NovelToon NovelToon
Rahasia Hati

Rahasia Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: maylazee

Kia dan Bimo, dua orang yang berusaha bersatu, Tetapi halangan yang mereka hadapi tidak mudah. Bisakah mereka melewatinya? Kenapa Bimo meninggalkan Kia? Apa alasan Kia sangat membenci Bimo? Rahasia apa yang mereka simpan ? Apa ada orang lain yang sama dengan Bimo mencintai Kia? Dengan siapa Kia bisa bahagia? Temukan disini di "Rahasia hati"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maylazee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikah

Skripsiku sudah rampung aku berteriak dengan gembira.

"Selesaaaiiii......"

Keras sekali sampai mahasiswa baru yang lagi duduk tersenyum.

Tinggal pengujian setelah itu selesai kuliahku. Aku harus mencari waktu yang tepat untuk pengujian. Karena dosen belum tentu bisa punya waktu yang sama. Aku menentukan dua bulan lagi saat musim tes semester. Jadi semua dosen kumpul.

Ulang tahunku seminggu lagi Bimo berjanji mau datang. Bulan lalu dia datang kami jalan-jalan saja menghabiskan waktu.

Ini ulang tahunku seharusnya ada yang istimewa pikirku.

Apa aku memesan satu meja di restoran saja. Jadi bisa makan berdua seperti dinner. Pakai lilin suasana yang romantis.

Tapi aku percaya Bimo pasti tidak akan mau. Dia tak akan suka dengan hal-hal seperti itu.

"Kamu di mana? Aku ulang tahun minggu depan acara apa, ya?" Aku menelpon Rima.

"Aku harus pulang keluarga Mas Iwan mau datang," jawabnya.

"Hah, serius! Melamar kamu?" tanyaku pada Rima.

"Iya, Mas Iwan akan wisuda semester ini, setelah itu baru perkawinannya," jelas Rima.

"Ahhh... duluan kamu dong menikah dari aku," kataku.

Rima tertawa gelak. "Tunggu Bimo sebentar lagi, tidak sabar amat," ujarnya.

"Selamat, ya... nanti kalau menikah mau hadiah apa?" tanyaku.

"Memang punya uang?" tanyanya.

"Kan... belum kerja," lanjut Rima.

**********

Aku menangis saat besoknya ke tempat Rima. Aku merasa akan kehilangan Rima kalau sudah berkeluarga, aku tidak mungkin bisa seperti ini memeluknya dan bercerita apapun. Rima tertawa sambil memelukku.

"Aku pasti ada untukmu, Kia sayang," ucapnya.

Aku menangis makin keras.

"Janji ya?" tanyaku sambil menghentikan tangisku.

Dia mengangguk lalu menyuruhku tidur.

*************

Bimo menelpon tiga hari sebelum ulang tahunku.

"Kenapa tidak bisa?" tanyaku pada Bimo.

" Masa ulang tahunku tidak ada yang merayakan, sih!" kataku hampir menangis.

Ketika Bimo bilang tidak bisa datang. Karena dia ada diklat dua hari di Bali.

"Sepertinya tidak ada yang sayang sama aku lagi, Rima menikah, kamu sibuk kerja," kataku sedih.

Aku akhirnya menangis juga.

"Kalau begitu ulang tahunnya di rayakan di Bali saja setelah selesai diklat, bagaimana?" tanyanya membujukku.

"Apa boleh aku ikut?" tanyaku yang akhirnya menghentikan tangisku.

"Boleh... aku pesankan tiket ya... siap-siap nanti kujemput," katanya.

"Aku sayang kamu, Bim..." kataku pelan.

Bimo tertawa. "Iya, aku juga," ucapnya.

Aku akhirnya tersenyum, senang.

************

Sebelum berangkat kami sempatkan membeli hadiah untuk perkawinan Rima.

"Masih lima bulan lagi, apa tidak kecepatan?" tanyaku ketika Bimo memilih model springbed untuk Rima.

"Biar saja, mana alamat Rima?" tanyanya.

Aku menulis alamat Rima dan akan di kirim nanti sore kata pelayannya.

Kami berangkat menuju Bali aku memegang tangannya. Karena baru pertama kali aku bepergian dengan Bimo.

