NovelToon NovelToon
REINKARNASI KEDUNIA SIHIR DAN PEDANG

REINKARNASI KEDUNIA SIHIR DAN PEDANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Reinkarnasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: NOTHING TO LOSE

Berkisah tentang seorang pria berumur 23 tahun bernama Reynald, yang biasa saja kehidupannya namun di suatu hari di siang bolong ketika ia ingin pergi keuniversitas untuk belajar, ia melihat seorang wanita yang sedang melamun di jalan, lalu tiba-tiba saja ada sebuah mobil truk yang ingin menabraknya, Reynald yang tak memikirkan apapun lagi secara spontan ia berlari dan mendorong wanita tersebut, di akhir hayatnya ia bisa melihat wanita tersebut selamat, Reynald sedikit bangga dengan itu, lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap dalam hatinya ia berkata "Apa ini akhir dari kehidupan seorang perjaka?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NOTHING TO LOSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 PENYERANGAN

SUDUT PANDANG REYNALD

"Apa kau ingin melihat dan memeriksanya?" Tanya Alphonso dengan senyuman penuh makna.

"Te-tentu saja." Ucap Arwin yang terbata-bata, dia pun kemudian melihat dan memeriksanya secara keseluruhan.

Reaksi dia hampir mirip dengan Alphonso bahkan mungkin lebih dia sangat terpukau dia terlihat seperti sangat senang.

"Alphonso bagaimana jika aku membuatkan dua senjata pedang untukmu menggunakan permata ini." Tanyanya dengan sangat senang.

"Tentu saja justru aku kesini berniat untuk hal itu, karna satu-satunya orang yang dapat membuat permata itu menjadi senjata yang mengerikan hanyalah dirimu."

"Hhahahahah kau terlalu memujiku hahaha sepertinya hari-hari membosankan akan berakhir disini."

"Ouh yah ngomong-ngomong berapa harga untuk membuat dua pedang?" Tanya Alphonso.

"Hahhahaa untuk masalah harga kita bicarakan nanti saja yang terpenting untuk sekarang aku akan membuat pedang terbaik dengan permata ini hahahahhaha." Arwin yang terlihat sangat senang.

Sekarang aku mengerti kenapa Arwin ini bisa menjadi orang yang paling hebat dalam pandai besi itu semua karna dia mencintai apa yang dia kerjakan.

Tapi Alphonso ini dia benar-benar sungguh orang yang sangat menakutkan aku yakin dia sudah merencanakan ini semua.

Kemudian kami pun berbincang mengenai pedang tersebut ukurannya mau seperti apa, kemudian pedangnya mau seperti apa bentuknya.

Disini aku meminta pedangnya ukurannya sama dengan Alphonso karna aku memikirkan masa depan, kemudian disini aku meminta bentuk pedang tersebut seperti katana.

Pada awalnya Arwin bingung itu pedang apa tapi kemudian aku jelaskan semuanya aku juga menggambar bagaimana bentuknya katana kemudian sarungnya.

Ketika aku menjelaskan itu semua Arwin, Alex dan Alphonso mendengarkan dengan sangat serius.

Akhirnya setelah di jelaskan secara sedetail mungkin Arwin pun mengerti dia terlihat sangat senang dan gembira.

"Sudah kuduga menantumu ini sangat menarik ahahhahaha kau beruntung memiliki menantu seperti dia hahaha."

"Ya begitulah."

"Ouh yah nak Reynald ngomong-ngomong apa pedang itu tidak akan terlalu tipis dan mudah di hancurkan?"

"Tidak paman."

"Hmm baiklah jika itu mau mu aku akan membuatkannya aku tidak akan bertanya lagi kurang lebih aku mengerti semuanya kau tenang saja nak Reynald serahkan semuanya padaku aku tidak akan mengecewakanmu sama sekali." Ucapnya yang penuh dengan keyakinan.

"Ngomong-ngomong bagaimana dengan biayanya dan berapa lama kira-kira jadinya kedua pedang tersebut?" Tanya Alphonso.

"Hmm untuk harga untukmu akan kuberikan 450 koin emas saja dan untuk Reynald aku akan memberikan secara gratis dan untuk berapa lamanya kedua pedang itu akan jadi aku tidak tau, tapi yang pasti aku akan mengerjekannya dengan cepat." Ucapnya

Sekarang aku mengerti mengapa Alphonso bilang untuk masalah harga santai saja ternyata dia sudah tau bahwa aku akan diberikan harga gratis oleh Arwin.

SIALLLLLL SEBENARNYA SEBERAPA CERDAS ALPHONSO INI? IQ NYA BERAPA.

"Baiklah aku akan membayarnya sekarang, aku menyerahkan semuanya padamu Arwin."

