Rani adalah seorang yang sudah sebatang kara, dia tidak memiliki orang tua dan bahkan keluarga sekalipun dikampung halamannya. Sehingga dia memutuskan untuk merantau di kota besar, Jakarta. Dengan berbekal surat-surat penting dan keahlian yang dia miliki, akhirnya dia bisa memulai hidupnya di sana dengan berkuliah sambil bekerja disebuah cafe.
Tetapi siapa sangka kehidupannya berubah ketika bertemu dengan seorang pria kaya yang semaunya sendiri. Dia dituduh sebagai seorang kurir paket yang telah membawa lari paket yang seharusnya dia kirim ke sebuah alamat.
Bagaimana kisahnya?
Yukk dukung terus 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linha_nofear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Tidak membutuhkan waktu lama kedua orang paruh baya tersebut sudah sampai diparkiran cafe milik Kelvin. Sebelum keluar dari mobil, Bu Anya memperbaiki penampilannya terlebih dahulu.
"Gimana Pa, Mama sudah oke kan buat ketemu calon mantu?" tanya Bu Anya dengan melirik suaminya yang duduk dikemudi disampingnya karena Bu Anya fokus melihat ke arah spion di atasnya.
"Iya-iya Mama sudah paling oke." ucap Pak Bagas dengan mengacungkan kedua jempol tangannya dihadapan Bu Anya.
Bu Anya pun tersenyum kemudian bersiap untuk keluar dari mobil.
Keduanya pun berjalan masuk kedalam cafe. Dan dipintu masuk disambut karyawan yang mempersilahkan mereka untuk duduk.
Kebetulan cafe siang itu agak sedikit sepi dan hanya ada beberapa pelanggan saja. Karena memang saat ini adalah waktu kebanyakan orang bekerja.
Pak Bagas dan Bu Anya memilih duduk dimeja yang terletak di pojok. Dan kebetulan saat itu beberapa karyawan sedang beristirahat untuk makan, hanya Rani saja yang belum makan karena ketika baru saja datang dia sudah lebih dulu makan sehingga dia masih belum terasa lapar.
"Ran, tolong dimeja 4 itu ya kamu layani dulu barusan datang. Kamu belum mau makan kan?" tanya salah satu temannya.
Rani pun menoleh ke arah meja no 4 yang dimaksud oleh temannya, dan pun menganggukkan kepalanya.
"Oke." jawab Rani sambil berlalu dan meraih menu, notes serta alat tulis yang selalu diletakkan didalam celemek baju kerjanya.
Bu Anya pun menoleh ke kiri dan kanan merasa penasaran dengan sosok Rani yang sudah membuat anaknya bisa move on kembali.
"Yang mana Pa calon mantu kita?" bisik Bu Anya sambil terus fokus melihat ke kanan dan kiri.
Pak Bagas pun melihat Rani yang berjalan menghampirinya dan Pak Bagas yakin bahwa Rani yang akan melayaninya karena melihat Rani yang membawa buku menu.
"Itu Ma, yang jalan kesini sambil bawa buku menu." jawab Pak Bagas sambil berbisik juga.
Seketika Bu Anya pun melihat kearah seseorang yang akan menghampirinya. Dan membuat senyum dibibir Bu Anya merekah setelah melihat Rani. Penampilan yang cukup sederhana tetapi bisa membuat kesan pertama melihatnya tidak menganggap seperti itu.
"Wah cantik Pa." seru Bu Anya pelan.
"Selamat siang Bapak Ibu, mau pesan apa silahkan." ucap Rani begitu sudah sampai dihadapan kedua paruh baya tersebut dengan menyerahkan buku menu dengan sopan.
Bu Anya masih terus menatap Rani dengan tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Rani. Sampai Pak Bagas harus menyenggol pelan lengan istrinya itu. Dan Bu Anya pun tersadar. Dan hal itu membuat Rani sempat bingung.
"Oh iya maaf." jawab Bu Anya sambil menerima buku menu dari tangan Rani.
Bu Anya pun menyebutkan beberapa jenis makanan dan minuman untuk dicatat oleh Rani kemudian Rani pun menyebutkan kembali pesanan Bu Anya untuk mengoreksinya agar tidak ada yang salah. Dan Bu Anya membenarkan semua pesanan yang telah disebutkan Rani.
Sebelum Rani pamit untuk menyiapkan makanan, Bu Anya dengan jiwa ingin tahunya pun mulai sedikit mengorek tentang kehidupan Rani.
"Nama kamu siapa?" tanya Bu Anya.
"Eh.. Nama saya Rani Bu." jawab Rani sopan.
Jujur saja Rani merasa heran karena baru kali ini ada pelanggan yang menanyakan namanya selama dia bekerja di cafe tersebut. Dan yang bertanya adalah sepasang suami istri. Jika seorang pria dia bisa memaklumi tetapi ini adalah suami istri.
"Nama yang cantik kayak orangnya." puji Bu Anya dengan tersenyum.
"Oh trima kasih Bu." jawab Rani dengan sopan.
"Maaf permisi saya akan menyiapkan pesanan Bapak dan Ibu." lanjut Rani sebelum dia pergi.
"Iya silahkan." jawab Bu Anya mempersilahkan Rani melakukan tugasnya ditempatnya bekerja.
"Mama cocok Pa punya mantu kayak Rani." ucap Bu Anya pelan kepada suaminya ketika melihat Rani yang berjalan menghilang ke arah pantry dibelakang.
"Iya Papa juga setuju Ma." jawab Pak Bagas, karena memang anak buahnya sudah menyelidiki siapa Rani dan banyak nilai lebih yang Rani miliki.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiah ya kak jangan lupa 🙏
Selamat hari vote 🥰
KLO DITO MAU TERIMA SHERIN YG BRKHIANAT, SLINGKUH, BRZINAH HINGGA HAMIL, SUNGGUH PRIA BODOH MAU TERIMA WANITA BKAS..