NovelToon NovelToon
Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Supernatural / Romansa Fantasi
Popularitas:58.5k
Nilai: 5
Nama Author: SyoChan

Vanya Apride tiba-tiba didorong ke laut oleh kekasih baru mantan pacarnya saat bekerja paruh waktu di kapal pesiar. Dari kedalaman lautan, terlihat ada orang yang menyelamatkannya berwujud sesosok makhluk yang disebut 'Merman'.

"Si . . . siapa kamu? Umm! Umm!" tanya Vanya sambil menahan napasnya karena berada di dalam air.

"Kamu tidak perlu tahu siapa aku," balas Merman sambil memberikan napas buatan melalui mulut ke mulut kepada Vanya.

Merman tersebut pun membawa Vanya ke tepi pantai, lalu setelah itu ia kembali lagi ke lautan. Ketika Vanya hendak kembali melanjutkan pekerjaannya, ia melihat orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan superstar terkenal sekaligus idolanya yang bernama James Haolin.

Apakah benar orang yang telah menyelamatkannya saat dia tenggelam adalah James Haolin? Namun, mengapa James Haolin berkaki seperti ikan ketika di dalam lautan?

~
PERHATIAN
Mohon kepada para pembaca terhormat JANGAN BOOMLIKE karya ini !
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyoChan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 - Peringatan Kecil

Raut wajah James kini terlihat sangat marah. Ia lalu menekankan pistol tersebut ke kening pria itu dengan sangat kencang. Kemudian, ia menatap pria tersebut dengan aura membunuh yang sangat kuat terpancar jelas dari kedua bola matanya. Pria berkaos hitam itu pun akhirnya diam dengan raut wajah gemetar ketakutan.

***

"Katakan semua rahasia yang kau sembu ...." James menghentikan ucapannya karena pria berkaos hitam itu tiba-tiba pingsan.

"Haah! Apa dia ketakutan karena aku menodongkan pistol padanya? Padahal aku hanya sedikit menekankan pistol ini pada keningnya," ucap James sambil memerhatikan pria berkaos hitam yang telah pingsan.

"Karena dia tidak mau mengakui semuanya, aku akan menggunakan kekuatanku untuk membaca pikirannya." James lalu mengarahkan tangan kanannya ke kening pria tersebut sambil menutup kedua matanya. Sebuah cahaya putih pun keluar dari telapak tangannya.

Semua informasi rahasia yang dia inginkan dari pria tersebut secara perlahan masuk ke dalam otaknya dalam sekejap. Setelah mendapatkan informasi yang dia inginkan, ia tiba-tiba membanting pistol yang dipegang oleh tangan kirinya ke kaca dari ruangan tersebut. James terlihat begitu marah ketika mengetahui kebenaran dari orang yang telah menyuruh pria tersebut untuk mencelakai Vanya.

Bruuug!

Praaai!

Ia membanting senjata ditangannya dengan begitu keras ke arah kaca hingga membuat kaca ruangan tersebut pecah, "Sialan! Apa yang sebenarnya dia inginkan! Apakah dia tidak sadar akan statusnya?" umpat James penuh amarah dan dendam.

Kemudian, James pun keluar dari dalam ruangan tersebut. Ia berjalan dengan tergesa-gesa karena tengah dilanda emosi. Tiba-tiba, ia berhenti dan memanggil salah seorang penjaga, "Kamu kesini!" perintah James sambil menunjuk ke arah penjaga bertubuh kurus.

"Anu . . . ada apa ya, Bos?" tanya Penjaga bertubuh kurus dengan gugup.

"Tugaskan dua orang untuk berjaga di dalam! Jangan biarkan dia bunuh diri dan melompat dari gedung ini!" pinta James kepada penjaga tersebut.

"Ba . . . ik, Bos! Saya akan melaksanakan sesuai perintah anda," sahut Penjaga tersebut.

