Alana Liora Argantara, Gadis nakal yang mendapat julukan murid abadi hanya karena dia pernah tertinggal kelas.
Kedua orang tuanya sudah pasrah menghadapi kenakalan putrinya. Untuk itu mereka berniat menjodohkannya dengan seorang guru.
Tentu saja Alana menolak keras dengan dengan berbagai alasan. Tapi dengan ancaman ayahnya, Alana mengalah.
Bara Erfian Rahardian, guru killer yang dihindari oleh semua siswa. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan gadis nakal. Dan ternyata gadis itu adalah Alana, orang yang akan dijodohkan dengannya.
Terjadi perdebatan saat mereka tahu satu sama lain. Tapi mereka tidak punya pilihan selain menerima perjodohan tersebut. Mereka membuat perjanjian dan sepakat menyembunyikan pernikahan mereka.
Kehidupan rumah tangga tanpa cinta dan pertemuan yang meninggalkan kesan yang mengesalkan membuat mereka terus berdebat setiap hari. Bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Di Culik
Jam pelajaran telah usai. Semua siswa mulai berkemas dan bergegas pulang. Begitu juga dengan Alana. Dia memasukkan semua buku pelajarannya kedalam tas. Setelahnya dia memastikan jika tidak ada siapapun di sana baru dia keluar dari kelas dan menuju ruangan Bara.
Dia masih tidak sadar jika orang suruhan Amanda memperhatikan gerak-gerik nya. Dan salah satu dari mereka menghampiri Alana.
"Neng, tunggu!!" panggil pria itu
Alana berhenti dan menoleh kesana-kemari mencari seseorang yang memanggilnya. "Bapak panggil saya?" tanya nya menunjuk dirinya sendiri
"Iya neng. Bapak mau minta tolong, boleh?"
"Minta tolong apa pak?"
"Itu, bapak kan baru di sini. Bapak di beri alat untuk memotong rumput tapi bapak gak bisa pakainya. Neng bisa ajarin bapak tidak?" pinta pria itu
Tanpa rasa curiga, Alana mengiyakan permintaan pria itu. Dia berjalan di belakang pria itu. Tapi tiba-tiba seseorang membekapnya dari belakang. Alana memberontak, tapi tak berapa lama kemudian, dia tidak sadarkan diri.
Salah satu dari pria itu terlihat menghubungi Amanda dan mengatakan jika mereka berhasil.
Tentu saja Amanda merasa senang. Dia menyalakan mesin mobilnya dan masuk ke area sekolah. Amanda meminta mereka memasukkan Alana kedalam mobil. Baru setelahnya mereka pergi dari sana.
Sementara itu, Bara baru saja selesai mengajar. Dia masuk ke ruangannya, tapi dia tidak mendapati Alana di sana. Biasanya gadis itu sudah berbaring di sofa atau bermain game di ponselnya.
"Kemana anak itu?" gumam Bara. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Alana. Tapi beberapa kali nada panggilan, Alana tidak mengangkat telepon darinya.
Bara mulai khawatir. Dia mencoba menghubungi Alana lagi. tapi kali ini, Alana justru menolak panggilan darinya.
"Ck, kenapa di tolak?" Bara hendak melakukan panggilan lagi, tapi tiba-tiba ada pesan masuk dari Alana.
"Aku pergi dengan teman-teman ku. Jadi jangan menunggu ku karena aku mungkin tidak akan pulang."
Bara nampak mengerutkan keningnya. Apa maksud Alana pergi dengan teman-temannya dan tidak pulang? Apa gadis itu mau menginap dirumah temannya?
Tapi rasanya ini sedikit aneh. Selama menikah dengannya, ini pertama kalinya Alana pergi dengan teman-temannya. Apalagi sampai tidak pulang.
"Ck.. Apa dia mau berulah lagi?" Bara kembali melakukan panggilan. Tapi kali ini ponsel Alana tidak aktif. Bara merasa heran. Ini seperti bukan Alana.
"Aku harus memastikan, dengan siapa Alana pergi? Dan dia menginap dimana." Bara meraih kunci mobilnya dan mulai mencari Alana.
Di perjalanan, Bara tidak berhenti menghubungi Alana. Tapi tetap saja hasilnya sama, nomornya masih tidak aktif.
Bara menggeram kesal..Dia melempar ponselnya ke dashboard begitu saja. Selama ini dia tidak tahu siapa saja orang yang dekat dengan gadis itu. Kecuali dengan Rayhan. Tapi tidak mungkin Alana pergi dengan Rayhan, bukan? Apalagi Alana berencana menginap di rumah temannya.
"Sial!!! Kau dimana, Al?" gumam Bara. Dia mengendarai mobilnya dengan sesekali melihat kesana-kemari, siapa tahu Alana ada di sana. Tapi Bara justru melihat Rayhan tengah duduk dengan teman-temannya.di cafe. Dia menyipitkan matanya, untuk memastikan jika dia tidak salah orang. Baru setelahnya, Bara menepikan mobilnya dan segera turun, menghampiri Rayhan. "Bisa bicara sebentar!!" seru Bara yang menatap satu persatu siswanya yang tengah nongkrong di cafe tersebut
Semua yang ada di sana menoleh. Dan saat mereka melihat jika orang itu adalah Bara, mereka segera mengubah posisi duduk mereka dan menunduk. "A-ada apa Mr?" tanya Rayhan
"Kemari!!" Bara menarik Rayhan menjauh dari yang lain agar mereka tidak mendengar apa yang akan dia katakan pada Rayhan.
"Apa kau tahu dimana Alana?" tanya Bara
Rayhan tampak mengerutkan keningnya bingung. "Apa maksud Mr, tahu Alana di mana? Bukankah dia menunggu Mr. di ruangan Mr?"
"Alana tidak ada di ruangan ku saat aku selesai mengajar. Dia juga tidak bisa di hubungi. Tapi sebelum itu dia mengirim pesan padaku jika dia pergi dengan teman-temannya dan tidak akan pulang. Apa kau tahu siapa saja teman Alana?" tanya Bara
Rayhan tampak berfikir. Setahu dia, Alana tidak mempunyai teman perempuan. Bisa di bilang dia satu-satunya teman Alana. Tapi kenapa tiba-tiba Alana pergi dengan teman-temannya? Teman-teman yang mana yang Bara maksud?
"Apa kau mengingat sesuatu? Siapa nama teman-teman Alana? Aku hanya ingin memastikan jika gadis nakal itu itu baik-baik saja." seru Bara
"Maaf Mr. Setahu ku Alana tidak mempunyai teman perempuan. Hampir setiap hari kami bersama. Tapi karena dia bilang akan pulang dengan Mr, aku memilih berkumpul dengan yang lain." terang Rayhan
Bara mengusap wajahnya kasar. Sekarang dia benar-benar merasa khawatir. Jika seandainya ponsel Alana bisa di hubungi. Misal Alana mengatakan dengan siapa dia pergi, kemana mereka pergi, mungkin dia tidak akan khawatir seperti ini.
"Terimakasih. Jika nanti Alana menghubungimu, kau beritahu aku ya. Ini kartu namaku." Bara memberikan kartu nama pada Rayhan dan kembali berkata, "Jika kau bertemu dengan Alana, hubungi aku " pinta Bara yang di jawab anggukan oleh Rayhan
Bara kembali ke mobilnya. Dia pergi dari sana dan kembali' mencari Alana. Sementara Rayhan terdiam menatap kartu nama di tangannya. "Alana!!" lirihnya
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu