NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Lin Liu berlari cepat menuju gudang belakang toko, jantungnya berdegup kencang begitu melihat kepulan asap tipis yang mulai keluar dari celah pintu gudang. Dia mendorong pintu itu terbuka, matanya melebar ngeri mendapati tumpukan kardus di sudut gudang mulai terbakar, api kecil yang menjilat perlahan namun berpotensi membesar dengan cepat jika tidak segera ditangani.

"Kak Su Yan! Ada kebakaran!" teriaknya panik, sambil mencari apa pun yang bisa digunakan untuk memadamkan api itu.

Su Yan yang mendengar teriakan itu segera berlari dari dalam toko, matanya melebar kaget melihat kobaran api yang mulai membesar. "Ambil ember di dekat keran air, cepat!"

Keduanya bekerja cepat, mengambil air dari keran di belakang gudang, menyiramkannya berulang kali ke arah api yang perlahan mulai padam meskipun asap tebal masih memenuhi ruangan sempit itu. Setelah beberapa menit yang terasa mencekam, api akhirnya benar-benar padam, meninggalkan sisa kardus hangus dan bau asap yang menyengat.

"Bagaimana ini bisa terjadi?" Su Yan bertanya, terengah-engah, matanya menyapu sisa kebakaran itu dengan kebingungan. "Tidak ada yang menyalakan api di sini."

Lin Liu memeriksa sekitar area yang terbakar, matanya menangkap sesuatu yang mencurigakan—sebuah korek api yang sudah terbakar habis tergeletak di dekat titik api pertama muncul, jauh dari jangkauan barang-barang yang biasa digunakan di gudang itu.

"Ini bukan kecelakaan," gumam Lin Liu, rahangnya mengeras menahan amarah. "Seseorang sengaja menyalakan api di sini."

Su Yan menatap Lin Liu dengan raut wajah cemas, mulai memahami arah pikiran pemuda itu. "Kau pikir ini ada hubungannya dengan Chen Datong?"

"Aku yakin," jawab Lin Liu tegas, mengingat kata-kata terakhir Chen Datong sebelum dia meninggalkan gedung itu tadi siang.

 Bersiaplah menghadapi konsekuensinya.

Ancaman itu ternyata tidak butuh waktu lama untuk direalisasikan.

Dadanya dipenuhi rasa bersalah yang mendalam, menyadari bahwa keputusannya menolak tawaran Chen Datong telah membawa bahaya langsung ke tempat usaha Su Yan, satu-satunya orang yang selama ini dengan tulus membantunya tanpa pamrih.

"Kak, maafkan aku," katanya lirih, menundukkan kepala. "Ini semua karena aku menolak tawaran Chen Datong tadi siang. Mereka pasti sengaja melakukan ini untuk memberi peringatan."

Su Yan menghela napas panjang, meskipun raut wajahnya masih menunjukkan ketegangan, dia berusaha tersenyum tipis untuk menenangkan Lin Liu. "Ini bukan salahmu, Lin Liu. Orang-orang seperti mereka yang salah, bukan kau yang berusaha melakukan hal yang benar."

Lin Liu menatap lantai dengan rasa bersalah. "Maaf..."

...-----...

Malam itu, setelah membereskan sisa kekacauan di gudang dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib—meskipun mereka berdua tahu laporan itu kemungkinan besar tidak akan membuahkan hasil mengingat kekuatan dan pengaruh Chen Datong di kota ini.

Lin Liu sedang duduk termenung di depan toko, pikirannya dipenuhi kekhawatiran yang semakin membesar.

Dia harus menyelesaikan misinya secepat mungkin, sekaligus mencari cara untuk melindungi orang-orang di sekitarnya sebelum ancaman itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih fatal. Ponselnya bergetar, menampilkan pesan singkat lain dari nomor pembantu Huang Ruoxi.

"Aku tadi menguping percakapan ayahku. Dia mengatakan nama Kak Su Yan. Ada kejadian apa di toko Kak Su Yan. Apa kau baik-baik saja? Aku khawatir sekali."

Lin Liu menatap pesan itu, jarinya bergerak cepat mengetik balasan, menceritakan sedikit kejadian yang baru saja terjadi tanpa membuat gadis itu terlalu panik. Namun sebelum dia sempat mengirim pesan itu, sebuah balasan lain masuk lebih dulu, membuat jantungnya berdegup kencang membaca isinya.

"Aku menemukan sesuatu di ruang kerja ayahku. Dokumen-dokumen soal pinjaman ilegal Chen Datong. Kalau ini benar, kita bisa pakai untuk menghentikan semuanya—pertunanganku, dan mungkin juga masalahmu. Tapi aku butuh bantuanmu untuk mengeluarkan dokumen ini dari rumah tanpa ketahuan."

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!