NovelToon NovelToon
Menjadi Bunda Untuk Anak Nakal

Menjadi Bunda Untuk Anak Nakal

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:881.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Siti Salmah Inara

Bertemu dengannya Membuatku Terpesona Tapi... Aku sadar bahwa dia adalah Ustadz. Apa Bisa perempuan biasa sepertiku bisa mendampingi seorang yang sangat alim?.

"Boleh kan Alif memanggil Kak Cia Sebutan Bunda?" tanya anak kecil polos itu kepadaku..
Hah, mimpi apa aku semalam, ayahnya itu Ustadz Cia, sadar sadar.

"No Alif, No aku bukan bunda mu" jawab ku seadanya.
" Makanya Alif ingin Kak Cia Jadi Bunda Alif" Jawab anak kecil ini tetap kekeh dengan permintaan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Salmah Inara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arka di bawa ke RS

"Aaaaaaaaa....!!!!!! Teriaku menutup telingaku sambil memejamkan mata.

Suara Tembakan Itu benar benar Nyaring.

Ku buka mataku perlahan, melepaskan tangan yang menutup Telinga.

BRUKH

Membulatkan mataku, Arka memegang dadanya dan berdarah perlahan Arka ambruk terlentang. Segera ku berlari menghampiri Arka.

"Arka!, Arka Huhuhu... " Arka tersenyum sambil tangan nya memegang dada nya yang terkena Pistol. Dadanya mengalir darah begitu banyak. Aku tak tahan tangis ku pecah.

" Syukurlah Nona Baik baik saja" ucap Arka dengan Suara parau sambil menahan sakit nya.

"Ini semua salah ku" Ucap ku menangis menyalahkan diri sendiri. Arka menggelengkan kepala nya.

Para preman berbalik melarikan diri namun suara Sirine Polisi datang. Muka para preman Memucat. Para preman melarikan diri secepat Mungkin agar tidak di tangkap.

DOR

Suara Pistol Yang di arahkan ke langit tanda peringatan.

"Berhenti melangkah sekali lagi Maka Kaki Kalian Tertembak?" Ucap dengan tegas seorang polisi Muda dengan garang.

Para preman berhenti melangkah. Para polisi segera menangkap 5 preman tersebut membawa nya masuk ke mobil melaju dengan cepat menuju Kantor polisi.

Polisi Muda Itu adalah Latif. Sahabat Irfan. Latif yang menyukai Cia dari dulu namun cintanya tak terbalaskan karna Cia cuek dengan hal itu.

Arka masih menahan rasa sakitnya di dada. Cia yang bodoh malah menangisinya karma otak nya loading saat ini.

Latif mendekati cia dan berjongkok di samping cia yang masih menangisi Arka. Cia menengok ke samping ternyata Latif orang yang di kenalnya. Cia langsung memeluk erat Latif.

"Kak Huhuhu ini arka kena tembak, huhuhu gara-gara lindungin aku arka jafi kaya gini" ucapku semakin erat memeluk Latif.

Latif melepaskan pelukannya meski tak rela, baru kali ini cia memeluknya. Rasanya sangat senang namun segera di tempis dengan keaadan arka saat ini.

Latif mengkode 2 teman polisinya untuk membawa Arka mobil cia.

"Segera bawa ke mobil!"

"Siap Dan!" Jawab teman nya kak Latif memakai seragam polisi, memasukan arka kedalam mobil milik cia. Merebahkan arka di kursi belakang. Diikuti cia masuk ke mobilnya, Latif juga masuk mengemudi mobil sambil melaju dengan cepat agar arka bisa tertolong.

Aku begitu panik di samping Latif. Rasanya mobilnya terlalu lamban.

"Kak ayolah lebih cepat lagi, cepat agar sampai ke Rumah sakit" ucapku dengan panik sambil menengok ke arah arka yang masih menahan kesakitan, darahnya yang di dada bercucuran mengenai kemeja arka.

Latif yang menyetir dengan kecepatan maksimal.

"Ini sudah sampai batas maksimal, sabar sebetar lagi sampai"

Hingga tak berapa lama sampai juga di rumah sakit. Latif memapah arka hingga di baringkan di brangkas setelah suster datang. Suster dan dokter membawa arka masuk ke ruangan agar di priksa.

Aku dan Latif menunggu di luar sampai dokter memeriksa keadaan kak latif. Makanan sayur bayam yang aku bawa ke mobil entahlah aku sudah tidak memikirkan lagi. Yang aku pikirkan sekarang keadaan arka. Niatku yang awalnya menjenguk Alif entahlah sekarang ingin berjalan namun kaki ku terasa berat. Aku tak biasa di kawal oleh Pengawal jadi seperti ini di lindungi oleh bodyguard namun setelah arka melindungiku aku terasa merasa bersalah.

Latif tadi menelphon Irfan agar tau keadaan adiknya, buru buru Irfan akan kemari. Setelah menelphon Latif melihatku melamun berusaha mencairkan suasana.

"Cia, Arka melindungimu karena itu adalah tugasnya. Tidak sepantasnya kamu menyalahkan diri kamu sendiri" ucap Latif melihat ku melamun.

"Aku tak tega melihat orang lain menyelamatkan aku hingga membahayakan nyawa nya" Jawabku sedih mengingat arka keluar mengahadapi para preman sendirian. Hingga aku menangis lagi.

Kak latif memeluk ku, mengusap punggung ku agar tenang.

"Ssssttt, sudahlah bukan salah kamu" ucap kak Latif mengelus punggungku berusaha menenangkan. Aku menangis lagi mengingat kejadian tadi. Kak Latif membiarkan aku menangis di pelukan nya agar tenang.

