Arjuna atau yang biasa dipanggil Juna karena kegemarannya bermain dan mendaki gunung membuat ARJ Adventure.
Juna tidak mau bekerja di Dewa Corp Company atau DCC perusahaan milik sang kakek. Dia lebih suka menekuni hobinya, karena hal itu dia dianggap sebagai orang yang tidak berguna. Namun berbeda dengan sang ayah, Dharma membebaskan apa saja yang akan Juna lakukan selama itu positif. Mendapat dukungan ayah dan ibunya membuat Juna bersemangat walau selalu diremehkan oleh sepupunya Dante Dewantara yang begitu obesi menjadi pemilik DCC.
Gendis seorang guru di sebuah sekolah swasta terkenal di negeri ini DIS Dewantara International School yang mempunyai cita cita keliling Indonesia selalu mendapat perlakuan buruk dari Maylin, teman SMA nya yang sekarang menjadi kepala HRD di DIS.
Bagaimana Juna dan Gendis menghadapi masalah mereka, dan bagaimana mereka saling berhubungan?
Ikutin terus kisah Juna dan Gendis ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CTMGT 32
Hari ini Jumat pukul 18.00 para peserta trip sudah datang ke kantor ARJ Adventure. Mereka sebenarnya sudah mulai berdatangan dari pukul 17 tadi. Sore ini ARJ adventure nampak tame karena baru kali ini mengadakan trip dengan meeting point di kantor langsung, dan bersyukur mereka tidak keberatan karena bisa menitipkan kendaraan di area parkir di depan ruko.
Ada 12 peserta, 6 perempuan dan 6 laki-laki, ditambah Juna cs 5 orang jadi total semua orang ada 17. Juna memilih menggunakan long elf untuk trip kali ini. Sebelum berangkat Juna meminta Charles untuk memberikan briefing terlebih dulu agar besok saat sampai di Basecamp mereka sudah paham apa yang akan dilakukan.
Rundown kegiatan pun sudah dibagikan melalui pesan, sehingga mereka bisa membacanya kapan saja dan tidak kebingungan akan jalannya trip besok.
Semua tampak antusias tidak terkecuali Gendis. Gadis itu sudah sangat siap untuk kembali merasakan liburan setelah melewati banyak hal.
Bagaimana tidak dua hari yang lalu lagi-lagi Gendis hampir celaka. Saat tengah berbelanja perlengkapan pribadi untuk trip hari ini ia hampir kehilangan nyawanya. Ketika hendak pulang mengendarai motornya tiba-tiba ada penjaga parkir yang menghentikannya. Penjaga parkir itu bilang ban motor Gendis kempes, ia pun menawarkan bantuan untuk membawa ke bengkel dan benar saja ban motor Gendis kempes tapi ada hal lain yang membuat bulu kuduk Gendis merinding yakni rem motornya putus dan itu disengaja. Begitulah penjelasan dari montir bengkel. Bersyukur hal tersebut dapat diketahui sebelum Gendis menaiki motornya. Gendis juga tidak menceritakan hal tersebut kepada ayah dan ibunya, ia takut mereka akan khawatir dan tidak memperbolehkan Gendis untuk ikut trip Juna.
Tapi semua itu sudah diketahui oleh Juna, karena penjaga parkir yang menolong Gendis memanglah pengawal yang ditempatkan Juna untuk melindungi Gendis. Pengawal itu melihat maylin ada di kejauhan sedang menyuruh seseorang untuk mencelakai Gendis dengan memotong kabel rem sepeda motornya. Pengawal itu pun mengambil inisiatif untuk mengempeskan motor gendis agar tidak mencurigakan ketika dia memberi tahu gendis kalau kabel remnya dipotong
"Bagaimana, sudah siap liburan?" Tanya Juna kepada Gendis yang datang dari arah belakang.
"Eh… mas Juna… siap sangat siap." Jawab Gendis diikuti senyum.
Ya Tuhan… meleleh aku lihat senyummu DIS, bisa diabetes kali Dis kalau manis begitu. haih... rasanya sudah tidka sabar ingin sekali ku hap bibir mu itu... ya Tuhan, kuat imron kuat, tunggu Dis aku akan segera datang ke rumahmu, gumam Juna.
"Oh iya mas tadinya bagus mau ikut juga, tapi tidak jadi."
"Loh kenapa seharusnya ikut saja."
"Katanya sedang banyak tugas dari kampus."
"Oh… Begitu next time lah kalo ada trip lagi nanti aku ajak untuk jadi bagian team. Soalnya tuh ketiga orang itu sudah pasti mulai sibuk."
"Kenapa memang mas. Sibuk apa?"
"Sibuk mengurusi perusahaan orang tuanya."
" Oohh…" Gendis hanya ber oooh ria karena tidak tahu lagi harus menanggapi seperti apa
Setelah memberikan briefing singkat Charles meminta semua orang masuk kedalam mobil. Saat semua sudah duduk di tempatnya masing-masing , Charles memimpin doa.
