NovelToon NovelToon
POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL

Status: tamat
Genre:Fantasi / Cintamanis / Contest / Balas Dendam / Badboy / Romansa / Diam-Diam Cinta / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Murni / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:656.4k
Nilai: 5
Nama Author: Marlita Marlita

"Sepertinya aku mengenalnya, dia sangat tampan dan wajah putih bersih itu, dia sungguh seperti malaikat." Batin Xela.

Tiba-tiba lelaki tampan itu menciumnya di bawah air yang masih jauh dengan permukaan. Xela bisa merasakan sentuhan bibir mereka, lelaki tampan itu memeluknya dengan erat dan mencium bibirnya, ini terasa seperti mimpi. Xela menganggapnya mimpi karena tubuhnya terlalu lemah dan tidak bisa melakukan penolakan. Ciuman di dalam air dengan sosok lelaki tampan adalah mimpi bagi Xela, matanya yang sudah melihat dengan pandangan kabur memaksanya untuk terpejam.

Namun Xela bisa merasakan ciuman ini, ciuman yang sangat dalam bahkan sangat dalam dari danau ini.
Penasaran untuk melihat siapa sosok itu, Xela membuka matanya lagi berusaha fokus memandang sosok lelaki itu dan ia menemukan lelaki itu mirip Alfarel.

"Oh tidak apakah dia kak Alfarel? Tuan possesif itu?" batin Xela lalu menutup matanya lagi tidak kuasa menahan perih matanya, ia tidak bisa Melepaskan dirinya dan ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marlita Marlita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Landry

*Apa benar? Aku harus bertanya lebih detail lagi. Perasaan cermin itu sudah lama disana. Dan, ya memang dulu Alika sangat sering menggunakannya untuk melihat  penampilannya  disana*.

batin Alfarel  setelah berhasil mencerna ucapan Xela dan mengingat kembali tentang cermin yang boleh dikatakan cermin raksasa yang ada di samping tangga.

"Xela jelaskan padaku kenapa Dafi bisa mengurung mu didalam dan bagaimana bisa kamu melihat sosok itu didalam cermin?"

"A - Aku ..." Xela menjelaskan kejadian sebelumnya dengan panjang lebar dan Alfarel tampak serius mendengarkan paparan dari Xela.

Ya ampun kok aku menjadi penakut seperti ini, aku rasa aku yang dulu tidak sepenakut ini.

Batin Xela usai menjelaskan kejadian sebelumnya kepada Alfarel.

Apa ... jadi ini gara-gara Dafi?

"Kamu membersihkan kamarku dan Dafi masuk tiba-tiba? "

"Iya kak. Saat itu aku ... aku sedang melihat foto kak Al bersama seorang perempuan cantik." jawabnya polos. Ia tidak tahu mimik muka Alfarel berubah.

"Beraninya kamu membuka lemari ku." Ucap Alfarel, Xela menyebikkan bibirnya merasa Alfarel salah paham.

"Bukan, ceritanya gini. Aku masuk keadaan lemari terbuka dan aku menutupnya, aku melihat foto disana, ketika aku melihat foto itu ...."

Ucapan Xela menggantung karena saat ia memandangi foto tersebut katanya dalam hati ingin menggantikan posisi perempuan yang ada di foto tersebut.

"Lalu bagaimana. Apakah kamu melihat hal lain disana atau bagaimana?" Tanya Alfarel yang menunggu jawaban sedari tadi.

"A ... aku, aku terkejut saat Kak Dafi memanggil ku dengan suara keras, karena aku kaget dan mengiranya pencuri maka aku memukulnya. Aku sadar setelah itu, aku mau meminta maaf ke kak Dafi tapi kak Dafi malah pergi mengira aku kerasukan." Jelasnya.

"Ini salah mu. Lain kali jangan pernah masuk ke dalam kamarku lagi." Ucap Alfarel dengan kasar dan tidak terduga oleh Xela,

Dia seperti bunglon. Tidak bisa dipercaya, aku takut. Lebih baik aku pergi dari sini, kak Dafi sepertinya juga tidak mau melihatku dan kak Al juga tidak mau mengedarkan aku. Aku sadar aku adalah orang lain disini, keluarganya juga bukan!

