Berada dalam lingkungan sekolah terfavorit dan populer tak membuat Ve berkecil hati. Meski bully-an masih terus terjadi tetapi Ve punya sejuta cara untuk menghadapinya. Belum lagi Salsa yang tak pernah berhenti menganggunya.
Sayangnya ia juga harus dipusingkan dengan cinta dua lelaki tampan dan kaya raya tetapi berbeda karakter. Al sikapnya dingin, sedang Dion sangat humble. Parahnya lagi mereka mencintainya, meski tau Ve gadis miskin.
Lalu bagaimanakah kisah cinta mereka di masa putih abu-abu itu, dan siapakah yang ahirnya memenangkan hati Ve? Apakah cinta bisa menembus batas perbedaan antara si kaya dan si miskin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BALAP MOBIL
🍃Malam harinya
Demi mengurangi trauma Ve untuk kedua kalinya, malam itu Dion sengaja menyambangi rumah Ve dengan membawa mobil. Kebetulan malam itu ia ada acara balap mobil liar bareng kawan-kawannya, hingga ia pun berniat ngajak Ve untuk ikut bersamanya.
Dengan pakaian ala kadarnya, setelan kaos plus celana jeans dan tas slempang, Ve menemui Dion.
"Cantik," gumam Dion.
"Nek, Ve saya ajak jalan dulu ya, biar nggak terlalu bosan di rumah."
"Hm, iya, hati-hati ya, maaf kalau cucu nenek nanti malah merepotkan kamu," ucap nenek sambil tersenyum.
"Ih, nenek, apa-apaan sih," ucap Ve tidak terima.
Dion tersenyum.
"Ya sudah sana! Kalian cepat pergi, biar pulangnya nggak terlalu malam."
"Siap, Nek. Kami pamit, Assalamu'alaikum ...."
"Wa'alaikum salam," ucap nenek sambil membalas lambaian tangan mereka.
Tak berapa lama kemudian, sampailah mereka di mana tempat Dion memarkirkan mobilnya. Kebetulan dari seberang jalan, Kenzo baru sampai.
Ia pun memukul stir kemudinya, "Sial, keduluan si kamp**t deh!"
Meski sudah mengumpat, nyatanya Kenzo masih memperhatikan kemana Ve dan Dion pergi. Setidaknya ia masih bisa mengawasinya dari kejauhan.
Sesampainya di pinggir jalan, Dion menghalangi Ve saat ia hendak menggapai pintu mobil. Dion malah membukakan pintu mobil untuknya.
"Silakan masuk tuan putri," ucap Dion sambil tersenyum manis.
Tentu saja hal itu membuat Ve salting.
Ia pun mendorong tubuh Dion sebelum masuk mobil, "Ish, apaan sih, Dion! Gue bukan tuan putri."
"But you are the princess in my heart," ucap Dion sambil mengerling nakal.
Beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai Dion segera melaju meninggalkan area komplek tempat tinggal Ve. Dion menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Ndut, kita emang mau kemana sih?" tanya Ve penasaran.
Karena sedari tadi, perjalanan mereka enggak sampai-sampai, ada sesuatu yang ingin Ve tanyakan pada Dion. Tetapi belum sempat ia bertanya ia sudah kejutkan dengan sebuah kenyataan. Kini kedua bola mata Ve membola, seketika keringat dingin mengucur dari keningnya.
Saat ini Ve bisa melihat dengan jelas, jika jalanan yang mereka lalui sedang dalam perbaikan tetapi kenapa Dion malah melajukan mobilnya dan memasuki area tersebut? Beberapa saat kemudian, suara mesin mobil yang ugal-ugalan dan memekakkan gendang telinga jelas terdengar di telinga Ve.
"Ndut, jangan bilang lo ngajak gue ke tempat balapan liar?" tanya Ve ketakutan.
Dengan santainya Dion malah tersenyum lebar.
"Emang iya, kenapa? Kamu takut?"
"Ndut, ini nggak lucu, gue nggak suka tempat ini!" ucap Ve dengan mode panik.
"Ve, don't be afraid, here I am with you, so just enjoy it!"
"Enjoy, enjoy, gundulmu! Ini kegiatan terlarang Dion, please, bawa aku pulang, sekarang!"
"Nggak, aku pengen kamu nikmati pertunjukan dariku."
Ve me-remas ujung kaos miliknya, ia sungguh tidak nyaman berada di tempat ini. Tapi dia juga nggak tau gimana caranya dia bisa pulang? Nyetir, jelas nggak bisa, order ojek, mana ada ojek yang mau masuk area seperti ini. Ve benar-benar merutuki dirinya saat ini.
"Kenapa tadi setuju keluar sama Dion, sih?" batinnya kesal.
Tanpa Ve sadari, Dion sudah membuka pintu mobil di sebelahnya. Dengan senyum manisnya Dion mengulurkan salah satu tangannya pada Ve.
"Welcome to my world princess in my heart."
Meski kesal, Ve menuruti Dion untuk turun dari mobil. Tak berapa lama kemudian datanglah dua sahabat Dion dari area balapan liar.
"Tumben, Bro, lu datang bawa cewek ke sini!" sapa mereka.
Ve tersenyum kikuk.
"Iya, biar dia nggak bosen di rumah, gue ajakin ke sini lah. Maklum dia baru kena skorsing tiga hari, jadi daripada "beku" di rumah aja, mending gue ajak happy-happy."
"Wow, cewek secantik ini bisa kena skorsing? kok bisa?"
"Ya, begitulah, karena dia dijebak sama seseorang, dan malah dia yang kena batunya."
"Kasihan, cantik-cantik kena skorsing."
"Dah, udah, berani lo nyindir atau sakitin dia, gue bacok lo!" gertak Dion.
Sedangkan kedua remaja tadi malah ketawa.
"Calm down, Bro, gitu aja sensi."
"Sorry ya cantik, kita nggak maksud ngejek kamu, cuma heran aja, maaf ya."
"Iya, Kak, nggak apa-apa."
Ve sadar, di sini bukan dunianya, jadi lebih baik ia mengikuti alur yang diciptakan Dion. Sementara Kenzo yang melihat Ve dibawa Dion ke arena balap mobil, menjadi kalut.
"Argh, kenapa gue datang telat sih, hm, hanya kak Darren yang bisa nyelematin Ve saat ini."
Sesaat kemudian, Kenzo segera menghubungi Al. Kebetulan saat itu Al baru kembali dari makan malam. Melihat ponselnya menyala, Al lalu mendekatinya.
📞Kenzo is calling
"Kenzo, tumben telpon," batin Al.
Dengan malas, Al mengangkat panggilan dari sahabatnya itu.
"Hallo ...."
"Hi, Bro, gawat, Ve dalam bahaya!"
"Kok bisa?" ucap Al sambil berdiri.
"Ve saat ini dibawa Dion ke arena balap liar!"
Al mengepalkan tangannya.
"Gue kesitu!" ucap Al final.
"Jangan lupa ajak Bang Darren, karena ini wilayah dia."
Al menghela nafasnya kasar, "Oke, gue bawa dia."
.
.
...🌹Bersambung🌹...
...Kira-kira apa yang akan terjadi setelahnya? jangan lupa tap ❤ biar gak ketinggalan saat update nanti. Terima kasih....
Akhirnya es baloknya Al yg mementing kan belajar dari berpacaran akhirnya runtuh dengan kehadiran nya Veeya..
terimakasih Outhor semoga sukses selalu..🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹✌️✌️✌️✌️✌️✌️
Sabrina itu lebih gila dari anaknya Salsa...
sepertinya Lisa tau apa yg terjadi saat ini...