cerita ini menceritakan 2 orang dari kalangan yang berbeda, dan menikah karna terpaksa
semoga kalian suka dengan cerita ini
🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32 - Ricko Santai Di Ruko Nadin
Setelah Mereka selesai makan, Nadin pun memesan 3bungkus lagi Untuk Bimo,dina dan Adit
"Eh, kenapa cuman pesan 3" Tanya ricko
"loh kita kan udh makan" jwb nadin heran
"Apa kau tidak ingat Pada tio" tanya ricko lagi
"Apa dia mau makan ini, lagian dia juga tak ada disini" Jwb Nadin binggung
Ricko hanya diam saja, Nadin pun memesan 2 lagi, dilebihkan 1 bks..
Setelah makanan sudah dibungkus,dan ricko membayar tagihan makanan, Nadin dan ricko pun Pulang Keruko nadin,sesampai Diruko Nadin dan ricko pun turun dari mobil dan masuk Keruko
"Eh da Pulang Kak"Tanya Adit
"Iya Ni, bagi2 buat mereka juga nasi nya" Jwb nadin dan memberi bungkus nasi ke adit
"Wah banyak banget kak, untuk kak nadin dan mas ricko juga ya" Tanya Adit
"Untuk sekertaris mas Ricko, nanti digantung aja disana" Kata nadin sambil menunjukan tempat gantungan
"Ok kak, Makasih mas " kata adit
"iya" jawab ricko singkat
"Tuan mau ikut keatas, Ruangan kerja ku ada diatas" Ajak nadin
"Hemm" jwb ricko singkat sambil mengikuti langkah nadin keatas
saat sampai diatas, ricko pun melihat ruangan nadin yang Rapi dan bersih,Ruangan yang Nadin desain seperti ala2 Ruangan Korea..
"Apa tidak ada Sofa disini,Dan Ac" tanya ricko judes
Nadin hanya mengangguk
(Dia pikir Ini kamar nya apa,Yang Di Ruang Ganti pakaian saja ada Ac nya,kata nadin dalam hati)
Ricko pun mengambil ponsel nya, menelepon Tio, untuk menyuruh nya memesan kan sofa dan juga AC
"Hallo Tuan,Tuan skrg ada dimana" Tanya Tio
"Di ruko nya, Pesan kan Sofa Dan AC kesini skrg, dan sekalian kau datang kesini" jwb Ricko
"Baik Tuan" balas tio, sambil mematikan sambungan tlfn nya
Setelah beberapa saat, tidak butuh waktu lama, Barang pesanan Ricko pun sampai dan orang orang datang memasang 3 AC Sekaligus
Nadin yang melihat mereka memasang AC sampai 3 membuat Nadin Memegang kepala, Sementara Ricko yang Sudah duduk disofa baru hanya tersenyum
"Apa kau tidak perlu mengatakan sesuatu untuk yang ku buat untuk mu" Kata Ricko
Nadin yang mengerti maksud nya tersenyum palsu
"Iya, Makasih Tuan, Ini semua sangat beguna" Jwb Nadin dengan pelan sambil menahan kesal
(Semoga saja listrik ku kuat dengan 3 AC ini,entah berapa tagihan listrik yang akan ku bayar nanti, ujar nadin dalam hati)
"Wah Mbak nadin beruntung banget punya suami kayak mas ricko, baik bangey dipasangin AC " puji Dina
Ricko yang dengan hanya Tersenyum Dengan bangga, sementara Nadin yang melihat hanya mengerutkan dahi
Tio pun Naik kelantai 2 ,ke Ruangan Nadin, dimana Disitu sudah Ada ricko yang duduk di sofa, Tio melihat Ricko tersenyum, juga merasa bahagia melihat Ricko sudah bs tersenyum
"Eh mereka sudah selesai ya" tanya ricko
"Sudah tuan, mereka sudah pergi" jwb tio
"Bagus la, Kau belum makan siang kan" tanya ricko lagi
"Belum Tuan" jwb Tio
"Kalau begitu, makan lah, dibawa aku sudah bungkus kan nasi untuk mu" suruh Ricko
"Iya sekertaris Tio,Dibawa sudah ada makanan untuk mu, semoga kau suka" Kata nadin sambil tersenyum sinis
tio hanya diam saja mendengar kata nadin
"Din, ambil Nasi yang digantungan itu"
"Iya mbak nadin" dina pun turun untuk mengambil nasi buat Tio
miris
coba kalian bayang jika dibalik suami kalian yang bebas pergi dan pulang semaunya, apakah kalian akan Terima begitu saja
pembelaan kalian "jangan baper lah kalau kagak suka skip aja, ini hanya halu"
mau ini hanya halu tapi faktanya ini adalah hasil pola pikir kalian yang artinya karakter kalian bisa dilihat dari novel karya kalian
ceritanya jd gak berbobot krn ...author memposisikan seorang CEO yg labil....
ini juga mama ny Ricko, udah tau anak ny punya istri, kok malah mbawa perempuan lain ke rumah ny
mana tych cewek ulat keket lagi