tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...
teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jemu
Hari demi hari sudah terlalui dengan begitu cepatnya, Zim sudah merasa jemu tinggal di pesantren Al Alawiyyah lantaran sistem dalam pengajiannya yang terbilang modern, berbeda sekali halnya dengan ia tinggal di pesantren salafiyah sebelumnya, yang selalu berkerja mandiri atas kemauannya pribadi. Maka terbayang lah kembali coretan kitab menggunakan tulisan aksara bahasa Arab itu yang ia isi penuh menggunakan pena, lalu menyalin lembaran kitab itu kedalam buku seratannya pribadi. Namun sayang hal itu tak lagi bisa ia lakukan, lantaran coretan kitab telah tergantikan dengan sebuah hafalan Tahfiz Al Qur'an.
Keduanya memang suatu kajian yang positif untuk bocah itu pelajari, tapi menyoret kitab dan memahami maksud dari kitab itulah yang paling ia gemari. Hingga sampai pada masanya, saat turun dari atas majlis yang memiliki dua jalan untuk kedua seorang pedoman pencari ilmu yang memiliki suatu perbedaan. Zim berjumpa kembali, meski kali itu tak disengaja, ia bertemu lagi dengan seorang perempuan yang memiliki jiwa sang pemalu, matanya masihlah bening namun tajam bagaikan pedang, pipinya yang merah bagai bunga sakura, kulitnya yang putih bagai salju, dan halus serta lembut bagaikan ukiran kain sutra. Menatap sayu kepada zim seperti halnya kejadian mereka berdua yang baru saja bertemu dahulu. Begitu pula dengan Zim yang memberikan senyuman canggung kepada perempuan itu sambil menganggukan kepalanya kecil. Lalu pergi berlalu lantaran merasa malu.
Padahal baru saja kemarin Zim berkata untuk tidak menganggapnya sebagai orang asing. Namun malah dirinya sendiri jua yang melanggar perkataannya itu, bukan karena tidak memiliki keberanian untuk mendekati seorang wanita, melainkan ia hanya saja merasa malu serta tak kuasa, jika ayahnya Nasywa pun mengetahui, bahwa salah seorang santrinya menyukai putrinya sendiri yang sudah jelas telah di jodohkan dengan seorang lelaki gagah, tampan dan paham akan agama, lebih yang dimiliki oleh bocah nakal itu.
Merasa munafik akan perasaannya sendiri, padahal ia tahu dan ia juga mengakuinya dalam hati, bahwa ia juga menyukai perempuan terlarang itu disaat mengucapkan setiap permohonan kalimat do'anya kepada Tuhan. Lantaran baginya. Gusti Allah lah yang paling mengerti akan seluruh perasaan kesepian hambanya sendiri lebih dari orang lain, bahkan untuk seorang Nasywa sekalipun.
Akan tetapi, meskipun orang yang ia sukainya itu tidak pernah sekalipun mengerti akan perasaannya. Namun baginya, hal itu sudah lah lebih dari cukup untuk memenuhi hasrat pribadinya saja. Jangankan untuk melihat wajahnya yang polos, bahkan sampai saling mengirimkan surat pun sudah membuat bocah itu merasa bahagia serta nyaman tinggal disini, dialah yang menjadikanya suatu alasan atas kenyamanannya, tak peduli seberapa buruk orang memperhatikan bocah itu, tapi Nasywa sangatlah berbeda. Perkataannya lebih halus ketimbang orang lain. Maka, bila mana disaat Zim mengirimkan secarik surat, yang mana didalam surat itu, berisi puluhan kata yang menceritakan mengenai hikayah pribadinya saja, serta mencurahkan seluruh keluh kesahnya kepada Nasywa. Maka saat itu pula Nasywa pun langsung mengerti dan paham akan seluruh penderitaan serta rasa kesepian yang telah lama bersarang dari dalam masa lalu bocah itu. Lalu melipat kembali secarik surat itu dengan tangan yang sangat bergetar.
Begitu pula dengan Zim yang menuliskan surat itu, penuh dengan rasa kekalutan, wajahnya terlihat keruh, karena tidak sembarang orang ia menceritakannya, terlebih dengan seorang perempuan yang masih saja ia anggap seperti orang asing hingga saat ini.
Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dirimu tak pernah nongol saat itu
dirimu kemana Thor
Bank ke 🤣🤣🤣