NovelToon NovelToon
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Janda / Nikah Kontrak / Anak Kembar / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:748.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: embunpagi

Karena suaminya menderita gangguan pada organ reproduksinya, membuat Jenna dan suaminya memutuskan untuk melakukan inseminasi. Namun, setelah Jenna hamil, ia justru di minta untuk menggugurkan kandungannya tersebut atau ia akan ceraikan oleh suaminya tersebut. Bahkan Jenna di tuduh selingkuh oleh keluarga suaminya.

Jenna memilih mempertahankan kehamilannya meski pada akhirnya ia di ceraikan dan di buang oleh suaminya.

Bertahun-tahun berlalu, Jenna menjelma menjadi ibu muda yang tangguh dan mandiri. Jenna baru saja kehilangan pekerjaan dan Ia mendaftar menjadi seorang perawat pria lumpuh yang dingin dan kejam demi menyambung hidup bersama kedua anaknya.

Meski tidak mudah awalnya, Jenna tetap bertahan hingga cinta itu perlahan mulai tumbuh diantara mereka. Saat itulah sebuah fakta besar terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embunpagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Sesampainya di mansion,Jenna langsung mencari kedua buah hatinya. Sementara Arion menuju ke ruang kerjanya.

Reagan dan Riley sedang asyik bermain di kamar mereka saat Jenna datang. Mereka tidak tahu jika Jenna akan pulang hari itu juga.

"Apakah ada yang merindukan mama?" suara lembut Jenna berhasil mengalihkan perhatian si kembar dari mainan mereka.

Reagan dan Riley langsung tersenyum begitu melihat Jenna berdiri di depan pintu. Mereka langsung berhambur ke pelukan Jenna.

"Anak-anak mama nggak ada yang nakal, kan selama mama nggak di rumah?" ucap Jenna.

Keduanya menggeleng, "Kami selalu jadi anak baiknya mama," ucap Reagan, "

Riley mengangguk," seperti biasa. Tidak pernah nakal, apalagi selama mama di kantor polisi," ucapnya.

Jenna tercengang, bagaimana bisa anaknya tahu jika ia baru saja di tahan di kantor polisi. Pasalnya ia sudah Me wanti-wanti para pelayan untuk tidak memberitahu mereka. Ya, Jenna tidak bisa mengabaikan jika kedua anaknya memang cerdas. Bukan hal mustahil untuk mereka tahu hal tersebut.

"Mam, Are you okay?" tanya Reagan.

Jenna tersenyum lalu mengangguk, "Seperti yang kalian lihat, mama baik-baik saja. Dan yang terpenting sekarang, mama sudah di sini bersama kalian," ucapnya lalu mencium putranya bergantian.

Cukup lama Jenna melepas rindu dengan dua buah hatinya tersebut sebelum akhirnya ia pamit karena akan membersihkan diri.

"Syukurlah, mama udah pulang. Berarti rencana kita berhasil!" ucap Riley sesaat setelah Jenna pamit keluar. Langkah kaki Jenna langsung berhenti saat ia tak sengaja mendengar ucapan anaknya tersebut karena ia baru saja sampai depan pintu kamar si kembar.

"Ya, kau benar. Kita berhasil!" seru Reagan.

"Apanya yang berhasil?" tiba-tiba saja Jenna kembali masuk dan kedua anaknya tersebut langsung terdiam. Tak ada yang berani bicara.

"Mama kan sudah bilang, kalian tidak boleh melakukan hal di luar kemampuan anak seusia kalian," ujar Jenna. Ia sudah sering Me wanti-wanti kedua anaknya tersebut karena tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Selama ini kalian selalu nurut, dan selalu mengerti untuk tidak menunjukkan kemampuan kalian sebelum kalian beranjak dewasa, tapi ini..." Jenna menghela napasnya. Ia sadar, nada bicaranya sudah tinggi dan itu tidak nyaman di dengar.

"Maaf, ma... Tapi kami cuma mau mama cepat pulang, gitu aja. Di penjara itu nggak enak dan kami cuma bantu papa Arion sedikit dan papa nggak tahu kalau kami yang melakukannya," Reagan membela diri.

Jenna mendengus, mau marah, juga sudah terjadi. Lebih tepatnya ia khawatir sebenarnya. Memiliki anak istimewa tidaklah semudah itu. Banyak hal yang ia khawatirkan selama ini.

