NovelToon NovelToon
Di Kejar Cinta Si Arwah Tampan

Di Kejar Cinta Si Arwah Tampan

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Spiritual / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Seorang gadis penulis muda bernama Nabila Adidaya Ningrum yang mengalami gangguan di setiap menulisnya. Untuk mengatasi masalah tersebut ia pergi mencari tempat sepi nan hening yang tak lain adalah kuburan di belakang rumahnya.
Sementara di satu sisi seseorang laki-laki bernama Demian Putra Wijaya harus mengalami nasib buruk karena meninggal di usia mudanya. Demian sendiri sebelumnya adalah seorang penulis jenius yang cukup terkenal di masa mudanya. Setelah meninggal ia merasa kesepian karena keluarganya tak pernah mengunjunginya. Ia juga tak begitu akrab dengan penghuni yang lainnya dan sebab itu mereka menganggapnya sebagai arwah yang sombong. Darah Nabila mendadak menetes ke nisan milik Demian dan menyebabkan arwahnya bisa terlihat. Mulai dari situlah Demian ingin membantu Nabila dan mencari tahu penyebab dirinya meninggal. Akankah ada kisah cinta timbul diantara mereka? Ikuti kisah mereka selengkapnya disini👇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 "Perasaan Yang Aneh"

Masih dengan Nabila dan Demian yang tak sengaja berciuman. Arwah tampan yang sadar langsung bangkit dan pergi begitu saja. Nabila masih terbelalak karena terkejut. Pertama kali baginya ia di cium oleh pria yang bukan manusia.

"Apa itu tadi? A-aku di cium olehnya? Aaa!" Nabila yang sadar langsung berteriak dan menutup dirinya dengan selimut. Antara takut dan senang gadis ini rasakan.

Sementara Demian yang menghilang ke area pemakaman. Terus menyentuh bibirnya dengan malu. Ia sedikit menyesal karena mencium seorang gadis saat dirinya sudah menjadi arwah seperti saat ini.

"Bibirnya sangat lembut," ucapnya yang terus membayangkan kejadian itu. "Ah kenapa aku harus mati duluan?" sesalnya kemudian.

Pak tua yang sedang berjalan mengejutkannya. Mendiang ayah dari Nabila ini sudah memperhatikan arwah itu sejak tiba tadi.

"Ehem, kenapa denganmu? Senyum-senyum lalu mengeluh tiba-tiba?" Tanya Pak tua membubarkan lamunannya.

"P-Pak tua, i-itu... tidak ada," jawabnya yang gugup.

"Kamu bikin bingung saya, kagak jelas," ucap Pak tua menggeleng lalu duduk disebelahnya.

"Anu... bapak jangan marah ya," pintanya sedikit ragu.

"Kamu telah buat salah kah sama saya?" tebak pak tua menunjuk dirinya.

Demian dengan cepat menggeleng. "Bukan sama bapak tapi sama putri bapak."

"Nabila? Apa yang telah kamu lakukan padanya? tanya Pak tua sedikit terkejut.

"I-itu.... aku tak sengaja menciumnya," jawab cepat Demian langsung menghadap sambil merapatkan tangannya memohon.

"Apa?" Seketika mata pak tua melotot karena terkejut ke arahnya. Demian pun memejamkan matanya karena takut di marahi.

"Dasar arwah kurang ngajar, kamu menyukai anakku?" Dorong pelan Pak tua padanya.

"Maaf maaf Pak, aku juga tak tahu. Tapi aku janji tak mungkin menyukainya," jawabnya cepat sambil bersumpah.

"Baguslah! Kamu sadar diri." Lega Pak tua.

"Fiuh." Demian ikut lega.

"Seandainya kamu suka juga tak apa, tapi alangkah baiknya itu waktu kamu hidup," imbuhnya tiba-tiba.

