Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Tok.. tok.
Suara ketukan terdengar oleh Edric dari arah luar.
"Masuk"
Leo datang sambil menunduk sopan, di tangannya nampak terlihat setumpuk dokumen.
"Pak" sapa Leo sambil mendudukkan bokong nya di kursi.
"Ini ada sedikit pekerjaan yang sudah di revisi, perlu di tanda tangani, pak" Leo menyimpan berkas di atas meja.
"Baik simpan dulu, oh ya bisa siang ini kosongkan jadwal saya" Edric kembali membuka laptop milik nya.
"Bapak ada keperluan?"
"Iya, saya mau hadir di acara kelulusan Sasha"
'Tumben' batin Leo.
Pasalnya, ia begitu hafal atasannya ini. Kerja adalah hobi nya, tak ayal dia juga sering kesusahan meminta jatah libur.
**
"Ini kenapa masih disini, ayo Adrena sebentar lagi acara nya di mulai, nanti terlambat lho" ucap Meilani terlihat membuka pintu mobil.
Adrena mengikuti ibunya masuk ke dalam mobil, ia tampak begitu cantik, tubuh nya yang tampak berisi di beberapa bagian terbalut indah dengan kebaya warna Sage.
Riasan nya tampak natural, di sesuaikan dengan usia nya saat ini.
Tiba di gedung sekolah nya, tampak Sasha sudah menunggu di area parkir.
"Eh, bu Linda belum masuk?" sapa Meilani sambil menyalami tangan ibunya Sasha itu.
"Belum, kita sama-sama aja" Linda menggandeng tangan Meilani.
"Gak kerasa ya bu, anak kita sudah lulus"
"Iya, bentar lagi mungkin punya mantu" seloroh Linda.
Di dalam ruangan aula sekolah, sudah terdengar kepala sekolah membacakan pidato pembukaan.
Satu persatu acara pembukaan telah di mulai dari mulai pidato dari kepala sekolah, komite sekolah sampai kini tiba saatnya pidato sambutan dari donatur sekolah.
Tampak ada beberapa orang pria berdiri di depan, salah satunya pria yang memakai tongkat untuk alat bantu berjalan, yang tak lain adalah Edric. Ya, Edric menjadi salah satu donatur di sekolah, ia tersenyum mengarahkan pandangan nya ke arah Adrena.
Setelah pengumuman siswa kelulusan terbaik akhirnya acara selesai, Adrena dan Sasha bukan lah bagian dari siswa terbaik, namun mereka bangga karena mendapatkan nilai yang cukup memuaskan, keduanya menghampiri temannya yang mendapatkan predikat terbaik, ikut bahagia dengan pencapaian teman mereka.
"Bu Meilani, kita makan bersama dulu. Untuk merayakan kelulusan anak-anak" ajak Linda.
"Baik, cari tempat dekat sini saja bu"
Linda mengangguk, tak lama Adrena dan Sasha keluar di susul oleh Leo dan Edric.
"Kamu mau langsung ke kantor?" tanya Linda kepada Edric.
"Mau cari makanan dulu" Edric merapikan bajunya.
"Ya sudah ikut mama saja, bareng sama bu Meilani"
Edric tersenyum penuh arti perlahan berjalan menuju ke arah mobilnya.
Tiga mobil beriringan keluar dari halaman parkir sekolah, hanya cukup berkendara sebentar mereka telah sampai di cafe yang tidak jauh dari sekolah.
Kini mereka telah duduk untuk memesan makanan, tadinya Linda ingin pergi ke restoran mewah namun Meilani menolak, akhirnya cafe kecil yang tak jauh dari sekolah menjadi pilihan.
"Di sini juga enak-enak ma" Sasha tampak berbinar melihat menu, karena pagi tadi ia lupa untuk sarapan.
"Iya, ayo pesan" Meilani menyodorkan buku menu pada Adrena.
"Pesan nasi ayam geprek aja" Adrena menyimpan buku menu di atas meja.
"Iya samain aja, tapi aku tambah burger cheese karena tadi belum sarapan" Sasha ikut memesan.
"Bu Meilani pesan apa?" Linda membolak-balikan buku menu.
"Samakan saja, tapi jangan yang pedas"
Pramusaji datang untuk mencatatkan pesanan, Edric dan Leo hanya memesan makanan manis karena sebelum hadir di acara kelulusan sekolah, keduanya terlebih dahulu menyempatkan untuk makan makanan yang berat.