NovelToon NovelToon
Memilikimu Dalam Hati 2

Memilikimu Dalam Hati 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:118k
Nilai: 5
Nama Author: Lhanly

"Memilikimu Dalam Hati 2" merupakan kelanjutan kisah Velix dan Jesi pada novel "Memilikimu Dalam Hati" sebelumnya. Dalam kisah ini, cinta Velix dan Jesi pun kembali diuji meski mereka sudah hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga yang bahagia. Dibandingkan dengan versi 1, di versi ini akan lebih banyak konflik yang menguras emosi pembaca.
Nanti keseruan ceritanya... Dan selalu tunggu updatenya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhanly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kata Kata Perpisahan

"Kau tahu sendiri hubungan aku dan Wandy hanya sebatas hubungan kerja. Lagi pula Wandy juga sahabat mu kan?" Ucap Jessi.

"Orang yang berusaha merebut istri dari sahabat nya tidak pantas di sebut sahabat." Jawab Velix.

"Wandy bukan orang seperti itu." Ucap Jessi.

"Kau selalu saja membela Wandy." Ucap Velix sesaat setelah Ayahnya pergi.

"Jelas jelas Wandy selalu mengganggu hubungan kita, tapi kau tetap saja membelanya. Apa kau juga sudah mulai menaruh hati pada nya?" Sambung Velix.

"Apa tidak salah? Bukannya kau yang jelas jelas ku lihat dengan mata ku sendiri sedang makan siang bersama wanita lain." Jawab Jessi.

"Sesil datang kemari tanpa sepengetahuan ku. Mana mungkin aku mengusir nya, jika dia datang dengan niat baik." Jawab Velix.

"Sudahlah, aku tidak ingin berdebat dengan mu. Lebih baik aku pergi saja." Jawab Jessi sambil bergegas pergi meninggalkan Velix di ruangan itu.

"Jess, tunggu dulu. Kau tidak bisa meninggalkan aku seperti ini. Masalah kita belum selesai." Ucap Velix.

Namun Jessi sama sekali tidak mempedulikan kata kata Velix. Jessi tetap dengan keinginannya untuk pergi dari kantor itu.

"Jessi, kau mau ke mana?" Panggil Ayah Velix yang tiba tiba melihat Jessi akan pergi dari kantor itu.

"Ayah, maafkan aku. Aku tidak bisa lama lama di sini. Lebih baik aku pulang saja." Ucap Jessi sangat kesal.

"Sabar nak, sabar. Ayah belum selesai bicara dengan kalian berdua. Masalah di antara kalian harus selesai. Kalian tidak bisa seperti ini terus." Jawab Ayah Velix.

"Kesabaran ku sudah habis ayah, aku selalu saja di tuduh selingkuh dengan Tuan Wandy. Padahal ayah lihat sendiri bagaimana kelakuan nya di sini saat aku tidak ada." Jawab Jessi.

"Aku sudah sangat sabar dengan sikap kekanakkanakan nya ayah. Aku tidak tahan lagi." Sambung Jessi dengan berderai air mata.

"Ayo nak, ke ruangan ku saja. Kalau tidak semua orang akan melihat pertengkaran ini." Ucap Ayah Velix sambil menarik bahu Jessi untuk melangkah menuju ruangan nya.

"Kau kembali lagi?". Ucap Velix saat melihat Jessi masuk lagi bersama ayah nya.

"Ayah yang memanggil Jessi kesini. Kau tidak berhak bersikap kasar padanya." Ucap Ayah Velix.

"Jess, ayah ingin tahu pendapat mu tentang Tuan Wandy." Ucap Ayah pada Jessi.

"Tuan Wandy orang yang baik, pekerja keras. Devisi penjualan selalu mengalami peningkatan itu semua tidak lepas dari peran tuan Wandy sebagai manager." Jawab Jessi.

"Tapi dia mencintai mu, dan ingin merebut mu dari ku." Sahut Velix.

"Dia buka orang yang seperti itu. Justru sikap mu lah yang akan membuat ku pergi jauh dari mu tanpa harus direbut oleh Wandy." Jawab Jessi.

Velix terkejut saat Jessi berbicara akan pergi jauh dari nya. Sesungguh Velix masih sangat mencintai Jessi, dan takut kehilangan Jessi.

"Apa kamu bilang? Kau akan pergi jauh dari ku?" Tanya Velix.

"Selama ini kau selalu berpikir bahwa Wandy akan merebut ku dari mu. Apa kau tahu, sikap mu ini sangat mengganggu ku. Mengganggu pikiran ku, mengganggu pekerjaan ku di kantor, dan mengganggu keseharian ku. Andai saja kau percaya pada ku bahwa sekeras apapun Wandy berusaha, dia tidak akan mampu membuat ku meninggalkan mu. Mungkin masalah di antara kita tidak akan menjadi serumit ini." Ucap Jessi.