James pun lalu berjalan menuju lift dan turun hingga ke lantai satu. Para penjaga yang berada di lantai sepuluh memerhatikan langkah pimpinannya dengan raut wajah ketakutan karena mendengar suara benturan dari dalam ruangan. Salah seorang penjaga bertubuh kurus dan berpostur kurang tinggi memberanikan diri untuk mengecek ke dalam ruangan dan melihat hal apa yang sudah terjadi.

"Ini . . . Bos sepertinya benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya," ucapnya sambil melihat kaca yang telah pecah dan pelaku teror yang sudah tergeletak pingsan.

"Ada apa memangnya, Bung?" tanya Penjaga berpostur paling tinggi sambil memasuki ruangan.

"Eh? Ini . . . ." Penjaga berpostur paling tinggi menelan air liurnya setelah melihat keadaan ruangan yang sangat berantakan.

"Kamu saja yang jaga di dalam!" pinta seorang Penjaga berpostur paling tinggi kepada temannya yang bertubuh kurus tersebut.

"Haah! Apa kamu takut? Pria ini hanya pingsan. Lalu, entah apa hal yang sudah membuat Pimpinan marah kita tidak perlu tahu secara detailnya. Sebaiknya kita berjaga saja daripada nantinya kita yang akan dibuat pingsan oleh Pimpinan," ucap Penjaga bertubuh kurus.

"Ba . . . baiklah! Kamu saja yang berjaga di depan kaca yang telah pecah itu." Pria berpostur paling tinggi itu mendorong temannya ke arah kaca yang sudah pecah.

"Haah! Dasar penakut!" sahut Penjaga bertubuh kurus.

***

James kini telah berada di lantai satu. Ia lalu berjalan ke arah pintu masuk. Tiba-tiba Tomi memanggilnya dan menyuruhnya berhenti, "James! Tunggu sebentar!" teriak Tomi.

Kemudian, James pun berhenti dan menengok ke arah suara yang memanggilnya. Tomi pun berjalan menghampirinya. Ia lalu bertanya kepada James kenapa dia tiba-tiba melempar pistol dari lantai sepuluh hingga membuat semua penjaga di lantai satu sangat terkejut.

"Sebenarnya apa yang membuatmu begitu marah hingga membanting pistol seperti itu?" tanya Tomi. Ia mengetahui sahabatnya itu sangat jarang meluapkan emosinya ketika menghadapi lawannya, tetapi kini raut wajahnya terlihat sangat marah seperti ingin membunuh seseorang.

"Haah! Aku tidak habis pikir ternyata orang yang berniat mencelakai Vanya selama ini adalah Jasmine Rooney," sahut James dengan suara pelan.

Tomi pun sangat terkejut setelah mendengar jawaban dari James, "Hah? Apa? Aku sudah menduga dia otak di balik semua peneroran ini. Semua bukti yang ada mengenai dalang tersebut sangat mengarah padanya. Lalu, apa rencana yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Tomi sambil menatap James dengan serius.

"Tentu saja memberinya peringatan dengan sedikit sihir kecil," sahut James sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Apa?" Tomi dibuat terkejut setelah mendengar jawaban dari James yang tidak sesuai dengan harapannya.

"Bukankah itu terlalu ...." James tiba-tiba memotong ucapan Tomi.

"Itu adalah sebuah peringatan kecil yang tidak akan membahayakan nyawanya. Kamu tenang saja. Aku pamit undur diri terlebih dahulu." Kemudian, James berjalan ke arah pintu masuk dan keluar dari dalam gedung tersebut.

***

Ia pun berjalan ke arah jalan besar yang berada di depan gedung tersebut. Lalu, dia berbelok ke arah kanan dan terus berjalan tanpa berhenti. Para penjaga pintu masuk dibuat terkejut sebab pimpinannya pergi begitu saja tanpa menggunakan kendaraan pribadinya.

