NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Annasya Fayra

Raisa Maheswari, gadis muda belia yang memiliki kecantikan di atas rata-rata. Kulitnya putih langsat dengan dengan lesung pipit dan rambut coklat keemasan. Sangat sempurna untuk ukuran seorang wanita.
Namun nasibnya berbanding terbalik dengan kecantikan nya. Terlahir dari keluarga kaya dan terpandang, namun dirinya sangat menderita.

Sejak ayahnya meninggal, dan ibu nya menikah lagi, hidup Raisa seperti di neraka. Ayah tiri yang kejam dan suka bermain judi, hingga menghabiskan harta keluarganya.
Kakak perempuan satu-satunya sudah di nikahkan dengan keluarga kaya sebagai penebus hutang.

Nasib yang sama mungkin juga akan di alami oleh Raisa. Namun dia bukan wanita lemah seperti kakaknya. Dia akan memperjuangkan hidup nya, bukan hanya sebagai gadis penebus hutang.

Lika-liku asmara Raisa akan di kemas secara apik, sehingga membuat pembaca terhanyut di dalam ceritanya. Bagaimana kisah cinta Raisa selanjutnya??.
Apakah dia harus pasrah atau kah akan melawan kekejaman ayah tirinya itu??.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annasya Fayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31.

Raisa meninggalkan Simon yang masih berdiri di halaman. Kebetulan saat itu Rommi hendak keluar untuk berjalan-jalan. Melihat Simon sendirian, Rommi menghampirinya.

"Tuan,, sebaiknya kau urungkan ide konyol mu kemarin,dan segera pergi dari sini".

"Kalau sampai ayah tahu perbuatan mu waktu itu terhadap mom, aku sangat yakin kalau kau akan langsung di bunuh nya".

"Tenang saja anak muda,,aku tahu dengan baik siapa ayah mu".

"Apapun akan dia berikan kalau aku yang memintanya".

"Kurang ajar sekali kau,, mom bukan barang yang bebas di perebutkan".

"Hormati dia, atau kau pulang tinggal nama".

"Tenang anak muda,,, ayah mu ada di belakang, jangan sampai dia melihat kau mengancam ku seperti ini".

Rommi segera melepaskan cengkeraman kerah di leher Simon. Dia tak mau bertengkar dengan ayah nya demi penjahat ini. Tommi pun berbalik dan menyapa David sebelum akhirnya pergi. Dia juga basa-basi berpamitan dengan Simon.

"Apa Rommi mengganggu mu??".

"Dia itu sedikit temperamental sejak kecil".

"Tidak,,putra mu tahu sopan santun terhadap orang yang lebih dewasa".

"Kali ini pilihan mu pada Raisa memang sudah tepat".

"Dia mengajari sikap yang baik pada kedua putra mu itu".

"Aku lega sekali mendengar nya Simon".

David dan Simon melanjutkan perbincangan sambil berkeliling di kebun belakang rumah. Mereka mengingat kembali tempat bermain masa kecilnya. Simon juga memancing ingatan David tentang Miriam. Wanita yang menjadi kekasih nya waktu dulu.

"Apa kau dan Miriam masih berhubungan saat ini, David?".

"Tidak lagi setelah ada Raisa".

"Aku bahkan tak lagi berselera dengan semua wanita".

"Raisa benar-benar pandai menyenangkan hati ku".

"Begitu kah,,,oh...aku jadi iri padamu David".

"Kapan aku bisa mendapat wanita seperti istri mu".

"Kau pasti menemukan nya, aku yakin itu,,hanya soal waktu saja Simon".

Keduanya asyik berbincang, hingga tak sadar kalau sudah tiba kembali di rumah. Kebetulan sarapan pagi juga sudah siap. David dan Simon segera bergabung di meja makan.

Simon duduk di kursi untuk sarapan bersama David. Dia melihat Raisa yang pagi ini sangat cantik penampilan nya. Dalam hati nya ingin segera memeluk dan mencium lembut bibir Raisa yang terlihat merah merekah.