"Apa kau ingin aku membuktikan nya?" Sambung Jessi.

"Membuktikan apa maksud mu?" Tanya Velix.

"Membuktikan bahwa sekalipun aku akhirnya berpisah dari mu, Wandy tetap saja tidak bisa menjadikan nya milik nya." Jawab Jessi dengan mata yang mulai berkaca kaca.

"Kau bicara tentang perpisahan kita? Apa kau sudah berpikir sampai sejauh itu?" Tanya Velix mulai cemas.

"Jika itu yang bisa membuat mu percaya pada ku, bisa saja ku lakukan." Jawab Jessi.

"Tapi bukan seperti itu maksud ku." Ucap Velix.

"Nak, tolong pikirkan lah semua dengan baik baik. Jangan mengambil keputusan di saat hati mu sedang emosi." Ucap Ayah Velix.

"Aku tidak sedang emosi ayah. Aku hanya capek menghadapi semua ini. Mungkin ini sebab nya Allah belum menitipkan buah hati pada kita berdua. Karena pernikahan kita tidak akan bertahan lama." Jawab Jessi.

"Hentikan kata kata mu Jess." Ucap Velix kesal.

"Aku pergi dulu ayah." Ucap Jessi pada ayah nya tanpa mempedulikan Velix bicara.

"Kau mau kemana, Jess.. tunggu aku dulu." Ucap Velix sambil menarik tangannya.

"Selama kau tidak bisa merubah sikap mu, aku akan tetap dengan keputusan ku" Jawab Jessi.

Kemudian Jessi menarik lengan yang dipegang oleh Velix dan pergi meninggalkan Velix.

"Jessi pasti sangat marah karena melihat ku berdua dengan Sesil tadi. Ahh... kenapa ayah memanggilnya tanpa memberitahu ku." Jawab Velix sangat kesal.

"Ayah juga tidak menyangka kau akan berbuat seperti itu saat tidak bersama istri mu. Membangun rumah tangga itu seperti mengarungi lautan yang luas. Kadang tenang, tapi terkadang juga akan di terpa badai dan angin yang besar. Kepala rumah tangga ibarat nahkoda. Dialah yang akan menentukan kapal itu akan selamat, atau malah tenggelam." Jawab Ayah Velix sambil berlalu meninggalkan Velix sendiri.

Velix hanya terdiam mendengar kata kata ayah nya. Tidak terasa air mata nya jatuh berlinang di pipi. Membayangkan rumah tangganya yang di bina selama ini bersama orang yang sangat ia cintai akan berakhir.

Pertengkaran ini disebabkan oleh dirinya yang sangat takut kehilangan Jessi. Tapi ternyata justru ketakutannya lah yang akan membuat Jessi pergi dari nya.

Beberapa saat kemudian...

Velix tidak tenang jika mengingat kembali perkataan Jessi. Jessi sama sekali tidak terlihat takut saat mengucapkan kata perpisahan dengan nya. Dan sikap Jessi itu berhasil membuat Velix semakin resah dan khawatir.

Velix mencoba menghubungi ponsel Jessi beberapa kali, namun tidak pernah ada jawaban. Menunggu Jessi menghubunginya kembali pun bukan sesuatu hal yang mungkin terjadi. Sampai akhirnya Velix pergi ke rumah orang tua Jessi. Kemana lagi Jessi akan pulang di kota ini kalau bukan di rumah ibu nya.

"Ada apa kemari?" Tanya Jessi saat Velix datang menemuinya di rumah orang tuanya.

"Aku ingin bicara dengan mu." Jawab Velix.

"Untuk saat ini aku tidak ingin berdebat dengan mu." Jawab Jessi.

"Jess, aku minta maaf. Mungkin benar apa yang kau katakan, bahwa sikap ku lah yang akan membawa mu jauh dari ku. Karena itu aku kesini untuk meminta maaf pada mu." Jawab Velix.

"Aku tidak peduli dengan permintaan maaf mu." Jawab Jessi.

"Aku janji aku akan merubah sikap ku terhadap mu. Yang penting kita bisa bicara baik baik. Kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin." Jawab Velix.

BERSAMBUNG...

1
CebReT SeMeDi
lanjut
CebReT SeMeDi
next ya
CebReT SeMeDi
semangat berkarya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
lanjut
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
next
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
lanjut
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
next
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
lanjut
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
next
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ 80'™
udah end kah?🤔🤔
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
CebReT SeMeDi
lanjut kak
CebReT SeMeDi
cemburu ya
CebReT SeMeDi
semangat
CebReT SeMeDi
lanjut
CebReT SeMeDi
jesyy dih
love💕
Semangat thor
🎀ᵀᵗᵇ'ˢAni Rhoma❤️
semangat berjuang vina 😍 kamu pasti bisa mendapatkan Wandy 💪
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
T!@n9α£it
samawa buat jefri dan sesil😍

trs semangat ka Lhanly🤗😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!