Soraya harus merasakan sakit yang luar biasa ketika mengetahui Mario yang tak lain calon suaminya menghamili wanita lain, padahal dia juga sedang mengandung anak Mario.
Soraya tidak punya alasan untuk mempertahankan hubungannya dengan Mario, dia memilih untuk melepaskan Mario dan menyuruh Mario untuk bertanggung jawab pada wanita itu.
Mario tentu tidak terima, karena dia tidur dengan wanita itu tanpa sengaja, dan dia kekeh ingin menikahi Soraya, tapi Soraya juga kekeh menolak.
karena tidak ingin Mario mengejar-ngejarnya lagi Soraya, nekad menikahi pria bayaran yang sudah memiliki kekasih, tentu saja Soraya melakukan ini demi status dari anak yang di kandung karena Mario belum tau bahwa dia mengandung dan selama bertahun-tahun pula, Soraya berhasil menyembunyikan fakta, bahwa anak yang dulu dia kandung adalah anak Mario.
Dan karena masih dendam dengan keputusan Soraya, Mario terus mengganggu Soraya dan menyakiti anak Soraya, yang juga tanpa dia sadari adalah anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Gengs maafin baru update ya, aku sakit gigi jadi baru sempet update sekarang,.gas komen gas like ya
Wajah Mario memucat ketika mendengar itu dari Soraya, beberapa saat lalu, dia begitu senang ketika mendengar Soraya sudah bercerai dari Cio, tapi sekarang dunia Mario langsung terasa di luluh lantahkan oleh Fakta yang di katakan oleh Soraya.
“Kau bisa percaya atau tidak, tapi ini faktanya. Kirea anakmu.” Soraya kembali berbicara ketika Mario menatapnya dengan wajah yang pucat.
“So-soraya, kau berbohongkan, kau bercandakan?” Mario benar-benar merasa speechless dengan fakta ini, dia antara percaya atau tidak. “Soraya!”
“Aku memberitahu ini bukan karena ingin meminta pertanggung jawabanmu untuk Kirea. Tapi, aku mulai lelah jika mendengar pendapatmu tentang Kirea yang harus ikut dengan Cio. Mungkin kita bisa berkonsultasi ketika kau sudah tenang.”
Setelah mengatakan itu, Soraya pun bangkit dari duduknya, kemudian dia keluar dari ruangan Meeting, meninggalkan Mario yang sedang termenung dengan dunianya.
Saat keluar dari ruangan meeting, senyum Soraya begitu mengembang. Entah kenapa dia merasakan beban yang di tanggungnya hilang ketika memberitahukan bahwa Kirea adalah anak Mario.
Soraya memutuskan untuk memberitahukan pada Mario tentang Kirea karena tidak ingin Mario terus mengatakan hal seperti tadi. Di mana Mario terus membahas tentang dia yang harus meninggalkan Kirea bersama Cio dan alasan lainnya adalah karena Kirea sudah tau semuanya.
***
Setelah Soraya pergi, Mario masih terdiam mematung, nafas lelaki itu terasa tersendat. Dalam sekejap, dunai Mario menggelap, jiwanya seolah di renggut paksa dari raganya. Tak pernah terbayangkan di benak lelaki itu hari ini akan tiba, hari di mana dia mengetahui yang sebenarnya, kenyataan yang sangat memukul dan sangat menyakitkan. Anak yang selalu dia tatap dengan tatapan benci, yang selalu ingin dia buang dari Soraya ternyata adalah darah dagingnya sendiri.
Setelah beberapa saat berlalu
Dengan kondisi yang masih linglung, Mario bangkit dari duduknya, kemudian lelaki tampan itu berjalan ke arah pintu, saat berjalan Mario benar-benar seperti orang linglung. Tatapan mata Mario menatap lurus kedepan, pandangannya terlihat kosong, beberapa staf yang berpapasan dengan Mario menatap Heran pada Mario tentu saja karena Mario seperti orang aneh.
Saat berada di dekat mobil, Mario merasakan kakinya sudah tidak bisa lagi menopang tubuhnya, hingga sedetik kemudian tubuh lelaki itu ambruk di tanah.
"Ki-Kirea!' Mario memanggil nama putrinya dengan terbata. Kilasan, kelakuannya pada KIrea dan Soraya menubruk otak lelaki itu.
hatinya semakin nyeri ketika mengingat kejadian di masa lalu saat dia melihat Kirea menunggu di lobi apartemen, karena saat itu, saat Soraya ada di fila miliknya dan menerobos pulang saat hujan sedang lebat, Mario sengaja mengikuti Soraya, dan dia juga melihat KIrea menunggu di lobi seorang diri. bukan hanya itu dia juga teringat saat dia menjebloskan Soraya kedalam penjara ketika putri mereka sedang di rawat.
Saat itu mario sengaja menyuruh polisi untuk datang ke rumah sakit dan menjemput Soraya di sana, karena Mario yakin Soraya tidak akan tenang ketika harus di penjara ketika Kirea di rawat, dan ketika Soraya putus asa dia berencana untuk menawarkan kesepekatakan, walaupun pada akhirnya kesepekatakan itu Batal karena Kelvin hadir menghancurkan semua.