Aku disini tak bertanya kenapa aku diberikan gratis itu semua karna aku takut Arwin berubah pikiran.

Dan akhirnya kami pun selesai dengan urusan kami.

Kami pun naik kereta sambil menunggu para wanita yang masih berbelanja, kau tau padahal kami tadi mengobrol dengan Arwin sangatlah lama berjam-jam lebih.

Kami bertiga di kereta menghela nafas lelah, memang wanita kalau berbelanja mereka suka lupa dengan waktu sepertinya jika di biarkan terus mereka bisa belanja selama 24 jam.

Tapi semoga saja tidak karna menunggu itu lelah.

Sambil menunggu para wanita kami pun mengobrol sedikit. Dan yah kurang lebih kami menunggu selama 1 jam dan akhirnya mereka baru pulang.

Aku, Alex, Alphonso hanya bisa menghela nafas lelah sambil menatap mereka yang bergembira.

Kami pun akhirnya pergi kembali ke rumah rumah Alphonso, Rumah Alphonso dan toko Glory jaraknya cukup jauh tapi walaupun seperti itu kami menikmati perjalananya.

Ya liburan memang terbaik.

Ketika aku bersantai menghirup udara segar sambil mengeluarkan kepalaku ke jendela aku merasakan sesuatu yang aneh.

Jalanan disini serasa sepi sekali ntah kenapa aku merasa De javu dengan hal ini.

Tunggu apakah jauh didepan sana Seperti ada musuh, aku pun menatap Alphonso dan Alex untuk memastikan apakah itu teman atau musuh.

Alphonso pun hanya mengangkat jarinya padaku 4.

Aku mengerti apa maksud dia, dia hanya membawa pasukan bayangan 4 sisanya bukan, jika 4 orang itu aku tau mereka berada di samping kita saat ini.

Dan musuh yang ada didepan totalnya mencapai 20, 5 diantaranya sangatlah kuat aku bisa merasakan itu dari jauh.

Itu semua berkat skill yang diberikan oleh Asmodeus.

Ya tapi walaupun jumlah mereka 20 aku yakin aku bisa menghabisi mereka semua, selain itu aku juga dapat bantuan dari 4 pasukan bayangan milik Alphonso.

Dan lagi 4 pasukan milik Alphonso itu bukanlah sembarang pasukan kekuatannya sangatlah hebat aku bisa merasakan dari aura yang terpancar dari mereka.

Bahkan mereka juga bisa menyadari ada musuh jauh didepan sana buktinya sekarang mereka segera pergi dari sini menuju kedepan.

Aku kemudian menggunakan skill mendeteksi musuhku lagi aku ingin memastikan bahwa di sekitaran sini tidak ada orang lagi.

Aku soalnya ingin sedikit berolahraga sekalian membantu mertua.

"Paman bibi aku izin pergi dulu sebentar soalnya sepertinya ada barang yang tertinggal disana." Ucapku sambil memainkan rambut belakang.

"Apa? Kenapa kamu tidak bilang dari tadi, yaudah kalau begitu kita putar balik saja." Ucap Isabel.

"Ah tidak perlu bibi aku bisa skill teleportasi kok."

"Tap-."

"Tenang saja sayang Reynald bukanlah anak biasa pada umurnya dia pasti akan baik-baik saja, Reynald silahkan pergi dan cepatlah kembali." Alphonso yang sangat pengertian.

"Baiklah paman terimakasih."

"Reynald cepat kembali yah." Ucap Gisel dan Giselen yang tersenyum padaku.

"Ya kalian tenang saja." Balasku dengan senyuman serupa.

"Reynald tunggu!."

"Kenapa kak Alex?"

"Bawa aku juga, sepertinya aku juga meninggalkan barang disana."

"Baiklah." Aku mengerti apa maksud Alex sepertinya dia ingin mencoba melawan para musuh itu.

"Berhati-hatilah." Ucap Alphonso yang melambaikan tangan dan tersenyum.

Aku pun memegang tangan Alex dan kemudian kami bertelportasi ke tempat dimana musuh berada.

Kali ini musuhnya tidak memakai panah tapi menggunakan pedang dan sepertinya mereka bukanlah assasin yang bersenyum dan menyergap.

Mereka adalah tipe yang terang-terangan.

Aku bertelportasi tepat didepan musuh tapi aga jauh sedikit.

Tak lama setelah aku sampai ke 4 pasukan bayangan milik Alphonso pun tiba, mereka langsung turun dan menyapa kami.

Mereka seperti menghalangi kami agar tidak bertarung, mereka juga terlihat sedikit terkejut karna tiba-tiba saja aku dan Alex berada didepan mereka.

