Bagiku pulang adalah kembali bersamamu, tanpa peduli harus berapa banyak kehilangan yang harus kulalui.
Gadis miskin sepertiku memang tidak memiliki kekuatan apapun untuk mengejar mu, ongkos menuju kediamanmu saja aku tidak punya, konon lagi skill untuk memenangkan hatimu.
But, Appa i miss you. Aku hanya ingin menemui mu dan tetap bersamamu.
Love,
-Joelin-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diwelin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan Yang Sungguh Manis
"Joelin, menikahlah denganku?" pinta Mickey sambil menggenggam tangan Joelin.
"APA!!!?"
"Menikahlah denganku. jadilah gadis istimewa milikku." pinta Mickey lagi.
\*\*\*
Mickey mengantar Joelin kembali ke gedung asrama sekolah, setelah terlebih dahulu memperbaiki ban sepeda motornya yang kempes. Keduanya sangat bahagia menikmati perjalanan itu. Waktu tempuh berjam-jam kini terasa berubah menjadi sekian menit. Setelah memarkirkan motornya di area parkir, Mickey menemani Joelin menyusuri jalan kembali ke asrama.
"Terimakasih Mike." ujar Joelin ketika mereka tiba di depan gedung yang ditinggalin Joelin.
"Terimakasih juga gadis hebat."
"Hei, jangan berlebihan."
"Apa kau ingin masuk ke kamarmu sekarang?"
"hmmm....mmm" gumam Joelin sambil mengangguk.
"Tapi aku masih rindu." bisik Mickey pelan.
"Aku masih di sini, bagaimana kau bisa rindu?"
"Aku ingin menculikmu."
"Sudahlah Mickey, ayok pulang. Besok kita harus kembali kuliah."
"Kita sedang liburan yang mulia."
"Oh aku lupa. Btw, apa kau masih ingin di sini?"
"Tentu saja iya. Tapi melihat wajah lelahmu itu aku langsung tidak tega untuk menahanmu lebih lama. Sini, beri aku pelukan." Mickey merentangkan kedua tangannya.
"No."
"Why Not?"
"Banyak orang lewat-lewat, aku malu."
"Jangan malu. Kamu tidak melakukan kejahatan apa-apa." ujar Mickey sambil menarik Joelin dalam pelukannya.
Pria itu menghirup dalam aroma kepala Joelin.
"Kiss me." pinta Mickey manja.
"Ya ampun Mickey."
"C'mon Joe."
Gadis itu memutar kedua bola matanya menghadapi tingkah manja Mickey.
Cup. Sebuah kecupan singkat mendarat di pipi pria korea itu.
"Hati-hati di jalan." ujar Joelin.
"Sweet kissed from the sweetest one. Thank you darling."
"ih... sudah sana." ujar Joelin sambil mendorong tubuh Mickey malu-malu.
"Masuk duluan sana."
"Kamu jalan duluan sana."
"Kamu dulu Joe."
"Oke-oke. Bye-bye Mike." ujar Joelin mengalah.
"Bye-bye Joe." Mike melambaikan tangannya sambil memandang punggung Joelin yang kini menghilang di balik gedung. Pria itu memutuskan untuk kembali kerumahnya. Dengan kecepatan normal dipacu sepeda motornya membelah jalanan yang sedikit ramai di sore hari. Senyumnya terus berkembang. Dia sungguh bahagia sekali.
\*\*\*
Flash back ON
Mickey termenung di sisi ranjang hotel. Sendirian. Ya tentu saja sendirian. Joelin sedang membersihkan diri di kamar mandi. Pikiran pria itu melayang pada kejadian pagi tadi, saat dia dan Joelin hampir saja berhasil menikmati kenikmatan duniawi itu.
"Kenapa dia bisa menghentikan ku? Wah, hebat sekali gadis ini. Bagaimana jika kami menikah saja? Sepertinya itu ide yang bagus. Tapi, akankah dia setuju? Aku coba tanyakan saja. Terserah apa jawabannya nanti. Tapi, masa iya aku melamar tanpa persiapan? Aku ini nggak ada romantis-romantisnya. Arrrghhh....gimana dong?" Mickey sibuk berbicara di dalam hatinya.
Seketika dia melihat pintu kamar mandi yang bergerak terbuka secara perlahan. Dan dari sana keluar si Joelin, yang baru usai mandi. Wajah tanpa make up dan rambutnya yang basah, seluruh penampilannya begitu sempurna di mata Mickey.
Tanpa sadar pria itu melangkah, mendekati Joelin dan tiba-tiba saja kini sudah berlutut di hadapannya.
"Joelin, menikahlah denganku?" pinta Mickey sambil menggenggam tangan Joelin.
"Aduh, aku sedang apa?" batin Mickey.
"APA!!!?"
"Please Joelin. Please jangan bilang aku konyol." pinta Mickey dalam hati.
"Menikahlah denganku. jadilah gadis istimewa milikku." pinta Mickey lagi.
