NovelToon NovelToon
Godaan Tetangga

Godaan Tetangga

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Poligami / Cinta Terlarang / Cerai / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:454.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aira azahra

Rania, tidak menyangka jika tetangga barunya adalah seorang duda. Hari demi hari berjalan, diam-diam menjalin hubungan terlarang. Bagaimana kelanjutannya, apakah sang suami mengetahui perselingkuhan istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aira azahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh

"Makasih yah,bang. Sudah membelikan martabak daging untuk ku,". Ucap Rania, menikmati martabak yang di bawa sang kekasihnya.

"Sama-sama, sayangku. Makan yang banyak,biar dede nya sehat terus". Aldo, mencium perut Rania yang masih rata.

Kata Aldo, calingukan mencari sesosok yang di carinya. "Papahmu,mana? Kok gak ada,". Tanyanya, sambil menyuapi Rania dengan martabak.

"Eee...Gak tau,bang. Papah, memang seringkali gak ada di rumah. Kemungkinan menjalin bisnis, dengan rekan kerjanya". Jawab Rania, dengan entengnya.

"Emangnya,kamu tidak mencurigai papahmu? Maksudnya, pekerjaan sampingannya". Tanya Aldo, tersenyum dan mengelus pipi Rania.

"Gak bang,yang penting papah sehat dan selamat pulang ke rumah. Emangnya, kenapa bang? Bukankah orangtuanya Abang,menjalin kerjasama dengan papahku". Kata Rania,sontak membuat Aldo tercengang.

"Eee.... Iya, sayang. Rania,aku sangat mencintaimu". Aldo, mencium sekilas bibir kekasihnya.

"Aku tau,bang. Seperti aku mencintaimu,". Kata Rania, memandang wajah tampan kekasihnya.

"Rania,satu pintaku padamu". Aldo, menggenggam jemari Rania dan meletakkan di perutnya. "Berjanjilah padaku,sayang. Tolong,jaga anak kita. Apapun yang terjadi,".

Rania, awalnya tersenyum dan kini senyumnya memudar. "Bang, ngomong apa sih? Sudah pasti aku selalu menjaga anak kita,".

"Sayang,kita bisanya cuma berencana saja. Aku ingin tanya kepadamu,jawab dengan jujur". Aldo, mencolek hidung mancung Rania. "Seandainya,aku pergi dan tidak ada kabar? Apa yang kamu lakukan,hmmm".

"Bang,kenapa membicarakan tentang itu? Aku gak mau,loh. Ngapain juga,kamu pergi tanpa kabar. Bukankah kamu, menginginkan untuk membina rumah tangga bersama". Rania, semakin bete di buatnya.

"Plissss...Jawab dulu, sayang". Pinta Aldo,menarik lengan Rania dan jatuh ke pelukkannya.

"Oke,aku akan mencari dirimu kemana pun. Termasuk papahku, membantu ku". Jawab Rania, tersenyum.

"Benarkah, bagaimana jika papahmu memintaku untuk menjauhi mu? Apa yang kau lakukan,hmmm...". Tanya Aldo,lagi.

Rania, tidak menaruh curiga dengan Aldo. Dia menganggap bahwa

ini,sebagai lelucon semata-mata.

"Tidak mungkin,karena papahku. Menyukai mu dulu dan sekarang,sayang". Jawab Rania, langsung di angguki Aldo.

"Kau benar sekali,aku beruntung memiliki mu dan papahmu menyukai ku. Itu dulu, tidak sekarang sayang". Kata Aldo, sontak membuat Rania kebingungan.

"Maksudnya apa,bang? Pliss... Jangan menutup apapun kepadaku,dari tadi omongan mu melantur kemana-mana. Aku tidak menyukainya, tidak bisakah kamu memikirkan perasaan ku dan anak kita". Rania, menatap intens ke arah Aldo.

"Tidak ada,aku cuman bercanda saja". Jawab Aldo, mengulum senyumnya.

"Tidak,aku percaya kepadamu. Maka dari itu,aku tahu dirimu dalam keadaan tidak baik-baik saja". Bantah Rania, menatap manik-manik mata Aldo.