"Ya sudah. Lain kali jangan diulangi dan bersikaplah seperti biasanya. Mama minta kerja samanya, ya?" ujar Jenna.

Si kembar mengangguk serempak.

"Sampai kapan papa tidak tahu kalau kami anak mama?" tanya Riley tiba-tiba saat Jenna hendak keluar. Dan langkah kakinya langsung terhenti lalu menoleh kepada kedua putranya, "Mama akan bicarakan hal ini nanti sama papa Arion. Untuk sementara tetap seperti biasanya dulu," ucapnya dan di balas anggukan.

"Tapi, kalau kejujuran tentang status kami yang sebenarnya akan berdampak pada hubungan mama dan papa Arion, mama tidak perlu mengatakannya. Biar papa tahunya kami anak tante Rosa saja," ucap Reagan.

Deg!

Kata-kata Reagan merupakan tamparan besar untuk Jenna. Kedua anaknya selalu mengerti dirinya. Mengutamakan kebahagiannya. Selalu berusaha untuk tidak menyusahkannya. Tapi, untuk mengakui status mereka saja Jenna masih belum berani. Entah apa yang ia pikirkan. Jika awalnya ia takut Arion akan mengambil mereka darinya, sekarang apalagi yang ia takutkan. Entahlah, Jenna hanya ingin mencari waktu yang tepat karena nyatanya memang tidak semudah itu untuk mengatakan kebenaran.

Di sisi lain, Arion yang kini berada di ruang kerjanya baru sempat kepikiran soal bukti yang membebaskan Jenna. Kini ia memiliki waktu lebih banyak untuk memikirkan keanehan tersebut daripada sebelumnya yang terburu-buru ingin segera membebaskan Jenna.

Ingin curiga kepada si kembar karena di rumah tersebut hanya ada pelayan dan mereka selain dirinya, tapi rasanya tidak mungkin dan dia sulit untuk percaya jika mereka yang melakukannya.

.....

"Ada apa sih Jen, tumben ngajak ketemuan mendadak di luar begini? Ada masalah? " tanya Rosa yang baru saja sampai di sebuah cafe dimana Jenna mengajaknya bertemu.

"Duduk dulu, Ros," ucap Jenna dan Rosa menurut.

"Apa ada masalah sama si kembar, atau suamimu? Ibu mertuamu?" cecsr Rosa setelah ia duduk.

Jenna menghela napasnya sebelum ia mulai bicara, "Memang ada masalah, tapi bukan soal aku, Ros tapi, kamu..." jujur saja, Jenna bingung memilih kata yang tetap untuk mengatakan kepada Rosa tentang apa yang kemarin ia lihat.

Jenna Sebaik apapun ia akan merangkai kata, itu tetap akan menyakitkan bagi Rosa.

"A-aku? Aku kenapa Jen? Perasaan aku baik-baik aja deh," ucap Rosa.

Jenna lekas mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, "Aku tahu ini akan menyakitkan buat kamu, tapi kamu perlu tahu ini, Ros," Ia menyerahkan ponselnya kepada Rosa."Kemarin aku nggak sengaja melihat pacarmu dengan wanita lain," lanjutnya.

Napas Rosa langsung naik turun setelah melihat rekaman video yang sangat jelas tersebut. Dimana kekasih sedang bercumbuu mesra dengan wanita lain.

Namun, di luar dugaan Jenna reaksi Ros setelah melihat bukti tersebut. Jenna pikir, Rosa akan menangis meraung-raung, namun ternyata salah. Rosa langsung menggertakkan giginya penuh amarah. Jika saja ia tidak ingat itu ponselnya Jenna, sudah ia banting ke lantai tanpa ampun.

"Kurang Asem emang! Berani-beraninya dia selingkuh di belakangku, minta di sunat dua kali rupanya! Mana ceweknya nggak lebih cantik daripada aku lagi, si al emang tuh lakii satu! Kayanya cinta mati, mau nikah aku secepatnya, bulshit banget mulutnya!" omel Rosa meluapkan kekesalannya. Ia bahkan sampai menggebrak-gebrak meja cafe yang mana menarik perhatian pengunjung lain.