"Tuan Alex tuan Reynald apa yang sedang kalian lakukan disini."

"Tentu saja melawan mereka." Ucap Alex dengan kepercayaan dirinya.

"TAP-"

"Tenanglah aku dan adiku tak selamah yang kalian pikirkan." Ucap Alex sambil melewati 4 orang pasukan bayangan milik alphonso.

Aku hanya mengikuti Alex saja.

Musuh yang didepan kami terlihat sangat senang, mereka terlihat sangat sombong.

Buktinya pas kedatangan kami mereka sama sekali tak menyerang mereka hanya diam bahkan ada yang duduk dengan santainya.

Kali ini musuh yang kami hadapi semuanya menggunakan serangan jarak dekat itu bisa di lihat dari senjata yang mereka bawa ada pedang yang begitu besar, sedang, kemudian ada dua pedang pendek juga intinnya bermacam-macam.

Kelima orang yang duduk dengan santainya itu sepertinya adalah pemimpin mereka.

Ketika kami semakin mendekat kelima orang yang duduk itu memerintahkan pasukannya untuk menyerang kami.

Aku tidak tau kenapa tapi Alex dia tersenyum kejam dan senang, bahkan aku sempat berpikiran bahwa dia adalah psikopat.

Ketika bertarung dia terlihat sangat menyeramkan.

"Reynald kau tunggulah disini biar aku dan pasukan ayahku saja yang menghadapi mereka." Ucapnya yang sambil mengeluarkan pedangnya.

"Baiklah." Ucapku

Lalu ia pun berlari dengan cepat kearah musuh, aku yang melihat dari jauh sedikit terpukau dengan skill-skill yang di keluarkan oleh Alex.

Sudah kuduga Alex dan Alphonso adalah orang yang kuat.

Ke 4 bayangan pasukan milik Alphonso pun sangat kuat, mereka tak butuh waktu lama untuk menghadapi musuh.

Melihat pasukannya yang kalah 4 orang yang terlihat seperti pemimpin itu mereka ikutan bertempur.

Sedangkan satu orang lagi ia masih duduk dengan santainya sambil memainkan rumput yang ia gigit.

Sekilas orang itu terlihat keren sih style seperti benar-benar perampok klasik tapi mematikan.

Haah(Menghela nafas lelah) Jika terus seperti ini kereta Alphonso akan segera kesini lohhh.

Sepertinya aku memang harus ikut campur.

Aku pun berteleport kedepan orang yang duduk santai itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1
uwa_botak
Luar biasa
uwa_botak
abangnya damri nihh... /Facepalm/
Kopi Anget
lanjut tor biar op
Yoona
hallo semuanya, maaf author mengganggu. izin author promosi novel ku "Hanya Penonton " di tunggu kehadiran nya ❤❤

buat author semangat nulisnya
Yoona
hallo semuanya, maaf author mengganggu. izin author promosi novel ku "Hanya Penonton " di tunggu kehadiran nya ❤❤

buat author semangat nulis nya
Dapz
kekanak-kanakan nying😹
Hening Aryanti
Dia mengendus ngendus dia? Kata sepertinya diilangin deh, kebanyakan soalnya
Hening Aryanti
Mending ini antara narasi sama monolog dibedain deh, walaupun ini dalam sudut pandang MC, tapi pembaca bisa aja kebingungan, apalagi tanda bacanya sejauh ini masih kurang pas gitu
I Dw Ny Manasamadhi
aku,,menceritakan kisah sendiri maksudnya Autornya udah mati
Ridho Raziq Alvian
/Sleep/
Ridho Raziq Alvian
apa ini
Harzam zam
Luar biasa
swek lord
Naga jelek
Razali Azli
aku aku aku? langsung tak enak baca. jika guna ganti nama dari guna kata aku lebih meresap cerita.
SakaMada
sebagai jiwa yang umurnya 23 tahun yang di pindahkan di dunia lain, berkenalan dengan naga yang umurnya panjang, dimana dia masih belum mengerti apa apa tentang dunia itu, dimana hanya yang kuat bisa bertahan. Kenapa dia tidak memiliki pikiran untuk selalu menjaga sikap dan curiga kenapa langsung percaya dengan orang lain kenapa langsung membuka semua hal hal yang iya miliki? Apalagi dia umurnya 23 tahun masa belum mengerti apa apa? Apalagi sikap nya kaya bocah tolol yang pemalu dan naif?
Rizky Fadillah
huhh mc buat har3m jdi gk seru maaf thor gk jdi baca
Nurman Fatoni
anying merendah utk ditabok 😂
Ashveil
Luar biasa
Abbie Jard
kebanyakan kata ouh
Adrian Ritchief
ruuaaarrr biasaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!