"Mana hadiahku?" tanyaku.

"Nanti, setelah selesai diklat," katanya sambil tersenyum.

"Curang, ah...kenapa mesti di tunda," rajukku.

Dia menaruh telunjuknya ke bibirku. Menyuruh diam sepertinya dia mau tidur.

*****************

Kami sampai dan check in di hotel yang sudah disediakan perusahaan.

"Sudah menikah, Bim?" tanya temannya yang pernah pelatihan dengan Bimo.

"Segera..." jawab Bimo sambil tersenyum.

Aku lihat ada juga temannya yang membawa keluarganya. Tapi kata Bimo dia sudah diangkat permanen. Karena mau ditempatkan di daerah Indonesia timur.

**********

Setelah melihat kamar Bimo bersiap untuk diklat. Aku memasangkan dasinya dan mencium pipinya.

"Cari uang yang banyak, buat menikah," kataku.

Dia membalas mengecup bibirku.

"Jangan keluar, jangan membuka pintu, ya!" pesannya.

Aku mengangguk sambil tersenyum. Bimo bergegas ke tempat diklat yang masih satu tempat dengan hotel.

Bimo datang saat aku masih tiduran sambil melihat televisi. Dia langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang.

"Ahhh... pusing, pembicaranya orang luar negeri tidak ada penerjemah, aku tidak mengerti," keluhnya seperti putus asa.

Aku mengambil brosur yang di bawa Bimo. Ternyata alat berat keluaran terbaru dan penuh bahasa Inggris.

Aku tertawa kecil.

"Apa aku terjemahkan?"

"Nanti kukerjakan di laptop," ucapku.

"Benarkah?" Bimo langsung bangun dan menatapku dengan mata berbinar.

Aku mengangguk menahan tawa. Bimo memelukku senang.

Aku mulai mengerjakan.

"Berarti aku ke sini tidak gratis ya, tugasku jadi penerjemah," ujarku.

Dia mengambil minuman di kulkas dan duduk disampingku.

"Sudah selesai diklatnya?" tanyaku.

"Besok lagi membedah mesin, nih," katanya menunjuk gambar alat yang kuterjemahkan.

"Kita makan di restoran bawah?" tanyanya.

"Disini saja nanti tidak selesai, kan... segini banyaknya," kataku sambil mengangkat brosur.

Dia memesan makanan untuk kami dan langsung mandi.

Malam itu aku berusaha menyelesaikan terjemahan agar Bimo mengerti. Setelah selesai ku simpan di laptopnya.

"Nanti kalau mau cari materi ini, ada di folder komatsu, ya!" pesanku menyebut nama alat beratnya.

Dia mencium pipiku. "Terima kasih.." bisiknya.

Makanan datang setelah aku selesai mengerjakan terjemahan. Kami pun makan, kulihat Bimo sangat lelah besok harus bangun pagi, menyelesaikan diklat satu hari lagi.

Dia bahkan tidur duluan aku mencium pipinya dan memperbaiki selimutnya.

************

Selama dua hari di Bali aku tidak keluar hotel. Aku tidak berani karena tidak pernah ke sini.

"Nanti setelah selesai diklat, kita jalan-jalan ke pantai Kuta,' katanya.

Aku setuju dan menunggu di hotel sambil nonton televisi dan makan cemilan. Bosan juga rasanya tapi demi Bimo aku menahannya. Kami bukan jalan-jalan tapi aku menemani Bimo kerja.

Deert.....

Handphoneku bergetar di atas meja. Aku melihat dari Rima langsung ku terima.

"Kiaa... terima kasih hadiahnya..." Rima berteriak saat menelponku.

"Ohh, sudah datang Bimo yang pilih," kataku.

"Selamat ulang tahun, ya...nanti aku ke tempatmu," ucapnya.

"Memang kamu di mana, katanya mau pulang?" tanyaku.

"Diundur minggu depan, nanti sore aku ke sana langsung menginap," jelasnya.

"Aku di Bali sama Bimo," kataku pelan.

"Hah... ngapain? Kalian tidur bersama?" tanya Rima.