" Sssst, tenang Ros. Tenang! Calm! Jangan ngamuk di sini, bisa rusak properti cafe ini kalau kamu gebrak-gebrak begitu," ucap Jenna pelan berusaha menenangkan sahabatnya.

Rosa mendengus kasar lalu bersedekap. Napasnya masih memburu naik turun.

"Kalau mau nangis, nangis aja Ros. Nggak apa-apa..." ucap Jenna. Ia tahu, apa yang di lakukan Rosa adalah untuk menyembunyikan kesakitan dan kekecewaannya.

Rosa terdiam, namun detik kemudian air matanya jatuh membasahi pipinya. Tidak lama, ia langsung menghapusnya dengan kasar," Aku nggak bisa di giniin, dia harus di beri pelajaran!" ucapnya.

"Terus kamu mau bagaimana? Bersyukur kamu tahu kebusukan dia sebelum kalian menikah. Itu artinya Tuhan masih sayang sama kamu," ucap Jenna.

"Tetap saja, aku mau balas dan aku butuh bantuan kamu. Terutama suami kamu..."

Jenna tak paham maksud Rosa, "Apa yang bisa aku bantu, Ros?" tanyanya.

Belum juga Rosa menjawab, Mereka mendengar suara-suara yang sepertinya tertuju kepada salah satu dari keduanya dari para pengunjung cafe.

Jenna dan Rosa menoleh, dan benar mereka sedang menjadi pusat perhatian. Mereka menatap ke arah Jenna dengan tatapan aneh, seperti risih.

"Apa gara-gara aku berisik tadi, ya?" bisik Rosa.

"Enggak, kayaknya mereka lihatin ke aku, bukan kamu. Tapi, kenapa?" balas Jenna yang merasa dirinyalah yang menjadi sasaran mereka.

"Astaga!" Seru Rosa tiba-tiba setelah ia melihat ponselnya karena penasaran para pengunjung itu saling berbisik setelah melihat ponsel mereka.

"Ada apa?" tanya Jenna.

"Lihat ini!" Rosa memperlihatkan ponselnya pada Jenna.

"Istri dari seorang pengusaha besar dan ternama, Arion Lavi Pradipa, di tangkap polisi karena kedapatan memiliki sejumlah Narkoba, jenis..."

Jenna tak sanggup melanjutkan membaca deadline berita online tersebut. Di sana terlihat jelas potret wajahnya tanpa sensor.

...****************...

1
tenny
seru ceritanya, tapi udah lama engga up
Anonymous
Emang stop sampai disini aja kh ceritanya nih thor. Hapus aja sekalian thor.
Iyat Hayati
bagus ceritanya tpi sayang up ny cuma sampe sini lanjutkan
Dewi Suntana
hahahaha . blom selesai cerita nua ema jgan di buat mati dulu . ada2 ajh
Yuni Rasyid
gak usah sambung cerita nya . terlalu BYK drama . bertele2
Yuni Rasyid
karma Jenna. egois
Yuni Rasyid
pemeran nya bodoh. BYK drama
Yuni Rasyid
kok bodoh jadi Jenna egois gak Mikir perasaan anaknya
Yuni Rasyid
aku kok heran seorang ibu gak tanya anak nya
Yuni Rasyid
biar mampus Jenna anak sendiri gak mau jujur. penjara lagi bagus . biar menyesal.
Yuni Rasyid
buat cerita yang gampang di pahami. bukan membingungkan kan. bagaimana mau dapat dukungan
Yuni Rasyid
cerita membingungkan.
Yuni Rasyid
bodoh jadi perempuan kau Jenna
Yuni Rasyid
Jenna bodoh .anak sendiri di biarkan gak mau ngaku sm arion
Yuni Rasyid
cerita nya berbelit belit
ᎥᎥͷ ᎥͷɗᏒⅈᎯͷⅈ💜E𝆯⃟🚀HIAT
aku sampe baca bab sebelumnya dulu karna sedikit lupa sama alurnya🤭
semangat up lagi yok sampe tamat kisah Jenna dan Arion kak jangan lama-lama ya up selanjutnya🥰
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih. /Smile/
total 1 replies
Juniarsih Hariany
Luar biasa
Deswita
🙏🙏
Deswita
🙏
Deswita
🙏😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!