Ini Karya Pertamaku. Hasil ide pemikiran aku. Bukan plagiat. jika ada kesamaan itu adalah ketidak sengajaan. mengandung unsur 21++ karna tokohnya bukan anak remaja.
Menceritakan kehidupan empat bersaudara yang kaya raya tetapi sulit menemukan pasangan karena saudara tertua yang belum menikah walau sudah hampir 40 tahun, sehingga perjodohan pun dilakukan agar adik adiknya mau menikah.
Cinta segitiga pun terjadi antara dia dan adiknya. begitu juga saudara saudara yang lainnya mengalami apa yang namanya cinta segitiga dalam mendapatkan pasangan
Mohon dukungannya 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak rosesyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
❤❤❤❤❤
kringgg....kriinnngg...kringgg
Suara Alarm berbunyi. jam menunjukkan pukul setengah 5 pagi, karena memang semalam Wardah setting Alarm di handphone nya jam setengah 5 pagi. Wardah tak mau telat sholat subuh. Saat membuka matanya Wardah kaget ternyata ada Arya disampingnya dengan posisi Arya memeluk Wardah.
" Aahhhh..." teriak Wardah. Arya pun ikut terbangun.
" Ada apa sayang pagi pagi dah teriak ?" tanya Arya dengan mata setengah melek.
" Mas ngapain tidur dikamar aku? "
" Hah...ini kan kamar mas sayang, sekarang emang sih kamar kamu juga, emang kamu lupa kalau kita sekarang dah nikah, jadi gak masalahkan kita berdua tidur seranjang" Arya kini bangun duduk bersebelahan dengan Wardah diatas ranjang
" Ah..iya mas, maaf Wardah lupa" Wardah tertunduk malu
" Sholat subuh bareng yuk sayang" ajak Arya
'' Iya mas, Wardah duluan ke kamar mandi yah.'' ucap Wardah
'' Ya sayang'' balas Arya
Cup...
Arya tiba tiba mengecup singkat bibir Wardah. Wardah diam tercengang. mukanya memerah malu.
'' Morning kiss sayang, hehe'' ucap Arya sambil tersenyum.
Wardah segera bangun dan bergegas ke kamar mandi.setelah wudhu, Wardah mempersiapkan perlengkapan sholat untuk Arya. Mereka pun sholat berjamaah berdua untuk pertama kalinya. setelah selesai sholat dan berdoa, Wardah mencium punggung tangan Arya, lalu Arya pun mencium kening Wardah.
'' Mas, Aku ke bawah ya mau bikin sarapan.'' ijin Wardah ke Arya
'' Sayang..jangan pergi, temeni mas yah'' pinta Arya,padahal hanya modus.
'' Tapi mas..''
'' Udah.. sini sayang'' panggil Arya ke wardah yang sudah berada dekat pintu kamar. Wardah yang inget pesan ibunya harus nurut suami pun menghampiri Arya dan duduk disamping Arya. Arya yang sejak semalam menahan hasratnya segera menarik Wardah dan memeluknya.
'' Sayang...Mas boleh nggak minta hak mas gak pagi ini?'' pinta Arya berbisik ditelinga Wardah, Wardah langsung menegang kaget, dia belum siap. Tapi walau bagaimana pun ini kewajibannya. Wardah yang takut dosa jika menolak menganggukan kepalanya.
'' Iya mas ''
''Boleh mas mulai sekarang?''
'' Hmm...'' Wardah sudah mulai tak karuan karna sambil meminta Arya menempel nempelkan bibirnya di kulit leher Wardah. setelah mendapat persetujuan Wardah yang mulai pasrah. Arya menyerang Wardah dengan dengan semangat 45, saling serang atas bawah, bergerak maju kadang mundur. setelah melewati gunung lewati lembah bahkan rawa rawa akhirnya senjata Arya menerobos pertahanan Wardah dan boomm...Wardah dan Arya sama sama lemas ( hehe... ini adegan apa yah sebenarnya. Author bingung?? )
'' Makasih sayang, maaf mas terlalu semangat. Maklum mas juga baru pertama kali. Apa terasa sakit?''
'' Iya mas, Sedikit perih'' Wardah meringis
'' Nanti juga kalau dah biasa ngga sayang, makanya harus sering sering'' goda Arya
'' Ih mas Arya mesum.''
'' Gak apa apa sayang, kan istri sendiri. udah yuk mandi bareng''
'' Mas duluan aja''
'' Ya sudah, mas mandi dulu''
Arya pun pergi membersihkan diri, sedang Wardah masih ditempat tidur. Tak lama Arya selesai mandi, keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian. Wardah pun gantian membersihkan diri, dengan dililit selimut Wardah berjalan ke kamar mandi. Arya yang melihatnya tersenyum senyum dengan cara jalan Wardah yang sedikit aneh, mungkin perih karna ulah senjata Arya. Arya membereskan ranjangnya, Arya tersenyum bangga saat melihat bercak darah di sprei bekas pertempuran perdana dengan Wardah. Arya menaruh sprei di tempat cucian kotor, lalu menggantinya dengan yang baru. Setelah hampir setengah jam Wardah keluar kamar mandi dengan handuk dililit sebatas paha. Arya yang melihatnya jadi ingin melakukan gencatan senjata lagi. Namun ia tahan karna tak tega melihat Wardah yang kelelahan.
