NovelToon NovelToon
MENCINTAI ANAK MAJIKAN IBU KU

MENCINTAI ANAK MAJIKAN IBU KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Terlarang
Popularitas:916
Nilai: 5
Nama Author: Lembayung Senjaku

Intan adalah gadis yang lugu dan baik hati, dia selalu membantu ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah mewah. Intan bersama ibunya hanya orang biasa yang tidak memiliki keluarga dan beruntung mereka bertemu dengan bu Ratna yang membawa mereka kerumah nya dan bekerja di sana.

Ratna yang berusia 18 tahun itu nampak cekatan membantu ibunya. Sikap sopan dan paruhnya membantu Ratna dan suami Agung begitu menyukai Intan, 5 tahun sudah berlalu kini intan sudah beranjak menjadi gadis dewasa.
Di mana kisah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, kisah pencinta dan tanpa restu akan terlibat dalam kehidupan nya.

Saat pertemuan nya dengan anak tunggal keluarga Wicana yang sudah menampung nya dan ibunya selamat bertahun-tahun lama nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lembayung Senjaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

First kiss

Mereka sudah sampai di mana tempat yang begitu di idamkan oleh Intan. Hamparan sawah yang hijau dengan pohon pohon rindang di dekat nya udaranya benar-benar sejuk dan dingin.

" Rumah seperti ini yang Intan dan ibu mau, nanti kalau kami sudah pindah kak Mahendra sering sering main ke sini yah. " Gumam Intan menatap Mahendra.

" Hemz, jika nanti kamu belum menikah aku akan sering kesini. " Gumam Mahendra berjalan pelan menyusuri jalanan tanah itu.

" Memang kalau Intan sudah menikah kenapa?. "

" Gak enak sama suami mu lah Intan, masa nanti suami mu kerja terus ada laki-laki lain maen kerumah kalian. Kelihatan aneh dan mencurigakan bukan?. " Mahendra berbalik dengan tatapan yang mengoda gadis itu.

" Isssssss dasar... " Intan mengejar Mahendra yang berlari pelan dengan gelak tawa yang terdengar nyaring di tempat yang sedikit sepi itu.

Mereka berlarian saling mencubit pelan dengan tatapan lucu para petani yang menatap mereka dengan gemas.

" Oh mungkin mereka itu sepasang suami-istri baru pak, yang kemarin katanya mau beli rumah nya pak Deni itu lo. " Ucap seorang wanita pada petani yang sedang menikmati singkong goreng nya.

" Oalah iya paling buk, allhamdulilah kita punya tetangga baru kayak mereka juga baik baik anak nya. Keinget dulu waktu kita masih jadi pengantin baru ya buk.. " Goda nya dengan menyenggol lengan sang istri.

" Halaaa pak boro boro lari lari seperti itu, kita mah pengantin baru langsung disuruh ke ladang. " Gumam wanita itu dengan tertawa pelan.

Sedangkan Mahendra dan Intan duduk di sebuah rumah yang cukup bagus dan luas. Rumah itu yang hendak Intan beli untuk nya dan ibunya, rumah bernuansa putih dengan ornamen rumah rumah desa yang indah.

" Ini rumah nya?. " Gumam Mahendra.

" Hemz, bagus kan tidak terlalu besar dan kecil nanti di sana aku tanam bunga mawar semua dan di sebelah sana aku mau tanam sayur sayur seger abis itu sebelah sana harus ada kursi kecil untuk duduk dan santai santai. " Mahendra menatap setiap tempat yang di tunjuk Intan dengan semangat setiap jengkal setiap ornamen yang gadis itu sebutkan.

" Aku benar-benar bisa jatuh cinta pada gadis ini, entah lah dia memiliki sesuatu yang benar-benar bisa memikat ku. " Batin Mahendra.

" Ok, Aku bantu untuk mewujudkan semua nya sesuai dengan keinginan kamu tentang nya. " Intan tersenyum kemudian berlari memeluk Mahendra dengan senyuman lebar gadis itu.

" Intan senang banget bisa sejauh ini. " Gumamnya tanpa sadar memeluk tubuh Mahendra dengan erat. Mahendra hanya diam dan pasrah ada bunga bunga yang mekar dalam dirinya saat berdekatan dengan Intan.

" Ekehm, ekhemm.. maaf maaf, menggangu. " Seketika suara itu membuat Intan sadar dan melepas pelukan nya pada tubuh Mahendra.

