NovelToon NovelToon
Menuju Cinta Sejati

Menuju Cinta Sejati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:183.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: indri syachid

Aku masih menunggu..
Saat dimana Tuhan mengaitkan jemariku dan jemarimu
Menjadi sebuah genggaman dalam keridhoan


Meski sangat sakit bagiku, aku harus menerima perjodohan yang tak pernah sekalipun terbayangkan dalam pikiranku.

Perjodohan yang di setujui kedua orang tuaku dan orang tuanya, namun tidak dengan kami. Aku dan dia yang tidak saling mencintai.


Perjodohan yang memisahkan antara aku dan cintaku, juga antara dia dan cintanya.

Yang akhirnya membawa kami ke sebuah persekongkolan. Kami berdua sangat berharap, persekongkolan ini akan membuahkan hasil.

Hasil yang akhirnya bisa kembali kepada cinta kami masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri syachid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Datang Mas Adi

"Siapa, Ndy?" tanya Raka pada adiknya yang juga masih kebingungan setelah melihat sosok cowok bertubuh tinggi berdiri di belakang mereka.

"Nggak tahu," jawabnya singkat.

"Ya ampun. Kalian beneran nggak ngenalin gue atau lagi pura-pura nggak kenal, sih," ujar cowok itu.

"Nggak kenal," jawab kompak si kakak beradik.

"Masa tetangga harus kenalan?" ucap cowok itu lagi.

"Tetangga? Tetangga yang mana, sebelah mana, kok, kita nggak pernah lihat lo, yakan Ndy?" cerocos Raka.

"Adi. Lo, lupa sama gue, Ndy?" tanya cowok itu yang terus menatap Indy.

"Adi … Adi yang anaknya Om Tejo yang punya konveksi, yang dulu pas SD kaos dalemnya selalu basah karena lo gigitin?" ucap Indy setelah beberapa detik menggali ingatannya.

"Bener, sih. Tapi, kenapa yang lo inget kebiasaan buruk gue?" protes Adi pada gadis cantik yang kini sudah berhijab.

"Emang kenyataannya dulu lo begitu, kan. Eh, Bang. Lo masih nggak inget dia?" ucapnya dengan menepuk bahu Raka yang belum juga mengenali Adi.

"Gue nggak tahu, Ndy. Lagian, dia kan sebaya sama lo."

"Parah kalian. Rumah kita cuma berjarak 100 meter doang. Masa nggak kenal tetangga," ujar Adi.

"Wajar lah, gue nggak ngenalin lo. Orang wajah terakhir yang gue kenalin aja pas kita lulus SD. Setelahnya nggak tahu deh," tukas Indy tak mau kalah.

"Iya, sih. Gue ngelanjutin sekolah di kota jadi jarang balik ke rumah. Apalagi buat main ketemu temen-temen, nggak sempet lah gue," jawab Adi yang kemudian duduk di samping kiri Indy.

Rasta Adiyaksa atau yang biasa di panggil Mas Adi sama bapaknya yang berkumis tebal dan suka di elus-elus sambil siulin burung perkutut peliharaannya.

Anak dari Mutejo, seorang juragan konveksi yang dari hari ke hari semakin meraksasa. Istrinya yang tak mau hanya berpangku tangan menerima hasil bisnis suaminya itu mencoba peruntungannya sendiri di dunia Bakery.

Lina, perempuan yang merupakan ibu kandung dari Adi memang mahir dalam membuat berbagai jenis kue. Dari kue kering sampai bolu-boluan telah di jualnya ke seluruh pelosok desa.

Bahkan ia tidak kalah dengan Tejo yang mempunyai banyak karyawan di konveksinya. Lina juga memiliki tenaga pembantu untuk mengantarkan kue pesanan pelanggannya.

Tak terhindarkan anak semata wayangnya juga terkadang direkrutnya sebagai tenaga tambahan saat liburan sekolah.

Cowok berkulit kuning itu duduk tanpa canggung di samping Indy. Menjejeri gadis yang dulu sangat akrab dengannya semasa kecil. Mereka berdua memang sahabat kecil yang dulu jika bermain suka lupa waktu.

Tapi waktu sudah berlalu terlalu lama. Mereka yang sudah tak lagi saling bertegur sapa selama bertahun-tahun kini lebih seperti orang asing, meskipun Adi berusaha berlaku seperti tidak baru saja bertemu.

Berada di samping cowok yang sedang basah berkeringat, pikiran Indy traveling. Gadis itu keheranan, kenapa bisa badan yang dibasahi keringat tidak mengeluarkan aroma ketek yang menyengat.

Lalu gadis itu mengendus aroma tubuhnya sendiri. Sial! Dia lupa pakai deodorant sebelum jogging tadi. Bau ketek tercium jelas di hidungnya. Segera ia bangun dari duduknya dan mengajak Raka untuk pulang.

"Yok, Bang, kita pulang. Perut gue udah dangdutan nih, minta asupan makanan sehat," celetuknya tanpa malu didengar oleh Adi.

"Lah, lo kan udah makan satu kresek kue serabi. Bisa-bisanya sekarang lo ngadu udah laper. Alesan lo aja kali, karena dari tadi lo gemeteran duduk di apit cowok ganteng," ledek Raka pada adiknya.

"Terserah apa kata mulut, lo. Gue mau pulang."

