NovelToon NovelToon
Rumah Jiwa Yang Lelah

Rumah Jiwa Yang Lelah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: meiithandi

Davina Clarisa tidak tahu, bagaimana hidupnya setelah memilih berpisah dengan suaminya Rio.Rio orang keras kepala, egois dan ingin menang sendiri membuat Davina merasa lelah secara mental, sehingga ia memutuskan untuk berpisah adalah jalan terbaiknya.Davina merasa rio bukan tempat rumah ia pulang.

setelah berpisah Davina memutuskan kembali ke kampung halamannya, dan menetap disana dengan putri kecilnya.Akankah davina bisa melupakan mantan suaminya dan bisa kembali menata hidup layak seperti perempuan lain pada umumnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meiithandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan Spam

Rumah Davina

Davina pulang dengan perasaan hampa. Pertemuan dengan Adit tadi siang terasa datar, canggung, dan penuh dengan hal-hal yang tidak diucapkan. Tidak ada kehangatan yang ia harapkan, hanya sisa-sisa kecanggungan dua orang asing yang berbagi memori.

Saat ia membuka pintu rumah, Zahra sudah tertidur pulas di sofa. Davina tersenyum sedih, mencium kening putrinya pelan, lalu membawanya ke kamar.

Setelah memastikan Zahra nyaman, Davina duduk di tepi tempat tidur, menatap wajah polos anaknya.

Sebuah notif pesan masuk.

Davina mengambil ponselnya , dan membuka pesan masuk.Davina merasa bingung mau balas apa.Karena ini adalah pertama kali ,pesan  Adit setelah tujuh tahun berlalu.

"Apakah kamu sudah sampai rumah "

Jemari lentik Davina membalas pesan dari Adit.

" Baru saja ,10 menit yang lalu "

Davina dan Adit saling berbalas pesan, tiba - tiba Davina mulai menguap.ia sudah tidak bisa menahan kantuknya.Ia mengabaikan pesan dari Adit.Ia tidur dengan nyenyak.

Apartemen Adit

Adit duduk di sofa , sesekali ia mengetuk jemarinya di atas sofa.Ia terus saja memandang ponselnya.Namun tetap saja tidak ada notif yang masuk.Membuat Adit jengkel sekaligus frustasi.

Adit tidak sabaran, menghubungi Davina.Tapi tidak ada jawaban dari sana.Hanya suara ..drrtttttt...tuttutt...tutttt

" ayok Angkat " Ucap Adit Gelisah.

Lagi - lagi tidak ada menjawab telponnya , ia banyak mengirim pesan.Seolah tidak ada jawaban , adit yang tidak sabaran.Akhirnya melempar ponselnya ke atas sofa dengan kesal.

Ponsel itu mendarat di bantal sofa dengan suara gedebuk pelan, seolah menyerah pada keheningan malam. Adit menghela napas panjang, dadanya terasa sesak oleh campuran rasa marah dan kekhawatiran yang tak berdasar. Ia tahu Davina bukan tipe wanita yang sengaja mengabaikan pesan, tapi logika itu kalah oleh ego pria yang baru saja ditolak,bukan secara verbal, tapi melalui diamnya.

Tujuh tahun. Waktu yang seharusnya menghapus semua rasa, ternyata hanya memendamnya lebih dalam. Pertemuan tadi siang seharusnya menjadi awal dari rekonsiliasi, atau setidaknya, penutupan yang layak. Namun, tatapan mata Davina yang menghindari matanya.

Senyum tipis yang tidak mencapai pupilnya, dan jawaban singkat lewat pesan itu... semuanya berteriak bahwa ada tembok tinggi yang masih berdiri kokoh di antara mereka.

Adit bangkit dari sofa, berjalan mondar-mandir di ruang tamunya yang minimalis dan dingin. Langkah kakinya bergema di lantai marmer, sepi seperti hatinya. Ia berhenti di depan jendela besar yang menghadap kota Jakarta yang mulai sunyi.

Lampu-lampu gedung bertaburan di kejauhan, tapi tidak satu pun yang bisa menghangatkan rasa hampa di dadanya.

"Kenapa kamu masih begini, Dit?" tetap mengharapkannya setelah tujuh tahun berlalu.bisiknya pada pantulan dirinya sendiri di kaca jendela. Wajah yang menatap balik terlihat lelah.

Sementara itu, di kamar tidur yang remang-remang, Davina terbangun karena suara notifikasi ponsel yang berbunyi sekali lagi. Jam dinding menunjukkan pukul 02.15 pagi. Kepalanya masih berat, sisa kantuk bercampur dengan kecemasan yang tiba-tiba muncul saat melihat nama 'Adit' kembali menyala di layar.

Ada 10 panggilan masuk yang tidak terjawab. Dan  pesan spam:

"Maaf , apa aku mengganggumu."