"Ah Pak tua, itu yang sangat di sayangkan. Putri bapak terlalu cantik aku jadi bingung dengan perasaan ku," tutur Demian sambil menggaruk kepalanya.

"Berhentilah berpikir, jika putri saya tak menyukai orang lain dan ternyata menyukai mu apa boleh buat. Tapi mungkin ibunya akan bertanya-tanya nanti," ujarnya sambil beranjak.

"Sudahlah saya mau istirahat dulu," lanjutnya berpamitan.

Demian mengangguk mengizinkan. Setelah kepergian Pak tua dirinya murung kembali.

"Pasti gadis itu terkejut tadi. Itu tak sengaja tadi aku minta maaf saja besok," putusnya lalu menghilang menuju rumahnya yang dulu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩ❤️👻❤️ΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Esok harinya perasaan aneh tengah dirasakan gadis berumur 24 tahun ini. Ia benar-benar tak menyangkanya ciuman pertamanya akan diambil oleh sang arwah tampan bak malaikat itu. Tapi setelah diingat-ingat ia cukup kesal karena Demian menghilang begitu saja. Bahkan sampai sekarang ia tak muncul-muncul untuk memberikan ide menulisnya.

"Ah kenapa dia pergi tanpa sekata apapun? Benar-benar arwah yang menjengkelkan, seharusnya ia jelaskan dulu baru pergi. Keterlaluan!" Kesal Nabila yang duduk.

"Sudahlah aku menulis dengan ide yang ada saja," putusnya mulai mengambil laptopnya.

Terpaksa gadis ini menulis dengan kemampuannya sendiri. Bagaimana juga ia harus memiliki ide sendiri dan jangan terlalu tergantung padanya. Saat ditengah-tengah menulisnya, waktu tiba adegan yang sama seperti yang dialaminya ia tak sengaja tuliskan dan membuat dirinya terkejut.

"Apa ini? Kenapa jadi seperti ini?" Kagetnya yang langsung berdiri.

Ibunya yang lewat menjadi bertanya padanya karena melihat tingkah aneh putrinya.

"Bil, ada apa denganmu? Kalau masih belum baikan mending istirahat saja," tanyanya.

"Tidak Bu, aku baik-baik saja," jawab Nabila yang menoleh sambil menarik kursinya untuk duduk kembali.

"Syukurlah kalau begitu, lanjutkan lah!" ujar sang ibu sedikit memberikan dukungan padanya.

Nabila tersenyum padanya. Sementara ibunya kembali berjalan menuju ruang TV.

Demian yang hendak pergi untuk meminta maaf ke Nabila. Mendadak tak berani menghadapinya. Ia menjadi bingung sekarang. Namun lama-kelamaan ia akhirnya menghilang juga menuju rumah Nabila. Ia merasa sehari tak melihatnya seperti ada sesuatu yang hilang saja pada dirinya.

Nabila ternyata sedang memejamkan matanya sambil menempelkan kepalanya di meja. Ia begitu karena sedang berpikir. Saat arwah itu tiba, ia mengira Nabila tengah tertidur sekarang. Ia mendekat perlahan untuk menengok. Mendadak arwah tampan ini terhanyut oleh penampilannya yang manis walau tertidur. Ia bahkan hendak menciumnya kembali. Syukur Demian tersadar dan langsung terduduk di kasur belakang kursi.

"Astaga apa yang baru saja kulakukan? Sadar dan tahan," pikirnya menggeleng.

Sedikit demi sedikit mata gadis itu terbuka karena mendengar suara. Melihat itu Demian hendak menghilang kembali, namun berhasil di cegah olehnya

"Tunggu, jangan pergi," cegahnya langsung memegang tangannya.

"Na-Nabila? Kita bicara nanti saja ya," pintanya yang masih ingin kabur.

"Tidak, kita harus bicara sekarang!" tukas Nabila keras.

"Hoo baiklah." Demian menurut untuk duduk kembali dengan menekuk mukanya.