'' Sayang, sini mas yang keringkan rambut kamu '' tawar Arya yang melihat Wardah sedang mengeringkan rambut dengan Hairdryer.
Dengan telaten Arya mengeringkan rambut Wardah, Wardah tersenyum dengan tingkah manis Arya. Setelah itu Arya dan Wardah turun ke bawah untuk sarapan bersama. Terlihat Anisa dan adik adik Arya sedang duduk di kursi meja makan. Mereka menunggu Arya dan Wardah.
'' Pagi semua'' Ucap Arya sambil menggandeng tangan Wardah
'' Cie cie gandengan mulu, takut hilang ya bos '' goda Chandra ke Arya. Arya hanya senyum. sementara Wardah menunduk malu. Arya duduk berdekatan dengan Wardah. tepat didepan Wardah ada Dean duduk disana. Wardah hanya diam. Dean pun sama. Selesai makan seperti biasa Anisa dan Adik adiknya berbincang bincang di ruang keluarga. Arya pun mengajak Wardah, meski agak canggung tapi Wardah menuruti suaminya.
'' Wardah, kamu gak usah canggung ya dirumah ini, kamu boleh pakai apa aja yang ada disini. kak Anisa harap kamu betah tinggal disini'' ujar Anisa
'' Iya kak, terimakasih '' jawab Wardah gugup
'' Iya sayang, kamu jangan canggung ya, kan kamu sekarang istri aku, bagian dari keluarga aku '' ucap Arya sambil menggenggam tangan Wardah dan menatap mesra Wardah, kemudian mengecup tangan dan kening Wardah. Tingkah Arya membuat adik adiknya yang jomblo jadi iri. apalagi Dean,hatinya mulai mendidih dengan sikap Arya.
'' Kak Arya sengaja banget sih pamer depan aku, kalau bukan kakak sendiri udah aku tendang deh, sakit tau kak..ngerti gak sih '' Batin Dean mulai geram
" wow...so sweet...masih pagi Udah sayang sayangan'' celetuk Chandra
'' Hareudang euy '' sahut Bara
'' Maklum Kak Bar, kak Arya abis lunasin cicilan kayaknya...makanya jadi bucin gini nih om om '' ledek Chandra
'' Iri aja kamu Chan, pengen yah '' balas Arya
'' Udah udah jangan becanda mulu, Kakak mau ke kantor. kalian juga siap siap '' perintah Alisa
'' Aku berangkat siang kak '' jawab Chandra
'' Aku juga berangkat siang'' sahut Bara
'' Aku masih cuti kak, aku kerjanya dirumah aja bareng Wardah '' ucap Arya yang membuat Wardah tertunduk malu
'' hmm..kak Arya bisa ajah, itu mah kerja bikin ponakan kali '' ujar Chandra
'' Yuk ah kita siap siap, oh ya De.. jadi ke jepang lagi ?'' tanya Bara
'' Jadi kak, Nanti sore Dean balik lagi ke jepang '' jawab Dean. Wardah langsung mendadak sedih, namun ia sembunyikan.
'' kenapa secepat itu ? ngga nanti aja seminggu lagi '' ujar Bara
'' Ngga kak, Dean cuma ambil cuti 3 hari''
'' Ya sudah, kamu hati hati disana yah. kakak gak bisa anterin. banyak kerjaan di bengkel'' ucap Bara
'' Nanti aku aja yang anter De'' tawar Chandra
'' Iya kak makasih, Anterin aku jam 4 sore yah.'' ujar Dean meminta
'' ok, kakak akan pulang cepat '' chandra menyanggupi
'' Dean, maafin kak Arya yah gak bisa anter ke bandara. Nanti sore mau nganter Wardah kerumah mamahnya, mau ngambil barang barang Wardah yang belum dibawa.''ujar Arya
'' Gak apa apa kak'' jawab Dean
setelah berbincang bincang cukup lama mereka pun bubar, dan kembali ke kamar masing masing. Arya yang kini bersama Wardah tentu saja tak menyia nyiakan waktu kebersamaannya. Arya terus saja menggoda Wardah hingga Wardah pasrah mendapat serangan demi serangan kenikmatan yang Arya berikan.
Bersambung
.
.
.
Mohon dukungannya selalu 🙏🙏🙏
Dukungan kalian semangat buat aku ❤❤❤❤