NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Douglas Pria Yang Aneh

Pintu kamar mandi akhirnya terbuka setelah beberapa menit berlalu. Uap air hangat mengepul keluar bersamaan dengan munculnya sosok Douglas dari balik pintu.

​Namun, pemandangan yang tersaji di depan mata Cecilia sukses membuat jantungnya hampir melompat keluar dari rongga dada.

​Douglas melangkah keluar tanpa mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya. Tidak ada celana, tidak ada kemeja, hanya sehelai handuk kecil berwarna putih yang disampirkan begitu saja di atas pundak bidangnya yang basah oleh sisa air mandi.

​Cecilia spontan membelalakkan matanya lebar-lebar. Wajahnya seketika merona merah padam hingga ke ujung telinga. Namun, pandangannya tidak sengaja meluncur ke bawah, dan detik itu juga napas Cecilia seolah berhenti total.

"​Ya Tuhan... apa-apaan itu?!" batin Cecilia histeri dalam hati, menatap ngeri pada aset mengerikan yang berayun santai di antara kedua kaki Douglas.

​Saking terkejutnya, Cecilia membeku di tempat. Otaknya langsung berputar liar memikirkan satu hal.

"Apakah... apakah benda mengerikan itulah yang berhasil masuk dan meremukkan tubuhku malam itu? Bagaimana bisa organ sebesar itu muat dan menyelusup masuk ke dalam diriku?! Itu benar-benar tidak masuk akal! Gila!"

​Bukan hanya tubuh Douglas yang terlihat begitu besar, atletis, dan dipenuhi otot-otot kokoh, ukuran miliknya pun tampak luar biasa besar, panjang dan mengintimidasi. Cecilia bergidik ngeri hebat hingga sekujur bulu kuduknya meremang.

"​Siapa pun wanita yang nanti menjadi istrinya, atau wanita malang yang menikah dengannya, pasti akan menderita setengah mati saat berhubungan badan dengannya!" pikir Cecilia ngeri.

"Ah, benar juga... Adara! Tunangannya yang manja dan angkuh itu! Gadis itu pasti akan menjerit-jerit histeris minta dilepaskan saat nanti malam pertama dengan pria ini!"

​Namun, di detik berikutnya, Cecilia mendadak tersadar dari lamunannya yang absurd.

"​Eh, tunggu dulu! Kenapa aku malah mengasihani wanita lain, hah?!" maki Cecilia pada dirinya sendiri dalam hati.

"Seharusnya aku mengasihani diriku sendiri! Diriku lah yang sudah disiksa habis-habisan, dihancurkan, dan diperkosa secara brutal oleh Douglas dan... dan milik raksasanya itu! Sialan!"

​Cecilia menggeram kesal di dalam hati, merasa bodoh karena sempat-sempatnya merasa kasihan pada Adara, padahal dirinya sendiri sedang berada dalam posisi korban penyiksaan yang paling mengenaskan di dunia ini.

​Lamunan kesalnya seketika buyar ketika sebuah benda melayang cepat ke arahnya.

​Pluk!

​Sesuatu menutupi wajah Cecilia secara telak. Ternyata itu adalah handuk kecil yang tadinya tersampir di pundak Douglas.

​Douglas berdiri di hadapannya dengan tatapan dingin, menunjuk ke arah handuk tersebut dengan dagunya.

"Keringkan rambutku," perintah Douglas singkat dengan suara beratnya.

​Cecilia menurunkan handuk itu dari wajahnya. Ia mendengus sebal, melipat kedua tangannya di dada, lalu mulai mengoceh panjang lebar dengan nada protes yang menggebu-gebu.

​"Hah?! Mengeringkan rambutmu?! Kamu kan punya tangan sendiri, Tuan Yang Terhormat! Lagi pula, di laci meja rias sana ada pengering rambut otomatis yang canggih! Kenapa harus aku yang mengeringkan rambutmu pakai handuk manual, hah?!" omel Cecilia dengan nada cerewetnya yang kembali kambuh.

"Dasar pemalas! Tangannya buntung ya makanya—”

​Belum sempat Cecilia menyelesaikan kalimat protesnya, Douglas bergerak dengan kecepatan kilat. Pria bertubuh raksasa itu mencengkeram pergelangan tangan Cecilia dengan erat, menarik tubuh mungilnya mendekat hingga jarak di antara mereka hanya tersisa beberapa sentimeter saja.

​Sepasang netra biru Douglas menatap tajam manik mata Cecilia, memancarkan ancaman yang sangat mematikan.

​"Kalau dalam hitungan ketiga kamu tidak segera mengambil handuk itu dan mengeringkan rambutku, aku akan langsung melempar mu ke atas ranjang dan memperkosa mu lagi untuk kedua kalinya hari ini!" ancam Douglas dengan suara berbisik dingin yang langsung merontokkan seluruh keberanian Cecilia seketika.

​Mendengar ancaman gila dan tidak masuk akal itu, mata Cecilia membelalak ngeri. Panik langsung merajai hatinya.

​"I-iya, iya! Ampun! Jangan gila, ya!" raca Cecilia ketakutan luar biasa. Tanpa membuang waktu sedetik pun, dengan gerakan terbirit-birit, Cecilia langsung memungut handuk kecil yang tadi sempat ia lempar ke lantai.

​Ia berdiri tepat di samping Douglas dengan wajah masam tertekuk jelek. Bibirnya mengerucut ke depan, terus bergumam melontarkan sumpah serapah di dalam hati.