Gadis itu mulai serius padanya. "Demian, apa maksudnya semalam?"

"I-itu hanya kecelakaan, aku minta maaf," jawabnya tanpa mengangkat kepalanya.

"Ah begitu ya." Nabila kembali memundurkan wajahnya sedikit kecewa.

"Apa kamu marah? Maaf aku tahu aku tak seharusnya...," Demian mengangkat kepalanya untuk berbicara padanya namun mendadak gadis itu memotongnya.

"Sudahlah kita lupakan kejadian itu. Ada yang lebih serius sekarang," putusnya cepat.

"Hah?" Demian terkejut. "Bagaimana aku melupakannya begitu saja, Bila?" batinnya kecewa.

"Iya ini masalah ayahmu. Kita harus bebaskan secepatnya," ucap Nabila memberitahu.

"Ayahku? Tapi bagaimana aku saja sudah meninggal sekarang?" tanyanya yang bingung.

"Aku juga belum tahu, tapi kita coba jelaskan pada petugas lapas tentang yang terjadi saja. Mungkin mereka sudah tahu yang sebenarnya terjadi kan?" jelasnya menatap sang arwah.

"Aku.... setuju saja. Aku jadi rindu ayahku. Mengingat dulu hubungan ku dengannya tak begitu baik," jawab Demian menjadi sedikit bersedih.

"Kenapa? Ah kamu anak pembangkang ya dulu," tanyanya sambil mendekatkan wajah cantiknya itu.

"Enak saja aku cukup menurut ya kecuali tentang menulis," jawab Demian langsung memundurkan tubuhnya sedikit.

"Ah ayahmu melarang mu menulis," ucapnya yang mengerti

Demian dengan cemberut mengangguk. Wajahnya sangat lucu sekarang bahkan Nabila langsung menyentuh rambut halusnya.

"Coba ceritakan padaku," suruhnya.

"Jadi, singkatnya ayahku dulu tak menyetujui aku dalam hal menulis, ini disebabkan karena ayahku khawatir aku tak bisa menjaga kesehatanku. Tapi aku selalu bilang itu akan baik-baik saja sesuatu tak mungkin terjadi seperti ibuku." Demian setuju untuk bercerita tentang dirinya.

"Jangan bilang ibumu meninggal saat menulis juga," duga Nabila memotong ceritanya.

Demian lalu menjawab, "Ya dan aku berjanji padanya untuk menjadi penulis sukses dan terkenal. Impian itu sudah berhasil karena takdir berkata lain."

"Huh jadi sedih. Ibumu diracun juga?" tanyanya ingin tahu.

"Tidak, ibuku meninggal karena kelelahan. Berhari-hari beliau habiskan untuk menulis. Ayahku sedikit kesal padanya karena terlalu mementingkan pekerjaannya dari pada dirinya," jawab Demian mulai bersedih kembali.

"Oh begitu ya. Lalu dimana ibumu di makamkan, di Desa ini juga kah?" Nabila bertanya lagi.

Demian lagi-lagi menggeleng. "Ibuku dimakamkan jauh dari kota ini," jawabnya yang tertunduk.

"Sudahlah kita berhenti dulu. Besok kita temui ayahmu dulu ya," ucapnya yang mengusap kepalanya lagi.

"Kamu mau membantuku sekali lagi?" tanya Demian menatapnya.

"Tentu saja, ucapnya semangat. Membantumu membuat ku senang Demian," lanjutnya membatin.

Demian mengangguk padanya. Ia sangat berterima kasih pada gadis di depannya. Lebih bersyukur lagi ia telah dipertemukan dengannya. Arwah tampan ini menjadi semakin menyukainya sekarang walau ia tahu mereka berdua tak mungkin bisa bersama.

"Nabila apa kamu benar-benar ingin melupakan kejadian semalam?" tanya Demian ingin memastikannya sekali lagi.