James terlebih dahulu menggunakan sebuah jubah hitam sebelum berangkat ke tempat tujuannya. Lalu, ia pun melepas sepatunya dan membuat celananya menjadi compang-camping. Hal tersebut bertujuan untuk menyembunyikan identitasnya dari rekaman CCTV.

Setelah memastikan tidak ada seorang pun yang melihatnya, tubuh James tiba-tiba menghilang tanpa meninggalkan jejak. Secara tidak terduga, ia pun muncul di dalam kamar Jasmine Rooney. Ia lalu memerhatikan Jasmine yang tengah tertidur pulas.

"Cih! Bisa-bisanya dia tertidur pulas setelah menyakiti orang lain?" umpat James dalam hatinya.

"Aku beri pelajaran apa, ya, agar dia jera dan mau mengakui semua kejahatannya." James kini tengah berpikir keras. Tiba-tiba, ia mendapatkan sebuah ide untuk memberi pelajaran terhadap Jasmine.

"Hmm . . . biasanya perempuan benar-benar menganggap wajahnya sangat penting. Lebih baik aku rusak sedikit wajah yang menurut orang lain sangat cantik ini." James lalu mengarahkan tangan kanannya ke arah pipi Jasmine. Tiba-tiba, munculah beberapa sisik ikan di pipi kanannya.

"Ah! Ini masih belum cukup. Sebaiknya aku menulis sebuah kata ancaman menggunakan darah di atas cermin ini." James lalu mulai menulis sebuah kata-kata ancaman di atas cermin rias yang berada di dalam kamar Jasmine.

Kata-kata ancaman tersebut bertuliskan, "Akui semua kejahatanmu! Jika tidak, sisik itu akan memenuhi semua wajahmu!"

"Sepertinya ini sudah cukup. Sisik itu pun akan hilang dengan sendirinya setelah satu minggu. Ini merupakan sebuah peringatan kecil untuknya yang telah berusaha mencoba membunuh Vanya berkali-kali," gumam James sambil memerhatikan wajah Jasmine.

Tiba-tiba, James mendengar suara aneh yang memanggil namanya. Namun, ia tidak melihat seorang pun yang berada di dalam kamar tersebut kecuali dirinya dan Jasmine yang sedang tertidur.

"James putraku! Sepertinya kau tengah dilanda dendam dalam benakmu. Janganlah melewati batas, Nak. Itu sudah cukup membuatnya ketakutan. Aku harap kau bisa bahagia selamanya bersama gadis itu," ucap suara aneh yang entah dari mana asalnya.

"Siapa kau? Tunjukkan wujud aslimu?" Secara tidak sadar James berteriak dan membuat Jasmine terbangun dari tidurnya.

"Eh? Dia sudah bangun. Aku harus segera pergi dari sini." Tubuh James pun tiba-tiba menghilang secepat kilat dari pandangan Jasmine.

"Eh? Bayangan hitam apa itu? Perasaan barusan aku mendengar suara laki-laki yang berteriak." Jasmine mengucek-ngucek matanya agar tersadar dari tidurnya.

Ia tidak sengaja menengok ke arah cermin dan terkejut melihat cerminnya sudah dipenuhi dengan darah. "Ah! Apa-apaan ini? Siapa yang berani-beraninya menerorku?" teriak Jasmine dengan kesal.

Ia lalu tersadar ada suatu benda aneh yang menempel di pipi kanannya, "Aah Sakit! Benda apa ini? Kenapa menempel dengan kuat lalu tidak bisa dilepas?" teriak Jasmine histeris.

" 'Akui semua kejahatanmu! Jika tidak, sisik itu akan memenuhi semua wajahmu! ' " Jasmine membaca kata-kata ancaman yang terdapat di atas cermin riasnya.

Setelah membaca kata-kata tersebut, ia tiba-tiba melompat ke tempat tidurnya. Ia lalu menutupi seluruh badannya menggunakan selimut. Badannya kini gemetar ketakutan dan tidak bisa berkata apa pun setelah melihat kejadian aneh yang menimpanya.