"​Pria ini benar-benar tidak punya hati nurani! Kejam sekali! Suka sekali mengancam orang dengan cara tidak senonoh begitu! Awas saja ya, kalau ada kesempatan, kutendang juga miliknya itu sampai mandul!" gerutu Cecilia dalam hati sambil menghembuskan napas berat.

​Dengan rasa terpaksa yang teramat sangat tidak ikhlas lahir dan batin Cecilia berjinjit semaksimal mungkin untuk menggapai kepala Douglas yang berada jauh di atasnya.

​Ia mengangkat tangannya, menggosok-gosokkan handuk itu ke rambut basah Douglas. Namun, karena perbedaan tinggi badan mereka yang terlampau jauh Cecilia yang hanya setinggi 160 sentimeter harus bersusah payah menggapai kepala Douglas yang menjulang setinggi 190 sentimeter lebih jari-jari Cecilia sama sekali tidak kunjung sampai dengan nyaman.

​Lama-kelamaan, Cecilia merasa pegal dan jengkel sendiri. Tangannya kebas, sementara rambut Douglas masih basah kuyup.

​Karena kesabarannya sudah habis, tanpa sadar Cecilia melupakan siapa sosok yang sedang dihadapannya. Gadis itu berkacak pinggang dengan satu tangan, lalu dengan nada memerintah, ia menepuk paha Douglas.

​"Duduk!" perintah Cecilia setengah membentak karena kesal.

​Douglas yang tadinya berdiri tegak langsung tertegun. Pria itu menyipitkan kedua matanya, menatap tajam ke arah Cecilia dengan ekspresi tidak percaya. Belum pernah seumur hidupnya ada seorang pun manusia yang berani memerintah seorang Douglas Michael Essen dengan nada setinggi dan sedisiplin itu, apalagi seorang wanita simpanan yang berstatus sebagai tawanannya.

​"Kamu menyuruhku duduk?" tanya Douglas dengan nada suara berbahaya, menaikkan sebelah alisnya.

​Cecilia yang baru sadar atas apa yang baru saja ia ucapkan langsung menelan ludah dengan susah payah. Jantungnya berdegup kencang karena takut. Namun, gengsi dan rasa kesalnya jauh lebih besar.

​"I-iya! Cepat duduk!" elak Cecilia ngotot, menutup-nutupi rasa takutnya dengan bersungut-sungut.

"Aku ini pendek, tahu! Kalau kamu berdiri terus kayak tiang listrik begini, tanganku pegal dan gak sampai mau mengeringkan rambutmu! Jadi, cepat duduk atau tidak usah sama sekali!"

​Douglas menatap Cecilia lekat-lekat selama beberapa detik. Ada keheningan sejenak di antara mereka, di mana Cecilia sudah membayangkan dirinya akan diterkam hidup-hidup oleh sang singa kelaparan.

​Namun, di luar dugaan, Douglas justru mendengus pelan. Tanpa membantah lebih lanjut, pria bertubuh besar itu benar-benar menuruti perintah Cecilia. Ia melangkah santai dan mendudukkan bokongnya di tepi ranjang.

​Bahkan, tidak berhenti sampai di situ, Douglas dengan santainya melebarkan kedua kaki panjangnya. Alhasil, kini posisi tubuh Cecilia berdiri tepat di tengah-tengah kedua kaki Douglas yang terbuka, sangat dekat hingga lutut Cecilia hampir menyentuh paha pria itu.

​"Sudah. Puas?" tanya Douglas dingin dengan dagu sedikit terangkat.

​Meskipun merasa sedikit salah tingkah dengan jarak intim di antara mereka, Cecilia tidak membuang waktu. Ia kembali mengangkat kedua tangannya, mulai mengusap-usap dan mengeringkan helaian rambut hitam Douglas menggunakan handuk kecil secara agresif namun tetap menuruti tugasnya.

​Selama Cecilia sibuk mengeringkan rambutnya sambil terus-menerus memasang wajah cemberut, masam, dan mulut yang komat-kamit mengomel tanpa suara, Douglas mendongakkan sedikit kepalanya.

​Pria bermata biru itu menatap lekat-lekat ke seluruh ekspresi wajah Cecilia dari jarak yang sangat dekat. Ia memperhatikan bagaimana alis gadis itu bertaut sebal, bibirnya yang mengerucut kesal, dan pipinya yang sedikit menggembung karena menahan dongkol.

​Melihat pemandangan yang begitu langka dan tidak biasa itu di mana seorang wanita berani berekspresi seblak-blakan itu di hadapannya tanpa rasa takut yang mutlak tanpa disadari oleh Douglas sendiri, sudut bibirnya terangkat membentuk seulas senyuman tipis yang sangat tulus.

​Pria berdarah dingin itu merasa geli. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ada seseorang yang berhasil membuatnya merasa terhibur justru di tengah omelan dan kekesalan yang ditujukan padanya.

Bersambung...

Nanti bucin tau rasa.😒 Sudahlah author nyerah sama Douglas, suka-suka dia aja deh gimana alurnya, ini aja author di ancam guys.😭😭 Jadi kalau kalian ga ngasih like, komen, vote dan subscribe kalian juga akan diancam sama dia, jadi buruan lakuin ke empat hal di atas.🫣🤭

1
partini
gimana ceritanya ko jijik sama tunangan apa tau suka open lobang
kalau jijik mah batalin aja ga jadi nikah lah masih romantis pula dasar laki" gedeon 🤦
partini
ehh ternyata
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!