"Hah, masalah itu...?" Nabila sedikit terkejut dan mulai berpikir panjang. Gadis ini yang tak tahu harus menjawab apa akhirnya memilih beranjak diam-diam sambil memundurkan tubuhnya perlahan.

Demian mulai beranjak untuk mendekat sambil menunggu jawabannya dengan tatapan serius.

"Aku pergi dulu, tadi sepertinya aku dipanggil ibu." Dengan cepat Nabila berlari keluar untuk menghindar.

"Hah? Sekarang kenapa terbalik." Demian menggeleng tak mengerti sambil tertawa tipis.

Bersambung....👻❤👻

1
estycatwoman
nice 👍
Ailaksj💙⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
ga di dunia nyata saja, ternyata di dunia arwah ada juga yang iri ya.
Rahma💋🅚🅙🅢👻
Pasti kaget lah temanmu Sella itu Nabila karena kamu ada ada aja menulis di sana, untung kamu orang nya pemberani 👍👍
Rahma💋🅚🅙🅢👻
Pertanda bagus itu Nabila ayo bangun terus jangan lupa sholat malam ya kamu Nabila
Rahma💋🅚🅙🅢👻
akhirnya dapat Ilham ya Nabila tapi masak mau menulis di sana kamu ini😁😁🤭
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
saking serius nya menulis sampe magrib hadeuhhh nabila sampe jatuh takut dia 👻🤭
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
nabila semangat bener nulisnya berada di kuburan bikin ngantuk,,yang ada serem deh aku🤣
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Nahh menampakan diri kan hantu cogan bernama Damian...
Pasti sakit lahh wong berdarahh...
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
aih nabila masa nyari ide nulis di kuburan haaaa jangan jangan di kejar arwah tampan nya gara gara di kuburan ya nulisnya 🤣
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Nahh tuhh hantu tauvan mu dah mulai munculll🤭
⍣⃝ꉣꉣ❤️⃟Wᵃf◌ᷟ⑅⃝ͩ●diahps94●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oh jadi Demian nggk inget ya dia mati karena apa
⍣⃝ꉣꉣ❤️⃟Wᵃf◌ᷟ⑅⃝ͩ●diahps94●⑅⃝ᷟ◌ͩ
merinding mu telat Dadang, harusnya merinding dari semalem ah kurang berfungsi sensor bulu kuduk mu
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Nahh btul. tuhh.. mengarang sebuah cerita emang susah" gampang.. dan wajib fokus..
⍣⃝ꉣꉣ❤️⃟Wᵃf◌ᷟ⑅⃝ͩ●diahps94●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oke semua warna aja nggk boleh, aish ini mah aslinya gak boleh pinjem aja
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰Alena ⍣⃝కꫝ🎸
saking nyamannya sampai lupa waktu,
ternyata demian gak mau bergaul bukan karena sombong ya, tapi dia sedih karena keluarga nya gak ada yang mau peduli lagi sama dia yang udah meninggal
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰Alena ⍣⃝కꫝ🎸
dengan kehadiran Billa setiap hari, kuburan itu pasti selalu terawat
💫sʜᴀǫᴜᴇᴇɴᴀ🍒⃞⃟🦅💋👻ᴸᴷ
emang anehh temen mu itu ya sella masa iya dikuburan ya🤭😅
💫sʜᴀǫᴜᴇᴇɴᴀ🍒⃞⃟🦅💋👻ᴸᴷ
paket komplit berarti damian ya🤭😅
tapi ko jadi penasaran mati nya itu damian karna apa ya🤔🤔🤔
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰Alena ⍣⃝కꫝ🎸
keluarga nya random banget sih, Billa juga di usulin nulis di perpus malah rencana di kuburan 🤦🏻‍♀️
💫sʜᴀǫᴜᴇᴇɴᴀ🍒⃞⃟🦅💋👻ᴸᴷ
waduh ada juga ya arwah pada ngerumpi kirain hanya manusia aja yg suka gibaaaahhh🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!