🐣WARNING🐣
AREA DEWASA
JOMBLO DILARANG BACA!!!
Dapat menyebabkan baper berkepanjangan yang bisa membuat batin tersiksa.
Ini bukanlah cerita tentang Pernikahan CEO-CEO seperti di cerita lainnya, bukan pula cerita
perjodohan yang menyakitkan di awal pernikahan dan berakhir dengan manis.
Tapi ini adalah sebuah cerita
tentang hati yang salah memilih cinta, tentang
sebuah perjuangan, penantian, dan kesetiaan.
"Gue akan nantangin takdir! Kita liat siapa diantara kita yang akan menang." Kaisar
Hepi reading gengs... 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendadak Hamil
Qiran sudah tak bisa berkutik, ternyata nasibnya tak sebagus Dominic Toretto, jika saja kereta belum melintas, mungkin gadis turunan sengklek itu sudah menerobos palang pintu kereta. Dan hanya selang sekitar 32 detik, mobil polisi yang mengejar mereka berhenti di belakang mobil sport hitam itu.
"Kepada pengendara dengan plat nomor XXXXX harap untuk diam di tempat!" Terdengar suara peringatan dari mobil polisi.
Sementara itu keempat manusia itu terlihat gugup sambil mencari alasan yang tepat untuk pelanggaran yang sengaja Qiran lakukan.
Ketukan pintu mobil berhasil membuyarkan lamunan mereka.
Perlahan Qiran membuka kaca pintu depan, jantungnya berpacu kencang, menyamai kecepatan mobil yang ia kendarai tadi.
"Eh Pak Polisi ganteng!" Senyum Qiran langsung terbit saat melihat polisi tampan berdiri di samping mobilnya.
"Bisa saya lihat kartu Identitas dirinya?"
"Kak kartu Identitas itu apaan? Kartu Pelajar aku maksudnya?" Qiran dengan polosnya bertanya kepada Sang Kakak yang terlihat pucat di kursi penumpang.
"Maaf Pak, dia adik saya. Masih pelajar." Kaisar keluar sambil memberikan kartu Identitasnya beserta surat izin mengemudi miliknya.
Si pengemudi sengklek itu pun ikut turun diikuti Rani dan Lovie yang terlihat masih gemetaran.
"Adik tau bahayanya ugal-ugalan dalam berkendara?" Seorang polisi yang lebih tua dan lebih biasa saja terlihat menghakimi Qiran.
"Saya enggak ugal-ugalan Pak, saya cuma ngebut doang." Seperti biasa dia tidak akan semudah itu bisa disalahkan.
"Sama saja, kebut-kebutan juga salah satu pelanggaran lalu lintas."
"Ya Allah Pak, beda lah. Kalo ugal-ugalan tuh bawa mobilnya kagak bener, oleng ke kanan oleng ke kiri, lah ka saya mah bener bawanya cuma cepet doang. Lagian percuma punya mobil sport kalo kecepatannya sama kayak mobil pada umumnya. Harga diri dia jatuh Pak, bapak kagak kasian kalo nanti mobil kakak saya minder?"
"Udah diem lu!" Kaisar memelototi adiknya yang berbicara tak tentu arah.
"Kamu juga, udah tau adiknya masih di bawah umur, kenapa kamu izinkan dia mengemudi? Dengan kecepatan seperti itu dia bisa saja mencelakai banyak pengendara lain!"
"Kok Bapak nyalahin kakak saya?" Qiran nyolot. "Saya juga sebenernya gak mau bawa mobil ini, tapi kan bapak tau kalo orang ngidam itu permintaannya aneh-aneh."
Serempak kelima orang yang kini sudah ada di trotoar jalan langsung mengalihkan wajah mereka kepada Qiran. Meminta penjelasan atas apa yang dia ucapkan.
"Maksud kamu?" Tanya kedua polisi itu kompak. Cieee kompak…
"Kakak ipar saya lagi hamil dia ngebet banget mau tau rasanya dibawa ngebut di jalan raya, sedangkan suaminya lagi kurang fit, ya salah sebagai calon Onty yang baik dan beradab, saya turutin lah kemauan ponakan saya. Bapak bisa liat sendiri orang tuanya kan udah hasil kualitas pilihan, masa ntar anaknya ngeces." Qiran berbicara sambil mengelus perut ramping Lovie. "Hello, Jun!"
Kedua polisi itu langsung tersenyum.
"Wanita hamil memang suka aneh-aneh permintaannya. Dulu istri saya minta naik kuda-kudaan di taman hiburan." Ucap salah satu polisi yang berwajah biasa saja sambil mengenang salah satu momen berharganya.
"Tapi kok disini statusnya masih single?" Ucap Si polisi tampan saat melihat kartu identitas Kaisar.
"Saya belum memperbarui status saya Pak, masih belum punya waktu luang." Kali ini Kaisar ikut dalam permainan Qiran.
Lovie dan Rani hanya bisa pasrah.
"Tapi apapun alasannya hukum harus ditegakkan. Karena tadi si Adeknya ngelanggar lalu lintas juga menerobos lampu merah. Jadi kalian tetap kena tilang."
