NovelToon NovelToon
One Night Love Devil

One Night Love Devil

Status: tamat
Genre:Badboy / Ibu susu / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ita Yulfiana

Harap bijak dalam memilih bacaan

Iblis Cinta Satu Malam, begitulah julukan yang diberikan oleh Rania pada pria playboy bernama Kaaran Dirga tersebut.

Dengan kekuasaannya, Kaaran bisa meniduri wanita mana pun yang dia mau dan dia tunjuk, tapi tidak dengan Rania. Karena penolakannya, gadis itu terpaksa harus berurusan dengan Kaaran dan para pengawalnya. Sampai-sampai Rania harus rela kehilangan pekerjaan yang sangat dia butuhkan karena gadis itu harus terus bersembunyi dan tidak ingin ditangkap oleh orang suruhan Kaaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Kita Yang Menginginkan

2 Hari setelah kami menikah, suamiku memboyongku untuk ikut serta ke ibukota. Mulai sekarang, aku akan tinggal di villa bersamanya.

Saat ini kami baru saja sampai di villa setelah melalui perjalanan selama beberapa jam dari kotaku menuju ke tempat ini. Begitu aku menginjakkan kakiku kembali ke sini, sekelebat ingatan tentang kejadian beberapa waktu lalu kembali terngiang di ingatanku, saat dia memaksaku untuk tidur dengannya waktu itu.

Waktu itu dia menggendongku masuk ke dalam villa ini karena aku takut digigit oleh kedua anjing peliharaannya. Tidak ku sangka setelah memasuki tempat ini untuk yang kedua kalinya malah aku sudah menyandang status sebagai nyonya di tempat ini.

"Selamat datang kembali, Tuan dan Nona Muda." Bi Nining bersama dengan 2 orang pelayan lainnya menyambut kedatangan kami dengan penuh hormat.

Setelah itu suamiku langsung mengajakku untuk naik ke kamar. Begitu kami keluar dari lift dan mulai menginjakkan kaki kami kembali di dalam kamar yang sekarang sudah menjadi milik kami berdua, tempat ini tiba-tiba saja mengingatkan aku pada kejadian waktu itu. Bagaimana dia memperlakukan aku hingga aku bisa sampai hamil seperti ini. Biar bagaimana pun, kejadian itu juga merupakan kisah kelam dalam kehidupanku, meski pun pada akhirnya nanti akan berbuah manis dengan kehadiran buah hati kami.

Tiba-tiba saja aku menjadi kesal sendiri saat mengingat bagaimana dia memperlakukan aku sebelum dan setelah aku memasuki tempat ini waktu itu. Dan tiba-tiba saja aku terpikir untuk membalas perbuatannya yang pernah dia lakukan padaku waktu itu. Sekali-kali dia memang harus diberi pelajaran.

Aku lalu mengambil tempat duduk di atas sofa sambil mengusap perutku yang terlihat sedikit menonjol di bagian bawahnya, meski pun belum sepenuhnya terlihat begitu jelas.

"Ada apa Sayang? Apa kamu lapar?" Dia bertanya sambil ikut duduk di sampingku dan mengusap perutku dengan lembut.

Aku menjawab pertanyaannya dengan sekali anggukan, sambil berpura-pura memasang wajah sok imut dan sok manja si hadapannya. Padahal, sekitar 1 jam lebih yang lalu, kami sempat mengisi tampung tengah saat dalam perjalanan menuju tempat ini.

"Baiklah, kamu mau makan apa Sayang?

Aku akan meminta bi Nining untuk menyiapkan makanan untukmu," ujarnya.

"Tidak perlu," ucapku.

"Loh, kenapa? Bukannya tadi kamu bilang kalau kamu sedang lapar?" tanyanya lagi.

"Kita tidak perlu merepotkan bi Nining."

"Tidak apa-apa. Bi Nining tidak akan pernah merasa direpotkan dalam hal masak memasak, karena itu memang tugasnya," ucapnya.

