Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 SERANGAN BALIK YANG ELEGAN
Anya tetap memegang cangkir anggur peraknya di udara, menatap lurus ke arah Putri Mo Ran yang kini sedang menanti dengan pandangan mata yang dipenuhi antisipasi tersembunyi. Suasana di sekitar meja utama mendadak berubah menjadi agak tegang ketika Kaisar Liang menyadari bahwa Anya menghentikan gerakannya selama beberapa detik. Sepasang mata elang sang Kaisar melirik ke arah cincin giok hitam di jari Anya yang telah berubah warna, dan rahang kokohnya seketika mengeras menahan amarah yang luar biasa hebat. Kaisar Liang hendak memberi perintah kepada pengawalnya untuk menangkap seluruh rombongan Wei, namun tangan kanan Anya dengan lembut menyentuh lengan jubah Kaisar, memberi isyarat tidak kasat mata agar pria itu membiarkannya menangani situasi ini dengan caranya sendiri.
"Anggur yang sangat luar biasa, Putri Mo Ran," Anya berucap dengan suara yang sangat merdu dan penuh keramahan kepalsuan yang sempurna. Dia berdiri dari kursinya, membawa cangkir anggur tersebut dalam genggamannya. "Namun, sesuai dengan tata krama kekaisaran Han yang luhur, seorang tuan rumah yang baik tidak boleh menikmati hadiah terbaik sendirian tanpa membaginya kembali dengan sang tamu kehormatan yang telah membawa kebaikan tersebut."
Anya melangkah anggun mendekati meja tempat Putri Mo Ran duduk. Setiap gerakan tubuhnya memancarkan tekanan psikologis yang luar biasa berat, membuat Putri Mo Ran entah mengapa mulai merasa tidak nyaman di tempat duduknya.
"Karena Putri Mo Ran sangat mengagumi kecerdasan hamba, bagaimana jika kita melakukan sebuah tradisi Han yang disebut 'Tukar Cangkir Kesetiaan'?" Anya tersenyum sangat manis, meletakkan cangkir anggur peraknya tepat di depan Putri Mo Ran, lalu mengambil cangkir anggur milik sang Putri dari atas meja. "Kau meminum anggur persembahanmu ini untukku, dan aku akan meminum anggurmu untukmu. Dengan begitu, aliansi di antara kita berdua akan terikat suci tanpa ada dusta atau pengkhianatan di dalamnya."
Wajah cantik Putri Mo Ran seketika berubah menjadi pucat pasi seputih kain kafan. Tubuhnya bergetar hebat hingga gaun sutra tipisnya ikut bergoyang, dan sepasang matanya menatap cangkir anggur perak di depannya dengan pandangan yang dipenuhi ketakutan yang amat sangat. Dia tahu persis apa isi di dalam cangkir tersebut. Jika dia meminumnya, dia sedang menandatangani surat kematiannya sendiri secara perlahan.
"Kenapa, Putri Mo Ran? Apakah kau menolak untuk meminum anggur yang kau klaim sebagai anggur terbaik dari negerimu sendiri?" suara Anya mendadak berubah menjadi sangat rendah, dingin, dan mematikan, memotong seluruh musik instrumen di dalam paviliun seketika. "Atau... apakah ada sesuatu di dalam anggur ini yang membuat seorang Putri dari Kekaisaran Wei tidak berani menyentuh setetes pun cairan di dalamnya?"
Pangeran Mo Xuan yang melihat adiknya terpojok langsung berdiri dari kursinya dengan wajah panik. "Permaisuri Xian! Jangan keterlaluan! Adikku hanya tidak terbiasa dengan tradisi tukar cangkir di Han! Anda tidak bisa memaksanya seperti ini!"
"Memaksanya?" Anya membeo kalimat itu dengan tawa pendek yang sangat meremehkan. Dia menjatuhkan cangkir anggur perak itu ke lantai pualam, membiarkan cairan anggur di dalamnya tumpah dan mengeluarkan suara desisan tipis saat bereaksi dengan lantai batu yang dilapisi bahan kimia tertentu. "Menteri Kesehatan Istana! Kemari dan periksa kandungan cairan ini di depan mata seluruh utusan Wei yang terhormat!"
Tabib senior istana yang telah bersiap sejak tadi langsung melangkah maju membawa mangkuk perak kecil dan bubuk pengurai. Setelah melakukan pengujian singkat selama beberapa menit di tengah keheningan yang mencekam, tabib tersebut langsung berlutut menghadap Kaisar Liang. "Melapor Baginda Kaisar yang agung! Cairan anggur ini telah dicampur dengan racun bubuk timbal dan arsenik dosis tinggi yang sanggup merusak jiwa dan raga seseorang dalam waktu singkat! Ini adalah tindakan percobaan pembunuhan terhadap Ibu Negara Kekaisaran Han!"