Novel ini ditulis oleh MOH. GAFARI RASIWAN
yang menceritakan tentang seorang Jendral besar perang yang bereinkarnasi ke seorang anak kecil yang bertualang didunia yang dipenuhi dengan monster-monster ganas dan itulah awal ceritanya menjadi seorang hunter
Peringatan!!!
Untuk para plagiat diharapkan untuk tidak mengcopy atau plagiatin novel karanganku ini jika ketahuan akan dihukum!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moh. Gafari Rasiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31 ( Sang Raja Peri )
Pertarungan sengit.
Pertarungan berlangsung sengit antara Ro dengan Jid, Ro menggunakan kekuatan tenaga dalamnya dengan level maximal tetapi Jid selalu bisa mengikuti alur pola dari serangan Ro.
Jid tersenyum nostalgia karena melihat kekuatan aura serta skill pertarungan dari Ro yang mengingatkannya kepada Tim Petualangannya dulu salah satunya memiliki kekuatan yang sama persis.
Ro tidak menyangka bahwa seorang peri ini bisa bertarung dengannya secara seimbang.
Ditengah pertarungan Ro dan Jid berhenti kemudian berbincang.
"siapa sebenarnya kamu?"
"Jid.. nama ku Jid apakamu tidak mendengarkan ku tadi anak sialan."
"Bukan maksudku, siapa sebenarnya dirimu."
"aku ya Jid, Jid selennor kau paham tidak?!!!"
"Peri yang keras kepala sekali, sial staminaku sudah memasuki batas."
"hahaha.. sepertinya kau sudah mulai lelas anak kecil?"
"Hey, aku ini bukan anak kecil.."
"tetap saja kau ini masih kecil, lihatlah tubuhmu seperti anak berumur 15 tahun.."
"aku ini sudah memiliki istri asal kau tau saja.."
"hey, jangan berkata tidak sopan kepadaku.."
"apa kenapa, kau juga terlihat masih muda.."
"hey, aku ini sudah berumur 9.982 Tahun."
"Haaaa?!!!!!!" Ro kaget tidak menyangka bahwa peri yang bertarung dengannya itu berumur 9.982 tahun.
"hahaha, kita sudahi sudah anak kecil."
"apa yang kau cari sampai kau bisa datang kesini."
"ini kakek peri maaf, apakah kau mengetahui ada seorang manusia memiliki tanduk dan berperilaku sangat buruk disini?"
"hmm, ohh apakah dia memiliki bau seperti iblis?"
"HAAAAA ITUUU DIA IYAAA."
"Ohh itu dia tadi ditangkap anak buahku karena mencuri hewan ternak seorang warga di luar goa."
"Haaa???"
"ikuti aku, aku akan mengantar kamu menemuinya."
Akhirnya mereka berdua berjalan menuju ke ibukota kerajaan peri kuno.
Ibukota kerajaan kuno, Elis.
"Waw begitu banyak peri yang ada disini."
"Bangunannya dipenuhi dengan materialistik kuno bertenaga sihir."
"sungguh aku tidak menduga ada kota seperti ini disini."
Ro terheran-heran dengan apa yang dia lihat, bangunan bangunan kuno yang megah, banyaknya material sihir serta artefak kuno terpampang di dinding-dinding kota.
Akhirnya Ro dan Jid di pintu kastil kerajaan, semua kesatria peri berlutut memberikan penghormatan kepada Jid.
"Hey kakek peri, sebenarnya kau ini siapa??"
Ucap Ro kebingungan.
"haha, kau liat saja nanti lukisan dinding didalam." jawab Jid tertawa.
mereka masuk ke dalam kastil kerajaan terpampang foto raja yang muka nya mirip dengan Jid.
"Heyy kakek Peri, apakah itu kamu?"
"gimana-gimana aku ganteng kan??"
"sial ternyata dia seorang raja, pantas saja dia bisa bertarung seimbang denganku yang ngecheat dengan sistem ini."
"hahaha, kau masih mesti banyak belajar karena kau masih muda."
"baik kakek peri."
merekapun akhirnya sampai ke ruang tahanan, banyak sekali orang-orang dan monster-monster yang sangat kuat ditahan.
sesampainya di ruang kelas 1 tahanan kelas rendah.
"TUANNNNNNN SELAMATKAN AKUUU!!!!"
"Ah kamu Luciel siapa yang menyuruhmu untuk mencuri dasar iblis sialan, malu-maluin aku aja kamu ini."
"maaf tuan, aku kira itu monster ternyata itu hewan ternak."
"kakek peri memangnya apa yang coba ia curi."
"hewan ternak ku, itu burung kenari merah."
"burung kenari merah?"
"yaa burung ku itu diberi nama oleh sahabatku dulu saat masih menjadi petualang, burung merah itu diberi nama kenari merah."
"baiklah tolong lepaskan dulu anak buahku ini, aku akan memberikan kompensasi untuk mengganti rugi."
"tidak usah difikirkan, kau mengingatkanku kepada sahabat lamaku, dia bernama Guillotine kalau gasalah."
"dia tidak pernah memberitahukan nama aslinya sampai dia menghilang ribuan tahun lamanya."
"hah? apakah dia memiliki tanda yang sama sepertiku?" ucap Ro sambil menunjukan tanda Guillotine kepada Jid.
"Ya dia memiliki tanda seperti itu di tangannya."
"EHH TUNGGU DULU, HAAAAAAAAAA!!!!!!!!"
"DARIMANA KAU MENDAPATKAN TANDA INI!!!!!."
"aduh, yaa hmm ngasal Bae dah ya."
"Bisa dibilang, aku ini anaknya.. tapi aku belum pernah bertemu dengannya sejak aku lahir didunia ini."
"yang ku tahu hanya saat aku lahir memiliki tanda ini di tanganku."
"orang itu memang menyusahkan, tega teganya meninggalkan anaknya sendiri sampai saat ini."
"mulai sekarang kau adalah tamu kehormatan kami, kau kenapa tidak bilang kalau anaknya si brengsek itu."
"pantas saja kau memiliki aura yang sama dengannya."
mereka pun berbincang-bincang dan keluar dari ruang tahanan menuju taman.
"cuakkkkkkkk-cekkk-cekkkkkkk!!!!"
"suara burung apa itu."
"itu tuan burung yang ingin ku curi besar kan?"
"Apa apaan itu, Itu Burung Icarus Api."
"Yaa itu namanya kenari merah."
Ro kaget karena setau dia burung kenari di tempat asalnya itu sangat kecil.
"eh tunggu, berarti dia juga berasal dari tempat yang sama sepertiku."
Ro menemukan petunjuk dari Sang Guillotine Generasi Pertama.
...BERSAMBUNG ...
.
Semangat terus kakak 💪😁