Xela mulai minder akan posisinya saat ini. Alfarel hendak pergi meninggalkan Xela sendirian di ruang televisi, setelah ia memutuskan untuk melarang Xela masuk ke kamarnya dengan nada bicara yang tinggi perasaannya mengatakan Xela sangat sedih, akhirnya langkah kakinya terhenti oleh penyesalan  akan ucapan kasarnya tadi.

"Aku tidak bermaksud membuatmu sakit hati dengan kata yang kasar, aku tidak mungkin membiarkan mu selalu masuk ke dalam kamar ku karena seharusnya itu privasi ku. Aku menyesal membuatmu masuk kesana." Ucap Alfarel sebelum akhirnya ia pergi meminyaki Xela entah kemana.

Mentari yang menyinari bumi dengan awan putih yang cerah membuat Xela yang berada di gazebo sekolah merasakan hawa panas sudah menembusi pori-pori kulitnya. Gadis itu awalnya memegang buku untuk dibaca,tetapi kini malah dijadikan kipas manual.

Aduh panas sangat dah. Jujur enaknya cuma dirumah, tapi itupun rumah kak Al wkwkwk.

Xela tersenyum sendiri setelah berpikir demikian, mata bulatnya menelusuri pemadangan sekitar gazebo, teriknya panas matahari yang menyinari bumi membuatnya malas beranjak dari gazebo, meskipun kondisinya ia sedang berada sendiri disana.

Tanpa sengaja matanya yang sudah traveling ke sekitar melihat sosok Landry memandangnya dari jauh.

"Landry."

Gumam Xela pelan, semakin lama ia memandangi balik Landry yang jauh dari tempatnya, tepatnya didekat kolam ikan dibelakang sekolah, Landry pergi dari sana. Mungkin karena Xela telah mengetahui keberadaannya.

Xela yang menyadari Landry pergi, ia segera beranjak. Sebenarnya ia ingin menjelaskan kejadian kemarin. Saat mereka sedang berada di kost yang kini sudah tidak ditempatinya. Mungkin ini saat yang tepat karna kemarin  ia tidak bisa menjelaskan, waktunya sangat tidak mendukung. Apalagi malam itu juga ada Alfarel disana sebagai penghalang bagi Xela untuk memberi penjelasan.

"Landry tunggu. Aku mau ngomong." Lelah Xela memanggil Landry namun sepertinya laki-laki itu seperti menutup akses pendengarannya rapat-rapat.

Ya ampun aku harus berlari di bawah Panas matahari yang kejam ini, mungkin Landry sangat marah kepadaku. Maafkan aku Lan.

batin Xela, ia hampir sampai kepada Landry. "Lan tunggu." Xela meraih lengan Landry dan berhasil, Landry menghentikan langkahnya lalu beralih memandang Xela sekilas dengan wajah dingin.

"Ada apa lagi?"

Ketus Landry tanpa melihat lawan bicara.

"Lan tolong dong ngomong nya santai, capek tau lari ngejarin kamu kesini, panas banget." Ucap Xela kali ini baru terdengar jelas ia berbicara dengan ngos-ngosan karena lelah.

"Nggak bisa santai, tugas banyak. Mau ke kelas segera." Ucapnya lagi, padahal kemungkinan besar ia berpaling untuk menghindari Xela.

"Lan plis aku mau ngomong nih. Aku mau menjelaskan sesuatu sama kamu, tolong dengerin aku ya!"

"Kalau mau ngomong jangan sekarang jangan pakai gaya bertele-tele seperti orang mabuk aja." Protes Landry. 

"Kan aku bilang mau menjelaskan sesuatu, nggak disini juga kali tempatnya, ini koridor. Liat tuh Anak - anak yang lain mau lewat."

Kata Xela tidak mau kalah, memang benar koridor sekolah tempat mereka berdiri saat ini bukanlah tempat yang tepat untuk berbicara.

"Ngomong apaan sih sepenting apa coba?"

''Yah Lan, jangan gitu dong." Ucap Xela memelas. Karena Landry saat ini masih menyimpan  perasaan dengan Xela, ia pun tampak sedang berpikir sambil memandang wajah lelah Xela yang memerah dan berkeringat karena kepanasan.