***

BERSAMBUNG.....

● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏

● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏

● Klik FAVORIT ❤

● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆

TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏

*******IKLAN PROMOSI !!!!!

SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL SAYA INI, MARILAH BACA KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN MEMBACA SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DI BACA !!! DI JAMIN TIDAK AKAN MENYESAL !!! JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN FAVORITNYA !!!

Author : PenulisRatCheH

Judul Karya : PETAKA KARENA PERJODOHAN

1
Mami Vanya Kaban
hadech akhirnya up juga ya thor, hampir lupa juga thor ceritanya..☺☺🤭
syochan: author pun yang bikin sampe lupa😫🙏 gara2 sibuk kerja dunia nyata:')🙏
total 1 replies
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
jujur rada lupa alurnya... tapi liat update lagi jadi seneng



Semangat yaa Thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ: 𝚗𝚐𝚐𝚊 𝙿𝙿 𝚃𝚑𝚘𝚛... 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚑𝚕𝚞𝚔 𝚋𝚞𝚖𝚒 𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚑𝚊𝚕𝚞𝚞... 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚝𝚎𝚝𝚎𝚙 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝...



𝙶𝚘𝚘𝚍 𝚕𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞 𝚢𝚊𝚊 𝚃𝚑𝚘𝚛...
total 3 replies
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
𝙱𝚞𝚊𝚝 𝙰𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛...

𝚂𝙴𝙼𝙰𝙽𝙶𝙰𝚃 𝚢𝚊𝚊...
𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚍𝚊𝚑, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚢𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚏𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒...
𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙 𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚋𝚊𝚋 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊²𝚖𝚞... 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚢𝚐 𝚗𝚢𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐...
𝙶𝚘𝚘𝚍 𝙻𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
luar biasa.... cerita fiktif yg bener² membuat reader berfantasi dengan segala keajaiban dan romantisme pada cerita ini... Good luck thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
eh... busettt.., kya petasan lebaran nyrocosnye neng
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
auto ngakak...
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ganggu aja Sus😄😃
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ngeri ngeri sedap euy...
up thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ada yaa saudara kembar jahat kek Vania/Selena/Jasmine,,,, cuma demi cinta,,, bukannya nolong malah ngancam... sodara kejam
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
jejak jempol dan komen gak pentingnya aku Thor,,,, makasih udah buat aku berhalusinasi,,, semangat Thor
syochan
Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca setia🙏🙏🙏
sepertinya saya tidak tahu kapan melanjutkan karya saya ini dikarenakan sedang mencari pekerjaan.
Yanti Azha
kapan lanjutnya ni
syochan: saya lanjut ko pasti kaka
mohon maaf author lagi cari kerja di real life🙏🙏🙏
total 1 replies
El_Enleia
'Menarik'
El_Enleia
Kebetulan beruntun macam apa ini 😶😶
El_Enleia
Kayak Ariel pas nyelamatin pangeran
syochan: tapi ini cowonya kaka
total 1 replies
El_Enleia
Aduh maksa banget, tonjok aja Vanya
Naura
lanjut thor aku menunggumu
syochan: terima kasih atas dukungannya kaka
total 1 replies
Raffi Ahmaad
lanjut Thor
syochan: Terima kasih kaka atas segala dukungannya
total 1 replies
Raffi Ahmaad
aduh Thor ko jdi horor merinding aq😣
syochan: hehe ada plot twist nya biar pembaca penasaran
total 1 replies
Raffi Ahmaad
aduh Thor aq masih bingung emang y ada masalah ap sih. sampai si jams begitu. n orang yg mencelakai vanya kn kembaran y Vanya. selain kedekatan jams n Vanya ap ad masalah lain.🤔
syochan: Coba baca dengan teliti kenapa si james kesel banget sama itu perempuan kaka. Pasti bakalan ketemu jawabannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!