"Simon,,apa yang kau lamunkan...cepat makan!!".

"Tidak,,,aku teringat dengan masa lalu kita".

"Dulu juga kita sering sarapan bersama".

"Dan kau selalu terburu-buru karena ingin segera bertemu Miriam".

David tersedak saat mendengar Simon menyebut nama Miriam. Sementara itu, Raisa menatap suaminya lekat, matanya seolah meminta jawaban dari kata-kata Simon.

"Siapa Miriam, aku baru mendengarnya kali ini".

"David,,apa kau tidak cerita pada istri mu?".

"Maaf kan aku, aku kira diantara kalian berdua sudah tidak ada rahasia lagi".

"Kami memang saling terbuka tuan".

"Kalau itu tentang masa lalu suamiku, aku tak berhak untuk tahu".

"Masa lalu sepantasnya di lupakan bukan??".

Simon terlihat kesal dengan jawaban dari Raisa.

Wanita ini sungguh cerdas membalas serangan darinya. Dia bahkan tidak terpancing emosi sedikit pun. Sungguh wanita yang luar biasa.

"Aku sudah selesai sayang, aku akan ke atas untuk melihat Mikha".

"Saya permisi tuan Simon".

"Silahkan nyonya Raisa".

Simon menatap kepergian Raisa dan tak berkedip sekalipun. Keanggunan nya terpancar saat dia menaiki tangga. Simon semakin terobsesi untuk segera memiliki Raisa secepat nya.

"Nampaknya istri mu marah padaku".

"Raisa bukan tipe wanita seperti itu Simon, kau tenang saja".

"Aku hafal benar dengan perangai istri ku".

"Baik lah David, sepertinya aku harus pamit, aku akan kembali ke hotel".

"Kau tinggal di hotel,,,tidak akan ku biarkan".

"Ambil koper mu dan tinggal lah di sini".

"Jangan membuat ku malu karena tidak menjamu diri mu dengan baik".

Simon sebenarnya hanya berpura-pura menolak tawaran dari David. Saat pria itu memaksanya, Simon tentu saja tersenyum senang. Peluang untuk dekat dengan Raisa terbuka lebar kalau dua tinggal di rumah ini.

"Baiklah David, aku ambil koper ku dulu".

"Terimakasih atas tawaran mu kawan".

"Aku segera kembali".

David mengantar Simon sampai di gerbang. Setelah itu dia naik ke kamarnya untuk menemui Raisa.

"Dia seperti bidadari kalau sedang tertidur sayang".

"Kau benar David,,putri kita memang bidadari".

"Kau kemari,,,apa teman mu itu sudah pergi??".

"Simon mengambil barang-barang nya di hotel".

"Aku memintanya tinggal di sini untuk

sementara".

"Apa kau begitu dekat dengan nya selama ini sayang??".

"Dulu,,,dia seperti bayangan ku Raisa, kemanapun

......kami selalu bersama".

Raisa mengerti sekarang. Akan sangat sulit baginya untuk bisa menyingkirkan Simon. Sementara, David tidak tahu bahwa ada niat terselubung di balik kehadiran sahabatnya itu.

"Sayang,,di usianya yang hampir sebaya dengan mu, kenapa dia belum menikah?".

"Dulu kami sama-sama jatuh cinta pada Resty".

"Dia patah hati dan memilih pergi, saat tahu Resty lebih mencintai ku".

"Sejak hari itu, dia pergi ke Amerika dan tak pernah kembali lagi".

"Sungguh kasihan,,,rupanya Resty favorit selama ini".

"Dia mengalihkan luka hatinya dengan pencapaian yang luar biasa".

"Sayang...di usia nya yang sekarang ini, Simon masih belum menemukan jodoh nya".

"Sayang,, barangkali kau punya teman untuk di kenalkan dengan Simon".

"Siapa tahu dia bersedia membuka hatinya kembali".

"Akan aku pikirkan nanti David, aku tak punya banyak teman di sini".