Tanpa aba-aba kedua cowok yang lebih mirip seperti bodyguard untuk Indy itu menyusul langkah gadis yang sudah lari terlebih dahulu di depan.

Indy tidak mau Raka dan Adi bisa menyusul dan mensejajari langkahnya. Karenanya, gadis itu berlari dengan mengerahkan tenaga dalamnya agar tetap berada lebih depan dari kedua cowok yang nampak jauh di belakang.

Sepertiga perjalan gadis itu terengah-engah, dia kehabisan tenaga. Terpaksa ia berhenti untuk duduk meluruskan kakinya sejenak di tepi jalan.

Raka dan Adi mempercepat larinya karena penasaran dengan apa yang sedang gadis itu lakukan. Tadi dia nampak sangat bersemangat memacu langkahnya. Sekarang dirinya sudah duduk lemas mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

"Banyak gaya sih, lo!" cela Raka begitu sampai di hadapan adiknya.

"Brisik, lo."

"Buruan berdiri, udah siang nih," perintah Raka yang tak tahu kondisi padanya.

"Gendong …, kaki gue mendadak kena polio nih, lemes banget," rengek Indy pada kakaknya.

"Ogah, banget. Udah yuk, Di. Tinggalin aja," ajak Raka pada cowok yang sedari tadi hanya menyaksikan drama kakak beradik di tepi jalan.

Raka berlari meninggalkan adiknya yang masih duduk lemas di tempatnya. Bahkan teriakan Indy pun tidak menggoyahkannya untuk memutar balik lajunya yang semakin jauh.

"Awas lo, Bang! Nggak bakalan gue temenin kalo lo ngajak gue jalan!" ancam gadis itu pada teriakan terakhirnya yang sama sekali tak di gubris Raka.

"Ngapain lo, jongkok di depan gue? Mau kentut jangan di depan gue, sana jauh-jauh," tukas Indy yang masih kesal karena di tinggal kakaknya.

"Naik ke punggung gue," ucapnya santai.

"Gue nggak minta gendong sama lo," bantah gadis itu.

"Gue nawarin pertolongan. Bukan karena lo minta," jawab Adi.

"Gue berat. Berat badan gue 75kg. Lo, yakin mau gendong gue sampe ke rumah?" sembul gadis itu lagi dengan bualan.

"Badan lo yang lebih mirip triplek itu nggak meyakinkan kalo lo punya berat badan 75kg. Buruan naik atau lo mau gue temenin duduk di sini sampe besok pagi?" ujar Adi.

Indy menyerah setelah menimbang-nimbang antara gengsi dan kondisi. Dia naik ke punggung Adi dengan ragu. Bukan mengalungkan tangannya ke leher Adi, gadis itu justru memegangi bahu cowok itu dengan telapak tangannya.

"Berasa naik kuda ya, Ndy."

"Bacot aja, lo. Buruan nih, gue udah laper."

"Lo lucu juga, ya."

"Ya, kali."

"Di lihat dari penampilannya sih anggun. Pas nyerocos ternyata lo bar-bar. Lucu, nggak sesuai ekspektasi gue," ujar Adi meledek gadis di gendongannya.

Indy tidak membalas lagi ledekan Adi. Gadis itu hanya meminta cepat sampai ke rumahnya. Sepanjang menempel di punggung cowok itu, dia menikmati aroma wangi yang berasal dari tubuh Adi.

Mereka berdua semakin dekat dengan jalan pulang. Bukannya langsung mengantar gadis itu ke rumahnya, Adi justru membawanya ke tempat tinggalnya.

1
Widi Widya Dewi
kereeen
Taufik Alfiriadi
btul bngat dak slah Lg
Azura One
ditunggu author ternyata ada season dua makanya sempet bingung saat lili datang ketika Indy menikah. Indy tetap gamang
Lenkzher Thea
Lanjut terus,👍
Sri MM.
aku tadi langsung ke season 2, gak ngehhhh maaf Thor 😁
Sri MM.
mampir Thor
#seperti sampah
#my husband is a Gay
Ully Rahmadani
seru banget ceritanya....
Ati Luvsanjay
lanjut KK dan semangat terus. Mari saling mendukung.
🎃👻hantu_gc 👻🎃
lanjut kk😆semangaat upnyaa😍😍
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat
Bayangan Ilusi
Boomlike kak thor..
Raraa:)
semangat🤗👍💪
🍃🌻 Imazz 🌻🍃
Keren 👍👍👍
Eva Santi Lubis
Keren thor lanjut mari saling
mendukung terimakasih
Hayaku Gaya
Asikkkk! Apa!!! Huwaaa! Baca sinopsisnya aja mataku dah jadi air terjun..😭😭😭😭 tapi aku akan tetep baca.. lumayan bisa jadiin rumah berubah jadi laut air asin wkwk
Ayuwidia
A..... nggak sabar baca season duanya kak ... Sukses selalu untuk kak author kece ❤❤❤
Erina Munir
tpi aku setujunya Indy sama Adi....😔😔
Erina Munir
ya Allah kesian banget nasib nya lili..😭😭
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
lili berarti nampang jilbab doank dono
Hayaku Gaya
Ooh, Lili ikhlaskan saja ya.. aku yakin di luar sana ada jodoh yang terbaik buat kamu..
Yey season 2 !!
@ind_sychd: ramein season duanya juga yaaaaaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!