"Tidak ada,aku cuman banyak pikiran masalah mengajar di kampus. Cuman itu saja,". Aldo, langsung menarik lengan Rania dan membawanya ke pelukan.

"Bang, jangan tinggalkan aku. Ingat anakmu, berharap perasaan mu tidak berubah". Kata Rania, meneteskan air matanya. Kenapa aku merasakan sesuatu yang tidak beres? Perasaan aneh apa ini, berharap tidak terjadi apa-apa.

"Tidak akan,sayang". Jawab Aldo, segera menghapus air matanya. Berharap sang kekasih, tidak melihatnya.

"Pulanglah bang, sepertinya kamu ada masalah yang harus di selesaikan. Raut wajah mu, sangat jelas memikirkan sesuatu". Kata Yasmin, melerai pelukannya.

"Rania,kamu bicara apa? Aku tidak memikirkan apapun,". Bantah Aldo,menarik lengan Rania dan tepis sang empunya.

"Pergilah bang, ponselmu terus menyala dan di abaikan. Itu telpon dari ayahmu,kenapa tidak di angkat? Pergilah bang,aku tidak mau anak dan ayah dalam masalah". Rania, lagi-lagi menepis tangan kekasihnya.

"Kamu mengusir ku, sayang. Palingan cuman hal biasa, ayahku menelpon". Aldo, memeluk kekasihnya dari belakang.

"Pergilah,aku ingin istirahat". Rania, berlalu naik ke atas tanpa menoleh ke belakang. Air bening mengalir deras di kedua pipinya,tak sengaja mendengar pembicaraan sang kekasih dan ayahnya. Walaupun samar-samar, melalui telpon.

Aldo, langsung pergi meninggalkan kediaman pak Harto. Matanya terpejam rapat dan menghembuskan nafas beratnya.

Sedangkan Rania,menangis kesegukan di kamar. "Kenapa berbohong kepadaku,bang. Jika ayahmu, tidak menyukai diriku yang berstatus janda ini. pantesan sekali,ayahmu nampak biasa saja. Ketika di pertemuan itu,lebih asyik berbicara dengan papah".

Rania, samar-samar mendengar pembicaraan di luar. Sepertinya sang ayah, kembali pulang. Berlahan-lahan Rania, keluar dari kamar dan melihat dari atas.

"Tuan,apa kita harus melakukannya". Ucap Parno, asisten pribadi ayahnya. Yang selalu di percaya oleh pak Harto, melebihi apapun.

"Pulanglah,jangan membahas tentang ini di rumah. Takutnya Rania, mendengar pembicaraan kita. Besok kita akan menyelesaikan semuanya,". Tegas pak Harto, dengan mata nyalang.

"Kenapa,papah berbicara seperti itu? Emangnya,papah memiliki pekerjaan sampingan apa? kok aku,merasa sesuatu yang janggal". Gumam Rania, langsung bersembunyi karena ayahnya melihat ke atas.

Mata Rania, membulat sempurna ketika ayahnya memberikan pistol kepada Parno.

Lagi-lagi Rania, menepis kecurigaannya. Wajar saja papahnya, membawa pistol. Demi keselamatan,dan berjaga-jaga. Menangani bisnis, tidak semudah yang dibayangkan.

****************

Fahri dan shania, benar-benar di pecat tak terhormat dari perusahaan.

Mereka berdua di seret paksa keluar dari perusahaan, sungguh membuat pak Randy murka karena ulah mereka.

Fahri dan Shania,di pecat secara tak hormat di perusahaan.

Shania,di pecat tidak masalah baginya. Sangat gampang mencari uang, sedangkan Fahri luntang-lantung kemana-mana dan pergi ke club malam.

Mata Fahri, tertuju kepada Shania yang mabuk berat.

"Mas Fahri,aku kangen". Lirih Shania, dengan langkah gontai.

Fahri,membawa mantan istrinya ke sebuah gudang belakang. Langsung mengambil ponsel dan mengirim balik uang yang di ambilnya.

Mata Fahri, berbinar seketika melihat nominal uang mantan istrinya. 1M lebih, langsung ludes semua. "Makanya jangan sok-sokan dulu, melawan ku Shania. Besok paginya,kamu akan kehilangan semua hartamu".