Alif yang memakai baju pasien uring-uringan menanyai Abi nya mengapa kak cia belum datang apalagi ini sudah akan malam pukul 20:00. Azzam pusing dengan anak nya yang selalu bertanya kenapa si cia belum kemari. Azzam sudah berusaha membujuk Alif untuk makan tapi Alif menolaknya.

Begitu juga umi Rana, Abi awwab dan ayu uang di situ juga berusaha membujuk tapi tetap saja Alif tidak mau makan hanya mau makan jika.

"Alif makan kalau di suapi kak cia" ucap Alif memonyongkan bibirnya.

Azzam pergi keluar sudah tidak tahan menghadapi anak nya yang tidak mau di atur. Umi Rana dan ayu mendekati Alif mencoba berbicara pada Alif mengalihkan pembicaraan.

Azzam keluar mencari udara segar di luar berjalan keluar.

Aku masih berada di pelukan kak Latif, kak Latif mencoba berbicara hal lain selagi masih menunggu dokter keluar.

"Kau pulanglah, kau pasti lelah" ucap kak Latif mengelus rambutku segera ku gelengkan kepalaku, tidak mau pulang, aku memejamkan mataku rasanya memang lelah sudah bekerja seharian tapi malah ada masalah. Pelukan kak Latif begitu nyaman hingga suara tak asing terdengar.

"Dek cia" Sapa Nya berdiri di depan kami. Ku lepaskan pelukan kak Latif meski nyaman tapi aku penasaran siapa yang menyapa.

"Eh, mas Azzam" jawabku gugup mas Azzam berada di depanku.

Aku lupa Rumah sakit ini rumah sakit yang sama Alif di rawat aku sampai lupa.

Mas Azzam menatapku dengan marah, melihat ku di pelukan kak Latif, apa mas Azzam cemburu?.

Ada rasa tidak suka melihat Cia di peluk orang lain. Hati azzam tak suka Cia di dekati laki laki lain selain dirinya.

Alif yang memakai baju pasien uring-uringan menanyai Abi nya mengapa kak cia belum datang apalagi ini sudah akan malam pukul 20:00. Azzam pusing dengan anak nya yang selalu bertanya kenapa si cia belum kemari. Azzam sudah berusaha membujuk Alif untuk makan tapi Alif menolaknya.

Begitu juga umi Rana, Abi awwab dan ayu uang di situ juga berusaha membujuk tapi tetap saja Alif tidak mau makan hanya mau makan jika.

"Alif makan kalau di suapi kak cia" ucap Alif memonyongkan bibirnya.

Azzam pergi keluar sudah tidak tahan menghadapi anak nya yang tidak mau di atur. Umi Rana dan ayu mendekati Alif mencoba berbicara pada Alif mengalihkan pembicaraan.

Azzam keluar mencari udara segar di luar berjalan keluar.

Aku masih berada di pelukan kak Latif, kak Latif mencoba berbicara hal lain selagi masih menunggu dokter keluar.

"Kau pulanglah, kau pasti lelah" ucap kak Latif mengelus rambutku segera ku gelengkan kepalaku, tidak mau pulang, aku memejamkan mataku rasanya memang lelah sudah bekerja seharian tapi malah ada masalah. Pelukan kak Latif begitu nyaman hingga suara tak asing terdengar.

"Dek cia" Sapa Nya berdiri di depan kami. Ku lepaskan pelukan kak Latif meski nyaman tapi aku penasaran siapa yang menyapa.

"Eh, mas Azzam" jawabku gugup mas Azzam berada di depanku.

Aku lupa Rumah sakit ini rumah sakit yang sama Alif di rawat aku sampai lupa.

Mas Azzam menatapku dengan marah, melihat ku di pelukan kak Latif, apa mas Azzam cemburu?.

Ada rasa tidak suka melihat Cia di peluk orang lain. Hati azzam tak suka Cia di dekati laki laki lain selain dirinya.

1
Shaluna 👑
berasa di tangkap nya alif/Facepalm/
Shaluna 👑
udah punya anak loh, anak kamu momy /Facepalm/
Shaluna 👑
hahahaha 🤣
Shaluna 👑
wkwkwk 🤣
asridiani
berbohong Thor bukan berhobong 🤭🤭
asridiani
berbohong Thor bukan berhobong 🤭
asridiani
mobil yg kena paku, nasib nya gmn Thor?😅
asridiani
gagal fokus kalimat pertama Thor😅, "celana jeans sedang merutuki.....

nama nya siapa sih ,ku penasaran akhirnya 🤭
Call Me Salma: huhuhu typo typo🤭
total 1 replies
Tri Hartati
.
Tri Hartati
o p onl p on. . p PP z
Ditaa
mending ganti bahasa "udah bukan jaman dulu lagi." jgn pake tahun 2021
Ida Sagita
lanjuttt thorr udah sya bom like
Priskha
fokus thor nulisnya banyak typo nich 😁😁😁😁
Call Me Salma: Maaf yah banyak Typo, Saya manusia biasa
total 1 replies
Yuli Yuli
lanjut thor,jgn gantung🙏😂
Call Me Salma: Btw Masih pada mau lihat Extra Part selanjutnya? 😅
total 1 replies
Atoen Bumz Bums
sm fatimah
Lizz Wiwik
Maryam atau Aisyah
Lizz Wiwik
namanya IRFAN bukan Arfan jgn bikin bingung
Lizz Wiwik
anak pak ustadz pastinya
Mari ani
mampir nih
Irma Herawati
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!