"Baiklah teman-teman sebelum kita berangkat marilah kita berdoa agar perjalanan kita lancar selamat sampai tujuan dan saat kembali pulang nanti, berdoa menurut kepercayaan masing-masing dipersilahkan……… berdoa selesai."
Tepat pukul 19.00 mereka berangkat menuju ke Gunung Prau, Dieng.
🍀🍀🍀
Maylin mengomel sendiri. Ia begitu kesal karena lagi-lagi rencana nya gagal lagi. Entah apa yang ada dalam diri Gendis, mengapa wanita itu selalu beruntung, maylin bermonolog.
Maylin ingin sekali pergi ke club untuk menghilangkan penatnya namun image nya yang sebagai karyawan DIS tidak boleh buruk DIS sebagai institusi pendidikan tidak akan mentolerir karyawan yang memiliki citra buruk. Akhirnya Maylin memilih pulang ke rumahnya.
Ia memasuki rumah dengan wajah yang sangat suram. Jika sudah begini maka para art akan segera pergi bersembunyi atau berpura-pura sibuk melakukan pekerjaan. Dari yang normal sampai tidak normal, misal malam-malam menyiram tanaman, atau membersihkan semua perabotan rumah yang seharusnya sudah dibersihkan saat pagi.
Tapi Maylin tidak mau ambil pusing, ia menuju dapur mengambil beberapa b*r koleksi sang papa dan membawanya ke kamarnya.
Ia melempar tas, sepatu dan ponsel miliknya ke atas tempat tidur. Ia pun membuka bajunya dan hanya meninggalkan pakaian dalamnya saja. Maylin mulai meminum b*r yang ia ambil tadi.
Gluk...gluk… ach….
Rasa panas menjalar dalam tubuhnya, badannya mulai terasa linglung maylin pun jatuh karena kehilangan keseimbangan. Beruntung ia jatuh ke tempat tidur, ia merebahkan tubuhnya mengambil selimut dan menariknya hingga batas dada kemudian ia menangis… di saat seperti ini dia merasa bukanlah siapa-siapa. Apa itu cantik, apa itu populer, dan apa itu kaya kalau aku sama sekali tidak merasakan bahagia. Aku tidak pernah memiliki teman yang tulus. Maylin tergugu dibawah pengaruh alkohol. Pada dasarnya toleransinya terhadap alkohol sangat buruk. Ia akan langsung mabuk meski hanya minum seteguk dua teguk. Maylin pun terlelap dengan mata yang basah.
Di ruang kerjanya Broto memandangi foto keluarganya, ia mengusap nya dengan penuh cinta. Foto tersebut menampakkan pasangan muda dengan gadis cantik berkepang dua tengah tersenyum bahagia. Foto tersebut diambil di taman bermain saat usia gadis kecil itu 5 tahun.
"Sayang, andaikan kamu masih disini bersama kami maka Maylin pasti akan tumbuh jadi gadis yang periang bukannya gadis manja dan pemarah. Maafkan aku yang tidak bisa mendidiknya dengan baik. Banyak hal buruk yang anak kita lakukan Tia, tapi aku sebagai papanya masih belum bisa menegurnya. Aku malah menutupi setiap perbuatan buruknya. Aku memang bukan lah ayah yang baik Tia. Tia… aku merindukanmu, maylin juga merindukanmu. Aku berjanji akan mendidik Maylin lebih baik lagi. Gadis malang itu hanya kurang kasih sayang, dia sebenarnya anak yang cerdas. Sayang aku mencintaimu." Broto mencium foto tersebut sejenak dan kemudian meletakkan kembali di meja kerjanya.
Broto menyadari perbuatan buruk putrinya itu bukan semata-mata kesalahan putrinya semata tapi dia pun sebagai orang tua ikut andil di dalamnya.
Ibu Maylin meninggal saat usia Maylin masih 7 tahun. Setelah ibunya maylin meninggal, maylin menjadi pribadi yang kasar dan pemarah. Di juga sangat manja. Broto yang kewalahan menghadapi maylin pun akhirnya hanya selalu menuruti keinginan anak gadisnya itu. Akhirnya hingga usia dia 24 tahun Maylin masih saja manja dan berbuat sesuka sendiri tanpa dipikirkan. Broto sendiri lebih memilih menduda setelah sepeninggal istrinya, dia merasa tidak ada yang bisa menggantikan posisi Tia baik di hatinya maupun di rumahnya tanpa ia sadari sebenarnya Maylin lah yang membutuhkan sosok ibu.
TBC
Hay readers gimana siap mendaki. Kita akan mulai mendaki di bab besok ya…. Jadi stay tune terus di CTMGT ini.
Jangan lupa untuk like komen dan masukkan ke favorit kalian agar bisa melihat keindahan beberapa gunung yang akan didaki Juna.
Bila boleh kirimin othor bunga atau kopi biar lebih semangat up nya.
Terimakasih
Matursuwun.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏💐🥰
kepercayaan dmn jadinya🙏