" apa kamu sudah tidur ? "

" Davina , kenapa tidak di blas"

" aku menunggu , pesanmu "

" Davina ..."

"Davina ..."

"Vina apa kamu tidak ingin membalas pesanku "

" Vina apa kamu sebenci itu samaku "

" Vina , aku hanya ingin tanya apa kamu sudah mengirim lamaran kerjamu ke emailku "

" vina ..."

"Vina , baiklah selamat tidur "  Dengan emot senyum.

Davina menatap kalimat itu lama. Tidak ada nada menuntut, tidak ada kemarahan yang tersirat dari teks singkat itu. Hanya kepedulian yang canggung, sama seperti pertemuan mereka tadi siang.

Jemarinya melayang di atas layar, ragu-ragu. Ia ingin membalas, ingin menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud kasar, bahwa ia juga merasa aneh dan tidak nyaman dengan situasi ini.

Tapi kata-kata itu macet di tenggorokannya, terperangkap oleh tujuh tahun luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Apalagi saat Adit memanggil namanya dengan sebutan Vina.Membuat Davina merasa ia terhubung dengan tujuh tahun lalu.

Nama itu , sudah tidak pernah ia dengar, setelah tujuh tahun lamanya.Bahkan Rio saja mantan  suaminya tidak mempunyai nama panggilan untuknya.Rio hanya pria datar dan cuek.

"Vina " Ucap Davina lirih.Ia mulai merasa dekat dengan masa lalu yang dulu ingin ia tutup rapat - rapat , kini kembali membuka jalan,agar terhubung seperti benang merah yang akan selalu terhubung dengan orang ia cintai di masa lalu.

Di sebelahnya, Zahra bergumam dalam tidur, tangannya kecil mencari-cari selimut. Davina segera meletakkan ponselnya di meja nakas, memilih untuk memeluk putrinya erat-erat sebagai pengganti jawaban yang tak mampu ia berikan.

Malam itu, dua orang yang pernah saling mengenal lebih dari siapa pun, terpisah oleh jarak fisik dan jurang waktu, sama-sama terjaga dalam kesunyian masing-masing.

satu menunggu jawaban yang mungkin tak akan pernah datang, dan satu lagi menyembunyikan jawaban yang terlalu berat untuk diucapkan.Bukan ia tidak berani namun ada rasa takut gagal kembali.

Di kota A

Terlihat seorang pria memakai baju casual , masuk kedalam apartemen.Ia menyalakan saklar lampu agar tidak gelap.Ia menuju dapur dan membuka kulkas mencari apa saja yang bisa ia makan dan ia minum.

Namun lagi - lagi , ia tidak menemukan apapun.Terkahir ia belanja seminggu yang lalu.

Ia merasa frustasi dan merasa kesal terhadap dirinya sendiri.Entah apa yang membuat ia berjalan jauh sejauh ini.

Akhirnya ia memutuskan untuk delevery saja.Ia masuk kamar dan bergegas bergegas membersihkan tubuhnya.Yang sudah lelah dan bercampur keringat.

Rio keluar Dari kamar mandi, dengan mengenakan handuk.Dengan rambut yang sedikit basah.

Rio melihat ponselnya di nakas , ada notif pesan masuk.Ia membuka pesan itu.

" kamu terlalu banyak pikiran, dan kamu terlihat kurusan.aku membeli suplement vitamin untukmu, aku takut kau mati,aku menaruh di lemari dekat dapur, jangan lupa di minum " Dengan emot senyum.

Rio membaca pesan itu, bibirnya terangkat membentuk senyuman.Lalu jemarinya mengetik sesuatu.

" akan aku minum,terimakasih atas perhatiannya"

Di Kediaman siska.

Siska membaca pesan itu, ia sangat senang.Ia merasa satu langkah ia lebih maju, tanpa ada penolakan.Apakah rio mulai menerimanya dan melupakan Davina.

Namun Siska tidak akan putus asa, ia akan mencoba untuk terus berada di sisi Rio meski tidak terlihat.Meski hanya bayangan saja.Itu lebih dari cukup untuknya saat ini.Ia tidak ingin bersifat egois.Ia ingin Rio bisa merasakan kehadirannya tanpa ada paksaan.Meski lambat , Siska tetap akan menunggu.

1
Lasa Hardianti
Mampir thorr, penasaran nih alasan Davina minta cerai apa cuma gara-gara udah ga cocok atau ada hal lain?😌😳
Dian Meilani: jangan lupa pantengin ya, ku up ko okee
total 1 replies
ica
seru banget ceritanya👍
IRINA SHINING STAR
saya mampir kak, semangat ya kakk. 😆
Dian Meilani: makasih kk 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
lanjut thor
Dian Meilani: makasih atas dukungannya
total 1 replies
Cilia
Baca ceritamu bikin ikut ngerasain kehangatan keluarga thorr, lanjutin terus ya! Semangat!
Dian Meilani: makasih kak atas dukungannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!