"Kau kerap kali melarang ku keluar rumah bukan??".

David tersenyum melihat Raisa merajuk. Memang benar, selama ini dirinya membatasi pergaulan Raisa agar tidak seperti Resty. Kalau harus keluar rumah pun, Raisa harus ditemani oleh Rommi atau dirinya sendiri.

"David, aku sebenarnya kurang suka ada orang asing di rumah ini".

"Tapi, aku menghormati keputusan mu untuk mengijinkan nya tinggal di rumah ini sementara waktu".

"Terima kasih sayang, aku tahu kalau kau istri yang sempurna".

"Aku janji kalau Simon tak akan menyusahkan mu".

"Iya....aku percaya dengan mu David".

David mencium bibir Raisa. Putri mereka masih tertidur lelap.David sengaja menggunakan momen ini untuk bermesraan dengan istrinya.

Sekarang ini waktu Raisa lebih banyak untuk bayi nya. David harus pandai-pandai memanfaatkan situasi.

Sore hari, Simon kembali dengan membawa koper besar nya. Rommi dan Robbi yang baru sampai merasa heran dengan kelakuan sahabat ayahnya tersebut.

"Ayah,,,apa orang ini akan tinggal bersama kita??".

"Rommi,,jaga ucapan mu...paman Simon ini sahabat ayah".

"Ayah menawarinya untuk menginap di sini, sementara dia berkunjung ke kota kita".

"Oh...aku tak heran dengan hal itu".

Rommi berlalu pergi ke kamar nya. Tak di hiraukan nya teriakan sang ayah yang keberatan dengan sikap kasar nya.

Rommi tahu pasti kelakuan sahabat ayahnya tersebut. Tentu saja dia keberatan kalau laki-laki kurang ajar sepertinya tinggal satu atap dengan dirinya. Dia tentu bisa bersikap buruk dengan Raisa, seperti kelakuan nya di mall kemarin.

...****************...

1
CupcakeHugs
Maaf ya thor, baru bisa komen. Soalnya aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari ceritamu yang seru ini~
oliveandjune
cerita ya bagus tapi harus lebih hati hati dengan tulisanya. jangan sampai salah Dan tertukar.
alchemyworks
Debest banget lahh ini karya bikin mood aku sebagus itu!!
Cyberworrior
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
ShySnicker
Seharian ini mumet dan ternyata author kesayangan aku update :) Aku tak jadi mengeluh
Jantung Taman
oke .... ditunggu next part nya
Garang Anggriawan
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita~!!
angels_basket
Thor ada lanjutannya kan? *Ada sayang ada!! Tuh kan si author bikin gemes deh! :*
Badai Putih
bagus kok thor aku kalo baca novel gak liat rating kok.
girlganggoodies
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
Mrextinct Hashtag
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Mulya Damanik
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
Mata Diam
Maaf ya thor, baru bisa komen. Soalnya aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari ceritamu yang seru ini~
NewJerseyJack
Kalau lagi buntu ide bisa istirahat dulu thor sambil denger lagu, baca cerita yang thor suka atau nonton film! Asal jangan lupa ya kalau ditungguin pembaca xixi
rowiethelabel
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
angels_basket
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
SizzlingTeapot
Hari ini aku badmood banget padahal, tapi setelah baca cerita ini jadi goodmood! Tidur pun tenang, Thor!
Annasya Fayra: Alhamdulilah,, syuka dengernya, makacih
total 1 replies
Labuh Ardianto
semangat thor buat up an selanjutnya😇
Annasya Fayra: Di usahain ya
total 1 replies
blouses and houses
lanjut thor... smg author sll d berikan kesehatan... biar cepet bikin lanjutan nga lg.. udh baper tanggung nih
Winda Utami
Aku terus nungguin nih, Thor :( Author sehat ya biar terus bisa berkarya!
Annasya Fayra: Agak sedikit tumbang, udara nggk bersahabat, insya Alloh tetep up
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!