Apa salahnya juga ya gue manfaatin kesempatan ini buat cari tahu. Apa sih hubungan dia sama Kak Al.

"Oke kita kesana sekarang!"

Ucap Landry sambil menuntun langkah Xela ke pinggir kolam ikan, disana ada sebuah pohon yang rindang untuk berteduh. Xela senang mendengar ajakan Landry yang menjadi tanda persetujuan agar ia bisa menjelaskan kejadian kemarin malam yang sudah berlalu.

"Jadi apa yang mau kamu jelaskan?" Tanya Landry tidak mau menunggu waktu lama.

"Aku mau jelasin tentang yang kemarin itu. Kak Al, Kak Al itu majikan aku ..."

"Lalu apa hubungannya perlu menjelaskan itu?"

"Kan kemarin kalian sempat berantem gara-gara aku. Maafin aku ya Lan. Kak Alfarel memang gitu."

"Oh, itu aja. Kirain ada yang lain." Ketus Landry, ia masih memendam kalimat yang ingin dilontarkannya, terlihat wajahnya penuh dengan amarah yang mungkin apabila ditahan lebih lama akan  meledak seperti bom. Muka Landry dengan kulit putih nan mulus itu merah seperti udang rebus karena memendam sakit hati.

Aku curiga padamu Xela, ada hubungan apa kamu dengan kakak ku. Kami sudah lama berpisah dan keadaan kak Al saat itu masih dilandai kesedihan setelah Alika meninggal. Tetapi kemarin yang berlalu aku tidak menduga bertemu kak Alfarel kembali, seperti nya jiwa kak Al sudah berubah. Aku curiga perubahan kak Alfarel karena mu, karena kalian memiliki hubungan.

batin Landry dengan senyuman menyeringai Kepada Xela, sayangnya Xela tidak tahu dengan senyuman sekilas Landry yang ditujukan kepadanya.

"Dan lagi Lan, sebenarnya ada apa dengan kalian, tolong jelaskan kepadaku kenapa saat itu kalian berantem, kalian sepertinya saling mengenal, itu yang aku lihat, apa benar?" Selidik Xela.

bersambung ...

Hei author hadir, ini curi waktu ya, selamat PAT semuanya, semoga lancar. Doakan author juga ya. Terimakasih 🤩😘

1
melting_harmony
Luar biasa
Manggu Manggu
👍👍
Sridarti Sridarti
smg hasil akhir baik2 saja.. damai..
CatLiee: aminn
total 1 replies
Sridarti Sridarti
sosweet 😍😍😍
CatLiee: uwu .....
total 1 replies
Riry Kasyry Lily
maaf, saya tidak suka sama tokoh wanita kaya itu, semoga para wanita di luar sana lebih kuat dan bisa mejaga harga diri dan martabat sebagaimana wanita, jangan lemah dan bodoh, hanya karena perasaan yg tidak pasti apa lagi lemah karena perhatian.. xela adalah wanita yang bodoh dan buruk tidak punya harga diri dan tolol,,,,
aku benci wanita lemah..
dan juga benci laki" yg tidak tegas pembawa bencana...
CatLiee: Aminn🙃
total 1 replies
Sridarti Sridarti
lnjt
Sridarti Sridarti
😍😍😍😍😍😍
Sridarti Sridarti
lnjut ny
CatLiee: ntar dilanjutkan kok🙃
total 1 replies
Sridarti Sridarti
jujut jg akhirnya 🤭🤭🤭
CatLiee: Tapi kan ini perpisahan wkwkwk
total 1 replies
jeruk_asem
🤐
jeruk_asem
xggg
jeruk_asem
c
jeruk_asem
💎
jeruk_asem
😓
jeruk_asem
💥
jeruk_asem
🖤
jeruk_asem
😜
Donna Aprilya
semangat thor
Denny Al Hasby
kpn up-nya ko lama
CatLiee: maaf baru muncul. Author usahakan ya soalnya author ada kendala lain
total 1 replies
Jiminshi
up dong kak.. saya menunggu disini😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!