Semua bermula dari keisengan dan kenakalan remaja SMA, sosok Pandu lelaki badboy terpaksa menikahi teman wanita yang sering ia bully.
Pernikahan yang tidak dilandasi rasa cinta melainkan karena sebuah tanggung jawab karena Pandu telah membuat gadis tersebut buta untuk selamanya.
Akankah kedua musuh ini akan menemukan cinta setelah menikah? Dapatkah Pandu mencintai gadis yang telah di buat buta olehnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The End
Dua hari setelah sadar dari komanya, Pandu telah pulang dari rumah sakit. Dewi setia menemani dan hari-hari mereka semakin bertambah sayang.
Ada banyak hal yang mereka ketahui setelah bukti terkumpul. Aksi Rahmat yang sengaja menabrakkan mobilnya ke arah Pandu terekam di layar CCTV gedung apartemen. Beruntung saat itu ada CCTV yang merekam dan jelas terlihat plat nomer mobilnya. Rahmat di tangkap dan menjadi tahanan sementara
Seminggu sudah waktu yang dinantikan sejak pengajuan sidang. Kedua pihak hadir ke persidangan dan sedang menunggu datangnya hakim. Rahmat duduk sebagai tersangka di sisi kanan bersama dengan pengacaranya.
Di depan ada Dewi dan Pandu sebagai korban bersama dengan pengacaranya. Tuntutan yang dilayangkan adalah kasus pelecehan seksuall serta percobaan pembunuhan dengan sengaja menabrakkan mobilnya.
Saksi-Saksi yang telah dikumpulkan juga hadir dalam persidangan. Mereka memberikan saksi sesuai apa yang dilihatnya.
Bukti dari rekaman CCTV serta pengakuan Rahmat yang direkam Bik Asih juga membuktikan jika Rahmat bersalah. Pria itu juga tidak menepis, percuma dia menyangkal karena Dewi telah memiliki bukti nyata dan juga hasil keterangan laboratorium yang menyatakan saat itu Dewi pingsan karena meminum obat tidur.
Hakim membacakan putusan untuk Rahmat, semua orang terdiam dan mendengarkan
"Pembuktian perlakuan cabul dalam Hukum Pidana adalah berdasarkan Pasal 184 KUHAP, menggunakan 5 macam alat bukti, yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, keterangan terdakwa. Semua bukti sudah di perlihatkan dan diakui benar adanya oleh keterangan terdakwa,"
"Kedua, kasus kecelakan yang merupakan hasil di sengaja oleh pengendara kendaraan bermotor mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4). Maka dengan ini Saudara Rahmat dikenakan pasal berlapis yaitu 9 tahun dengan proses penetapan 6 bulan dan ditambah dengan 5 tahun penjara. Keputusan pengadilan Hakim tidak dapat diganggu gugat, untuk ini saya nyatakan sidang berakhir.
Tok, Tok, Tok
Hakim telah mengetuk palunya sebanyak tiga kali pertanda keputusannya tidak dapat diganggu gugat.
Yang menjadi masalah adalah orang tua Rahmat memiliki banyak uang, sehingga dengan mudah dia akan keluar dengan hanya membayar denda.
Pusing ah mikir hukum yang jelas semoga orang tuanya tidak mengeluarkan uang sepersen pun sehingga membuat Rahmat menyesali perbuatannya.
"Selesai juga. Gak perlu nunggu sidang lanjut an karena Rahmat juga mengakui kejahatannya," ucap Pandu
"IYA, kalau dia gak ngaku, aku gak mau maafin dia," ucap Dewi
"Hemm jadi kamu beneran maafin dia?" tanya Pandu
"Jangan cemburu dulu sayang, ya aku masih kesel gak bisa maafin. Tapi apa salahnya maafin walau berat. Yang terpenting dia mau berubah dan mau mengakui kesalahannya. Terkadang mengakui kesalahan itu berat, sampai harus mengucapkan sumpah palsu. Ya awalnya dia gak ngaku tapi akhirnya dia ngaku juga kan. Aku juga salah dari awal. Aku terlalu dekat sama dia, sampe dia merasa aku punya perasaan sama dia. Jadinya disaat sakit hati, dendam itu bisa muncul,"
"Semoga aja Nesty gak dendam ma aku ya, dulu kan aku suka banget baperin dia haha," sahut Pandu
"Ck kamu baperin dia kalau minta contekan pasti, dasar cowok!" Dewi mencubit perut Pandu yang sedikit melebar.