"Yes i'll do Mickey."
"Apa? dia bilang apa? Joelin menerima lamaran konyol ku?" Mickey masih sibuk dengan dialog pribadinya.
"Aku akan menikah dengan kamu. Tapi pertanyaan ku, apakah kamu yakin? apa kamu siap? Kamu bahkan melamarku di kencan pertama kita. Apakah memang begini gaya berpacaran di sini?"
"Tidak Joelin. Kasus ku pengecualian. Jadi kamu mau kan?"
"Mau, tapi..."
"Tapi apa?"
"Tidak sekarang Mickey, aku belum siap. Kita masih kuliah. Bagaimana kita bisa hidup berkeluarga? Masa iya setelah menikah kita masih minta uang belanja dari orang tua? Kamu mau kita begitu?"
"So, ayok menikah setelah kita wisuda. Aku akan mendapatkan pekerjaan paruh waktu sekarang. Agar kita punya tabungan."
"okey." jawab Joelin mengangguk setuju.
"I love you Joelin" ucap Mickey sambil berdiri dan langsung memeluk gadis itu.
"Mee too. Kamu mandi sana, kita harus pulang hari ini kan?"
"Siap yang mulia." jawab Mickey sambil berlalu masuk kedalam kamar mandi.
"Aku lega, sangat lega. Ternyata Joelin tidak memandang konyol lamaran tak bermodalku itu. Gadis ini benar-benar luar biasa." ujar Mickey dalam hati.
Sepeninggalan Mickey yang masuk ke kamar mandi, Joelin memilih langsung bergegas megeringkan rambutnya dengan bantuan hair dryer.
"Apa urusannya nggak bakal jadi ribet ya nanti? Apa keluarga kami bisa menerima hubungan ini?" tanya Joelin dalam hati.
"Ah sudahlah, yang paling penting kami saling mencintai. Semua masalah pasti bisa kami hadapi bersama selama kami saling mencintai." gumam Joelin menjawab pertanyaan ya sendiri.
Flash back OFF
\*\*\*
Mickey yang kini tiba di rumahnya langsung bergegas masuk. Setelah menyimpan jaketnya ke tempat cucian, dia langsung mengirim pesan pada Joelin. Memberitahukan bahwa dia sudah tiba di rumah. Kemudian tanpa menunggu balasan gadis itu, Mickey segera membersihkan diri di kamar mandi.
Joelin yang baru selesai membersihkan diri, kini duduk tenang di tempat tidurnya. Gadis itu tersenyum bahagia saat membaca pesan yang dia terima dari Mickey.
"Kesambet loe?"
Amel yang baru masuk kamar dan menyaksikan wajah sumringah gadis itu langsung bertanya pada Joelin.
"Eh loe Mel."
"Hayo, loe baca pesan dari siapa? oppa yang ngajakin jalan ya? Btw tadi pulang jam berapa? nginap dimana loe?"
"Mel nanya itu satu persatu. Jangan main borong."
"Ih Joe... loe gitu amat sih. Jadi udah jadian belum?" goda Amel.
"Apaan sih loe Mel? Udah ah, gue capek mau istirahat bentar. Bye Melmel." jawab Joelin menghindar. Gadis itu langsung bersembunyi di balik selimut.
"Tenang aha Joe. Ntar juga ditembak loe sama oppa-oppa itu. Kalau nggak potong nih lidah gue." ucap Amel sok tau.
"Iya iya. Gue tidur dulu, jangan berisik ya nona." pinta Joelin.
"Oke bos. Mimpi yang indah." jawab Amel kemudian.
Amel langsung menujueja belajarnya dan menyusun beberapa buku di sana. Sementara Amel sibuk dengan buku-bukunya, perlahan Joelin juga jatuh ke alam mimpi.
"Untuk sementara hubungan ini antara kita berdua aja ya Mike, jangan sampai teman-teman tahu." gumam Joelib yang notabenenya sangat tertutup tentang hal-hal privasinya.
"Mark, Si An dan Bill?"
"Iya ke mereka juga jangan di kasih tau dulu."
"Kenapa Joe?"
"Nanti mereka jadi sungkan dan jadi jaga jarak sama Joe."
"Oh i see. Maksudnya Joelin lebih nyaman kalau untuk sementara kita back street dulu?"
"Iya Mike. Makasih ya Mike."
"Apa sih yang nggak buat kamu?" jawab Mike dalam bahasa Indonesia.
"Kamu baru saja ngomong pakai bahasa Negaraku?" tanya Joelin tak percaya.
"Yap."
"How can you do that?"
"Aku belajar, sedikit-sedikit." Jawab Mickey lagi.
"Great job." ujar Joelin sambil tersenyum bahagia.
Kenangan itu terus kembali berputar di kepala Joelin sebelum dia jatuh ke alam mimpi. Kencan pertama yang sungguh manis.
sukes iya kak untuk karyanya
jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan lelaki letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏
SEMANGAT Anna Divya Lin