Bertemu karena sebuah takdir.
Takdir mempertemukan mereka, meskipun mereka tidak saling mengenal satu sama lain, namun karena sebuah alasan mereka akhirnya memutuskan untuk bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Olivia keluar dari ruang kerja Deon dengan sangat marah karena mendapat penolakan dari Deon. Olivia merasa kalau harga diri sudah di rendahkan oleh Deon.
"Lihat saja nanti, kamu akan menyesal karena sudah menolak ku seperti ini."Ucap Olivia.
Olivia mengambil tasnya lalu pergi dari rumah Deon. Erina yang melihat Olivia pergi begitu saja langsung memanggil Olivia dan menanyakan apa yang terjadi padanya.
"Oliv, Olivia kamu kenapa?."Tanya Erina.
Erina terus memanggil Olivia sampai ke luar namun Olivia tidak pernah menoleh apa lagi menjawab pertanyaan dari Erina.
***
Semenjak kematian Banu kini Felix lah yang menjadi pemimpin kelompok serigala merah. Felix pun lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berlatih agar lebih kuat lagi sehingga dirinya dapat membalas kematian Banu.
Dan karena itu Felix pun jarang pulang ke kediamannya bahkan Felix hampir tidak pernah menghubungi Ilona yang sekarang adalah istrinya.
Ilona bahkan sering marah kepada Felix pada saat Felix kembali hanya untuk mengambil sesuatu. Bahkan selama pernikahan nya dengan Felix, Ilona tidak pernah di sentuh oleh Felix.
Hari hari Ilona habiskan hanya dengan berbelanja atau pun melakukan pekerjaannya kembali sebagai model walaupun tidak sesibuk dulu.
Hari ini Ilona memutuskan untuk pergi ke kantor Felix untuk berbicara pada Felix karena Ilona terlalu muak dengan apa yang di lakukan Felix selama ini padanya.
BBRRAAKK
Pintu ruangan Felix terbuka dengan sangat keras. Ilona pun masuk kedalam ruangan lalu berjalan mendekat pada Felix yang tengah duduk di kursi kebesarannya.
Sebelumnya Ilona sudah menghubungi sekertaris Felix karena itu Ilona tahu kalau Felix saat ini ada di kantornya.
"Biasakan ketuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan ku."Ucap Felix saat melihat Ilona masuk.
"Tidak perlu berbicara yang tidak penting."Ucap Ilona.
"Lalu untuk apa kamu datang kesini? Kamu tahu bukan kalau aku sibuk?."Tanya Felix.
"Aku tahu kamu sibuk. Tapi apa karena kamu sibuk kamu tidak pernah pulang, dan apakah kamu tidak punya waktu luang untuk kamu habiskan bersama dengan ku."Ucap Ilona.
"Kamu bilang tidak perlu berbicara yang tidak penting, lalu kenapa kamu sendiri yang berbicara tidak penting sekarang."Saut Felix.
"Ini penting Felix, karena ini menyangkut masa depan hubungan rumah tangga kita."Ucap Ilona.
"Kamu sadar gak sih, semenjak kita menikah kamu jarang pulang malah hampir tidak pulang, bahkan kamu pun tidak pernah menyentuh aku. Aku istri kamu, jadi kamu tidak bisa mengabaikan aku seperti ini."Sambung Ilona.
"Aku tidak perduli, kalau kamu tidak tahan dengan apa yang aku lakukan, maka sebaiknya kita bercerai."Ucap Felix.
"Aku datang kesini bukan karena aku ingin mendengar kata cerai dari kamu Felix, aku hanya ingin kamu menyadari apa yang sudah kamu lakukan."Ucap Ilona.
"Kamu tidak perlu khawatir Ilona karena aku selalu sadar dengan apa yang telah aku lakukan. Bukankah dari awal kamu yang ingin menikah dengan ku, jadi nikmati saja status mu sebagai istri ku."Ucap Felix.
"Tapi kamu harus tahu kalau aku sama sekali tidak pernah menganggap atau pun mengakui kalau aku suami kamu, karena pernikahan itu bukan ingin ku."Sambung Felix.
"Kamu keterlaluan Felix, aku tidak terima di perlakukan kamu seperti ini. Kamu lihat saja aku akan mengatakan ini semua pada Kak Deon agar kamu tahu akibatnya mencampakkan aku."Ucap Ilona yang kemudian pergi meninggalkan ruangan Felix.