"Iya, aku tahu. Itu memang tugas bi Nining. Tapi anak kita maunya makan apa yang dimasak oleh Daddy-nya. Iya 'kan, Nak?" ucapku, lalu mengusap perutku di akhir kalimatku.

"Ak-aku? Kamu mau aku yang memasak?" tanyanya, sambil menunjuk dirinya sendiri, dan aku menjawabnya dengan sekali anggukan.

"Tap-tapi Sayang, aku ... aku sama sekali tidak tahu cara memasak. Aku belum pernah memasak sebelumnya. Masakanku pasti rasanya tidak enak. Jangan 'kan memasak, memegang panci dan wajan pun aku tidak pernah," jelasnya lagi.

"Bagaimana dong? Padahal anak kita maunya makan masakan kamu. Kalau nanti setelah anak kita lahir anak kita ileran bagaimana?" ucapku dengan nada manja sambil mencebikkan bibirku pura-pura sedih.

"Iya juga ya Sayang. Aduh, bagaimana ya? Yang aku takutkan kamu tidak puas dengan hasil masakanku nanti."

"Tidak apa-apa kalau masakan kamu tidak enak, yang penting kamu yang masak karena anak kita maunya begitu."

Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Mm ... ya sudah. Kalau anak kita yang mau, aku akan mencobanya Sayang."

Kami berdua pun lalu turun bersama ke dapur. Sesampainya kami di sana, bi Nining langsung menyambut kedatangan kami dengan baik.

"Ada yang bisa saya bantu Tuan, Nona?" tanya bi Nining.

"Bi, bisa minta tolong siapkan celemek?" ucapku pada bi Nining.

"Anda tidak perlu repot-repot memasak, Nona, biar saya saja yang siapkan makanannya."

"Tidak usah, Bi, karena sekarang saya sedang mengidam masakan suami saya," ucapku sembari tersenyum pada bi Nining.

Sepertinya bi Nining terkejut mendengar ucapanku. "No-Nona serius ingin Tuan Kaaran yang memasak?"

"Iya, Bi. Memangnya kenapa?" tanyaku tanpa dosa sedikit pun.

"Ti-tidak apa-apa Nona." Bi Nining langsung menunduk setelah mendapat kode dari suamiku.

"Bi Nining, cepat berikan aku celemeknya," titahnya pada wanita paruh baya tersebut.

"Baik, tunggu sebentar, Tuan." Bi Nining pun segera mengambil celemek di dalam lemari dapur. Setelah itu dia pamit meninggalkan kami berdua saja di dalam ruangan ini.

"Sayang, kamu mau makan apa?" tanyanya saat dia sudah lengkap dengan celemek berwarna putih polos.

Untungnya bi Nining tidak memberikan celemek yang memiliki motif hati atau pun motif bunga, karena itu pasti akan membuatku tidak bisa menahan tawa.

"Mm ... yang gampang-gampang saja. Seperti ... nasi goreng," jawabku.

Mendengarku meminta dibuatkan nasi goreng, dia langsung menggaruk kepalanya kebingungan. "Oh ... nasi goreng, ya?

"Sayang, apa kamu bisa memberiku petunjuk bagaimana cara membuatnya?" tanyanya padaku kemudian. Dia pasti bingung harus memulainya dari mana.

"Kalau kamu bingung, kamu bisa belajar cara-caranya lewat youtube," ucapku.

"Oh, ya ya ya. Aku akan mencoba mencarinya sekarang."

Setelah mendapatkan apa yang dia cari, dia pun lalu mulai menyiapkan bahan-bahannya. Setelah bahannya lengkap, dia mulai membuat nasi gorengnya.

Sementara aku, aku hanya tersenyum memperhatikan gerakan demi gerakan yang dia tunjukkan. Seorang Kaaran Dirga yang biasanya kejam dan berbuat seenaknya sekarang rela memasak demi anak dan istrinya. Menurutku hal ini sesuatu yang langkah. Sepertinya ke depannya aku masih bisa mengerjainya dengan alasan anak yang ada di dalam kandunganku yang menginginkannya.