"Saya gak nerobos lampu merah Pak, tadi kan lampunya belum merah, masih kuning kemerah-merahan." Lagi Qiran masih tak menyerah.
"Ck!" Kaisar memberi kode agar Qiran menutup mulutnya.
Akhirnya Kaisar menerima dengan pasrah surat tilang yang diberikan kedua polisi itu untuknya. Ternyata banyak yang harus dikorbankan untuk bisa berduaan dengan Lovie. Selama kurang dari dua jam ini dia telah banyak mengeluarkan uangnya untuk membayarkan dua pasang sepatu yang pastinya dengan harga yang lumayan menguras kantong, ditambah lagi tilang dari polisi ini. Benar kata orang, jatuh cinta itu butuh banyak biaya Cuy.
"Semoga Dedeknya ga minta yang macem-macem lagi ya Pak. Semoga lancar sampai persalinan nanti." Ucap salah seorang polisi sebelum melepas kepergian empat aktris dan aktor dadakan.
Ucapan polisi itu diamini oleh yang lainnya, dan Lovie pun terpaksa ikut mengamininya.
Tawa Qiran dan Kaisar membahana saat mereka berhasil menjauh dari kedua polisi itu.
"Gokiiiiiiil." Ucap kakak beradik yang mengaku setara dengan Malika.
"Kalian tuh bener-bener aneh. kalo urusan ga bener aja kompak bener." Ucap Lovie yang terlihat cemberut, karena tak terima dijadikan ibu hamil oleh kedua makhluk dari keturunan bibit unggul itu.
"Jangan marah-marah gitu dong Sayang, kasian Junior nanti ikut stress." Kaisar kembali mengusap-usap perut rata Lovie.
Tawa mereka pun kembali pecah.
"Jadi pengen cepet-cepet nguji keahlian Si Kevin gue! Nanti jangan pake sarung ya Lop! Supaya langsung jadi." Kaisar tersenyum genit ke arah perempuan yang tak ikut tertawa.
"KAKAAAAAAAKKK!!!!!"
*****
Kemarahan Ibu Negara sudah tak bisa dihindari lagi, karena lebih dari dua jam mereka berbelanja, waktu yang cukup lama untuk dihabiskan oleh keempat orang itu hanya untuk berbelanja beberapa macam pesanannya.
"Ga usah ada acara bakar-bakaran lagi. Mommy udah mood ngadain pesta buat kalian."
"Kok gitu sih Mom? Kasian jagungnya udah kita telanjangin tadi, kedinginan ntar, kan mereka bugil. Ampe bulu-bulunya juga udah kita babat habis semua tadi. Mommy gak pikirin perasaan mereka?" Kembali Qiran tak mau begitu saja menurut aturan Mommynya.
"Liat ama kamu jagungnya udah jadi apa!"
Qiran langsung berlari ke arah halaman belakang disusul Rani dan Lovie yang juga kecewa dengan ucapan Zee.
Ketiga pria yang telah terlupakan keberadaannya sedang menikmati jagung bakar ditemani soda dan beberapa cemilan.
"Kok kalian malah merawanin jagung kita?"
Sebuah pilus mendarat di wajah Qiran, pelakunya adalah Bobi.
"Elu kalo ngomong ga pake mikir! Kesel-kesel gue pasangin saringan knalpot di mulut lu!" Dia kembali melempar cemilan di pangkuannya.
"Heh Botak Biadab!"
"Kalian darimana sih? Lama amat?" Zaki pun terlihat kesal begitupun Mr. Baek yang terlihat acuh kepada perempuan yang memaksakan diri jadi kekasihnya.
"Hehehe…" Qiran dan Rani nyengir sambil memamerkan sepatu baru yang masih mereka kenakan.
Ketiganya kompak mencibir sepatu baru mereka.
"Terus kita gimana ini? Masa ga jadi bakar-bakar?" Qiran celingak-celinguk mencari alat pemanggang yang sudah kembali ke gudang.
"QIRAN, RANI, LOVIE! BANTUIN MOMMY MASAK!" Teriakan Nyonya besar dari arah dapur membuat ketiga gadis itu langsung berlarian. Mereka tahu jika wanita itu marah bisa berubah seperti monster.
Saking terburu-burunya hampir saja Lovie terjatuh jika Kaisar tak cekatan menangkapnya.
"Hati-hati Sayang, nanti Junior kenapa-napa!" Kaisar kembali mengusap-usap perut Lovie.
"APAAAAA?" Zee tumbang saat mendengar ucapan si Sulung, dia terlihat syok sambil bertumpu pada tubuh suaminya yang juga syok mendengar ucapan Kaisar.
tapi kembali lagi jika cinta di paksakan tidak baik. memaksakan cinta juga tidak baik.
ibu nya mencoba membantu tapi sayang caranya salah.
akhirnya mereka akan saling menyakiti.
lovie gadis lugu yang terjebak cinta pria dewasa.
lovie hanya mengikuti alur hidup nya si mantan putri sultan yang jadi upik abu walaupun bukan babu ya 🤩🤩.
untuk mama adele entahlah??.
tapi si kai kai luluh sama si cantik abg labil loviena 😅😅😅😅.
kak othor pindah platform kah..di sini lom ada karya baru 😁