Ilona kini pergi menuju kediaman Deon untuk menceritakan semuanya pada Erina dan meminta Erina untuk berbicara pada Deon.
***
Sedangkan kini Deon tengah pergi bersama Rio dan pastinya bersama dengan Dira. Deon pergi membawa Dira sambil menutup mata Dira menggunakan kain hitam.
"Sayang kenapa harus menutup mataku segala sih?."Tanya Dira.
"Nanti kamu juga akan tahu."Jawab Deon.
Dira pun kini hanya pasrah dengan apa yang di lakukan Deon padanya. Dira tidak tahu apa yang akan di lakukan Deon padanya namun Dira yakin kalau Deon tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya untuk nya.
Tak lama mobil mereka pun berhenti. Deon keluar lebih dulu lalu Deon menuntun Dira keluar dari dalam mobil, Dira sebenarnya bertanya tanya kemana Deon membawanya pergi.
"Sayang apakah kamu siap?."Tanya Deon.
"Iya aku siap, tapi sebenarnya kita sedang ada di mana?."Saut Dira.
"Kamu lihat saja sendiri."Ucap Deon.
"Ok dalam hitungan ketiga aku akan membuka penutup matanya. Satu, dua, tiga."Sambung Deon yang kemudian membuka penutup mata Dira.
Saat penutup mata itu di buka Dira melihat sebuah kios bunga yang cukup besar di hadapannya. Dira pun menjadi heran kenapa Deon membawanya kesini dan itu pun dengan cara menutup matanya.
"Apa kamu menyukainya?."Tanya Deon.
"Iya, tapi aku masih belum mengerti maksud kamu itu apa."Jawab Dira.
"Mulai saat ini kios bunga ini milik kamu."Untuk Deon.
"Apa jadi ini untuk ku?."Tanya Dira.
"Iya ini untuk kamu. Aku sengaja membuat kios bunga agar kamu bisa melakukan sebuah aktivitas tapi tidak akan membuat kamu kecapean. Dan nanti aku akan meminta Maya untuk menemani kamu saat berada di kios."Ucap Depan.
"Terimakasih banyak, aku sangat menyukainya."Ucap Dira.
"Tapi aku rasa kamu tidak perlu meminta Maya untuk menemani aku. Lagi pula kan Maya juga sudah punya pekerjaan nya sendiri."Sambung Dira.
"Baiklah terserah pada mu saja. Tapi aku tidak mau kalau kamu sendirian."Ucap Deon.
"Baiklah kalau begitu aku akan meminta Bunda untuk menemani aku saat aku di kios, bagaimana?."Usul Dira.
"Setuju."Jawab Deon yang kemudian mencium bibir Dira sekilas.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam kios untuk melihat lihat dan untuk memastikan apakah masih ada yang kurang di dalam kios itu.
***
Dan kini Ilona pun sudah sampai di kediaman Deon. Ilona masuk sambil menangis dan berteriak memanggil Erina.
"Mah....Mamah.."Teriak Ilona.
"Mamah......"Teriak Ilona kembali.
Erina yang mendengar teriakan Ilona pun langsung menemui Ilona. Erina menjadi khawatir karena melihat Ilona yang memanggil dirinya sambil menangis.
"Ilona, Ilona apa yang terjadi kenapa kamu menangis sayang?."Tanya Erina.
"Mamah..."Panggil Ilona, lalu Ilona pun memeluk Erina sambil menangis.
"Ada apa sayang coba kamu ceritakan pada Mamah, kenapa kamu bisa menangis begini."Ucap Erina.
"Ayo duduk dulu, setelah itu kamu tenangkan diri kamu lalu ceritakan sebenarnya apa yang terjadi."Ucap Erina.
Ilona pun menuruti ucapan Erina dan setelah Ilona merasa lebih tenang, Ilona langsung menceritakan semuanya pada Erina tentang bagaimana sikap Felix padanya dan bagaimana mana Felix mencampakkan dirinya bahkan tidak pernah menganggap pernikahan antara dirinya dan Felix itu ada.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Erina marah dan tidak terima karena anaknya di perlakukan seperti itu oleh Felix.
Dulu baca waktu zaman puncak2nya COVID 19. Ingat waktu itu pas aku lagi sakit batuk kering di bulan dari bulan Juni ampe bulan Agustus 2021. Dimana banyak orang meninggal karena COVID.
dan Karakter Gaby juga pas untuk Raw begitu juga sebaliknya
tapi kok bagus banget model dan motifnya