Bagaimana gak tambah lebar, Dewi membahagiakan hari-harinya dengan cinta dan masakan terenak di dunia. Mengenyangkan perutnya, mencintainya sepenuh hati dan yang terpenting menjaga perasaan pasangan kita dengan menghargainya dan mempercayakan kesetiaannya.
Orang tua Dewi yang berjalan di belakangnya ikut tersenyum dengan anak dan mantunya. Bu Sinta yang berjalan beriringan dengannya juga tersenyum sendiri melihat anaknya dan Dewi yang sedang asik bercanda tawa
"Bu Sinta, Jujur saja ya, saya dari awal kurang sreg sama Pandu, badboy. Tapi setelah beberapa minggu mereka bersama saya baru yakin kalau mereka jodoh yang ditakdirkan," ucap Endah pada Sinta
"Ya... jalannya garis takdir itu gak ada yang tahu, saya juga ikut bahagia jika mereka bahagia,"
"Kenapa Ibu Sinta tidak menikah lagi, Umurnya juga masih muda kan?" tanya Pak Sam
"Ah... Saya tidak ingin menikah lagi, cinta saya cukup satu. Sendiri lebih menyenangkan," ucap Sinta
Mila yang mendengarnya sedikit cemburu mengira kalau Sinta masih memiliki perasaan buat Yoga, padahal yang dimaksud Sinta cintanya saat ini hanya untuk anaknya seorang.
"Bu, Pak, Pandu...Dewi...maaf sebelumnya saya pamit duluan ya," sahut Mila yang pamit dan kemudian berjalan cepat melewati besannya.
Yoga ikut pamit dengan semuanya dan mengejar Mila.
"Kamu kenapa sih Bu? Kita mau naik apa pulangnya, ini jauh dari rumah loh. Kan tadi kita nebeng sama mobilnya Pak Sam," sahut Yoga setelah mereka berpisah dari yang lain
"Ck kamu gak denger tuh tadi Sinta bilangnya cintanya cukup satu, dan dia gak mau nikah lagi, itu namanya dia masih cinta sama kamu," ucap Mila berhenti dan menggulung kedua tangannya di depan
"Kamu cemburu?" tanya Yoga tersenyum
"Ya jelaslah aku cemburu,"
"Aku seneng kamu Cemburu, tandanya kamu masih cinta sama aku. Tapi, aku udah melupakan perasaanku sama Sinta. Itu masa lalu, kamu itu teman hidupku. Bukan saatnya untuk cemburuan di usia kita saat ini. Dan aku harap kamu jangan jutek-jutek ya sayang. Kalau lebih lembut kamu makin manis, rumah tangga kita juga bisa harmonis. Aku akan berusaha kerja lebih giat, biar kamu gak terus kekurangan," ucap Yoga yang seketika melelehkan hati Mila.
Dia sering sekali jutek, dan menakutkan. Untung Yoga sabar.
"Apa aku terlalu kasar ya? Aku minta maaf ya Mas... aku cuma melampiaskan emosi karena kekurangan materi tapi jujur aku gak mau kehilangan kamu. Gara-gara kehadiran Sinta, bikin aku sadar diri," ucap Mila, air matanya malah keluar dari ujung mata.
Semoga setelah ini Mila akan semakin berlaku lembut dan menyayangi orang-orang sekitarnya termasuk Dewi.
Sekian cerita Pandu dan Dewi Kunti, pelajaran yang dapat di petik dari novel ini adalah.
Bercandalah sewajarnya, karena sesungguhnya kita tidak tahu apa bahaya ala yang terjadi jika kita iseng melakukannya tak hanya menarik kursi saat duduk tapi juga hal iseng lainnya
Mencintai seseorang jangan memandang fisiknya.
Harta dan Tahta bisa dicari, namun bukan poin utama kebahagiaan. Karena kebahagiaan itu Kita sendiri yang menciptakan. Hidup dalam kesederhanaan juga bisa terasa bahagia kok.
Jangan sombong dan menganggap semuanya dapat dibeli dengan uang seperti contoh Orang tuanya Bu Sinta yang menganggap kemiskinan itu masalah.
Jangan lupa like dan komen haha🤣🤣
/Facepalm/
/Facepalm/
/Facepalm/
/Facepalm/
terima kasih banyak buat novelnya /Kiss/