Lagi lagi semburan pink itu terlihat nyata di pipi mulus Intan membuat Intan semakin malu dan Mahendra yang terkekeh geli.

" Astagaa beda sekali memang kalau pengantin baru ni yah.. " Ucap Pak Dani mengoda mereka dan langsung membuat mereka terkejut dan diam.

" Pengantin baru?. " Mereka mereka bersamaan.

" Iyaaaa, kalian pengantin baru kan?. " Intan dan Mahendra saling bertatapan kemudian tertawa canggung.

" Iyaaa tentu saja, ini istri saya. " Mahendra yang gemas melihat ekpresi Intan langsung menarik pinggang gadis itu membawa nya lebih dekat dengan dirinya.

" Nah seperti itu lengkap romantis, jadi ini surat surat yang sudah saya siapakan sudah saya balik nama juga sesuai dengan nama ibu Intan ya pak. pembayaran nya nanti di tf saja kalau kalian mau melihat dulu silakan saya tidak ingin menganggu. " Ucap pak Dani malu malu.

" Ah, ok Terima kasih pak Dani kami mau masuk dan melihat isi dalam dalam nya tentu saja. " Pak Dani pamit pergi meninggalkan mereka yang tertawa melihat sandiwara mereka yang di percaya itu.

Mahendra melepas kan pinggang Intan membiarkan gadis itu membuka pintu rumah nya dan melihat langsung keadaan nya, mata nya berbinar pipinya memerah membuat Mahendra benar-benar ingin menerkam nya saat itu juga.

" Sempurna, ini semua sama persis seperti yang aku mau. " Gumam Intan.

" Seperti apa... " Mahendra menatap setiap ruang di sana semua nya serba putih dengan semua perabotan yang sudah lengkap dan mereka hanya tinggal masuk dan menempati nya saja.

" Seperti ini kak.. " Tubuh Intan menabrak dada bidang Mahendra membuat pemuda itu langsung menangkap nya agar tidak terjatuh.

Mata mereka saling bertatapan lama dengan posisi sedekat itu tentu saja Intan bisa merasakan nafas hangat Mahendra menerpa wajahnya, jantung nya seakan akan meloncat keluar saat itu juga.

" Jika seperti ini terus aku bisa benar-benar jatuh cinta pada nya, kenapa otak dan tubuh ku tidak singkron saat itu juga sih. Intan sadar Intan tolong sadar sebelum terlalu jauh hati ini melangkah.. " Batin Intan berteriak kencang.

Mahendra memutar tubuh Intan bersandar pada tembok mengurung gadis itu kedua tangan kekar nya, memojokan gadis itu dengan tubuh besar nya membuat Intan merasakan saat nya dia waspada.

" Kak, kita terlalu dekat. " Gumam Intan pelan mendudukkan kepala.

" Intan, Intan.. " Mahendra memanggil gadis itu pelan membuat nya mengadah manatap mata hitam sayu Mahendra. Mata itu sekan akan meminta izin padanya.

Mahendra mengunci tatapan mata Intan memajukan wajahnya perlahan menyentuh bibir mungil merah muda Intan pelan,melihat reaksi gadis itu yang diam tanpa menolaknya.

Mahendra menarik tengkuk gadis itu membawa nya dalam kecupan lebih dalam, melumat bibir nya dengan pelan membawa sesuatu yang baru dalam hidup Intan. Gadis itu hanya diam dan terpaku dia belum pernah melakukan hal seperti itu pada siapapun dan itu adalah hal pertama untuk nya.

Ucapan Ami berputar di otak nya membuat Intan langsung mendorong tubuh Mahendra menjauh darinya, gadis itu mengelap bibirnya pelan, membuat Mahendra merasa bersalah telah melangkah sejauh itu.

" Maaf Intan, seharusnya aku tidak melakukan nya aku minta maaf. " Gumam Mahendra.

" Emzz sebaiknya kita pulang kak, ibu pasti nunggu kita pulang. Lagian semua sudah selesai Intan kepikiran keadaan ibu di rumah, perasaan Intan gak enak. " Gumam gadis itu yang tiba-tiba teringat ibunya.

" Iyaa sudah, ayo kita pulang. " Mereka nampak asing tidak sedekat tadi ada rasa canggung setelah kejadian itu yang membuat sedikit jarak diantara mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!