Dan sekarang penyesalan bertubi-tubi menghampiri Mario, wajah kirea langsung terlintas di otak lelaki itu. Mungkin karena Kirea lahir dari wanita yang dia cintai, hingga ketika tahu Kirea Adalah anaknya Mario ingin langsung meemui gadis kecil itu. Beda dengan Naina anak yang lahir dari wanita yang tidak dia cintai, dia sama sekali tidak pernah menganggap anak itu ada walaupun Naina tinggal bersamanya.
Setelah beberapa saat berlalu, Mario pun berusaha untuk menguatkan dirinya, dia tidak boleh diam saja seperti ini, dia harus segera menemui Kirea yang sekarang ada di rumah Joseph dan jena.
***
“Kirea kau tidak ingin makan sekarang?” tanya Jena ketika masuk dalam kamar kirea. Sedari semalam, Kirea tampak murung, apalagi ketika kedatangan Zico dan Helmia.
Selama ini, Kirea tentu sangat ingin dekat dengan kakek dan neneknya. Hanya saja dia selalu teringat pesan ibunya yang tidak memperbolehkan dia terlalu dekat dengan Zico dan Helmia. Dan kemarin dia merasakan rasa sesak ketika melihat sepupu-sepupunya bermain dengan kakek dan neneknya, dia ingin bergabung tapi dia tidak seberani itu. Beberapa kali Zico dan helmia menghampiri Kirea, tapi Kirea selalu menghindar. Sikap Kirea pada semua juga berbeda, seminggu ini, gadis kecil itu selalu menjauh dari keluaga ibunya dan selalu menyendiri.
Sejatinya saat ini KIrea sedang merasakan trauma, dia masih terbayang apa yang di lakukan Kalindra pada ibunya, itu sebabnya dia juga sedikit takut pada keluarga ibunya yang lain.
Jena menghela nafas ketik melihat wajah Kirea yang murung, dia pun maju kemudian menekuk kakinya menyetarakan dengan kirea yang sedanb duduk di sofa.
"Kenapa kau terlihat murung?" tanya Jena dengan lemah lembut seraya mengelus rambut gadis kecil itu.
"Bibi, aku rindu Mommy, bisakah bibi antarkan aku pulang?" tanya Kirea, dia menunduk karena malu meminta tolong pada Jena. Jena merasakan sesak bukan main ketika melihat Kirea tertunduk, di saat anak-anaknya dan anak-anak GUeen mendapatkan kebahagian dengan keluarga yang hangat, KIrea malah harus merasakan perasaan kesepian.
''Biar kakek yang mengantarkanmu oke.'' Tiba-tiba terdengar suara Zico dari pitu, rupanya dia baru saja sampai dan ketika sampai dia langsung datang ke kamar yang di tempati oleh KIrea.
Melihat kedatangan Zico, Jena langsung menegakan tubuhnya, "Bibi akan keluar dulu?" Jena Lebih memilih keluar dari kamar KIrea, dia ingin memberikan ruang untuk ayah mertuanya dan juga keponakannya.
Setelah Jena pergi, Zico berjalan ke arah sofa, sedangkan kirea langsung tertunduk, gadis kecil itu tidak sanggup menatap kakeknya.
''kau marah pada kakek, hmm?" tanya Zico Ketika dia sudah berada di depan cucunya. "Kenapa kau selama ini tidak mau bermain dengan kakek?"taya Zico lagi, lelaki itu langsung menggerakkan tangannya kemudian mengelus rambut KIrea.
Dan ketika rambutnya dielus oleh Zico, KIrea langsung mengangkat kepalanya. matanya langsung berkaca-kaca ketika Zico mengelus rambutnya. Tidak mungkin dia mengatakan bahwa ibunya melarangnya untuk dekat-dekat dengan kakek dan neneknya, dia takut kakek dan neneknya memarahi ibunya sama seperti kaliandra yang memarahi ibunya tempo hari.
Saat Zico akan bertanya lagi, tiba-tiba terdengar suara ribut dari arah bawah, hingga dengan cepat Zico pun langsung menegakkan tubuhnya, setelah itu dia keluar dari kamar Kirea, dan karena Kirea mendengar namanya disebut, Kirea pun juga ikut bangkit dari duduknya kemudian mengikuti langkah ZIco untuk keluar dari kamar.
“Lepas Joseph, biarkan aku menemui putriku!” Mario berteriak karena sedari tadi Joseph menghadang langkahnya.
Joseph berpikir, Kirea masih dalam kondisi terpukul karena kejadian seminggu lagi, dan sekarang Mario datang dengan kondisi seperti ini, dan tentu saja jika Mario menemui Kirea, Kirea akan terkejut.
"Ada apa ini?" tanya Zico ketika sampai di bawah.
"Kirea!'' Mario berteriak sedikit histeris ketika melihat Kirea turun dari tangga, sedangkan KIrea yang mendengar Mario berteriak langsung menghentikan langkahnya. Ketika Melihat Mario, rasa sesak langsung menghantam Kirea, karena ternyata orang yang dulu sangat dia takuti adalah ayahnya.
Seketika Kirea berbalik, gadis kecil itu langsung kembali naik ke tangga karena dia tidak ingin melihat Mario.
"Ikut aku!" Joseph dengan cepat menarik tangan Mario, sebelum Mario membuat kekacauan lagi. Sedangkan Mario kali ini tidak melawan, karena tubuhnya terasa lemas akibat barusan dia melihat Kirea yang kembali naik saat melihatnya.
Ingat dah kena strok