memberi instruksi secara penuh terhadap operasional pabrik. Hal ini membuat Rio kembali kecewa, karena tak bisa menembus target penjualan yang ditentukan oleh sang ayah.

“Ini semua gara-gara Nayla! Kalau dia dan papanya tidak mencabut kerja sama ini, aku tidak akan menghadapi kesulitan seperti ini dan pasti masih bisa berjaya, meneruskan hasil kerja keras Bang Keenan. Lihat ya, Nay, kalau aku hancur, kamu juga harus hancur. Aku akan bertindak lebih dari kemarin!” gumamnya mengepalkan kedua tangannya.

Ia lalu kembali memikirkan siapa orang-orang di balik JAK Farma, yang selalu meluncurkan produk yang sama dengan perusahaan ayahnya. Kembali teringat pada dugaan sang ayah yang mengira itu adalah buatan Keenan, Rio mulai menganalisanya. Kecurigaan pada Andre pun kembali mencuat.

“Kalau betul JAK itu adalah milik Keenan, artinya Andre bisa jadi terlibat, mengingat dia adalah asisten pribadi Keenan selama bertahun-tahun,” pikir Rio.

Merasa dipermainkan, ia berjanji akan segera bertindak tegas jika memang dugaannya terbukti benar. "Kamu salah mencari lawan, Andre."

Sembari ia menyelidiki data tentang pesaingnya, Rio tetap mengerahkan tim pemasaran untuk mencari klien, baik itu berupa perorangan maupun rumah sakit/klinik/apotek, karena produk sudah terlanjur diproduksi, bagaimana pun caranya harus tetap terjual, karena ratusan juta biaya sudah digelontorkan.

***

Semenjak kejadian pemberitaan negatifnya kala itu, Pak Lukman mengingatkan Nayla agar tak sembarangan bepergian ke luar. Ia juga meminta anaknya itu agar lebih memperhatikan Ruby. Apalagi, setelah adanya klarifikasi dari pihak rumah sakit untuk mengembalikan nama baik mereka maupun Nayla. Mau tak mau, sepulang kerja mantan istri Keenan itu harus langsung kembali ke apartemennya.

Hingga ia yang sudah bosan dan mulai stres karena aktivitasnya yang hanya bekerja lalu pulang ke apartemen, memutuskan untuk menerima ajakan Wina untuk bertemu temannya yang pernah dipromosikan padanya.

“Kita party bertiga di rumahku, dijamin tak ada yang tahu. Asal kita tidak ke klub saja untuk sementara ini. Kamu juga bisa mengobrol dengan Diego nanti, biar pikiranmu kembali jernih,” ujar Wina dalam panggilan teleponnya, meyakinkan Nayla agar mau ke rumahnya.

Tak pakai pikir panjang, Nayla menyetir sendiri mobilnya menuju rumah Wina, yang tak begitu jauh dari rumahnya, karena ia memang sangat membutuhkan bertemu teman-temannya.

Hingga 20 menit kemudian, tiba lah ia di rumah Wina yang cukup mewah. Wina menyambutnya dengan semangat, lalu mengajaknya masuk ke dalam. “Let’s go!”

Langsung mengajaknya ke lantai 2, Wina segera memperkenalkan Nayla dengan Diego yang juga sudah menunggunya di sana.

Pria berusia 35 tahun itu tampak begitu gagah nan tampan, dengan rambut klimisnya. Wina mempersilakan mereka berdua untuk saling mengenal, sementara ia akan mengambilkan minuman dan camilan untuk mereka. Nayla yang masih malu-malu, duduk di samping Diego, setelah dipersilakan.

"Anggap saja sedang menambah teman dan relasi, Nay, senang bertemu denganmu,” sapa Diego ramah.

Hanya tersenyum, Nayla mengangguk ramah. Mereka lalu tampak mulai mengobrol dan bertanya tentang kehidupan masing-masing. Hingga tak lama, Wina kembali dengan membawa sebotol minuman anggur merah beralko**l.

“Yuk, rendah kok kandungannya, jadi tidak akan begitu memabukkan,” ajak Wina mulai menuangkan isi botol tersebut ke dalam 3 gelas untuk mereka.

Nayla hanya meminta dituangkan sedikit saja, karena tak ingin sampai mabuk apalagi sampai kejadian kala itu terulang lagi.

Mereka menghabiskan malam dengan mengobrol dan bercanda, juga minum. Tak sadar, Nayla yang mulai sedikit mabuk, menghentikan minumnya. Ia lalu menyandarkan dirinya di sofa sekian menit untuk meredakan pusingnya, sebelum kembali pulang.

Wina dengan cekatan menawarkan mengambilkan minuman jus buah di dapur bawah untuk meredakan mabuk Nayla.

Hingga saat Wina kembali ke atas, Nayla terlihat masih berusaha menyadarkan dirinya. Tak ingin terjadi apa-apa pada temannya itu, Wina meminta Diego yang mengantarkannya pulang. Diego yang sudah sadar 90%, mengiyakan permintaan Wina.

“Mobil kamu biar di sini saja, besok pagi biar diantarkan sopirnya Wina. Aku antar kamu pakai mobilku saja,” ajak Diego, sembari membantu Nayla berdiri.

Wina yang berjalan di belakang mereka, juga membantu memegangi tubuh Nayla agar tak ambruk, hingga menuju mobil Diego di halaman rumahnya.

Sesekali, Wina tampak mengoperasikan ponselnya.

“Hati-hati ya,” ujar Wina sebelum mobil Diego melaju pergi.

Kemudian, sembari masuk ke dalam rumahnya, Wina menghubungi seseorang. “Sudah aku kirim. Tepati janjimu.”

...****************...

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪
Siti Nur Janah
pasti di pengaruhi ma nayla
Siti Nur Janah
pak Basuki kamu akan menyesal telah melakukan itu pada Keenan
Siti Nur Janah
sebenarnya Bu Nisa itu ikut kubu Keenan atau pak adi
Siti Nur Janah
oh ternyata asisten pak Basuki sekongkol dgn pak Adi untuk menyalah gunakan jabatannya dan kepercayaan pak Basuki kepadanya. tp salah pak Basuki sendiri sih Krn TDK percaya PD anak sendiri
Siti Nur Janah
ada apa dgn Andre?
Siti Nur Janah
apa Wina kerja sama ma Rio?
Siti Nur Janah
apa yg memotret nayla waktu itu Rio?
Siti Nur Janah
waaaah bakal viral nih kalau ada wanita karir yg habis cerai suka teler
Siti Nur Janah
sokor salah siapa egois. pusing sendiri kan
Siti Nur Janah
oh berarti Andre udah tau kalo itu milik Keenan
Siti Nur Janah
oh emang anak baik kamu ale
Siti Nur Janah
good Keenan tetap semangat berjuang
Siti Nur Janah
good Keenan kamu datang di waktu yg tepat. dan kamu harus tegas walaupun dengan ortu kamu sendiri
Siti Nur Janah
uuuups jangan jangan Ruby bukan anak kandung Keenan
Siti Nur Janah
dasar munafik dan pembual pembohong pula
Siti Nur Janah
waaaah seru bgt perang di sosmed
Siti Nur Janah
Keenan kamu harus tegas dan siap untuk melakukan sesuatu tentang berita yg tersebar di tiktik agar para nitizen tak menghujat jihan yg lebih parah
Siti Nur Janah
tuhkan benar
Siti Nur Janah
pasti itu orangnya nayla
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!