"Ihh.. bukan begitu Bimo lagi diklat dua hari di Bali, kemarin kamu bilang tidak bisa menemaniku saat ulang tahun, jadi aku ikut dia merayakan ulang tahunku di sini," Jelasku.

"Hmm... alasan, sampai di mana, sih? tanyanya sambil tertawa.

"Iya..iya..kan kami mau menikah juga," jawabku malu-malu.

"Bilang sama Bimo pakai pengaman supaya tidak bobol," katanya sambil tertawa keras.

"Sudah, ah...aku tutup, Bimo datang," bisikku sambil mematikan panggilan Rima.

********

"Siapa?" tanyanya sambil menaruh semua barang bawaannya.

"Rima... bilangnya terima kasih sama Bimo, untuk hadiahnya," jawabku sambil melepaskan dasinya.

Dia tertawa mengangguk. "Selesai semua," katanya sambil menunjuk kotak piagam.

Dia mau menciumku, aku menghindar. "Aku belum mandi," bisikku.

"Dari tadi belum mandi? Apa yang dikerjakan?" tanyanya.

"Telponan sama Rima," jawabku.

"Mahal, lho...kena roaming," serunya sambil masuk kamar mandi.

Aku lagi merapikan ruangan saat Bimo selesai mandi.

"Mandi! Nanti aku pingsan menciummu," katanya sambil melempar handuk kearahku.

Aku langsung cemberut. "Sembarangan kalau bicara," tetiakku sambil berlari ke kamar mandi.

Aku baru selesai mandi dan terkejut melihat dua botol bir di atas meja.

"Kapan beli ini?" tanyaku.

"Tadi di bawah sebelum naik, baru diantar pelayan," jawabnya masih menatap laptop.

"Besok malam penutupan, temani aku ke acaranya," katanya.

"Aku cuma bawa baju dress, waktu wisuda, bagaimana?" tanyaku sambil mengibaskan tangan menyuruhnya minggir.

"Ya sudah, pakai itu saja," jawabnya sambil duduk di ujung ranjang.

Dia meminum hampir setengah botol. Aku menghela napas sambil menggeleng kepala.

Aku mengeringkan rambut dengan handuk. Dia mengambil handuk dan membantuku mengeringkan. Setelah agak kering dia juga menyisir.

"Sudah," ucapnya.

Bimo mengeluarkan sesuatu dari laci seperti kotak cincin, aku tersenyum melihatnya. Dia membuka kulihat dua buah cincin polos dengan hiasan garis di tengahnya.

"Selamat ulang tahun," bisiknya.

"Terima kasih," kataku sambil mencium pipinya.

"Tetap saja duluan Rima menikah dari aku," keluhku pelan.

Dia mengambil hanphonenya dan handphoneku. Membuka foto Mamanya, foto Papa dan Mamaku. Menaruhnya di depan cermin. Kemudian memelukku dari belakang dan mengatakan sesuatu.

"Bilang sama Papamu nikahkan denganku," bisiknya di telingaku.

Aku menuruti ucapannya. " Pa! Nikahkan, Kia...dengan Bimo," kataku sambil menatap foto Papa dan Mamaku.

Kemudian dia mengatakan.

"Saya terima nikah dan kawinnya Saskia Septiara binti Hendra Setiawan dengan maskawin satu kecupan, tunai.”

Bimo mengecup pipiku.

"Sah, kan Ma? Sah, kan Om? Tante?" katanya sambil menunjuk foto Mamanya dan foto Papa Mamaku.

Aku menahan air mataku supaya jangan menangis.

Bimo memasangkan cincin ke jari manisku. Aku memasangkan cincin ke jari manisnya. Lalu aku membalikan badanku menghadapnya dan mengecup bibirnya.

"Sah..." kataku sambil memeluknya.

Bagiku hari itu Bimo sudah suamiku. Walaupun kami cuma menikah di saksikan foto Mamanya dan foto Papa Mamaku.

Aku tertawa tertahan ketika Bimo menarikku ke ranjang. Dia mulai menciumku dan aku memejamkan mataku.

Tiba-tiba aku teringat kata Rima, aku memegang wajahnya.

"Rima bilang pakai pengaman, supaya tidak kebobolan," kataku pelan.