Siapa suruh dulu dia memperlakukanku dengan sangat tidak adil. Semua yang dia mau harus selalu aku turuti dan penuhi, tidak boleh tidak. Sepertinya sekarang giliran aku yang memperlakukannya seperti itu, mumpung sekarang dia masih bisa aku bodoh-bodohi dengan alasan anak yang ada di dalam kandunganku yang menginginkannya.

Berselang beberapa saat kemudian. Nasi goreng yang dia masak untukku pun sudah jadi, dia lalu menatanya di atas piring meniru plating nasi goreng yang ada di video. Setelah siap, nasi goreng itu pun dia bawa ke hadapanku.

"Coba dulu Sayang, aku tidak tahu apakah rasanya enak atau tidak. Tapi aku sudah mengikuti petunjuk yang ada di video dengan sama persis. Semoga saja kamu dan anak kita suka." Dia berkata sambil berdiri tepat di sampingku.

"Kelihatannya enak," ucapku. Dia benar-benar pandai meniru apa yang dia lihat.

Dari segi penampilan dan aroma, nasi goreng yang dia buat sama sekali tidak seperti masakan seorang pemula. Aku yang memang doyan makan semenjak hamil menjadi tidak sabar ingin segera mencicipinya.

"Aku coba ya," ucapku seraya memasukkan makanan suapan pertama ke dalam mulutku.

"Em, ini enak sekali," ucapku seraya mendongak menatapnya. Aku benar-benar serius dengan ucapanku. Sepertinya dia cukup berbakat dalam meniru sesuatu.

"Benarkah?" tanyanya antusias.

"Iya, duduklah dan coba sendiri."

"Tidak Sayang, aku tidak mau," tolaknya.

"Kenapa? Tidakkah kamu penasaran ingin merasakan bagaimana rasa masakan pertamamu?" tanyaku.

"Tidak Sayang, tidak usah. Aku tidak mau."

"Loh, kenapa? Ayolah. Anak kita juga menginginkan Daddy-nya mencoba masakannya sendiri."

"Benarkah? Tapi Sayang-"

"Buka mulutmu." Aku langsung menyodorkan sesendok nasi goreng ke arah mulutnya, tapi dia malah langsung menjepit hidungnya dengan tangan.

"Loh, kenapa malah tutup hidung?"

"Ak-aku ... aku ... rasanya aku ingin muntah. Uw-uwek ...." Dia langsung berlari menuju wastafel.

B e r s a m b u n g ...

..._________________________________________...

...Makin ke sini rasanya makin hambar ya guys😪...

1
wang lin
bang toyib pulang rania...😁
wang lin
betul harus nurut jngan nambah beban suamimu.... 👍
wang lin
malu2 mau🤣🤣
wang lin
ini yg k 2xnya aku baca.... dah lupa ceritanya jd baca dri awal lg...😁😁
wang lin
kasi garam biar asin trus micin biar gurih jngan lupa gula biar manis... nahh udh gk hambar pastinya
wang lin
halu yang terlalu menghalu akhirnya terhalu-halu....🤣🤣🤣
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
lagi mabok duit
Dewi Soraya
yg adrian judulny p
Dewi Soraya
ko bs ank dokter n mafia jd lekong hadih gmn si ni???
Dewi Soraya
y ampun q terpesona ma karan.dr awl q sk sikap tengilny yg pemaksa
Dewi Soraya
gini klo pny istri galak n bs bela diri.
Dewi Soraya
org suaminy ketua mafia mkny u disembunyikan krn karan kuatir terjd pp.
Dewi Soraya
dr awl q dh kira klo karan itu sk m rania cm dg cr tengil
Dewi Soraya
wah hebat y karan br niru di you tube enk berarti dy bnr2 cerdas
Dewi Soraya
g da gambarny nek q ngebayangin karan itu bule hot yg tampanny minta ampun
Dewi Soraya
ayo rania tersepona m karan
Dewi Soraya
lucu amat si crtany.ayo rania tersepkna m karan
Dewi Soraya
mati kutu rania.
Dewi Soraya
q ktwa sndri liat kelakuan rania.udh trm aj itu karan.gt2 royal duitny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!