"Mas,panas". Lirih Shania, sudah melepaskan dress nya.

Fahri,yang sudah di selimuti gairah. Langsung mengambil kesempatan untuk menghu-jam tu-buh mantan istrinya.

Terdengar suara desa-han,di kegelapan. Cahaya lampu,yang tidak terang. " Hahahaha ... Rasakan sodokan aku, Shania. Setelah selesai,aku akan membawa pria lain untuk menikmati tubuh ini".

Fahri, berniat untuk menjual tubuh Shania. kepada pria yang ada di club ini, lumayan untuk tambahan uangnya.

Setelah puas menikmati keindahan tubuh mantan istrinya, bersiap-siap untuk melancarkan aksinya.

Tidak berapa lama kemudian, Fahri mengumpulkan 10 pria hidung belang.

"Oke,300 ribu sepuasnya. Lihatlah badan mulus, tidak lecet-lecet". Ucapnya, langsung di setujui oleh mereka.

Satu persatu satu,pria itu membayar kepada Fahri. Mereka semua, melepaskan pakaian dan mulai meraba-raba tubuh Shania.

Sedangkan Fahri, tersenyum puas dan mengibas-ngibas uang di tangannya. "Hahahahha... Rezeki nomplok ini, rasakannya dendamku Shania". Fahri, menyunggingkan senyumnya dan meninggalkan gudang tersebut.

Samar-samar mendengar suara desa-han menggema, sungguh luar biasa. Bagaimanakah, keadaan Shania? Ketika dirinya di perkaos, ramai-ramai.

1
say't
bkn tipe selingkuh tp tipe backstreet 🤣
Lella Tunnur
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Oh Pantesan tadi Aldo sempat bertanya ke Rania apa Rania gak curiga dengan pekerjaan sampingan papamya..?
Qaisaa Nazarudin
Benar2 ya KARMA yang Fahri dapatkan sadis banget..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣💃💃💃💃😭
Qaisaa Nazarudin
Benar2 jahat ya si Fahri,Padahal dulu dia yg sengaja selingkuh dengan Shania di belakang Rania, Saat dia yg di selingkuhin tau rasa dia marah2,Makanya gak mau di selingkuhin jangan selingkuh..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa tiba-tiba Aldo ngomong kayak gitu..Aldo mau di jodohin dan nikah sama cewek lesbian itu ya..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkkw Bukak aib sendiri ya Fahri dan Shania..
Qaisaa Nazarudin
GIMANA RASANYA BERISTERI DUA ENAK GAK?? 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Halusinasi kamu terlalu tinggi untuk berbahagia punya isteri dua, Hujung2 nya kamu sendiri yg kena batunya..ckck..
Qaisaa Nazarudin
Walaupun Disini Rania salah, Sebagai wanita aku tidak membenarkan perlakuan Rania,Tapi aku gak bisa bohong kalo aku bahagia dgn KARMA yang Fahri alami sekarang,Siapa suruh diluan SELINGKUH rasakan tuh..
Qaisaa Nazarudin
Bilang aja kamu takut hidup miskin dan melarat..🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk KEPEDEAN Alesan ngambil kesempatan gak mau bercerai..Dasar mandul..
Qaisaa Nazarudin
Kamu harus bersyukur karena bukan kamu yg MANDUL seperti yang di tuduhkan Fahri,Udah sana minta tanggungjawab sama Aldo..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk mampos kau PELAKOR 👏👏👏👍👍
Qaisaa Nazarudin
Bagus,Untung afa Aldo lamgsung SKAKMATT Fahri,Sok soan membawa amanat ibunya Rania saat udah kere..Hampir aja Rania luluh,Dasar Rania..
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau Fahri,Hidup menumpang senang dengan Raina,Dok soan selingkuh,Kamu yang mandul malah menuduh Ramia yg mandul..
Evy
Ternyata ada udang di balik batu toh....anak dan ibu terlihat baik karena ada maunya...
Evy
Mantan pacar ternyata... tapi tetap saja itu hubungan yang salah..
Evy
usahakan untuk bisa dapat bercerai... barulah memulai hubungan dengan pria lain.. jangan seperti itu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!