"Biar saja...aku bertanggung jawab penuh kalau itu terjadi," katanya sambil menciumku.

Kami benar-benar larut dengan semuanya. Bagiku seluruh duniaku di penuhi dengan keindahan yang di ciptakan Bimo. Aku bahkan berulang kali menyebut namanya saat kami merasa seperti di atas awan.

"Sayang...." Dia membisikan kata itu di telingaku ketika kami selesai dengan semuanya. Aku memeluknya malam itu bahkan ketika tidur.

****************

Aku memandang Bimo yang lagi tidur kemudian aku tersenyum. Lelaki ini orang yang sangat ku cintai. Dia akan menjadi Ayah anak-anakku.

Aku mencium bibirnya dan dia tersentak bangun. Aku kaget langsung berbalik menutup wajahku. Dia langsung memelukku dan menciumi belakangku.

"Kita mandi bersama," katanya sambil mengangkatku.

Aku berteriak menolaknya. Tapi sekali lagi aku tidak pernah menang melawannya.

******************

Aku menemani Bimo ke acara penutupan diklat. Banyak orang asing ternyata. Perusahaan tempat Bimo kerja pusatnya di luar negeri. Di Indonesia cuma cabang saja. Kami juga berjalan jalan di pantai Kuta menikmati laut.

Bimo bahkan menggendongku di punggungnya sepanjang pantai. Aku menikmati dengan bahagia saat itu. Aku tidak menyangka sesuatu yang akan mengancam hubungan kami nanti.

**Penulis ingin memperlihatkan bahwa semua kehidupan, ada sisi masing masing, jadi kalau ada yang tidak setuju dengan hubungan seperti ini, boleh... karena kita masing masing mempunyai pandangan. Mohon ditarik benang merah dari setiap episode yang saya tulis, jadikan semua pelajaran ya.... jangan bosan dengan Kia dan Bimo ya☺ terima kasih ☺☺

1
$!€N4**LKPL
Usul thor gimana kalau bab yg blm terbit kalo mau bisa tukar dgn dana per 5 bab gitu supaya aku tdk pingsan krn penisirin
malas terima nasib jadi wait reader 😓
REKA95
coba analis
gadis sakit
rahasia miko kebuka
kia marah
mereka bercerai
kia bantu gadis
miko kecelakan
staga aaa kenapa otakku traveling thor
lama banget update
★ℳ𝓇~ ℰ𝓂★
next
Binar Pelangi W
semangaaaats kia🤗
Tip 20202
Kia pasti lupa sama gadis ampe nanya gitu lah
CoNie_
kaget eh, apa isi kotak foto2 mesra miko sama gadis? kalo benar nggak ok thor udah kebaca
bab baru kapan terbit
🎯JAY~~
mantap
€DeN7006
comeback
𝑯𝒆𝒊𝒔𝒕_𝑻𝒆𝒛𝒛
_____up up up_____
Syerrin Adiba🌼
poor to gadis😢
7474N✔
lagi
:)𝘼𝙣𝙟𝙖𝙣𝙞°_^
terlambat aku liat kia, sorry kia 😚😚
JeaNny2.60
aku percaya pada kia, dia tidak kan bertindak bodoh hanya karena muncul gadis, ayo kia semangat kamu harus update biar bisa tahu endingmu
Winda Aprilianty
semangat author/Angry/
Rona Merah
apakah seperti aac harus ada perkawinan disaat sakit, tolonglah update cepat thor
---𝘼𝙠𝙝𝙆𝙖𝙪---
up
--𝚁𝚘^^123•••
are u ok dis?

i ok i fine
not bad not bd
-----------
kumerasa sakit----sakit

😂😂😂😂
Faradilla99
jenis sad komplek ekonomi cinta sepihak iri dendam tambah sakit parah, berlebihan bnget thor, author kita cinta mati sama kia semua yg jahat dibikin mokat
H⃠𝗮𝘆𝗶_𝗧𝗿𝗧
kaka author sembuhin gadis kit a jodohin sama kk arya aja jadi enggak sad kan
Vonny Maria Sianipar
masih percaya sama janji miko di depan bimo, kia digempur sama hal begituan gak ngaruh deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!